Village in the Shade
Nippon Ichi Software
NIS America
27 Oktober 2026
PS5, Switch, Switch 2, PC
Farm Simulation
Survival Horror
Remaja
Blu-ray, Cartridge, Game-key Card, Digital
Di era modern industri game saat, sudah banyak sekali gamae simulasi pertanian yang beredar di pasaran, entah itu dari franchise lama seperti Story of Seasons dan Harvest Moon, atau justru IP-IP baru dengan segala inovasinya. Namun setelah memainkan semua judul-judul tersebut, sejujurnya ada kejenuhan yang kami alami karena hampir semuanya menggunakan formula gameplay yang mirip-mirip sehingga tidak ada pengalaman baru yang kami dapatkan.
Saat Nippon Ichi Software mengumumkan game simulasi pertanian berjudul Village in the Shade, awalnya kami pun cukup skeptis karena mungkin ini hanya akan menjadi “Another Farm Simulation Game” saja. Namun, setelah trailer demi trailer diperlihatkan, tampaknya kami menemukan sesuatu yang unik dari game yang mungkin belum pernah ditemui dari game sejenis.
Keunikan apa yang sebenarnya membuat kami terpikat oleh Village in the Shade?
Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Story
Game ini bercerita tentang Desa Kagatsu, sebuah permukiman kecil yang terletak jauh di tengah pegunungan. Pada suatu hari, ada seorang anak yang terdampar di pinggiran desa dan ditemukan oleh penduduk setempat. Setelah ditampung oleh warga desa Kagatsu, sang anak pun memulai kehidupan baru di desa ini. Namun, bantuan dari sang kepala desa Rin, tentu saja tidak gratis.
Sang anak kemudian ditugaskan untuk merawat kebun yang tak terurus, bercocok tanam, dan sesekali menikmati kegiatan memancing dengan santai. Di Desa Kagatsu, waktu berlalu dengan lambat dan penuh kedamaian. Namun, desa yang tenang ini menyimpan berbagai kejadian ganjil. Ada aturan tak masuk akal di Desa Kagatsu yang wajib dipatuhi oleh penduduk desa, seperti tidak membahas topik-topik tertentu atau tidak boleh keluar rumah di atas jam 11 malam karena jika melanggar akan ada “sesuatu” yang mulai mengusik mereka.
Seiring berjalannya keseharian Anda di sini, rahasia yang tersembunyi di tanah ini perlahan mulai terungkap. Mampukah Anda menemukan kebenaran yang terselubung dalam bayang-bayang dan menjadi bagian seutuhnya dari desa ini?
Temukan jawabannya dengan memainkan Village in the Shade!
Gameplay
Village in the Shade adalah sebuah game simulasi pertanian dengan atmosfer yang santai dan berlatarkan di sebuah pedesaan Jepang yang indah dan tenang. Game ini digarap oleh Nippon Ichi Software dan ketika melihat presentasi visualnya, game mengingatkan kami pada game horor Yomawari yang dulu sempat populer di era PSVita.
Apakah game ini hanya akan jadi game simulasi pertanian biasa seperti game-game lainnya atau ada aspek lain yang membuatnya unik?
Berikut kami bahas aspek gameplay selengkapnya:
![]()
Kagatsu Village
Game ini dimulai saat karakter protagonis masih anak-anak dan tinggal di pegunungan. Ia mengejar seekor ayam yang lepas hingga tiba di Kagatsu, sebuah desa yang terasa sangat kental dengan nuansa sekte. Desa ini terdiri dari banyak tempat-tempat eksotis yang bisa Anda kunjungi, tapi desa ini memiliki delapan aturan yang dipatuhi oleh siapapun yang tinggal di sana. Bahkan terdapat pula ritual khusus untuk menerima penduduk baru ke dalam desa.
Kedelapan aturan tersebut antara lain:
- Dilarang keluar rumah setelah pukul 11 ​​malam
- Dilarang berbicara dengan orang luar yang bukan penduduk desa
- Dilarang membeberkan rahasia orang lain
- Dilarang mencari barang yang hilang pada malam hari
- Dilarang meninggalkan desa setelah resmi menjadi penduduk setempat
- Dilarang menanggapi suara apa pun yang berasal dari arah pegunungan
- Sebuah keinginan menuntut harga yang setimpal.
- Bekerja Sama demi kebaikan desa
![]()
Daytime
Kepala desa Rin memberikan sebidang lahan pertanian dan memerintahkan sang protagonis untuk menjadi penduduk Kagatsu seutuhnya. Anda akhirnya menyetujuinya karena ia sudah tidak lagi ingat dari arah mana ia datang, bahkan tidak tahu mengapa ia bisa berada di tempat itu sejak awal.
Masih menggunakan sistem kalender harian seperti game simulasi pertanian pada umumnya, game ini punya dua tipe gameplay yang berbeda ketika siang hari dan malam hari. Di siang hari, Anda bisa mengelola lahan pertanian seperti menanam tanaman, memancing, merawat ternak, dan banyak lagi, persis dengan game-game simulasi pertanian lainnya.
Peralatan yang Anda miliki bisa Anda upgrade agar pekerjaan bercocoktanam bisa berjalan lebih optimal. Untuk meng-upgrade peralatan, Anda perlu melakukan penambangan di area tambang. Anda akan membuka akses ke area tambang yang memungkinkan Anda turun ke dalam tambang untuk mengumpulkan bijih. Bijih ini kemudian dapat diproses di dalam tungku untuk menghasilkan logam batangan (ingot).
Masalahnya, Anda hanya bisa memproses satu bijih per satu tungku dan membutuhkan waktu delapan jam waktu game untuk mendapatkan item yang dibutuhkan untuk upgrade. Jika Anda membutuhkan lebih dari satu logam batangan, prosesnya akan memakan waktu cukup lama. Setelah peralatan ditingkatkan, Anda dapat menggunakannya dengan jangkauan yang lebih luas; kapak dan beliung akan mampu menambang logam yang lebih keras atau menebang pohon dan batang kayu yang lebih besar.
![]()
Cangkul dapat mengolah lebih banyak tanah dalam sekali pakai, begitu pula dengan alat penyiram tanaman. Mengingat seringnya Anda perlu melakukan peningkatan, Anda pada dasarnya harus memproduksi banyak tungku di seluruh area pertanian untuk mendapatkan logam batangan, yang tentu saja menghabiskan banyak sumber daya. Baik proses pembuatan (crafting) maupun peningkatan (upgrading) memiliki tantangan serupa, yakni membutuhkan usaha yang besar hanya untuk meningkatkan satu item saja. Meskipun proses peningkatan peralatan mungkin memakan banyak waktu, hal ini justru menunjukkan betapa adiktifnya siklus permainan ini, setidaknya selama siang hari.
Menyantap hidangan di restoran dapat meningkatkan stamina dan kesehatan Anda. Untuk mempelajari cara memasak suatu hidangan, Anda harus menyantap hidangan tersebut di restoran sebanyak tiga kali. Anda juga dapat menambah kapasitas penyimpanan barang dengan membeli tas yang lebih besar di toko kelontong. Namun, terkadang Anda harus menunggu beberapa saat hingga tas yang lebih besar tersebut tersedia. Toko kelontong akan memperbarui stok barang yang bisa dibeli setiap satu minggu sekali.
![]()
Nightime
Seiring dengan berkembangnya narasi, akan ada lebih banyak fitur yang terbuka. Anda perlu menjelajahi area pada malam hari serta menyelesaikan berbagai tujuan di siang hari untuk memajukan alur cerita utama dalam game ini. Anda dapat meningkatkan batas maksimum kesehatan dan stamina dengan menemukan kuil-kuil yang aktif pada malam hari. Kuil-kuil ini dapat ditemukan dengan mengikuti rubah yang muncul di malam hari.
Desa Kagatsu yang tampak tenang di siang hari, ternyata menyimpan banyak rahasia di malam hari. Saat malam tiba, tepatnya pada jam 11 malam, entah Anda sedang berada di luar rumah atau sudah di dalam rumah, Anda akan sering kali berhadapan dengan mahkluk-makhluk menyeramkan yang disebut Yokai. Makhluk-makhluk ini akan membuat Anda resah, gelisah dan gundah gulana. Mereka akan membuat bulu kuduk Anda merinding bukan hanya lewat tampilannya saja, tetapi juga dari suara-suara yang mengganggu.
Siklus permainan pada malam hari cenderung lebih repetitif, meskipun memberikan sentuhan elemen supranatural ke dalam atmosfer permainan. Bahkan pada siang hari, penduduk desa akan tetap memiliki lebih banyak unsur supranatural pada diri mereka.
![]()
Villagers
Sama seperti game-game simulasi pertanian lainnya, Anda bisa berinteraksi dengan banyak NPC yang ada di desa untuk sekedar mengobrol, menerima quest, membeli barang atau memicu cerita. Namun, melihat letak Desa Kagatsu yang ada di tengah pegunungan terpencil, wajar jika jumlah karakter NPC-nya di sini tidak terlalu banyak. Total hanya sekitar 14 karakter NPC saja yang bisa Anda temui dalam game ini.
Yang pertama ada Rin, seorang gadis muda yang sudah menjadi kepala desa dan bertanggungjawab atas kode etik dan aturan desa. Di samping Rin, biasanya selalu ada Konno yang selau menemaninya sebagai bodyguard. Kemudian ada Sazanka, gadis ceria pemilik toko kelontong yang siap menjual apa saja kepada Anda. Lalu ada Kisuke, si tukang kayu yang siap melayani penduduk desa untuk membangun atau merenovasi bangunan.
Selanjutnya ada pemilik restoran bernama Rokkaku yang memiliki kepribadian tenang, tapi jenaka. Ia tinggal bersama anak perempuan bernama Yoh, yang kerap kali menjadi teman main karakter protagonis. Kemudian ada dokter cantik bernama Hasumi yang bekerja di klinik desa dan ada Chinana, seorang pedagang keliling yang sering berkeliaran di desa menawarkan barang bawaannya.
![]()
Selanjutnya ada Komako, seorang pemburu muda sekaligus orang yang pertama kali menyelamatkan sang protagonis ketika terdampar di desa Kagatsu. Lanjut ada Shiroji, seorang penambang yang bekerja di gua tambang yang ada di desa Kagatsu. Lalu ada Yuta, seorang pendatang baru dari kota yang memutuskan untuk tinggal di desa Kagatsu.
Kemudian ada Sumire, seorang anak laki-laki yang ceria, penuh energi, dan penuh perhatian. Ia memiliki pengetahuan tentang berbagai kegemaran, seperti memancing dan menjelajah. Lalu, ada seorang pegawai pemerintah bernama Nago yang datang ke desa untuk membeli lahan dan memasang panel surya. Terakhir, ada Tobari, seorang gadis yang punya kesan dingin dan tidak ramah karena sulit berbaur dengan penduduk desa lainnya.
Meskipun jumlah karakter NPC-nya tidak sebanyak game-game simulasi pertanian lainnya, namun menurut kami para karakternya punya kepribadian yang unik, latar belakang cerita yang menarik dan pastinya punya banyak rahasia yang harus Anda ungkap.
Game ini memang tidak menyediakan opsi untuk kisah asmara karena usia sang protagonis memang masih anak-anak. Namun, jika Anda menjalin pertemanan dengan penduduk desa Kagatsu, mereka mungkin akan mengundang Anda ke rumah mereka untuk makan malam atau acara lainnya. Jika ada seseorang yang ingin Anda jadikan teman, pastikan untuk sering mengobrol dengannya dan berikan hadiah.
![]()
Two Modes
Sebelum memulai permainan, Anda bisa memilih satu dari dua mode permainan yang tersedia, yaitu Village in the Shade dan Village in the Sunshine. Kedua mode ini sebenarnya menawarkan pengalaman yang hampir mirip, tapi mode Village in the Shade lebih disarankan agar Anda mendapatkan pengalaman permainan yang utuh.
Dalam mode Village in the Shade, Anda tetap akan menjalani hari-hari biasa dan melakukan berbagai aktivitas dari jam 7 pagi hingga malam hari sekitar jam 11 malam. Ketika jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, maka akan ada elemen horor yang siap menghantui Anda.
Sebaliknya, pada mode Village in the Sunshine, elemen horornya benar-benar dihilangkan sehingga Anda yang kurang berani menghadapi elemen menyeramkan, tidak perlu khawatir akan hal tersebut. Jadi, Anda bisa bercocoktanam dengan tenang dan nyaman. Pilihan mode ini tidak bisa diganti di tengah permainan, jadi jika Anda ingin memainkan mode lainnya, Anda harus mengulang dari awal.
![]()
Presentation
Visual
Melihat presentasi visual game ini untuk pertama kalinya, tentu langsung mengingatkan kami pada game Yomawari karena game ini memang digarap oleh developer yang sama. Perspektif kameranya pun menggunakan gaya isometris dari atas, persis seperti game Yomawari. Visualnya digambarkan menggunakan gaya estetika lukisan tangan dengan cat minyak yang memberikan kesan hangat dan melankolis.
Desain karakternya tampil dengan desain yang imut, tapi ekspresi wajah karakternya sebagian besar terlihat datar, sehingga memberikan kontras yang mencolok antara elemen pertanian yang cerah dan nuansa horor rakyat yang gelap. Menariknya, tampilan lingkungan saat siang hari menampilkan kesan yang rimbun, cerah dan asri. Tapi, ketika sudah gelap, tiba-tiba suasananya langsung berubah menjadi mencekam, gelap, penuh bayangan dan misteri.
Audio
Desain audio dan musik dalam game ini memadukan suasana pedesaan Jepang yang damai dan penuh nostalgia dengan lanskap suara horor yang mencekam serta menegangkan. Di siang hari, ia melantunkan musik-musik syahdu dan suara-suara alam pedesaan yang tenang dan menenangkan, instrumen musik tradisional, serta melodi ceria yang selaras dengan kegiatan bertani, memancing, dan bersosialisasi yang nyaman.
Namun, setelah matahari tenggalam, musik langsung beralih secara drastis bernuansa mencekam dengan menyertakan efek-efek suara yang meresahkan seperti dengungan, ketukan pintu yang keras, bisikan halus hingga suara-suara isyarat kehadiran makhluk gaib. Sayangnya, game ini belum memiliki fitur sulih suara seperti game-game simulasi pertanian modern lainnya sehingga selama percakapan berlangsung, Anda hanya bisa membaca teks saja tanpa ada suara manusia di dalamnya.
Value
Bosan dengan game simulasi pertanian yang temanya itu-itu saja dan masih mirip-mirip semua?
Sepertinya Anda butuh game Village in the Shade karena ia menawarkan pengalaman unik, di mana elemen pertanian yang cozy di siang hari dipadukan dengan elemen misteri dan horor yang siap membuat Anda merinding di malam hari. Dua elemen yang saling bertolakbelakang justru bisa bersinergi dengan baik tanpa canggung sedikitpun karena cerita dan para karakternya sudah dirancang sedemikian rupa sehingga pengalaman yang Anda dapatkan benar-benar unik.
Satu hal yang mungkin paling menyebalkan bagi kami adalah absennya fitur Manual Save saat permainan tengah berlangsung. Satu-satunya cara untuk menyimpan progress permainan adalah dengan cara tidur di rumah dan progress permainan pun tersimpan otomatis di saat hari berganti ke tanggal berikutnya.
Jadi, jika Anda sedang berada di siang hari bolong atau sore hari, tapi terpaksa harus meninggalkan permainan, Anda tidak bisa menyimpannya di waktu tersebut dan harus tidur untuk menyimpan data permainan agar progress yang sudah Anda lakukan dari pagi hingga sore hari tidak hilang begitu saja.
Conclusions
Village in the Shade adalah salah satu game simulasi pertanian paling unik yang pernah kami mainkan karena ia berhasil menggabungkan dua elemen yang saling bertolakbelakang antara simulasi pertanian yang “cozy” dan elemen horor yang meresahkan. Sulit rasanya menemukan game lain yang bisa menggabungkan dua elemen yang kontradiktif seperti ini.
Di siang hari, Anda bisa melakukan aktivitas bercocoktanam, beternak, memancing, menambang hingga bercengkrama dengan penduduk desa diiringi musik yang menenangkan jiwa. Namun, ketika malam telah tiba, ada suatu rahasia yang sulit dijelaskan dengan kata-kata dan selalu membuat tidur Anda tidak nyenyak. Jika Anda termasuk orang yang penakut, developer telah menyediakan opsi “Village in the Sunshine” yang menghilangkan unsur horor sepenuhnya, baik dalam cerita maupun gameplay-nya, sehingga Anda tetap bisa menikmati game ini tanpa rasa takut.
+ Penggabungan dua elemen yang bertolakbelakang
+ Cerita yang dirancang sangat rapi
+ Desa Kagatsu yang penuh misteri
+ Penduduk desa punya kepribadian menarik
+ Kontrol yang nyaman
+ Banyak aktivitas di siang hari
+ Momen malam hari yang selalu ditunggu
+ Visual penuh estetika
+ Presentasi yang nyaman dilihat dalam waktu lama
+ Musik menenangkan hati di siang hari
+ Desain suara mencekam di malam hari
+ Tersedia opsi "Mode Aman" untuk pemain yang penakut
- Tidak ada Manual Save
- Progress permainan berjalan agak lambat
- Tungku api hanya bisa memproses satu item dalam satu waktu
- Tanpa fitur sulih suara karakter


![[Review] Toy Story 3: Complete Edition](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/Toy-Story-3-Complete-Edition-Banner-115x115.jpg)
![[Review] Clive Barker’s Hellraiser: Revival](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/Clive-Barkers-Hellraiser-Revival-Banner-115x115.jpg)
![[News] SEGA Resmi Rilis STUPID NEVER DIES](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/images-41-115x115.jpeg)
![[Review] Toy Story 3: Complete Edition](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/Toy-Story-3-Complete-Edition-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Village in the Shade](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/Village-in-the-Shade-Banner-200x250.jpg)
![[News] Indonesia Game Expo Stage 03 Kembali Berlangsung Meriah](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/20261024_114928-200x250.jpg)
![[Review] Resident Evil 4: Gold Edition (NS2)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/1-6-200x250.jpg)
![[Review] Resident Evil 3 (NS2)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/1-5-200x250.jpg)
![[Review] Resident Evil 2: Deluxe Edition (NS2)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/1-4-200x250.jpg)
![[Review] Shadow of the Tomb Raider: Definitive Edition (NS2)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/Shadow-of-the-Tomb-Raider-Banner-NS2-200x250.jpg)
![[Review] Clive Barker’s Hellraiser: Revival](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/Clive-Barkers-Hellraiser-Revival-Banner-200x250.jpg)
![[News] SEGA Resmi Rilis STUPID NEVER DIES](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/images-41-200x250.jpeg)
![[Review] Dragon’s Dogma 2: Dark Arisen](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/Dragons-Dogma-2-Dark-Arisen-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Toy Story 3: Complete Edition](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/Toy-Story-3-Complete-Edition-Banner-360x240.jpg)
![[Recap] Gamescom 2026 – Opening Night Live](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Gamescom-2026-Opening-Night-Live-360x240.jpg)
![[Review] Resident Evil 4: Gold Edition (NS2)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/1-6-360x240.jpg)
![[Review] Clive Barker’s Hellraiser: Revival](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/Clive-Barkers-Hellraiser-Revival-Banner-360x240.jpg)