Avatar: Frontiers of Pandora™ – From The Ashes
Massive Entertainment
Ubisoft
19 Desember 2025
PS5, Xbox Series, PC
Action RPG
Dewasa
Digital
Rp 589.000 (Base Game + DLC From the Ashes)
Menjadi salah satu film terlaris sepanjang masa, sepertinya cukup menjadi alasan jika franchise Avatar melebarkan sayapnya untuk diadopsi ke dalam media video game. Film besutan James Cameron yang rilis pada tahun 2009 silam Ini memang memiliki kualitas visual yang sangat cantik, yang semakin baik hingga film ketiganya yakni Avatar: Fire and Ash dirilis pada tahun 2025 ini.
Hal itulah yang menjadi tantangan tersendiri bagi Ubisoft untuk dapat mewujudkan keindahan dunia Pandora ke dalam game adaptasi terbaru yakni Avatar: Frontiers of Pandora. Game ini akan membawa Anda menjadi seorang Na’vi yang berjuang membebaskan bangsanya dari ancaman manusia yang Ingin menguasai Pandora.
Pada tahun ini, Ubisoft menghadirkan kembali Avatar: Frontiers of Pandora – From the Ashes, yang merupakan ekspansi terbaru dari franchise Avatar Pandora yang dirilis pada 19 Desember 2025, dikembangkan oleh Massive Entertainment (Ubisoft Studio) bekerja sama dengan Lightstorm Entertainment dan Disney. DLC ini hadir di platform Xbox Series XS, PlayStation 5, Amazon Luna, serta PC (Ubisoft Connect, Steam, Epic Games Store).
Ekspansi From the Ashes menjadi lanjutan dari Avatar: Frontiers of Pandora, membawa Anda kembali ke dunia luas Pandora dengan fokus pada Western Frontier. Sebagai ekspansi, From the Ashes menawarkan cerita baru, area eksplorasi tambahan, serta konten gameplay yang memperluas pengalaman pemain dari seri utama. Fokus utama ada pada karakter So’lek, seorang Na’vi dari klan Sarentu, yang harus menghadapi kehancuran akibat serangan RDA dan klan Ash.
Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Story
Cerita dimulai dengan So’lek, seorang Na’vi dari klan Sarentu, yang terbangun di tengah kehancuran hutan Kinglor. Api yang melahap pepohonan, suara banshee yang terluka, dan kabut asap pekat menjadi latar pembuka yang dramatis sekaligus tragis. Serangan brutal dari RDA yang bersekutu dengan klan Ash telah menghancurkan rumahnya, memaksa keluarganya tercerai-berai, dan meninggalkan luka mendalam dalam dirinya.
Setelah berhasil melarikan diri dari zona kehancuran, So’lek memulai perjalanan panjang untuk mencari anggota klan Sarentu yang masih hidup. Perjalanan ini bukan sekadar pencarian, melainkan juga ujian kepercayaan dan persatuan. Ia bertemu dengan klan Na’vi lain yang awalnya enggan membantu, karena trauma masa lalu mereka terhadap RDA.
Dialog dan interaksi yang terjadi menekankan betapa sulitnya membangun aliansi di tengah rasa takut dan ketidakpercayaan. Namun, So’lek berusaha meyakinkan mereka bahwa ancaman kali ini jauh lebih besar daripada sekadar konflik lokal. Di sinilah tema persatuan mulai muncul, memperlihatkan bahwa setiap klan memiliki kepentingan berbeda, tetapi harus disatukan demi kelangsungan Pandora.
Pertengahan cerita membawa So’lek pada dilema pribadi yang semakin kompleks. Ia menemukan bukti bahwa RDA tidak hanya menghancurkan hutan, tetapi juga berusaha menambang sumber daya baru yang berbahaya di Western Frontier. Bukti ini menimbulkan konflik batin yang tajam: apakah ia harus mengejar balas dendam pribadi terhadap klan Ash yang membunuh keluarganya, atau mengesampingkan dendam demi menyatukan kekuatan Na’vi melawan ancaman yang lebih besar?
Temukan jawabannya dengan memainkan Avatar: Frontiers of Pandora™ – From The Ashes!
Gameplay
Sudah menjadi ciri khas dari game open world besutan Ubisoft, bahwa narasi cerita dari gamenya tentu saja terdiri dari misi utama yang disampaikan dengan linear, disertai segudang misi sampingan. Anda harus menjalankan progress main mission untuk dapat membuka beberapa skill dan fitur dalam game. Sebagai contoh, fitur untuk mengendarai Ikran -wyvern yang menjadi kendaraan bagi para Na’vi-, akan terbuka saat anda telah menjalankan beberapa misi awal.
Kisah Pandora tidak hanya disampaikan dari misi utama saja. Melainkan juga terdapat variasi side mission, yang tidak hanya berasal dari berbagai karakter NPC, namun juga dari aspek eksplorasi itu sendiri. Komposisi misinya pun cukup bervariatif. Tidak hanya misi pertarungan dan membebaskan wilayah dari outpost-outpost musuh, tetapi anda juga akan menjalani fetching mission dan beberapa misi yang membutuhkan deduksi dan investigasi.
Berikut kami bahas aspek gameplay selengkapnya:
Adventure
Gameplay dalam From the Ashes tetap mempertahankan fondasi mekanik dari seri utama, namun ekspansi ini menghadirkan sejumlah peningkatan yang membuat pengalaman bermain terasa lebih intens dan emosional. Pertarungan menjadi salah satu aspek yang paling menonjol. Sistem combat kini lebih variatif, dengan senjata tradisional Na’vi seperti busur dan tombak yang mendapatkan modifikasi elemental, memungkinkan pemain untuk menyesuaikan strategi sesuai kondisi lingkungan. Misalnya, busur dengan panah api efektif digunakan untuk melawan musuh di area hutan terbakar, sementara panah beracun lebih berguna menghadapi fauna agresif yang muncul di wilayah Western Frontier.
Senjata RDA yang dapat direbut juga menambah lapisan taktis, meski penggunaannya dibatasi oleh stamina Na’vi, sehingga pemain harus bijak dalam memilih kapan mengandalkan teknologi manusia dan kapan kembali pada kekuatan tradisional. Musuh yang dihadapi pun lebih adaptif; klan Ash menggunakan taktik gerilya yang membuat setiap pertempuran terasa menegangkan, sementara unit RDA tampil dengan formasi yang lebih terorganisir, memaksa pemain untuk berpikir cepat dan kreatif dalam menghadapi situasi.
Misi cerita dalam DLC ini dirancang lebih sinematis dibandingkan base game. Setiap misi utama tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antar babak cerita, tetapi juga sebagai sarana untuk memperdalam karakterisasi So’lek dan konflik yang ia hadapi. Cutscene interaktif yang muncul di sela-sela misi memperkuat emosi, membuat pemain merasa lebih terhubung dengan perjalanan tokoh utama.
Struktur misi memang lebih linear, namun tetap memberi ruang eksplorasi di area sekitar, sehingga pemain tidak kehilangan sensasi kebebasan khas dunia Pandora. Beberapa misi juga menekankan pada pilihan moral, di mana keputusan yang diambil So’lek dapat memengaruhi hubungan dengan klan lain. Pilihan ini tidak selalu hitam dan putih; terkadang pemain harus memilih antara kepentingan pribadi dan kepentingan kolektif, yang menambah bobot emosional dalam setiap langkah.
Selain pertarungan dan misi cerita, aspek eksplorasi dan petualangan menjadi elemen penting yang memperkaya pengalaman bermain. Ekspansi ini memperkenalkan wilayah baru yang penuh dengan tantangan, seperti hutan Kinglor yang hancur dan Western Frontier dengan ekosistem uniknya. Lingkungan yang ditampilkan tidak hanya sekadar latar visual, tetapi juga memengaruhi cara pemain berinteraksi dengan dunia. Flora bercahaya yang indah di malam hari memberi nuansa magis, sementara sungai beracun menuntut pemain untuk berhati-hati dalam menjelajah.
Sistem traversal dengan banshee juga mengalami peningkatan, memungkinkan eksplorasi vertikal yang lebih luas dan memberikan sensasi kebebasan yang lebih besar. Terbang melintasi hutan yang terbakar atau menyusuri lembah bercahaya menghadirkan pengalaman imersif yang sulit ditandingi. Petualangan ini tidak hanya soal menjelajah, tetapi juga tentang bertahan hidup di dunia yang semakin berbahaya, di mana setiap langkah membawa risiko sekaligus peluang untuk menemukan keindahan baru.
Secara keseluruhan, gameplay dalam From the Ashes berhasil menghadirkan keseimbangan antara intensitas pertarungan, kedalaman narasi misi, dan kebebasan eksplorasi. Setiap aspek saling melengkapi, menciptakan pengalaman yang lebih emosional dan menantang dibandingkan seri utama. Dengan kombinasi combat yang variatif, misi cerita yang sinematis, dan petualangan yang penuh atmosfer, DLC ini memberikan nuansa baru yang memperkaya dunia Pandora sekaligus memperdalam keterlibatan pemain dalam kisah So’lek.
Combat & Stealth
Aspek combat dalam game Ini sebagian besar disajikan dalam mode FPS. Namun kali ini Anda dapat menikmati seluruh petualangan dalam mode Third Person. Baik mode grounded ataupun flying, anda tetap dapat melakukan combat. Aerial Combat yang disajikan juga cukup memuaskan, dari saling baku tembak hingga ikran anda dapat menghancurkan helikopter musuh dengan sekali serangan, persis seperti yang terjadi pada filmnya.
Anda dapat menggunakan hingga 4 jenis senjata dan throwable object seperti granat, yang mana jenis senjata dan gear yang anda gunakan akan berasal dari senjata khusus Na’vi berupa panah dan tombak, serta senjata api dari RDA berupa Assault Rifle dan Shotgun. Senjata dan Equipment yang anda gunakan dapat dipasangkan dengan Mod yang dapat memberikan tambahan status dan perks. Anda perlu memperhatikan aspek build character Ini, sebab dalam setiap misi yang anda jalankan terdapat minimal Power Level yang harus anda capai jika Ingin menyelesaikan misi dengan mudah.
Power Level akan terakumulasi dari build senjata dan equipment yang anda gunakan, juga dari skill-skill yang telah anda buka. Yang cukup menarik sekaligus menantang adalah AI musuh terbilang cukup pintar dan agresif, terlebih jika anda ingin menyerang outpost besar yang terdiri dari banyak pasukan robot.
Pola serangan agresif dan bala bantuan musuh yang terus berdatangan akan cukup membuat anda kerepotan. Anda perlu memikirkan strategi combat yang matang, apakah anda akan melakukan serangan secara langsung, atau Anda akan melakukan stealth dengan meretas sistem pertahanan musuh dan bergerilya menghabisi mereka.
Kami sarankan Anda menaikkan power level character di atas angka minimum jika Anda menginginkan combat yang frontal. Namun, jika Ingin melakukan pertarungan dengan stealth, hal Ini justru akan memberikan nilai tambah pada reward yang akan Anda dapatkan. Keduanya memiliki keseruan serta kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Jadi, ada banyak opsi untuk Anda menyelesaikan misi, dan Itu sangat bergantung pada preferensi anda pribadi.
Kehadiran RDA tidak hanya sekedar menjadi musuh bagi Anda. Namun, mereka juga menjadi ancaman secara langsung bagi kelestarian hidup di Pandora. Markas dan tambang-tambang yang mencemari lingkungan merusak ekosistem disekitarnya. Efek bagi Anda? Ini akan membuat Anda tidak bisa mengambil material dan resources di wilayah yang tercemar, sehingga menjadi tugas Anda untuk menghancurkan outpost-outpost tersebut untuk mengembalikan kondisinya seperti sedia kali. Merebut dan menetralisir outpost-outpost juga berarti memberikan Anda kesempatan untuk mendapatkan berbagai macam Item dari chest yang ada pada outpost tersebut.
Kami menyukai bagaimana feature pada Dualsense diimplementasikan dengan optimal. Adaptive Trigger bekerja dengan baik di banyak porsi gameplay. Ia akan aktif dan terasa berat ketika anda menarik busur panah dan melepaskannya, hentakan yang terasa ketika anda menembak menggunakan assault rifle ataupun shotgun, atau ketika anda melakukan hacking dengan alat SID, trigger-nya memberikan tekanan yang cukup berbeda untuk menentukan apakah anda berhasil melakukan hacking atau tidak. Selain Itu, saat Anda mengambil material dari tanaman, trigger nya akan menentukan apakah Anda mengambil material tersebut dengan cara yang benar atau tidak. Detail-detail kecil yang cukup menambah immersivitas bermain.
Crafting & Upgrade
Untuk mendukung eksplorasi dan combat dalam game ini, aspek Crafting merupakan hal yang penting. Sebetulnya anda bisa saja membeli senjata, armor dan mod yang tersedia di vendor pada masing-masing markas, namun terkadang hal itu membutuhkan resources dan currency yang tidak sedikit.
Opsi lainnya, Anda dapat melakukan crafting untuk membuat senjata maupun armor yang anda gunakan, dengan terlebih dahulu mendapatkan blueprint dari vendor maupun NPC. Dalam blueprint Ini akan tertera material apa saja yang anda butuhkan untuk melakukan crafting.
Mekanisme yang cukup simple namun cukup menantang untuk dilakukan, sebab cara untuk mendapatkan material sangat tergantung dari bagaimana keadaan cuaca (jika dari tanaman) atau bagaimana cara anda berburu (jika dari hewan). Ditambah lagi, terdapat tingkat rarity yang berbeda dari setiap material yang ada. Tingkat rarity ini akan mempengaruhi kualitas dari senjata atau armor, semakin tinggi raritynya maka akan semakin kuat level senjata dan gear yang anda dapatkan.
Menurut kami, mekanisme ini bagai pedang bermata dua. Di satu sisi ia dapat membuat pemain untuk terus melakukan eksplorasi demi mendapatkan material yang tepat. Namun disisi lain, adanya elemen RNG bisa jadi membuat pemain yang tidak ingin membuang-buang waktu lebih lama untuk lebih memilih membeli senjata atau gear di vendor, dengan alasan yang lebih pasti.
Selain Itu, anda juga dapat menggunakan skin kosmetik untuk setiap senjata atau equipment anda. Bahkan, Ikran pun juga turun mendapatkan perlakuan yang sama. Bagi Anda yang Ingin memiliki tampilan yang berbeda dari yang lain, maka Ubisoft telah menyediakan mikrotransaksi kosmetik yang berisi bundling Item-Item kosmetik untuk Na’vi dan Ikran.
Presentation
Visual
Visual dalam From the Ashes menjadi salah satu kekuatan utama yang langsung terasa sejak awal permainan. Dunia Pandora yang sebelumnya dikenal dengan keindahan flora bercahaya dan lanskap eksotis kini ditampilkan dalam nuansa yang lebih suram dan tragis.
Hutan Kinglor yang terbakar menghadirkan atmosfer kehancuran yang begitu nyata, dengan efek api yang dinamis, asap yang bergulung di udara, serta dedaunan yang perlahan runtuh menjadi abu. Kontras ini memperlihatkan sisi lain dari Pandora: bukan hanya dunia penuh keajaiban, tetapi juga dunia yang bisa hancur oleh keserakahan manusia.
Teknologi ray-tracing yang dioptimalkan membuat pencahayaan malam terasa hidup, terutama ketika cahaya api berpadu dengan kilau flora bercahaya, menciptakan pemandangan yang indah sekaligus menyedihkan. Detail lingkungan, mulai dari tekstur tanah yang hangus hingga ekspresi wajah karakter Na’vi, memperkuat imersi pemain dan menghadirkan pengalaman visual yang sinematis.

Audio
Kualitas audio dalam ekspansi ini tidak kalah memikat. Musik orkestra yang baru dikomposisi khusus untuk From the Ashes menekankan nuansa tragedi sekaligus harapan. Pada momen-momen penuh ketegangan, musik hadir dengan tempo cepat dan nada minor yang menambah intensitas pertarungan. Sebaliknya, ketika pemain menjelajahi wilayah Western Frontier yang masih utuh, musik berubah menjadi lembut dan penuh harmoni, seolah mengingatkan bahwa Pandora masih menyimpan keindahan yang layak diperjuangkan.
Efek suara lingkungan juga sangat detail: gemuruh api yang melahap hutan, suara banshee yang merintih kesakitan, hingga bisikan angin di lembah bercahaya, semuanya dirancang untuk menciptakan atmosfer yang imersif. Voice acting So’lek menjadi sorotan utama, dengan ekspresi emosional yang kuat dalam setiap dialog, memperlihatkan luka batin sekaligus tekad yang membara. Meski begitu, beberapa karakter pendukung terdengar datar dan kurang ekspresif, sehingga tidak semua interaksi memiliki bobot emosional yang sama.

Value
Salah satu kelebihan paling menonjol dari From the Ashes adalah kekuatan naratifnya yang emosional. Fokus pada karakter So’lek menghadirkan sudut pandang baru yang lebih intim dibandingkan seri utama, membuat pemain benar-benar merasakan luka, kehilangan, dan dilema moral yang ia hadapi. Visual yang memukau dengan detail kehancuran hutan Kinglor serta atmosfer suram Western Frontier memperkuat nuansa tragedi, sementara audio yang kaya dengan musik orkestra dan efek suara lingkungan menambah kedalaman imersi.
Sistem combat yang lebih variatif juga menjadi nilai tambah, dengan senjata tradisional Na’vi yang kini memiliki modifikasi elemental serta musuh yang lebih adaptif, sehingga pertarungan terasa lebih menantang dan dinamis. Eksplorasi wilayah baru yang penuh bahaya dan keindahan bercahaya memberikan pengalaman petualangan yang segar, membuat pemain tidak sekadar mengulang formula lama, tetapi benar-benar merasakan dunia Pandora dari perspektif yang berbeda.
Namun, di balik kelebihannya, ekspansi ini juga memiliki sejumlah kekurangan yang patut dicatat. Struktur misi yang lebih linear dibandingkan base game membuat sebagian pemain merasa kehilangan kebebasan eksplorasi yang menjadi ciri khas dunia Pandora. Meski cutscene sinematis memperkuat emosi, linearitas misi kadang membatasi improvisasi dan kreativitas dalam menyelesaikan tantangan. Selain itu, beberapa bug teknis masih ditemukan, terutama pada versi PC, di mana cutscene kadang mengalami lag atau penurunan frame rate yang mengganggu pengalaman. Karakter pendukung juga terasa kurang dikembangkan; meski So’lek tampil kuat secara emosional, interaksi dengan tokoh lain tidak selalu memiliki bobot naratif yang sepadan, sehingga beberapa momen terasa datar dan kehilangan potensi dramatisnya.
Dari segi nilai, From the Ashes dipatok dengan harga sekitar USD 39.99, atau setara dengan Rp 600 ribu di Indonesia. Dengan konten cerita sepanjang 15–20 jam, area eksplorasi baru, serta peningkatan sistem gameplay, harga ini bisa dikatakan cukup sepadan. Bagi pemain yang sudah terikat dengan dunia Pandora, ekspansi ini menawarkan pengalaman emosional yang mendalam dan memperkaya lore, sehingga investasi waktu dan biaya terasa layak. Namun, jika dibandingkan dengan seri utama, base game jelas menawarkan dunia yang lebih luas, kebebasan eksplorasi yang lebih besar, dan variasi gameplay yang lebih kompleks.
From the Ashes lebih menekankan pada narasi emosional dan atmosfer suram, sehingga nilai yang ditawarkan lebih cocok bagi mereka yang ingin memperdalam cerita dan karakter, bukan sekadar mencari pengalaman open-world yang masif. Dengan demikian, DLC ini memiliki posisi unik: bukan pengganti base game, melainkan pelengkap yang memperkaya pengalaman, terutama bagi penggemar yang ingin melihat sisi lain dari Pandora yang lebih gelap dan penuh konflik.
Conclusions
Avatar: Frontiers of Pandora – From the Ashes adalah sebuah ekspansi yang berhasil menghadirkan pengalaman emosional dan atmosfer yang berbeda dari seri utamanya. Dengan fokus pada karakter So’lek, DLC ini membawa pemain ke dalam narasi yang lebih intim, penuh dilema moral, dan sarat dengan tema kehilangan serta perjuangan.
Visual yang memukau dengan detail kehancuran hutan Kinglor, dipadukan dengan audio yang kaya dan emosional, menjadikan dunia Pandora terasa lebih hidup sekaligus lebih suram. Gameplay yang variatif, mulai dari combat dengan senjata elemental hingga eksplorasi wilayah baru yang penuh tantangan, memperkuat kesan bahwa ekspansi ini bukan sekadar tambahan konten, melainkan sebuah perjalanan baru yang berdiri dengan identitasnya sendiri.
+ Cerita emosional dengan fokus pada karakter baru, So’lek, yang menghadirkan sudut pandang segar.
+ Visual memukau dengan detail kehancuran hutan Kinglor dan atmosfer suram Western Frontier.
+ Audio orkestra baru yang memperkuat nuansa tragedi dan harapan, serta efek suara lingkungan yang imersif.
+ Sistem combat lebih variatif dengan senjata tradisional Na’vi yang memiliki modifikasi elemental.
+ Musuh lebih adaptif, terutama klan Ash dengan taktik gerilya yang menambah intensitas pertarungan.
+ Cutscene interaktif yang sinematis memperkuat emosi dan keterhubungan pemain dengan cerita.
+ Eksplorasi wilayah baru yang penuh tantangan, termasuk flora bercahaya dan sungai beracun.
+ Traversal dengan banshee lebih halus, memungkinkan eksplorasi vertikal yang lebih luas.
+ Opsi Third Person yang menjadi permanen
+ Durasi konten cukup panjang (15–20 jam), memberikan nilai tambah bagi penggemar lore Pandora.
- Struktur misi lebih linear dibandingkan base game, sehingga kebebasan eksplorasi terasa berkurang.
- Karakter pendukung kurang dikembangkan, sehingga interaksi di luar So’lek terasa datar.
- Beberapa misi terasa repetitif, terutama misi pengumpulan sekutu yang mirip satu sama lain.
- AI sekutu kadang kurang responsif dalam pertempuran besar, membuat strategi terasa timpang.
- Area baru meski indah, sebagian terasa terlalu sempit dibandingkan dunia luas base game.
- Side quest relatif minim variasi, lebih banyak berfungsi sebagai pengisi ketimbang memperkaya cerita.
- Harga DLC relatif tinggi bila dibandingkan dengan konten yang lebih fokus pada narasi daripada kebebasan open-world.
![[Review] S.T.A.L.K.E.R 2: Heart of Chornobyl (PS5)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/STALKER-2-Banner-115x115.jpg)
![[Review] Metaloid: Origin](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Metaloid-Banner-115x115.jpg)
![[Review] LET IT DIE: INFERNO](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Let-It-Die-Infero-Banner-115x115.jpg)
![[Review] S.T.A.L.K.E.R 2: Heart of Chornobyl (PS5)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/STALKER-2-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Solo Leveling: ARISE OVERDRIVE](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Solo-Levelling-Arise-OVERDRIVE-Banner-200x250.jpg)
![[Review] A.I.L.A.](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/AILA-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Cloudheim](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Cloudheim-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Metaloid: Origin](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Metaloid-Banner-200x250.jpg)
![[Review] LET IT DIE: INFERNO](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Let-It-Die-Infero-Banner-200x250.jpg)
![[News] Blue Protocol: Star Resonance Resmi Rilis untuk Mobile dan PC!](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Blue-Protocol-Screenshots-1-200x250.jpg)
![[Review] Tomba! 2: The Evil Swine Return – Special Edition](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Tomba-2-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Assassin’s Creed Shadows (NS2)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/03/Assassins-Creed-Shadows-Banner-200x250.jpg)
![[Review] S.T.A.L.K.E.R 2: Heart of Chornobyl (PS5)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/STALKER-2-Banner-360x240.jpg)
![[News] Bocoran Gameplay Assassin’s Creed Mirage Mengemuka!](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2023/05/Assassins-Creed-Mirage-official-screenshots-1-scaled-1-360x240.jpg)
![[Review] Assassin’s Creed Shadows (NS2)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/03/Assassins-Creed-Shadows-Banner-360x240.jpg)
![[Review] Solo Leveling: ARISE OVERDRIVE](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Solo-Levelling-Arise-OVERDRIVE-Banner-360x240.jpg)