The Knightling
Twirlbound
Saber Interactive
28 Agustus 2025
PS5, Xbox Series, PC
Action-adventure
Remaja
Digital
3.5 GB
Rp 429.000
Kesukesan The Legend of Zelda: Breath of the Wild jelas menginspirasi banyak developer untuk menciptakan game serupa, namun hingga saat ini belum ada game kloningannya yang mampu menyamai popularitas Zelda. Twirlsbound, developer asal Belanda ini, ingin mencoba peruntungannya dengan mengadaptasi genre yang serupa dalam karya terbarunya yang berjudul The Knightling.
Apakah game ini punya keunikannya sendiri dibanding game yang menjadi inspirasinya?
Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Story
Game ini menceritakan kisah seorang ksatria muda yang sedang berlatih di bawah bimbingan Sir Lionstone yang gagah berani. Lionstone membimbing The Knightling sejak awal untuk membnatunya mencapai tujuannya demi mengalahkan musuh yang perkasa. Namun, suatu hari Sir Lionstone menghilang dan The Knightling harus mempercepat pengalaman dan pengetahuannya agar bisa menjadi ksatria idaman dan menemukan gurunya yang menghilang di alam liar.
Temukan jawabannya dengan memainkan The Knightling!

Gameplay
The Knightling adalah sebuah game aksi petualangan bertemakan dunia pasca-apokaliptik, di mana orang-orang semuanya bagaikan ksatria yang menggunakan penutup wajah dan tidak dapat berbicara tanpa melontarkan gumaman konyol. Sesuai dengan judulnya, Anda akan berperan sebagai Knightling, seorang ksatria muda yang sedang mencari gurunya yang hilang, Sir Lionstone. Sang Guru meninggalkan sebuah tamen yang ditenagai oleh teknologi kuno yang tersebar di seluruh negeri. Knightling bisa mengendalikan tameng tersebut berkat sarung tangan yang dimiliki olehnya.
Outlands adalah wilayah pertama yang akan Anda singgahi. Wilayah ini sudah memberikan gambaran yang baik tentang ukuran dan detail dunia. Sekilas, area ini tampak padat, tetapi seiring permainan, kedalamannya terbentang dengan menakjubkan. Di mana-mana terdapat jalur, belokan, dan sudut tersembunyi yang menunggu untuk dijelajahi. Saat ini, sudah cukup langka ada game yang begitu mendorong pemain untuk menyimpang dari jalur utama dan menjelajah ke area samping. Jika Anda melakukan misi sampingan ini, tentu saja ada hadiah yang menunggu seperti item spesial atau cerita tambahan.

Lanskapnya semarak dan cukup beragam, mulai dari ladang hijau tempat para petani bekerja, permukiman kecil yang ramai dengan kehidupan, gua-gua berliku yang penuh bahaya, dan reruntuhan misterius yang mengingatkan pada masa lalu. Berkali-kali, pemandangan panorama mengundang pemain untuk berhenti sejenak dan menikmati pemandangan. Kami sempat membiarkan pandangan saat mengembara untuk menikmati luasnya dan keindahan dunianya.
Salah satu hal menarik dari eksplorasi ini adalah keterkaitan erat antara progres permainan dan kemampuan Magnus. Awalnya, perisai ini terutama digunakan untuk menangkis serangan atau menangkap lompatan pendek. Namun, dengan peningkatan pertama, Magnus menjadi alat yang serbaguna. Ia berfungsi sebagai papan selancar yang dapat digunakan untuk meluncur menuruni lereng, menyeberangi sungai, atau menaiki tangga.

Fitur meluncur ini tidak hanya terasa mulus, tetapi juga berperan penting dalam membuat penjelajahan dunia terasa dinamis dan menyenangkan. Semakin jauh Anda maju, perisai ini semakin membuka kemungkinan baru, yang semakin memicu hasrat Anda untuk menjelajah.
Aksi pertarungannya kurang memiliki kedalaman kemampuan. Meskipun ada upgrade yang bisa Anda buka, namun aspek ini tetap terasa Hit & Miss. Tameng yang menjadi senjata Anda, bergerak sangat lambat untuk digunakan. Terus terang, menjadikan tameng sebagai senjata tidak terlalu menyenangkan karena pada dasarnya tameng bukanlah senjata. Kami lebih suka apabila karakter punya senjata yang selayaknya senjata seperti pedang, kapak, tombak atau sejenisnya.

Presentation
Visual
Secara visual, game ini terlihat cukup bagus. Animasi karakternya bergerak cukup baik, walaupun proporsi tubuh mereka kadang sedikit berlebihan. Fakta bahwa semua orang mengenakan helm membuat game ini terlihat unik. Lingkungannya juga terlihat bagus, dan penggunaan warna yang cerah membuat game ini terlihat seperti platformer klasik. Game ini juga berjalan pada framerate yang tinggi, membuat game ini berjalan cukup mulus.

Audio

Value
Meskipun sebagian besar game ini dirancang dengan baik, ada beberapa hal yang mengganggu dalam gameplay. Game ini tidak memiliki sistem Lock-on karena mengutamakan gaya pertarungan yang lebih bebas. Anda harus siap diserang oleh musuh di luar layar dan tanpa indikator arah datangnya serangan.
Membuka peti atau pelucutan armor musuh bisa sangat mengganggu, kecuali Anda membuka opsi dan memperbesar ukuran font. Anda juga akan mulai tidak menyukai mekanik pelucutan dan pembukaan, karena Anda masih bisa terganggu saat menekan tombol. Hal ini kemungkinan besar menyebabkan Anda melupakan taktik pelucutan armor dan lebih memilih untuk menekan tombol musuh hingga mereka mati.
Masalah terbesar yang mengganggu game ini adalah kurangnya polesan di beberapa area. Pop-up detail memang ada, tetapi hanya mengganggu ketika sesuatu yang mencolok muncul, seperti cahaya terang untuk pintu keluar dungeon yang tiba-tiba muncul di area yang sebelumnya gelap. Ada beberapa elemen yang gagal dianimasikan, seperti penduduk desa yang meluncur tanpa mengingat cara berjalan.
Conclusions
Secara keseluruhan, The Knightling masih bisa dinikmati oleh berbagai jenis pemain. Alur cerita dan nuansanya cukup ringan, dunianya terbuka cukup menarik untuk dijelajahi. Penggunaan tameng sebagai senjata mungkin terasa unik, tapi jika ada senjata lain seharusnya bisa lebih baik lagi. Bagi Anda yang tidak suka game Soulslike dan butuh game aksi yang lebih ramah pemula, game ini adalah jawabannya.
+ Karakter yang unik dan menarik
+ Eksplorasi yang menyenangkan
+ Berselancar dengan tameng
+ Ragam puzzle yang cukup kompleks
+ Visual warna-warni
+ Musik membangun atmosfer dengan baik
- Sesi cerita kadang mengganggu kesenangan
- Beberapa area terasa kurang dipoles
- Aksi pertarungan yang hit & miss
- Tameng sebagai satu-satunya senjata
- Absennya fitur mini-map
- Tidak punya sistem Lock-on

![[Review] Call of Duty: Black Ops 7](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/11/Call-of-Duty-Black-Ops-7-Banner-115x115.jpg)
![[Review] Octopath Traveler 0](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Octopath-Traveler-0-Banner-115x115.jpg)
![[Review] Assassin’s Creed Shadows (NS2)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/03/Assassins-Creed-Shadows-Banner-200x250.jpg)

![[Review] Call of Duty: Black Ops 7](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/11/Call-of-Duty-Black-Ops-7-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Octopath Traveler 0](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Octopath-Traveler-0-Banner-200x250.jpg)
![[Recap] Pengumuman Dalam The Game Awards 2025](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/The-Game-Awards-2025-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Milano’s Odd Job Collection](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/11/Milanos-Odd-Job-Collection-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Romancing SaGa -Minstrel Song- Remastered International](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/11/Romancing-SaGa-Minstrel-Song-Remastered-International-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Project Motor Racing](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/11/Project-Motor-Racing-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Terrifier: The ARTcade Game](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/11/Terrifier-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Majogami](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Majogami-Banner-200x250.jpg)

![[News] Bocoran Gameplay Assassin’s Creed Mirage Mengemuka!](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2023/05/Assassins-Creed-Mirage-official-screenshots-1-scaled-1-360x240.jpg)
![[Review] Assassin’s Creed Shadows (NS2)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/03/Assassins-Creed-Shadows-Banner-360x240.jpg)
![[News] Sonic Rumble Resmi Rilis dan Hadirkan Skin dan Sticker Terbatas!](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/11/Sonic-Rumble-Launch-Banner-360x240.jpg)