LET IT DIE: INFERNO
Supertrick Games
GungHo Online Entertainmnet America
3 Desember 2025
PS5, PC
Action, Roguelite
Dewasa
Digital
Rp 349.000 (Standard)
Rp 629.000 (Deluxe)
Rp 829.000 (Ultimate)
Let It Die rilis untuk konsol PlayStation 4 di tahun 2016 dengan tema hack and slash dungeon crawler ditambah roguelike, dimana saat karakter kalian mati maka seluruh item akan drop dan kalian harus memilih ‘badan’ baru untuk kembali terjun ke dalam dungeon. Bulan ini melalui developer yang berbeda, Let It Die: Inferno rilis dengan tema yang sama namun ditambahkan dengan aksi PvP, menjadikan sekuel game ini lebih mengarah kepada genre extraction shooter. Apakah ini keputusan yang tepat meniru trend yang lagi populer beberapa tahun terakhir ini?
Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Story
Kalian adalah Immortal Raider, karakter bisu ditugaskan oleh seorang malaikat maut bernama Uncle Death untuk mengumpulkan item khusus bernama SPLithium, senjata dan berbagai macam item lainnya dari sebuah kawah raksasa bernama Hell Gate, dan harus kembali ke markas dengan selamat. Saat memulai game kalian akan melewati suatu tutorial mengenai mekanisme dan fitur game dengan akhir yang cukup mengenaskan, mengingat game ini adalah extraction shooter.
Temukan cerita lengkapnya dengan memainkan LET IT DIE: INFERNO!
Gameplay
Dengan tema kalian harus membawa kembali item sebanyak-banyaknya setiap terjun ke Hell Gate, Let It Die: Inferno memiliki masalah utama yang bertolak belakang dengan konsep mereka sendiri, yaitu jumlah maksimum berat inventory kalian sangat terbatas, sehingga kalian dengan mudah akan mengalami kelebihan beban. Bahkan item consumable memiliki berat yang cukup signifikan, membuat kalian harus rela memilih item-item yang akan kalian bawa kembali ke markas.
Di area pertama para musuh cukup mudah kalian kalahkan, dimana cukup dengan menghabiskan stamina mereka dengan 1-2 pukulan agar mereka menjadi stun dan tak berkutik. Namun saat kalian memasuki area berikutnya maka tingkat kesulitan musuh naik cukup signifikan sehingga serangan mereka menjadi sangat agresif dan bergerak lebih lincah dari karakter kita.

Hal ini membuat beberapa permainan awal kalian akan sering mati karena kelebihan beban dan susah menghindar serangan para musuh. Bagi yang menyukai tantangan seperti ini mungkin akan mencoba berulang kali hingga kalian menemukan gaya permainan dan senjata yang kalian sukai demi akhirnya selamat balik ke markas. Namun dengan gerakan karakter yang cukup kaku dan tidak adanya sistem lock-on maka sangat susah untuk mempelajari gaya serang tiap jenis musuh.
Untuk kembali selamat ke markas kalian harus menemukan escape pod yang tersedia beberapa buah dalam satu permainan, tapi terletak secara acak di tiap area. Untuk mengetahui jejak arah escape pod kalian harus berjongkok dan memperhatikan garis berwarna kuning di lantai yang akan mengarahkan kalian. Namun garis arah ini tidak memberitahu sisa waktu escape pod, sehingga kalian akan sering kali mengarah kepada escape pod yang sudah kadaluarsa.

Jika kalian berhasil kembali ke markas maka kalian dapat menjual item-item yang tidak dibutuhkan demi membeli senjata dan equipment yang lebih kuat, dan juga terdapat side mission yang dapat kalian ambil dan jalankan saat sedang menjelajahi Hell Gate. Kurang lebih gameplay loop Let It Die: Inferno seperti ini, tidak berbeda jauh dengan game-game dungeon crawler dan extraction shooter pada umumnya, namun kurang memiliki ciri khas tersendiri.

Presentation
Visual
Satu hal yang membuat Let It Die: Inferno terlihat menarik adalah desain visualnya, dimana kesan pertama saat memainkannya terasa seperti gabungan antara Shin Megami Tensei dengan Silent Hill. Tiap area dan para musuh di Hell Gate termasuk para senjata memiliki desain yang unik campuran antara kehidupan nyata dan fantasi. Desain para karakter-karakter Immortal Raider dan NPC pun terlihat mirip seperti game-game Persona dan Final Fantasy, lengkap dengan kostum yang terlihat meriah dan hiasan tattoo di badan.
Audio
Kebalikan dari desain visual yang unik, suara latar belakang dan lagu-lagu di Let It Die: Inferno terdengar sangat biasa dan tidak berkesan sama sekali. Hal ini dikarenakan pihak developer menggunakan Generative AI untuk membuat konten audio dan musik, berbeda dengan game sebelumnya bekerja sama dengan komposer musik ternama Akira Yamaoka dari seri Silent Hill.

Value
Selain memiliki tingkat kesulitan Hell Gate yang lebih tinggi dari versi standar, terdapat juga Death Jamboree dimana kalian dapat bertarung dengan pemain lain, dan juga membuat permainan sendiri bagi yang ingin bermain bersama dengan teman-teman. Untuk dapat membuat permainan sendiri maka kalian harus mengupgrade game menjadi edisi Deluxe atau Ultimate, dimana hal ini cukup aneh dan tidak biasa.
Conclusions
Dengan desain visual yang cukup unik nampaknya adalah satu-satunya daya tarik Let It Die: Inferno, dimana sistem permainan dungeon crawler roguelike ini dapat membuat frustasi para pemain dengan banyak kekurangannya, baik dari tingkat kesulitan, masalah beban inventory, hingga mencari jalan pulang yang cukup membingungkan. Dapat dibilang bahwa game ini terasa seperti game yang didevelop untuk beberapa generasi konsol yang lalu, dan tidak disesuaikan dengan trend game-game serupa yang lebih populer saat ini.
+ Visual dan warna yang cerah
+ Desain para karakter
- Terlalu banyak cutscene dialog yang tidak menarik
- Fitur UI dan gameplay terasa ketinggalan zaman
- Sistem tutorial yang kurang jelas
- Gameplay loop yang tidak memuaskan
![[Review] S.T.A.L.K.E.R 2: Heart of Chornobyl (PS5)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/STALKER-2-Banner-115x115.jpg)
![[Review] Metaloid: Origin](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Metaloid-Banner-115x115.jpg)
![[Review] S.T.A.L.K.E.R 2: Heart of Chornobyl (PS5)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/STALKER-2-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Solo Leveling: ARISE OVERDRIVE](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Solo-Levelling-Arise-OVERDRIVE-Banner-200x250.jpg)
![[Review] A.I.L.A.](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/AILA-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Cloudheim](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Cloudheim-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Metaloid: Origin](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Metaloid-Banner-200x250.jpg)
![[Review] LET IT DIE: INFERNO](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Let-It-Die-Infero-Banner-200x250.jpg)
![[News] Blue Protocol: Star Resonance Resmi Rilis untuk Mobile dan PC!](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Blue-Protocol-Screenshots-1-200x250.jpg)
![[Review] Tomba! 2: The Evil Swine Return – Special Edition](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Tomba-2-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Assassin’s Creed Shadows (NS2)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/03/Assassins-Creed-Shadows-Banner-200x250.jpg)
![[Review] S.T.A.L.K.E.R 2: Heart of Chornobyl (PS5)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/STALKER-2-Banner-360x240.jpg)
![[News] Bocoran Gameplay Assassin’s Creed Mirage Mengemuka!](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2023/05/Assassins-Creed-Mirage-official-screenshots-1-scaled-1-360x240.jpg)
![[Review] Assassin’s Creed Shadows (NS2)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/03/Assassins-Creed-Shadows-Banner-360x240.jpg)
![[Review] Solo Leveling: ARISE OVERDRIVE](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Solo-Levelling-Arise-OVERDRIVE-Banner-360x240.jpg)