Marathon
Bungie
Bungie
5 Maret 2026
PS5, Xbox Series, PC
First-person Shooter
Dewasa
Blu-ray, Digital
Rp 450.000 (Standard)
Rp 675.000 (Deluxe)
Semenjak merilis Destiny dan Destiny 2, developer Bungie sibuk mengurus game looter shooter andalan mereka lebih dari 10 tahun. Saat diakuisisi oleh Sony Interactive Entertainment pada tahun 2022, mereka akhirnya mengumumkan Marathon, sebuah IP game lama mereka yang dirubah dari single player first-person shooter menjadi online multiplayer extraction shooter. Dengan promosi “dari pembuat seri Halo dan Destiny” namun menggunakan tim developer baru, dan dengan lebih fokus kepada PvP (player versus player) dibandingkan PvE (player versus environment), apakah game ‘baru’ ini dapat menjadi andalan terbaru dari Bungie?
Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Story
Marathon mengkisahkan dunia masa depan dimana sumber daya planet Bumi semakin menipis, sehingga manusia berusaha mencari sebuah planet yang diharapkan dapat menjadi tempat tinggal yang baru. Dengan ini para perusahaan-perusahaan besar mengirim ribuan kolonis menggunakan sebuah pesawat ruang angkasa bernama Marathon, yang tiba-tiba berhenti mengirimkan sinyal tak lama setelah keberangkatannya. Seratus tahun berlalu, pesawat tersebut mengirimkan satu pesan tunggal: “Di suatu tempat di langit surgawi, mereka menunggumu.”
Dengan ini kalian dikirimkan untuk menyelediki planet Tau Ceti IV, bukan sebagai fisik melainkan sebagai kesadaran yang terpasang ke dalam Runner Shell, sebuah kerangka tubuh sibernetik yang dapat hancur dan mati, namun dapat dicetak ulang kapan saja, alhasil buatan dari para perusahaan-perusahaan berbasis AI yang telah menjadi para petinggi teknologi di planet Bumi.
Sesampai di Tau Ceti IV kalian menemukan sebuah planet penuh flora dan fauna yang cukup berbahaya, ditambah dengan adanya pasukan robot dari perusahaan United Earth Space Council (UESC) yang secara agresif menyerang tiap Runner Shell yang mendekati tiap bangunan dan lokasi strategis di planet tersebut. Nampaknya UESC hendak menutupi apa yang terjadi di planet Tau Ceti IV, dan apa yang telah terjadi dengan pesawat koloni Marathon.
Temukan cerita lengkapnya dengan memainkan Marathon!

Gameplay
Bagi yang belum pernah memainkan game bergenre extraction shooter: kalian akan diterjunkan ke dalam suatu peta raid berusaha mengerjakan quest yang telah kalian pilih sambil memungut dan mengumpulkan berbagai macam item dan bahan yang kalian perlukan untuk membuat sesuatu. Tiap raid memiliki batas waktu, oleh karena itu kalian tidak diharapkan untuk menjelajahi satu peta terlalu lama, dan harus berhasil kembali dengan selamat dengan memanggil suatu portal di titik-titik tertentu. Jika karakter kalian mati oleh para musuh AI atau pemain lain, atau gagal kembali saat waktu habis, maka seluruh item bawaan dan yang kalian pungut dalam raid akan hilang.
Dengan ini tiap raid akan selalu terasa menegangkan, karena tentunya kalian ingin berhasil kembali dengan senjata dan equipment bawaan, sambil melawan para musuh robot dan para tim pemain lain yang berusaha mencuri item-item loot berharga yang kalian dapat secara acak di tiap peta. Berbeda dengan ARC Raiders dimana saat para pemain saling bertemu memilih untuk berinteraksi menggunakan emote dan/atau proximity chat, perilaku mayoritas para pemain di Marathon adalah Shoot on Sight, atau tembak langsung di tempat. Walau Marathon juga memiliki fitur proximity chat, namun para pemain lebih memilih untuk mencuri item loot dari pemain lain dibandingkan mencari loot bersama-sama.
Hal ini bisa dimengerti karena ukuran tiap peta di Marathon lebih kecil jika dibandingkan dengan game-game extraction shooter lainnya, sehingga kalian akan sering bertemu dengan tim pemain lain saat sedang menjelajahi. Di awal permainan kalian akan disarankan untuk memilih peta pertama, Perimeter, untuk membiasakan diri dengan fitur dan mekanisme permainan. Setelah kalian cukup memiliki senjata-senjata dan equipment yang lebih bagus dan sesuai dengan Runner favorit, kalian dapat mencoba peta kedua, Dire Marsh, yang memiliki pasukan robot UESC lebih tangguh dibandingkan peta sebelumnya, ditambah adanya beberapa rawa-rawa beracun di lokasi tertentu. Untuk peta ketiga, Outpost, dapat diakses saat Runner favoritmu mencapai level 12, dimana menaikkan level di game ini cukup membutuhkan waktu, namun memiliki item loot yang lebih tinggi dibandingkan kedua peta sebelumnya, dan tentunya memiliki kondisi cuaca yang cukup ekstrim.

Memainkan Marathon sangat disarankan dengan kedua teman dalam satu tim, karena akan mempermudah komunikasi dan kooperasi tiap melakukan raid, agar kalian dapat selalu menjalankan quest masing-masing dengan jalan bersama-sama dan dapat saling membantu saat melawan musuh, saling menjaga agar tidak kehilangan item-item bawaan dan loot. Kalian dapat juga bermain secara solo dan matchmaking dengan dua pemain acak, namun kembali sangat jarang bertemu pemain lain yang menggunakan fitur proximity chat, sehingga kalian tidak tahu tujuan mereka dalam raid hendak sekedar mencari item loot, menyelesaikan quest, atau melakukan pvp kepada tim-tim lain.
Dari tujuh pilihan Runner Shell tersedia saat ini, masing-masing Runner memiliki keahlian masing-masing yang berbeda satu dengan lainnya. Assassin dapat menghilang, cukup efektif saat sedang melakukan PvP dengan tim lain. Triage dapat melemparkan drone-drone pemulih untuk dirinya sendiri dan anggota tim, menjadikan dirinya karakter support yang rata-rata tiap tim memilih satu shell tersebut. Thief jika kalian sangat ahli menguasainya akan menjadi runner shell yang paling berbahaya, karena dapat mencuri loot dari inventory tim pemain lain dengan jarak yang cukup jauh, bahkan dari balik tembok jika kalian mengetahui adanya pemain lain dibalik tembok tersebut.

Bagi kalian yang suka bermain secara solo dapat memilih Runner Shell bernama Rook, dimana kalian akan diberikan item bawaan khusus yang terbatas, mirip opsi Free Loadout di ARC Raiders. Dengan bermain solo, kalian harus menjelajahi tiap peta dengan lebih hati-hati, dan banyak mengendap-endap dari satu lokasi ke lokasi berikutnya. Dikarenakan kalian akan tetap bertemu dengan tim pemain lain yang memiliki anggota bertiga, melainkan di ketemukan dengan pemain-pemain Rook lainnya. Bagi kalian yang suka meningkatkan tingkat kesulitan lebih tinggi, dapat memilih Rook dalam game ini.
Bungie selalu terkenal dengan game-game dengan mekanisme gunplay yang cukup solid, dari jaman Halo hingga Destiny. Saat menggunakan tiap senjata di Marathon kalian akan merasakan perbedaan tiap jenis tembakan, baik dari hentakan dan suara peluru nya. Disesuaikan dengan desain tiap Runner Shell yang dapat dicetak kapanpun, tiap senjata di Marathon memiliki desain seperti dicetak dari printer 3D, berbentuk kotak-kotak dan minimalis. Jika dibandingkan dengan desain dan koleksi senjata di Destiny hingga Destiny 2 dengan yang unik dan terlihat mewah, senjata-senjata Marathon terlihat seperti senjata mainan dan tidak menarik untuk dipamerkan kepada teman atau pemain lain saat sedang bermain.
Bagi kalian yang suka mendalami kisah atau latar belakang game, narasi Marathon diceritakan melalui keenam faksi yang memberikan berbagai macam kontrak (quest) yang dapat kalian pilih dan selesaikan. Semakin sering menyelesaikan kontrak-kontrak satu faksi, kalian akan makin mengerti latar belakang tiap faksi tersebut, dengan video cutscene yang memiliki tema seperti era Cyberpunk dan scifi era tahun 80an. Sama seperti Destiny, kedepan tentunya kisah misteri Marathon akan makin terbuka secara bertahap.
Yang cukup membingungkan saat memainkan game ini adalah kurangnya informasi item-item yang memiliki prioritas utama untuk kalian bawa pulang. Kalian hanya dapat menerka-nerka bahwa item dengan tingkat rarity lebih tinggi merupakan item yang lebih berharga, baik itu senjata, equipment, atau bahan material. Marathon juga memiliki semacam skill tree yang terdapat di dalam fitur tiap faksi, namun tidak terbuka secara berurutan. Tiap skill akan terbuka dengan seringnya kalian menyelesaikan tiap kontrak faksi tersebut, dan kalian aktifkan dengan membayar dengan credits, mata uang di Marathon.

Presentation
Visual
Hal pertama yang akan kalian perhatikan saat memulai permainan adalah tampilan UI yang terkesan mminimalis tapi justru menyulitkan untuk dinavigasi. Ditambah dengan berbagai jenis huruf yang digunakan dalam satu layar membuat cukup pusing membaca keterangan tiap quest, item, codex dan lainnya. Saat sedang menjelajahi peta pun pilihan warna-warna yang digunakan dalam game terlihat tidak umum, sehingga membuat tampilan game terlihat suram. Saya belum pernah memainkan game Marathon yang terdahulu, jadi kurang tahu apakan desain ini mengikuti terdahulu atau merupakan desain baru.
Desain tiap Runner Shell pun terlihat pucat dan kurang berbeda satu sama lain, khususnya saat sedang di dalam peta raid. Seringkali kalian akan sulit membedakan pasukan robot UESC atau tim pemain lain, dimana sekilas terlihat sama. Bagi kalian yang menginginkan tampilan Runner kalian terlihat lebih menarik dan berbeda mungkin dapat membeli beberapa pilihan skin di store dalam game, namun kembali saat sedang bermain tidak akan terlihat sangat unik karena pilihan warna-warna yang digunakan dalam game.
Audio
Jika kalian pernah memainkan Destiny dan Destiny 2, kalian akan mendengar beberapa suara tembakan senjata mirip dengan kedua game tersebut, antara Bungie ingin tetap mempertahankan ciri khas suara senjata-senjata mereka bagi para fans, atau tim developer Marathon kurang kreatif dan hanya ingin meminjam dari aset-aset game sebelumnya. Untuk suara-suara lainnya terdengar kurang khas dan jelas, seperti suara langkah kaki tim pemain lain.

Value
Tanggal 20 Maret lalu dirilis peta keempat, Cryo Archive, yang merupakan peta dengan item-item dan aktifitas endgame untuk saat ini, namun memiliki beberapa syarat tertentu untuk dapat memasukinya: Runner harus mencapai minimal level 25, dengan keenam faksi sudah terbuka (menyelesaikan tiap quest/kontrak dengan judul “Introducing …”), dan item bawaan kalian harus memiliki minimal harga 5,000 credits. Untuk peta ini kalian dapat masuk bersama kedua temanmu, atau matchmaking dengan dua pemain acak lainnya, karena aktifitas ini tidak dibuat untuk dapat dimainkan secara solo.
Conclusions
Marathon memberikan opsi game multiplayer online baru bagi para veteran Destiny dan Apex Legends, dengan tipe permainan yang lebih mengarah ke PvP demi kalian akan selalu sukses kembali dari tiap raid dengan item bawaan dan loot yang dikumpulkan. Tapi kalian memerlukan waktu yang cukup lama dan tingkat kesabaran yang cukup tinggi jika ingin menguasai game ini, karena visual UI dan item yang cukup membingungkan. Bagi kalian yang menyukai game ini diharapkan memiliki dua teman lain untuk diajak bermain bersama selalu tiap saat, dan tentunya menyukai aktifitas PvP dibandingkan PvE.
+ Game-game Bungie selalu memiliki gunplay yang memuaskan
+ Cocok dimainkan bersama teman-teman, khususnya menyukai PvP
+ Menggunakan runner shell Rook memberikan pengalaman bermain yang sangat menegangkan
- Visual terlihat kaku dan warna kurang menarik
- Tidak ada mode khusus Solo
- Jenis huruf tidak konsisten, membuat bingung membacanya
- Tidak banyak konten endgame untuk saat ini
![[News] Koei Tecmo Umumkan Blue Reflection Quartet](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Blue-Reflection-Quartet-Banner-115x115.jpg)
![[Review] New Super Lucky’s Tale](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/New-Super-Luckys-Tale-Banner-115x115.jpg)
![[Review] Etrange Overlord](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Etrange-Overlord-Banner-115x115.jpg)
![[Review] Marathon](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Marathon-Review-Banner-200x250.jpg)
![[News] Koei Tecmo Umumkan Blue Reflection Quartet](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Blue-Reflection-Quartet-Banner-200x250.jpg)
![[Review] The Liar Princess and The Blind Prince](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/The-Liar-Princess-and-the-Blind-Prince-Banner-200x250.jpg)
![[Review] New Super Lucky’s Tale](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/New-Super-Luckys-Tale-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Back to the Dawn (NS2)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/back-to-the-dawn-beginners-guide-game-rant-200x250.jpg)
![[Review] Etrange Overlord](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Etrange-Overlord-Banner-200x250.jpg)
![[Recap] Xbox Partner Preview – Maret 2026](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Xbox-Partner-Preview-Maret-2026-200x250.jpg)
![[Review] Virtua Fighter 5: R.E.V.O. World Stage (NS2)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/10/Virtua-Fighter-5-REVO-World-Stage-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Moto Rush Reborn](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Moto-Rush-Reborn-Review-200x250.jpg)
![[News] Ragnarok Origin Classic Resmi Hadir Hari Ini, 26 Maret 2026!](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Ragnarok-Origin-Classic-Mulai-Era-200x250.jpg)
![[Review] Marathon](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Marathon-Review-Banner-360x240.jpg)
![[Recap] Xbox Partner Preview – Maret 2026](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Xbox-Partner-Preview-Maret-2026-360x240.jpg)
![[Review] Back to the Dawn (NS2)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/back-to-the-dawn-beginners-guide-game-rant-360x240.jpg)
![[Review] The Liar Princess and The Blind Prince](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/The-Liar-Princess-and-the-Blind-Prince-Banner-360x240.jpg)