The Bearer & The Last Flame
Dark Reaper Studio
Meridiem Games
7 Maret 2026
PS5, PC
Action, Adventure, Indie
Remaja
Blu-ray, Digital
60 GB
Rp 393.245
Dibuat oleh developer tunggal bernama Dark Reaper Studio, The Bearer & The Last Flame menawarkan Soulslike baru bagi para fans genre game tersebut, penuh dengan banyak inspirasi dari game-game awal buatan FromSoftware. Dengan seorang diri, apakah ambisi dan kreativitas nya dapat membuat game buatannya menjadi mahakarya dan bersanding dengan game-game Soulslike lainnya?
Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Story
Kisah The Bearer & The Last Flame bermula dengan dunia bernama Hyperborea yang telah merasakan damai selama puluhan tahun tiba-tiba jatuh ke dalam kegelapan, akibat seorang penyihir jahat bernama Merlin mengirim pasukan dari neraka untuk menguasai dunia tersebut, dibantu oleh empat kerajaan kegelapan lainnya. Para manusia telah musnah akibat perang ini, namun tiba-tiba seorang memberikan harapan baru untuk memulihkan Hyperborea, dengan membawa api kehidupan terakhir. Dengan ini kalian ditugaskan untuk mengalahkan para penguasa kegelapan di lima propinsi, penuh dengan para pasukan iblis, mayat hidup, dan makhluk jahat lainnya.
Temukan kisah lengkapnya dengan memainkan The Bearer & The Last Flame!
Gameplay
Bagi kalian yang pernah memainkan Dark Souls, Nioh, dan game-game Soulsborne/Soulslike lainnya akan cukup mengenal pola permainan game ini: kalian akan menjelajahi berbagai macam area melawan parah musuh dan boss, mengumpulkan equipment, senjata-senjata, dan item yang dapat kalian gunakan. Karakter kalian akan semakin kuat dengan meningkatkan level dan stats sesuai dengan equipment yang kalian gunakan. Di awal permainan kalian memiliki sepuluh pilihan class yang secara ironis adalah para pasukan kegelapan yang telah mengalahkan Hyperborea. Tanpa adanya opsi untuk mengkustomisasi karakter, nampaknya tidak ada perbedaan sama sekali memilih class mana, karena di awal permainan kalian akan diberikan equipment dan senjata yang sama.
Saat kalian memulai permainan hanya akan diberikan sebuah pop-up window memberitahu tombol-tombol yang dapat digunakan, tanpa adanya petunjuk tutorial yang cukup jelas seperti game-game serupa pada umumnya. Dengan ini kalian sudah ditunjukkan kepada desain level The Bearer & The Last Flame yang cukup membingungkan, dimana tiap ruangan dan tembok terlihat mirip. Kalian akan cukup kebingungan mencari jalan berikut yang untungnya cukup linear, namun banyak ruangan memiliki jalur menuju pojok area buntu tanpa terdapat suatu item atau point of interest. Game-game Soulslike pada umumnya memiliki desain area yang cukup nyaman untuk dijelajahi dan memberikan hadiah atas rajinnya para gamer.

Setelah berhasil melewati area tutorial kalian akan diperkenalkan kepada area hub seperti Demon’s Souls, lengkap dengan beberapa pintu gerbang untuk menuju ke lima propinsi yang harus kalian jelajahi, namun dibuka secara satu per satu. Dengan area hub yang cukup besar saya kira seiring jalan cerita akan bertambah NPC baru, atau terjadi suatu perubahan seperti Bloodborne atau Elden Ring, namun ternyata tidak sama sekali hingga tamat. Salah satu NPC yang sangat penting dimana kalian dapat meningkatkan level karakter terletak cukup jauh dan duduk di sebelah pintu gerbang propinsi terakhir, dimana menurut saya cukup aneh secara desain.
Setelah selesai berbicara dengan para NPC dan memulai petualangan di propinsi pertama, kembali kalian akan mengalami permasalahan dengan desain level yang cukup membingungkan, dan terkadang terlalu sempit. Bagi pada penggemar Demon’s Souls dan trilogi Dark Souls akan sangat mengenali desain-desain dunia game ini, nampaknya sang developer ingin memberikan unsur nostalgia bagi para fans saat sedang bermain. Namun terlihat seperti game belum selesai, karena satu propinsi penuh dengan rawa beracun namun karakter kalian tidak perlu mengenakan cincin yang memberikan perlindungan terhadap racun, dan di satu propinsi lain yang memiliki desain penuh lantai lahar panas namun dapat berlari dengan santai tanpa harus takut HP karakter kalian akan turun terkena lantai lahar.

Pertarungan merupakan menu utama game-game Souls, dimana kalian harus selalu sigap menahan serangan musuh dan menyerang balik di saat yang tepat, dengan tiap aksi yang kalian lakukan akan memakan bar stamina, sehingga tidak boleh gegabah. The Bearer & The Last Flame mengikuti format tersebut, namun gerakan karakter dan para musuh cukup kaku sehingga terkadang serangan kalian terasa tidak mencapai musuh, dan di saat kalian merasa sudah tepat menekan tombol tangkis tapi serangan musuh tetap masuk. Beberapa serangan dapat kalian hindari dengan lompat guling ke arah musuh jika merasa kalian merasa susah untuk menangkis, dan hal ini cukup efektif dimana beberapa serangan musuh terlalu cepat dan tidak ada aba-aba terdahulu.
Para musuh memiliki beberapa variasi desain namun serangan mereka tetap sama untuk jenis tertentu, jadi bertarung di game ini lebih mengarah ke hapalan dibandingkan keahlian setelah kalian menjelajahi lebih dari dua propinsi. Bahkan beberapa jenis musuh seperti laba-laba dan kalajengking tidak berani menyerang jika kalian memegang obor api, sehingga kalian dapat dengan mudah mengalahkan mereka jika satu ruangan berisi musuh-musuh jenis tersebut. Untuk para boss juga tidak memiliki serangan yang cukup bervariasi, dengan tiap serangan dapat kalian tangkis atau hindari sebelum menyerang balik.

Satu hal lain yang terlihat unik di game ini adalah jarak pandang dan respon musuh kurang peka, sehingga dapat kalian akali dengan mendekati mereka dari arah samping atau belakang dan menyerang duluan tanpa mereka sadari. Bahkan jika kalian datang dari arah berlawanan setelah membuka pintu jalan pintas, para musuh akan berdiri diam saja menghadap ke depan, hingga kalian dapat tempel dari belakang tanpa mereka bereaksi apapun. Trik ini sangat membantu bagi kalian yang ingin mengalahkan beberapa musuh dengan sangat mudah.
Dengan jumlah HP para musuh dan boss yang cukup besar, disarankan dari awal kalian fokus ke senjata awal atau satu senjata lain yang memiliki daya serang cukup cepat dan sebisa mungkin mengupgrade senjata tersebut hingga level tertinggi, dimana senjata tersebut dapat membawa kalian hingga menamatkan game. Hal ini sangat ironis karena game ini menawarkan lebih dari seratus senjata dibagi menjadi senjata jarak dekat dan jauh, namun kalian tidak diharuskan mencoba setiap senjata baru yang kalian temukan, cukup konsentrasi dengan senjata andalan kalian sebelumnya.
Satu hal yang cukup mengganggu bagi saya walau tidak terlalu penting adalah tidak adanya opsi untuk mematikan vibration (haptic feedback), karena rata-rata saya memainkan game lain mengnonaktifkan opsi ini agar tidak mengganggu konsentrasi serta mengirit penggunaan batere di kontroler DualSense. Menghindari dan menamgkis serang musuh dalam waktu yang tepat sudah cukup menguras konsentrasi tanpa harus diganggu dengan getaran-getaran atau tiba-tiba ada notifikasi batere kontroler sekarat.

Presentation
Visual
Seperti telah dibahas di atas, desain dunia The Bearer & The Last Flame banyak mengambil inspirasi dari game-game buatan FromSoftware, dengan beberapa area tertutup kabut, reruntuhan bangunan yang diterangi oleh api obor, dan banyak ruangan penuh dengan jebakan dan para musuh yang siap menyergap kalian jika tidak sigap. Namun beberapa ruangan dan koridor terlihat sangat sempit, sehingga dapat memberikan nuansa klaustrofobia bagi yang tidak terbiasa. Dan nampaknya agar ukuran game tidak terlalu besar atau memang selera sang developer, visual game ini terlihat kurang tajam dan detil. Sekilas mengingatkan saya kepada visual Valheim saat baru pertama kali rilis di Early Access.
Audio
Mengenai suara game, yang pertama kali dirasakan adalah musik game ini terlalu kencang, bahkan setelah diturunkan volume audio di opsi setting. Dan beberapa suara terkadang memiliki efek gema seperti dalam ruangan tertutup, padahal sedang menjelajahi area di ruangan terbuka. Suara para NPC terdengar kurang natural dan bervariasi atau mungkin menggunakan A.I., mengingat ini adalah game indie.

Value
Dengan lima propinsi yang harus kalian jelajahi dan taklukkan, game ini dapat diselesaikan di bawah 20 jam jika kalian cukup sabar melewati tiap ruangan yang mirip dan membingungkan, dengan gerakan karakter dan mekanisme pertarungan yang cukup kaku. Yang membingungkan adalah setelah mengalahkan boss terakhir tidak ada opsi New Game+, namun saat kalian load save game terakhir akan kembali ke lokasi boss tersebut dan terdapat NPC yang dapat kalian ajak bicara.
Yang cukup fatal menurut saya adalah mayoritas trofi PSN game ini adalah mengumpulkan berbagai macam set armor dan senjata, namun saat menamatkan kalian tidak akan mendapatkan seluruh trofi tersebut. Mungkin kalian diharapkan untuk memainkan ulang dan memilih class lain agar dapat melengkapi seluruh set, tapi alangkah lebih baik jika ada opsi NG+ seperti game lain.
Conclusions
The Bearer & The Last Flame merupakan game Soulslike yang cukup mudah bagi para pemain Soulslike pemula atau veteran, namun terlihat seperti game setengah matang karena sangat kaku dan banyak desain yang terlihat belum selesai. Bagi kalian yang ingin memainkan game ini sebaiknya menunggu dahulu hingga ada info dari pihak developer bahwa gamenya sudah benar-benar versi final.
+ Soulslike yang cukup mudah dan singkat
+ Serangan musuh mudah dihapalkan
+ Cukup menggunakan senjata awal hingga tamat
- Desain level membingungkan
- Gerakan karakter dan musuh sangat kaku
- Serangan musuh dan boss kurang bervariasi
- Tidak ada opsi untuk mematikan vibration
- Seperti game yang belum selesai
![[Review] Etrange Overlord](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Etrange-Overlord-Banner-115x115.jpg)
![[Review] Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Monster-Hunter-Stories-3-Banner-115x115.jpg)
![[Review] Ariana and the Elder Codex](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Ariana-Banner-115x115.jpg)
![[Review] Etrange Overlord](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Etrange-Overlord-Banner-200x250.jpg)
![[Recap] Xbox Partner Preview – Maret 2026](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Xbox-Partner-Preview-Maret-2026-200x250.jpg)
![[Review] Virtua Fighter 5: R.E.V.O. World Stage (NS2)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/10/Virtua-Fighter-5-REVO-World-Stage-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Moto Rush Reborn](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Moto-Rush-Reborn-Review-200x250.jpg)
![[News] Ragnarok Origin Classic Resmi Hadir Hari Ini, 26 Maret 2026!](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Ragnarok-Origin-Classic-Mulai-Era-200x250.jpg)
![[Review] The Bearer & The Last Flame](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/a2a64c7916b1f839b165132144adbfaa5fd277a74cc6f0fb-200x250.jpg)
![[Review] Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Monster-Hunter-Stories-3-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Ariana and the Elder Codex](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Ariana-Banner-200x250.jpg)
![[Review] DEATH STRANDING 2: ON THE BEACH (PC)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/06/Death-Stranding-2-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Legacy of Kain: Defiance Remastered](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Legacy-of-Kain-Defiance-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Etrange Overlord](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Etrange-Overlord-Banner-360x240.jpg)
![[Recap] Xbox Partner Preview – Maret 2026](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Xbox-Partner-Preview-Maret-2026-360x240.jpg)
![[Review] Virtua Fighter 5: R.E.V.O. World Stage (NS2)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/10/Virtua-Fighter-5-REVO-World-Stage-Banner-360x240.jpg)
![[News] Ragnarok Origin Classic Resmi Hadir Hari Ini, 26 Maret 2026!](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Ragnarok-Origin-Classic-Mulai-Era-360x240.jpg)