FINAL FANTASY VII REMAKE INTERGRADE
Square Enix
Square Enix
22 Januari 2026
Xbox Series, Switch 2
RPG
Remaja
Game-key Card, Digital
87.9 GB
US$ 39.99
Final Fantasy VII Remake pertama kali hadir di platform PS4 pada tahun 2020, kemudian mendapatkan peningkatan grafis dan konten tambahan di PS5 serta PC. Pada 22 Januari 2026, game ini akhirnya dirilis juga ke Xbox Series dan Nintendo Switch 2 dengan membawa seluruh konten utama termasuk DLC Episode INTERmission yang menampilkan Yuffie Kisaragi.
Kehadiran versi Switch 2 menjadi tonggak penting karena menghadirkan pengalaman RPG epik ini ke platform hybrid terbaru Nintendo, dengan optimisasi yang baik yang menyesuaikan performa handheld maupun docked.
Apakah game ini dapat berjalan secara optimal di platform terbaru milik Nintendo?
Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Story
Mako adalah sumber daya yang menopang kehidupan planet dan menjadi energi yang menggerakkan Midgar, sebuah kota berbentuk lingkaran yang dibangun oleh perusahaan raksasa Shinra Electric Power Company, di mana mereka berperan sebagai pemerintah. Dengan mengeksploitasi Mako menggunakan Mako Reactor, mereka ingin menguasai seluruh sendi-sendi kehidupan tanpa terkecuali. Di tengah kekuasaan perusahaan Shinra, muncullah sekelompok kaum pemberontak Anti-Shinra yang bernama Avalanche.
Cloud Strife, seorang mantan tentara elit Shinra yang kini menjadi tentara bayaran, disewa oleh Avalanche untuk ambil bagian dalam misi penghancuran Mako Reactor 1 di kota Midgar. Kelompok kecil yang beranggotakan Biggs, Jessie dan Wedge ini dipimpin oleh Barret Wallace, yang juga menaruh dendam pada Shinra
Mampukah Cloud dan teman-temannya menghentikan Shinra dari ambisinya menguasai dunia?
Temukan jawabannya dengan memainkan Final Fantasy VII Remake Intergrade!
Gameplay
FINAL FANTASY VII REMAKE INTERGRADE adalah ekspansi dari remake ikonik FINAL FANTASY VII yang dikembangkan dan dipublikasikan oleh Square Enix. Sebagai pemilik franchise, Square Enix memilih seri ke-VII sebagai proyek remake ini. Seri tersebut dipilih karena tingginya permintaan dari para gamer dan masih menyisakan banyak misteri. Dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat, mereka dapat membangun ulang dunianya dalam resolusi yang lebih tinggi.
Turn-based RPG merupakan genre game yang sangat populer di era 90an dan mencapai puncak popularitasnya di saat FFVII meluncur pada tahun 1997 silam. Namun, Square Enix menyadari bahwa genre tersebut tak lagi terasa relevan untuk merepresentasikan kembali sebuah produk legendaris 23 tahun setelahnya. Maka dari itu, Tetsuya Nomura beserta tim developer akhirnya memutuskan untuk mengubah konsep permainan FFVIIR agar terlihat lebih menarik, baik bagi gamer pendatang baru maupun veteran.
Berikut kami bahas aspek gameplay selengkapnya:
Di sesi awal permainan, Anda akan diperkenalkan pada sistem pertarungan yang baru melalui tutorial. Setiap karakter akan dibekali empat bar berbeda, yaitu Health Point (HP), Magic Point (MP), Active Time Battle (ATB) dan Limit Bar. Kami rasa tidak perlu menjelaskan apa itu HP dan MP karena keduanya sudah sangat lumrah ditemui dalam sebuah game RPG. Dua bar yang memiliki peranan penting adalah ATB dan Limit. ATB adalah bar yang akan terkonsumsi jika Anda melancarkan perintah spesifik seperti menggunakan skill, sihir, item atau summon. Bar ini akan terisi seiring berjalannya waktu. Sementara, Limit merupakan bar yang dapat Anda gunakan untuk melancarkan serangan spesial karakter, Limit Break.
Seperti yang telah kami utarakan sebelumnya, versi remake ini memadukan sistem Turn-based klasiknya dengan Hack-and-Slash ala Kingdom Hearts. Dengan demikian, Anda bisa melancarkan serangan normal tanpa perlu menunggu giliran, namun tetap mempertahankan strategi dalam memberikan perintah. Dengan menekan tombol kotak berulang kali, Anda dapat menghasilkan kombo dan dengan menahan tombol kotak, maka serangan versi kuat dari karakter juga dapat dipicu tanpa mengonsumsi sumber daya apapun. Selain menyerang, Anda juga bisa bertahan dengan tombol R maupun menghindar berguling dengan tombol B.
Walaupun pertarungannya berevolusi menjadi lebih agresif, developer tidak lupa menyematkan identitas asli dari game ini. Dengan menekan tombol A, Anda dapat memberikan perintah pada karakter party untuk melancarkan suatu aksi seperti menggunakan jurus, sihir maupun item yang membutuhkan bar ATB. Dengan demikian, ATB akan memainkan peran pentingnya sebagai penyelamat Anda dalam setiap pertarungan.
Materia, sebuah item berbentuk bola kristal yang berperan sebagai equip, kembali dalam versi remake ini. Kehadirannya memiliki peran yang sangat penting karena dapat menambahkan skill baru pada karakter, baik aktif maupun pasif. Item-item Materia ini dibagi atas warna-warni yang memiliki fungsi yang berbeda. Nantinya, Materia bisa dipasangkan pada senjata, armor atau aksesoris yang memiliki slot kosong di dalamnya. Maka dari itu, Anda akan sering mengotak-atik Materia karakter untuk mendapatkan bentuk terbaik dari karakter yang bersangkutan. Sayangnya, berbeda dengan Ability pada senjata yang bisa dipelajari, skill dari Materia tidak bisa dipelajari dan harus dipasangkan pada equip karakter jika ingin menggunakannya.
Selain skill, Summon juga salah satu fitur yang tersemat di dalam Materia. Penggunaan Summon baru bisa dipicu ketika sebuah bar berwarna ungu terisi penuh. Setelah memanggilnya, mereka akan ikut bertarung dengan karakter party dan Anda bisa memberikan perintah padanya saat bar ATB karakter terisi.
Setiap musuh yang Anda hadapi butuh diidentifikasi terlebih dahulu menggunakan skill Assess agar Anda mengetahui apa yang menjadi kelemahan dan resistensi mereka. Dengan mengetahui informasi tersebut, Anda bisa melancarkan serangan yang tepat demi tercapainya efisiensi sumber daya seperti MP dan ATB.
Episode pertama ini hanya menyertakan empat karakter party yang bisa Anda mainkan, di antaranya adalah Cloud, Tifa, Barret dan Aerith. Masing-masing karakter dibekali kemampuan unik yang dialokasikan pada tombol segitiga. Cloud memiliki dua mode pertarungan yang berbeda antara Operator dan Punisher Mode. Pada mode Operator, serangan dan pertahanannya cenderung seimbang dengan gerakannya yang lincah dan enerjik. Sementara, pada mode Punisher, gerakan Cloud akan sedikit melambat, namun daya serangnya meningkat drastis ditambah kemampuan Counter saat menangkis serangan fisik. Jika ia berguling dalam mode Punisher, maka Cloud akan otomatis kembali ke mode Operator.
Sebagai karakter bersenjatakan Gatling Gun, Barret juga dibekali kemampuan unik bernama Overcharge, di mana ia akan menembakkan meriamnya berturut-turut. Aksi ini bisa Anda picu dengan tombol segitiga tanpa membutuhkan ATB maupun MP. Namun, setelah penggunaan Overcharge, Barret harus menunggu waktu beberapa saat untuk mengisi daya meriamnya.
Tifa merupakan karakter tipe melee selain Cloud. Ia dibekali serangan spesial yang berfungsi sebagai penutup kombo. Serangan spesial ini dapat berubah-ubah jenisnya berdasarkan skill yang sedang aktif. Maka dari itu, variasi dan kombinasi serangannya bisa dibilang cukup banyak.
Selanjutnya, ada Aerith sebagai karakter yang menitikberatkan pada kemampuan sihir ofensif dan pemulihan. Aerith dapat menyerang dari jarak jauh menggunakan proyektil seperti Barret. Di samping itu, ia dibekali kemampuan unik bernama Tempest yang bisa ia lontarkan ke tengah medan pertarungan dan meledak untuk menghancurkan sekitarnya. Kemampuan ini menjadi sangat berguna apabila karakter party lainnya dikepung oleh banyak musuh sekaligus.
Tak melulu soal pertarungan, versi remake ini juga menyertakan beragam Mini-game untuk menambah variasi gameplay yang ada, mengingatkan kami pada serial Yakuza milik SEGA. Beberapa mini-game yang bisa Anda temukan dalam game ini antara lain adalah melempar Darts, adu Squats di gym, menyamakan gerakan tuas, dansa, pertarungan dengan motor, mengendalikan tangan robot, memompa air, menghancurkan kotak angka hingga Pull up. Tambahan permainan kecil ini membuat versi remake ini semakin manis dan sempurna.
Terakhir, yang tidak boleh terlewatkan adalah pertarungan boss yang epik. Hampir seluruh boss yang Anda hadapi benar-benar menghadirkan pertarungan yang dahsyat. Untuk melawan boss di awal permainan seperti Scorpion atau Airbuster saja, butuh beberapa fase untuk menaklukkannya dan didukung beberapa cutscene menarik yang akan membuat Anda terkesima. Dengan demikian, tentu Anda bisa membayangkan betapa kerennya pertarungan boss terakhir yang ada di dalam game ini. Butuh strategi yang matang agar Anda terhindar dari kekalahan di setiap pertarungan boss tersebut.
FF7R Intergrade ini merupakan versi tambahan dimana Anda akan menjalani tambahan cerita dan misi. kehadiran ekspansi cerita berjudul INTERmission dibintangi oleh salah satu karakter favorit fans, yaitu Yuffie Kisaragi. Apabila Anda sudah pernah menamatkan cerita Cloud sebelumnya, Anda bisa langsung terjun ke dalam cerita Yuffie tanpa perlu berbasa-basi. Sementara, jika Anda belum pernah memainkan cerita Cloud, kami menyarankan Anda untuk mendalaminya terlebih dahulu agar punya referensi saat menyelami cerita Yuffie.
Presentation
Visual
Pada saat pertama kali diperkenalkan tahun 2015 silam, FFVIIR ditenagai engine Luminous Studio, sebuah engine In-house milik Square Enix yang juga mereka implementasikan pada Final Fantasy XV (FFXV). Akan tetapi, karena biaya pengembangan yang membengkak serta banyaknya kesulitan yang dialami oleh developer, sang sutradara Tetsuya Nomura akhirnya memutuskan untuk mengganti engine tersebut menggunakan Unreal Engine 4, seperti yang pernah terjadi pada Kingdom Hearts III. Keputusan tersebut terbukti berbuah manis karena mereka berhasil membangun ulang kota Midgar dengan sangat sempurna, jauh lebih baik daripada penampakan awalnya terdahulu. Bahkan, dari sisi performa, FFVIIR ini jauh lebih stabil daripada FFXV yang kerap didera masalah framerate.
Unreal Engine 4 benar-benar dieksekusi dengan baik oleh tim developer sehingga Anda akan sangat puas menikmati visual dalam game ini, termasuk implementasinya pada Nintendo Switch 2. Meskipun latar tempat dalam game ini hanya di sekitar kota Midgar, namun mereka benar-benar membangunnya dengan penuh rasa cinta. Kota yang dulu terlihat sangat kecil di versi originalnya, kini berubah menjadi sebuah kota raksasa yang akan membuat takjub seiring eksplorasi yang Anda lakukan. Ribuan aset unik yang digunakan dalam game ini akhirnya membuat ukuran gamenya sendiri cukup membengkak dan terpaksa harus dirilis dalam versi Game Key Card untuk versi fisiknya.
Mode handheld dan docked sama-sama stabil, dengan frame rate konsisten di kisaran 30 fps. Kontrol terasa responsif, dan optimisasi membuat pengalaman bermain tetap intens meski hardware Switch 2 tidak sekuat PC atau konsol current gen seperti PS5 atau Xbox Series. Visual di Switch 2 mengalami peningkatan signifikan dibandingkan versi awalnya di PS4. Tekstur lingkungan Midgar lebih tajam, pencahayaan dinamis menambah atmosfer kota industri yang suram, dan model karakter tampil dengan detail mendalam. Walau tidak sehalus versi PS5 atau PC dengan ray-tracing, port ini tetap mengesankan dengan optimisasi yang baik. Efek partikel dalam pertarungan, animasi wajah karakter, dan cutscene sinematik tetap memukau
Tidak hanya itu saja, karakter penting, summon dan monster-monster di dalamnya juga dirancang dengan sangat menarik dan sempurna. Nilai positif juga kami berikan pada model karakter wanita seperti Tifa yang tampak menunjukkan aura keseksiannya, Aerith yang terlihat sangat anggun serta Jessie yang sedikit centil, namun tetap menarik di mata kami. Kami menilai bahwa FFVIIR adalah salah satu game dengan visualisasi paling sempurna di generasi ini.
Audio
Kembalinya sang maestro, Nobuo Uematsu, ke dalam tim pengembangan, merupakan suatu anugerah yang harus disyukuri oleh Square Enix. Karena beliau merupakan orang yang mampu menghidupkan atmosfer permainan melalui aransemen musiknya. Berkolaborasi dengan Masashi Hamauzu yang sudah menangani musik Final Fantasy dalam beberapa seri terakhir, hasilnya benar-benar luar biasa. Setiap momen dalam versi remake ini mendapatkan aura positif dari musik yang mengalun merdu di belakangnya.
Di samping musik yang luar biasa, FFVIIR juga dianugerahi talenta-talenta berbakat yang berhasil menghidupkan para karakternya dari sulih suara. Bahkan, sulih suara berbahasa Inggrisnya pun memiliki kualitas yang mumpuni, setara dengan Bahasa Jepangnya. Pun demikian dengan implementasi efek suara yang dihasilkan saat pertarungan. Efek-efek suara bombastis dan meriah kami nilai sangat berhasil membuat pertarungan kian seru dan intens.

Value
Harga rilis di Switch 2 berkisar USD 39.99. Dengan konten utama + DLC, nilai yang ditawarkan cukup sepadan. Dibandingkan versi PS5 dan PC, Switch 2 kalah dalam kualitas grafis ultra dan fitur teknis, namun unggul dalam fleksibilitas portabilitas. Untuk pemain yang menginginkan pengalaman RPG epik di perangkat handheld, versi ini adalah pilihan terbaik.
Versi PS5 dan PC menawarkan grafis lebih tajam, ray-tracing, dan performa lebih tinggi, tetapi tidak bisa menandingi kenyamanan bermain di mana saja yang ditawarkan Switch 2. Dengan kata lain, setiap platform memiliki keunggulan masing-masing: PS5/PC untuk kualitas teknis maksimal, Switch 2 untuk fleksibilitas dan kenyamanan.
Conclusions
Sebagai seri terbesar dan terpopuler dari franchise Final Fantasy, kami rasa Final Fantasy VII memang pantas mendapatkan sebuah versi Remake untuk memanjakan para gamer veteran sekaligus memperkenalkannya pada gamer pendatang baru. Pesonanya yang tak lekang oleh waktu membuat seri ini begitu dicintai, mulai dari karakternya, dunianya, plot ceritanya, gameplaynya, musiknya dan segala konten yang ada di dalamnya.
Versi port di Nintendo Switch 2 ini tampil mengesankan dan menjadi salah satu game dengan port yang sangat bagus. Square Enix berhasil memanfaatkan hardware dengan baik, meskipun kualitasnya jelas masih di bawah versi PS5/PC. Kami cukup takjub dengan optimisasi yang dilakukan Square Enix membuat pengalaman bermain tetap memuaskan. Cerita penuh emosi, gameplay intens, serta audio memikat menjadikan game ini salah satu RPG terbaik yang bisa dinikmati di Switch 2.
+ Tifa, Aerith, Jessie & Yuffie
+ Nostalgia yang sempurna
+ Presentasi cerita yang menguras emosi
+ Perpaduan sistem pertarungan klasik dan modern
+ Kualitas visualisasi yang fantastis
+ Musik yang menggugah hati
+ Pertarungan boss yang epik
+ Summon yang keren
+ Optimalisasi yang baik pada mode handheld ataupun docked
+ Sudah termasuk ekspansi cerita
- Tidak ada kebebasan menentukan karakter party.
- Versi fisik hanya tersedia dalam bentuk Game Key Card.

![[Review] MIO: Memories in Orbit](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/MIO-Banner-115x115.jpg)
![[Review] Dynasty Warriors Origins: Visions of Four Heroes](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/Dynasty-Warriors-Origins-Visions-of-Four-Heroes-Banner-115x115.jpg)
![[Review] I Am Future](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/I-Am-Future-Banner-115x115.jpg)
![[Review] MIO: Memories in Orbit](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/MIO-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Dynasty Warriors Origins: Visions of Four Heroes](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/Dynasty-Warriors-Origins-Visions-of-Four-Heroes-Banner-200x250.jpg)
![[Review] FINAL FANTASY VII REMAKE INTERGRADE (NS2)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/Final-Fantasy-VII-Remake-Intergrade-Banner-200x250.jpg)
![[Event] SEGA ATLUS FESTIVAL 2026 Di Jakarta](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/SEGA-ATLUS-Festival-2026-200x250.jpg)
![[Review] I Am Future](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/I-Am-Future-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Fighting Force Collection](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/Fighting-Force-Collection-Banner-200x250.jpg)
![[News] Square Enix Umumkan Life is Strange: Reunion](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/Life-is-Strange-Reunion-Banner-200x250.jpg)
![[Review] DRAGON BALL Z: KAKAROT – DAIMA: Adventure Through The Demon Realm Part 2](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/DBZ-Kakarot-Daima-Part-2-Wallpaper-200x250.jpg)
![[News] Marathon Siap Meluncur 5 Maret 2026](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/Marathon-Banner-200x250.jpg)

![[Review] MIO: Memories in Orbit](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/MIO-Banner-360x240.jpg)
![[News] Bocoran Gameplay Assassin’s Creed Mirage Mengemuka!](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2023/05/Assassins-Creed-Mirage-official-screenshots-1-scaled-1-360x240.jpg)
![[Review] FINAL FANTASY VII REMAKE INTERGRADE (NS2)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/Final-Fantasy-VII-Remake-Intergrade-Banner-360x240.jpg)
![[Review] Love Too Easily 2: Summer Pocha](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Love-Too-Easily-2-Banner-360x240.jpg)