Godzilla: Destroy All Monsters Melee Remastered
Pipeworks
Atari
3 November 2026
PS5, Xbox Series, Switch 2, PC
3D Fighting
Remaja
Blu-ray, Digital
4.3 GB
Rp 476.190 (Standard)
Rp 531.690 (Deluxe)
Godzilla adalah monster reptil raksasa fiksi yang pertama kali muncul dalam film Jepang produksi Toho Company Ltd pada tahun 1954. Karakter ini diciptakan oleh Tomoyuki Tanaka sebagai perumpamaan dari kengerian bom atom dan dampak bencana nuklir yang dialami Jepang. Digambarkan sebagai makhluk prasejarah raksasa yang bangkit atau bermutasi akibat radiasi nuklir.
Berkat sosoknya yang ikonik itu, Godzilla kerap kali mendapatkan adaptasi ke berbagai media seperti komik, film hingga video game. Menyambut film layar lebar “Godzilla Minus Zero” yang tayang bulan November ini, publisher Atari dan developer Pipeworks membangkitkan kembali salah satu judul game Godzilla yang rilis sekitar dua dekade lalu yang berjudul Godzilla: Destroy All Monsters Melee Remastered.
Apakah game ini mampu merepresentasikan keganasan seekor Godzilla?
Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Story
Sekelompok ras alien misterius dan jahat bernama Vortaak datang menyerang Bumi dengan tujuan mengambil alih planet beserta seluruh sumber dayanya. Untuk melemahkan pertahanan umat manusia, alien Vortaak menyusup dan mengambil alih fasilitas penahanan kaiju di Monster Island.
Menggunakan teknologi pengendali pikiran, Vortaak menghipnotis dan mengendalikan para monster raksasa bumi, lalu mengirim mereka secara bersamaan untuk menghancurkan berbagai kota besar di dunia. Tapi, salah satu monster berhasil melepaskan diri dari pengaruh hipnotis Vortaak. Monster tersebut kemudian harus bertarung melawan monster-monster lain yang masih dikendalikan alien, serta menghadapi kekuatan utama musuh demi mengusir bangsa Vortaak dari Bumi.
Apakah Godzilla berhasil mengusir bangsa Vortaak dari Bumi?
Temukan jawabannya dengan memainkan Godzilla: Destroy All Monsters Melee Remastered!
![]()
Gameplay
Godzilla: Destroy All Monsters Melee Remastered adalah versi remaster dari game fighting pertarungan arena klasik Godzilla: Destroy All Monsters Melee yang dirilis pertama kali pada tahun 2002. Versi remaster ini dikembangkan oleh Pipeworks Studios dan diterbitkan oleh Atari pada 3 November 2026, bertepatan dengan “Hari Godzilla”.
Untuk sebuah game fighting, game ini menyajikan pilihan mode yang cukup beragam. Di mode single-player, Anda bisa memilih mode Adventure, Destruction, Survival dan Practice. Mode Adventure berfungsi seperti mode Arcade dalam game fighting lain. Kemudian dalam mode Destruction, Anda harus menghancurkan sebuah kota dalam batasan waktu untuk meraih skor tertinggi.
Selanjutnya, ada mode Survival yang menyajikan tantangan tiada akhir sampai karakter Anda mati. Terakhir mode Practice yang ditujukan untuk sekedar latihan. Dari semua mode di atas, yang paling menarik justru mode Destruction karena Anda bisa mengamuk di tengah kota tanpa ada gangguan, seolah-olah Anda sedang menjadi Godzilla sungguhan.
![]()
Characters
Game ini menghadirkan total 12 karakter, di antaranya Godzilla, Godzilla 2000, Anguirus, Rodan, King Ghidorah, Mecha-King Ghidorah, Mechagodzilla, Kiryu, Gigan, Megalon, Orga dan Destoroyah. Namun, di awal hanya ada empat karakter saja yang bisa Anda mainkan, sementara delapan karakter lainnya harus Anda buka terlebih dahulu.
Berbeda dari versi originalnya, di mana Anda hanya perlu memainkan mode Adventure menggunakan karakter tertentu, seperti dalam game fighting lainnya di era yang sama. Di sini, metode tersebut diubah jadi lebih grindy, di mana Anda harus memainkan mode Adventure/Survival untuk mengumpulkan Research Point sampai jumlah tertentu untuk membuka karakter.
Melakukan perubahan memang dibutuhkan, tapi terkadang tidak semua perubahan berakhir manis. Di sini developer melakukan perubahan yang justru membuat kami sedikit jengkel. Meskipun agak grindy, namun kami masih bersyukur karena semua karakter bisa Anda buka hanya lewat bermain saja, tanpa perlu membeli DLC secara terpisah.
![]()
3D Fighting
Genre utama dari game ini adalah 3D Fighting, di mana Anda dapat mengendalikan para monster untuk bertarung di arena tiga dimensi yang cukup luas. Game ini tidak dirancang sebagai game yang rumit dan kompetitif seperti TEKKEN misalnya, jadi mungkin ada beberapa karakter yang tidak seimbang saat bertarung.
Mekanik pertarungannya sendiri cukup simpel dan Anda tidak perlu menguasai kombo tertentu untuk menikmati pertarungannya. Anda cukup menekan tombol serang berulang-ulang seperti kotak, segitiga atau lingkaran. Selain itu, para monster juga bisa melakukan aksi lain seperti melompat atau merunduk untuk metode menghindar atau menggabungkannya dengan serangan.
Meskipun sederhana, tapi ada kepuasan tersendiri ketika Anda berhasil menghajar atau membanting monster lawan hingga menghancurkan gedung-gedung sekitarnya. Bahkan, Anda juga bisa mengambil objek yang ada di sekitar untuk dilemparkan sebagai proyektil.
Menariknya, kota yang menjadi arena pertarungan juga tidak statis. Sayup-sayup Anda bisa melihat manusia atau pasukan militer yang sedang menembaki Anda menggunakan senjata, seperti adegan dalam filmnya. Setiap lokasi berhasil menyuguhkan tontonan yang menarik, dengan elemen interaktif dan presentasi yang mampu menghadirkan nuansa sinematik layaknya adegan dalam film epik.
![]()
Presentation
Visual
Untuk developer yang cukup malas, biasanya visual dari game Remastered yang mereka kerjakan hanya dipoles sedikit seperti peningkatan resolusi saja, namun hal tersebut tidak berlaku untuk Pipeworks. Godzilla: Destroy All Monsters Melee Remastered tidak hanya sekadar meningkatkan resolusi saja, tapi dibangun ulang dengan teknologi terkini sehingga visualnya terasa seperti game Remake. Hasilnya betul-betul luar biasa karena ia tampak relevan dengan konsol generasi sekarang. Bahkan, kami sempat lupa bahwa game aslinya adalah keluaran era PS2.
Meskipun sudah berganti kulit, presentasi visualnya tetap mempertahankan desain originalnya, di mana setiap monster-monsternya tampak begitu ikonik seperti dalam film-filmnya di zaman dulu. Setiap monster tampak begitu hidup berkat detail-detail yang dirancang dengan baik. Bagi penggemar Godzilla, visual ini tentu akan memanjakan mata Anda.
Audio
Terlepas dari presentasi visualnya yang mengagumkan untuk ukuran game Remastered, sayangnya presentasi audionya sangat menunjukkan betapa usangnya game ini. Walaupun suara-suara monster dan efek dari setiap pergerakan monsternya terasa cukup baik, tapi di sisi lain musiknya terasa kurang berkesan dan mudah dilupakan.
![]()
Value
Game Remastered biasanya selalu mengedepankan perbaikan visual sebagai nilai jual utamanya agar para pemain lama dan baru tertarik untuk membelinya. Dan kali ini, Atari kembali membuktikan bahwa mereka tidak pernah setengah-setengah dalam menangani proyek Remastered dari game jadul. Jika Anda adalah penggemar Godzilla / Kaiju, ini adalah game yang tidak boleh Anda lewatkan, apalagi jika Anda sudah menonton film Godzilla Minus Zero di layar lebar.
Conclusions
Godzilla: Destroy All Monsters Melee Remastered adalah game fighting yang seru dan menyenangkan yang bisa Anda mainkan tanpa perlu memahami mekanisme yang kompleks. Keseruannya bisa Anda dapatkan hanya dengan modal asal tekan sembarang tombol dan melihat bagaimana gedung-gedung di dalam kota hancur berantakan karena ulah para monster raksasa ini. Sekali lagi, Atari membuktikan bahwa mereka selalu serius menangani versi Remastered dari game-game jadul.
+ Mekanik pertarungan yang simpel
+ Arena kota yang hidup
+ Efek kehancuran gedung yang memuaskan
+ Mode permainan lumayan beragam
+ Peningkatan visual yang signifikan
+ Efek suara monster cukup bagus
- Cerita ala kadarnya
- Metode buka karakter jadi grindy
- Musik kurang berkesan
![[Review] Yomawari: Lost in the Dark](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/11/Yomawari-Lost-in-the-Dark-Banner-115x115.jpg)
![[Review] YOMAWARI: The Long Night Collection](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/Yomawari-The-Long-Night-Collection-Banner-115x115.jpg)
![[Review] Fallen City Brawl](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/11/Fallen-City-Brawl-Banner-115x115.jpg)
![[Review] Demon Slayer -Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles 2 (NS2)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/11/Demon-Slayer-2-Switch-2-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Godzilla: Destroy All Monsters Melee Remastered](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/11/Godzilla-Remastered-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Yomawari: Lost in the Dark](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/11/Yomawari-Lost-in-the-Dark-Banner-200x250.jpg)
![[Review] YOMAWARI: The Long Night Collection](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/Yomawari-The-Long-Night-Collection-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Fallen City Brawl](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/11/Fallen-City-Brawl-Banner-200x250.jpg)
![[News] Andalas: Realms of Eternal Lights Hadir di Comic Frontier 23](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/11/20261101_121649-200x250.jpg)
![[Review] Enshrouded](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/Enshrouded-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Hello Kitty Party Land](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/Hello-Kitty-Party-Land-Banner-200x250.jpg)
![[News] Periferal PS5 Dapatkan Warna Baru Prism Collection](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/PlayStation-Prism-Collection-200x250.jpg)
![[Review] O2GETHER](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/O2GETHER-Banner-1-200x250.jpg)
![[Review] Godzilla: Destroy All Monsters Melee Remastered](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/11/Godzilla-Remastered-Banner-360x240.jpg)
![[Recap] Gamescom 2026 – Opening Night Live](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Gamescom-2026-Opening-Night-Live-360x240.jpg)
![[Review] Demon Slayer -Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles 2 (NS2)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/11/Demon-Slayer-2-Switch-2-Banner-360x240.jpg)
![[Review] O2GETHER](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/O2GETHER-Banner-1-360x240.jpg)