Fallen City Brawl
Fallen City Studios
eastasiasoft
28 Oktober 2026
PS4, PS5, Xbox One, Xbox Series, Switch, PC
Beat'em up
Remaja
Digital
Rp 220.890
Dalam beberapa tahun terakhir ini, penggemar game retro sedang berada dalam masa “bulan madu” karena banyak sekali developer yang mulai kembali menggunakan gaya visual 2D di game garapan mereka demi memancing keluar para gamer veteran dari masa pensiunnya.
Tak ingin kehilangan momentum nostalgia, developer Fallen City Studio bekerjasama dengan publisher eastasiasoft untuk menghadirkan game Beat’em up yang terinspirasi dari game-game jadul seperti Streets of Rage dan Final Fight, yang berjudul Fallen City Brawl.
Apakah game ini mampu menghidupkan kembali semangat era game 90-an yang ikonik itu?
Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Story
Premis cerita game ini berpusat pada pertempuran brutal demi menguasai dunia kriminal di sebuah kota fiksi bernama Fallen City, yang hancur dan dikuasai oleh sindikat kejahatan. Di tengah kekacauan tersebut, empat orang dengan latar belakang dan motivasi pribadi yang berbeda terpaksa bekerja sama untuk bertahan hidup.
Sepanjang perjalanan, motivasi dan masa lalu mereka akan saling berbenturan, yang kian menguji kesetiaan sekaligus kemampuan bertarung mereka. Hanya dengan bersatu padu, mereka dapat mencapai konfrontasi terakhir yang akan menentukan siapa yang akan bertahan hidup dan siapa yang akan tumbang.
Apakah keempat orang ini bisa bersatu untuk menumbangkan penguasa dunia kriminal di Fallen City?
Temukan jawabannya dengan memainkan Fallen City Brawl!
Gameplay
Fallen City Brawl adalah game modern bergenre 2D side-scrolling beat ’em up dengan gaya seni pixel art yang terinspirasi dari game retro era akhir 1980-an hingga awal 1990-an. Game ini dikembangkan oleh developer Fallen City Studio dan diterbitkan oleh publisher Eastasiasoft.
Game ini membawakan tema pertempuran melawan geng kriminal yang kejam, mirip dengan Streets of Rage atau Final Fight di masa lalu. Game ini bisa dimainkan sendiri maupun berdua via Local Coop. Sayangnya, tidak ada fitur Online Coop. Anda bisa memilih satu dari empat karakter yang tersedia, yang masing-masing memiliki gaya unik.
Pertama, ada Sersan Clay, mantan petugas SWAT yang dijebak atas kejahatan yang tidak pernah ia lakukan. Dia adalah petarung serba bisa dengan keseimbangan yang baik antara kecepatan dan kekuatan. Ia juga mampu membuat sekelompok musuh terpental jauh hanya dengan satu tembakan dari senapan (shotgun) miliknya.
Kedua ada Ricco, seorang anggota pasukan khusus yang kehilangan seluruh unitnya akibat ulah Ignition Gear, lebih mengandalkan kecepatan dan intensitas serangan—menghujani musuh dengan pukulan cepat serta rentetan tembakan dari pistol 9mm miliknya.
Kemudian, ada Natasha, seorang mekanik muda yang sedang mencari saudara perempuannya—yang terjebak masuk ke dalam kelompok Ignition Gear—bertarung dengan serangan cepat yang berfokus pada kombo. Meski tidak memiliki kekuatan fisik sebesar Clay atau Ricco, rangkaian pukulan dan tendangannya sangat efektif untuk mengendalikan kerumunan musuh. Ia juga bisa melemparkan kunci inggris berukuran raksasa layaknya bumerang, yang akan meratakan musuh dengan dentuman logam yang memuaskan.
Terakhir, ada Iron Jackson, sosok bertubuh kekar dan besar yang dikhianati oleh geng yang pernah ia percayai. Dengan postur tubuh yang sangat kokoh, ia memang lebih lambat dibandingkan rekan-rekannya, namun sangat mematikan dalam pertarungan jarak dekat. Ia mengayunkan rantai berat dan melemparkan bom molotov yang membakar seluruh area pertempuran.
![]()
Terlepas dari skema kontrolnya yang sederhana dan mudah dipahami, namun sistem pengendalian karakternya justru yang menjadi masalah utama. Mekanik pertarungannya terasa kaku dan sulit rasanya untuk mengambil senjata dengan tepat dan cepat. Akibatnya, kami sering kali terkena serangan musuh karena proses yang tidak akurat ini.
Total hanya ada 7 stage saja yang bisa Anda mainkan dan jumlah itu relatif sedikit untuk game Beat’em up modern karena banyak game serupa yang menawarkan lebih dari 10 stage. Desain levelnya sendiri sebenarnya cukup sederhana, namun lingkungannya yang unik menawarkan sesuatu yang menyegarkan di setiap stage-nya.
Terdapat beragam musuh yang akan Anda hadapi. Musuh kroco biasanya akan menyerang secara bergerombol dari berbagai arah. Namun, jika Anda sudah menguasai permainan, mengalahkan mereka tampaknya bukan masalah. Yang menjadi tantangan utama adalah pertarungan bossnya yang punya gaya unik. Butuh strategi khusus untuk menghadapi para boss karena Anda tidak selalu langsung bisa menyerang mereka dari depan atau secara langsung.
![]()
Presentation
Visual
Meskipun menggunakan gaya retro menjadi salah satu daya tariknya, sayangnya presentasi visual game ini terasa tidak konsisten. Beberapa elemen sprite karakter memang tampak menarik, namun kualitas ini tidak bisa terjaga sepanjang permainan karena skala sprite-nya berubah-ubah, ada yang besar, ada yang kecil, seolah-olah mereka berasal dari desainer karakter yang berbeda. Ketidakselarasan visual ini kadang merusak kohesi dunia dalam game tersebut.
Selain itu, terdapat beberapa lingkungan dengan tampilan mencolok dan pikselasi berlebihan yang bahkan terasa menyakitkan untuk dipandang. Visual yang kacau ini menyulitkan pemain untuk mengikuti permainan dan justru melemahkan momen yang seharusnya menjadi penutup dramatis.
![]()
Audio
Meskipun aspek visualnya terasa kurang konsisten, untungnya game ini masih berhasil menyajikan musik yang benar-benar luar biasa. Game ini menghadirkan musik latar karya komposer gim asal Swedia, Daniel Lindholm, yang sebelumnya pernah terlibat dalam penggarapan musik untuk seri-seri terkenal seperti Street Fighter dan Resident Evil.
Musiknya tampil memukau—penuh dengan alunan gitar yang intens serta melodi bernuansa synth yang terasa sangat pas dengan atmosfer film laga polisi tahun 80-an. Setiap lagu di dalamnya secara konsisten terdengar hebat dan akan membuat Anda ikut mengangguk mengikuti irama saat menghajar musuh-musuh di Fallen City.
![]()
Value
Fallen City Brawl punya beberapa keunggulan, tapi masih lemah di beberapa aspek. Keunggulannya terletak pada kontrol yang simpel, variasi senjata beragam, musik latar yang fantastis serta pertarungan boss yang unik. Tapi, kelebihannya ini kerap kali diganggu oleh kualitas visualnya yang kurang konsisten dan desain level yang terlalu standar. Jika Anda sudah memainkan semua game Beat’em up modern lainnya, game ini mungkin baru pantas Anda lirik.
Conclusions
Secara keseluruhan, Fallen City Brawl masih terasa cukup seru sebagai game Beat’em up, meskipun konsep dan temanya sudah sering dipakai oleh game-game retro. Kontrolnya mudah dipahami, karakternya unik, musiknya keren, tapi sayang visualnya kurang konsisten, desain levelnya terlalu biasa dan durasinya relatif singkat.
+ Empat karakter dengan keunikannya
+ Bisa dimainkan sendiri atau Local Coop
+ Kontrol sederhana dan mudah dipahami
+ Variasi senjata beragam
+ Pertarungan boss yang unik
- Kualitas visual kurang konsisten
- Mekanisme permainan agak kikuk
- Jumlah stage tidak banyak
- Tidak ada Online Coop


![[Review] Enshrouded](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/Enshrouded-Banner-115x115.jpg)
![[News] Periferal PS5 Dapatkan Warna Baru Prism Collection](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/PlayStation-Prism-Collection-115x115.jpg)
![[Event] PlayStation 11.11 Power Deals](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/PlayStation-Power-Deals-2026-115x115.jpg)
![[Review] Fallen City Brawl](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/11/Fallen-City-Brawl-Banner-200x250.jpg)
![[News] Andalas: Realms of Eternal Lights Hadir di Comic Frontier 23](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/11/20261101_121649-200x250.jpg)
![[Review] Enshrouded](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/Enshrouded-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Hello Kitty Party Land](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/Hello-Kitty-Party-Land-Banner-200x250.jpg)
![[News] Periferal PS5 Dapatkan Warna Baru Prism Collection](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/PlayStation-Prism-Collection-200x250.jpg)
![[Review] O2GETHER](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/O2GETHER-Banner-1-200x250.jpg)
![[Review] Stupid Never Dies](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/Stupid-Never-Dies-Banner-200x250.jpg)
![[Event] PlayStation 11.11 Power Deals](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/PlayStation-Power-Deals-2026-200x250.jpg)
![[Review] SURI: The Seventh Note](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/SURI-Banner-200x250.jpg)
![[Review] ONE PIECE: Grand Gourmet](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/One-Piece-Grand-Gourmet-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Fallen City Brawl](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/11/Fallen-City-Brawl-Banner-360x240.jpg)
![[Recap] Gamescom 2026 – Opening Night Live](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Gamescom-2026-Opening-Night-Live-360x240.jpg)
![[Review] Hello Kitty Party Land](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/Hello-Kitty-Party-Land-Banner-360x240.jpg)
![[Review] O2GETHER](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/O2GETHER-Banner-1-360x240.jpg)