Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection
Andika Tri Saputra Noor
Capcom
Capcom
13 Maret 2026
PS5, Xbox Series, Switch 2, PC
RPG
Remaja
Blu-ray, Game-key Card, Digital
Rp 910.000 (Standard)
Rp 1.179.000 (Deluxe)
Rp 1.299.000 (Premium)
Menjadi salah satu dari tiga franchise game andalan CAPCOM saat ini, membuat Monster Hunter terus mendapatkan seri baru hampir setiap tahunnya. Dengan jumlah fanbase yang sangat besar di seluruh dunia, tak heran jika Capcom terus menggali potensi dari seri ini sampai batas maksimal.
Sudah lima tahun sejak seri keduanya meluncur ke pasaran, akhirnya CAPCOM melanjutkan seri Monster Hunter Stories lewat seri ketiganya yang bertajuk Twisted Reflection. Tak lagi dirilis secara eksklusif untuk platform Nintendo, apa saja improvisasi yang ditawarkan oleh CAPCOM di seri ketiga ini?
Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Story
Cerita dalam seri ketiga ini tidak melanjutkan seri kedua. Game ini bercerita tentang dua kerajaan yang saling bermusuhan, yaitu Azuria dan Vermeil. Keduanya sedang berjuang untuk bertahan hidup saat menghadapi bencana lingkungan yang disebut “Crystal Encroachment”.
Ketika semua harapan tampaknya sirna, sebuah telur ditemukan. Di dalamnya terdapat Rathalos, spesies yang dianggap telah punah. Namun cahaya harapan yang redup ini dengan cepat padam, digantikan oleh kegelapan keputusasaan. Yang lahir dari telur itu tidak hanya seekor Rathalos, melainkan sepasang Rathalos kembar, yang membawa tanda Skyscale yang mengingatkan kembali pada perang saudara yang mengerikan 200 tahun sebelumnya.
Tokoh utama dalam game ini adalah seorang pewaris kerajaan Azuria yang bekerjasama dengan putri dari kerajaan Vermeil yang bernama Eleanor. Mereka bahu membahu untuk membantu memulihkan lingkungan dan keseimbangan alam sambil memperbaiki hubungan antar kerajaan.
Dunia alam berada di ambang kehancuran, dengan spesies monster yang tak terhitung jumlahnya menghadapi kepunahan. Di bawah bayang-bayang masa-masa kelam ini, api perang kembali berkobar. Dua negara, dan dua Rathalos. Seorang Rider dan Rathalos andalannya, yang diterpa angin takdir, memulai perjalanan untuk mencari kebenaran.
Bagaimana nasib kerajaan Azuria dan Vermeil selanjutnya?
Temukan jawabannya dengan memainkan Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection!
Gameplay
Monster Hunter Stories adalah seri spin-off dari franchise Monster Hunter yang pertama kali dirilis untuk Nintendo 3DS tahun 2017 silam, kemudian mendapatkan sekuelnya empat tahun kemudian di Nintendo Switch. Berbeda dengan seri utama Monster Hunter seperti Worlds dan Wilds yang mengusung genre Action RPG, Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection adalah sebuah game Turn-based RPG yang akan membawa Anda berpetualang sebagai Pewaris Takhta Kerajaan Azuria yang kini telah berprofesi sebagai seorang Ranger.
Anda terpaksa harus turun tangan karena telah terjadi sebuah bencana yang membawa negara-negara di ambang perang, sementara Crystal Encroachment telah menyebar ke seluruh negeri. Bekerjasama dengan Putri Eleanor dari Kerajaan Vermeil, Anda harus mengungkap kebenaran tentang monster yang lahir dengan simbol kemalangan.
Berikut bahas aspek gameplay selengkapnya:
Character Creation
Masih mirip dengan dua seri sebelumnya, Anda harus menciptakan satu karakter avatar yang akan menjadi protagonis utama dalam game ini lewat fitur Character Creation di awal permainan. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena karakter yang Anda buat di awal tidak bersifat permanen karena Anda dapat mengubah penampilannya nanti. Bahkan, Anda juga bisa mengubah jenis kelamin dan namanya setelah permainan berlangsung.
Adventure
Seperti game JRPG pada umumnya, game ini juga punya sesi petualangan yang mengizinkan Anda untuk menjelajahi dunianya, baik ke kota, field maupun dungeon. Anda akan diberikan misi utama untuk melanjutkan cerita yang biasanya ditandai oleh tanda seru pada peta. Kini, Anda tidak akan kesulitan menemukan titik objektif tersebut karena dengan menekan tombol R1, akan muncul sinar vertikal sebagai indikator tujuan.
Selama melakukan eksplorasi, Anda bisa menunggangi Monster yang Anda miliki sebagai tunggangan. Setiap monster biasanya punya kemampuan khusus yang bisa Anda manfaatkan untuk menjangkau tempat tertentu seperti terbang, memanjang tembok, berenang dan lain sebagainya. Oh iya, sekarang monster yang Anda tunggangi bisa melakukan dua jenis serangan, yaitu melee dan proyektil. Jadi, jika Anda bertemu dengan musuh atau objek, Anda bisa menyerangnya dengan aksi tersebut.
Allies
Selama permainan berlangsung, Anda tidak akan berpetualang dan bertarung sendirian karena akan ada enam karakter pendamping yang punya monster peliharannya masing-masing, yaitu Simon, Thea, Gaul, Ogden, Kora dan Eleanor.
Anda bisa mengganti mereka lewat Party Menu saat mereka sudah tersedia. Anda juga bisa menentukan prioritas tindakan mereka saat pertaurngan apakah mereka akan menyerang monster yang sama, monster yang berbeda, monster yang kecil duluan atau monster besar duluan. Namun saat pertarungan, mereka akan bertindak secara otomatis dan Anda tidak bisa memberikan perintah secara manual pada Allies dan monster mereka.
Para karakter pendamping ini hadir tidak hanya sekedar menemani perjalanan Anda saja karena mereka juga akan terlibat dalam cerita utama. Bahkan, developer juga sudah menyiapkan Side Story bagi mereka yang bisa Anda jalani di sela-sela petualangan. Namun, ketika Anda sedang menjalankan Side Story mereka, maka cerita utamanya tidak bisa berlanjut sampai cerita sampingan karakter itu selesai.
Battle System
Sistem pertarungan dalam MHS3 bisa dibilang adalah penyempurnaan dari seri pertama dan keduanya. Anda masih akan bertemu dengan mekanik ala batu-gunting-kertas yang ditandai dengan tiga kategori, yaitu Power, Speed dan Technique. Ketiga atribut ini akan saling mengalahkan pada saat karakter Anda dan musuh saling berseteru dalam sistem Head-to-Head.
Saat pertemuan pertama, Anda mungkin harus menebak-nebak terlebih dahulu, apa jenis serangan musuh yang biasanya ia lancarkan, agar bisa melepaskan kategori serangan yang benar. Namun, pola serangan musuh ini bisa berubah ketika mereka sudah masuk dalam mode mengamuk, sehingga Anda harus menebak lagi pola serangan mereka yang kedua dan seterusnya.
Jika Anda berhasil mengisi bar bernama Kinship Meter yang ada di samping Health Bar, maka karakter Anda bisa menunggangi monster pendamping untuk melancarkan serangan kombinasi dengan animasi yang sinematik.
Capcom menghadirkan fitur baru dalam pertarungan bernama Synchro Rush, sebuah serangan kombinasi semua karakter ala All-Out Attack dalam game Persona. Untuk mengaktifkan serangan ini, Anda harus menguras parameter musuh yang bernama Wyvernsoul Gauge dengan kelemahan mereka. Saat mereka terjatuh, akan ada indikator di layar untuk menekan tombol segitiga yang akan mengaktifkan serangan kombinasi tersebut.
Habitat Restoration
Seri ketiga menghadirkan sebuah sistem baru bernama Habitat Restoration, sebuah proses pemulihan spesies monster yang hampir punah terhadap lingkungan.
Jadi, jika dalam game sejenisnya Anda dipaksa untuk menangkap dan mengumpulkan para monster demi koleksi, sebaliknya di sini Anda justru harus mencuri telur-telur para monster dari sarangnya, kemudian menetaskannya dan melepaskan mereka di alam bebas. Lewat proses ini, nantinya para monster dapat bermutasi di area tersebut, kemudian menghasilkan telur dengan kualitas yang lebih baik dengan genetik yang langka, bahkan warna kulit yang berbeda dari induknya.
Presentation
Visual
Jika membandingkannya dengan MHS1 dan MHS2, game ini mengalami peningkatan visual yang sangat drastis dari dua seri tersebut. Hal ini membuktikan bahwa Capcom berhasil mengoptimalkan penggunaan RE Engine karena ia benar-benar fleksibel untuk digunakan di berbagai macam jenis genre.
Model karakter, desain monster, animasi pergerakan, tampilan antarmuka hingga lingkungan dan dunianya terlihat sangat indah dan memanjakan mata. Kami bahkan sangat kesulitan mencari kekurangan dari sisi visualnya karena dengan kualitas visual setinggi ini, performanya bisa tetap stabil tanpa kendala apapun.
Audio
Sama seperti presentasi visualnya, aspek audionya pun dirancang dengan sangat baik sehingga musik-musiknya bisa menghidupkan atmosfer dunianya. Tidak hanya itu saja, para aktor yang menyulihsuarakan karakternya telah menunjukkan performa yang hebat, sehingga tiap percakapan terasa hidup dan dinamis.
Value
Dengan banderol harga yang sama dengan Resident Evil Requiem, apakah game ini layak untuk dipinang?
Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection jelas mengincar tiga ceruk pasar yang punya jumlah basis fans cukup besar di industri video game, yaitu penggemar JRPG secara umum, penggemar game monster ala Pokemon/Digimon dan tentu saja pecinta seri Monster Hunter itu sendiri.
Jika Anda mencari game yang punya cerita yang bertema dewasa, karakter yang waifuable, dunia yang luas, visual yang indah, musik yang memanjakan telinga, mekanisme permainan yang solid dan waktu permainan yang tidak terlalu panjang, ini adalah game yang Anda cari. Namun, jika Anda mengharapkan jumlah monster yang lebih masif seperti Pokemon/Digimon, kebebasan menentukan alur cerita hingga pertarungan aksi real-time ala seri utama, sepertinya game ini tidak akan cocok dengan Anda.
Conclusions
Secara keseluruhan, Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection menjadi entri terbaik di serinya. Cerita yang lebih dewasa, mekanisme permainan yang solid, eksplorasi dunia yang lebih luas dan performa yang stabil merupakan aspek-aspek unggulan yang menjadi andalan game ini. Namun, perubahan visualnya yang amat drastis, tentu saja menjadi daya tarik utama yang akan membuat siapapun terkesima saat pertama kali melihatnya. Kami berharap, visual game ini bisa menjadi standar baru untuk game-game bertema anime di masa depan.
+ Eleanor yang menawan
+ Tema cerita yang lebih dewasa
+ Cerita sampingan yang menarik
+ Karakter pendamping yang menyenangkan
+ Dunia yang lebih luas untuk dijelajahi
+ Eksplorasi yang lebih luas dan bermanfaat
+ Sistem pertarungan yang disempurnakan
+ Habitat Restoration hasilkan spesies baru
+ Presentasi visual yang memukau
+ Soundtrack yang keren
+ Sulih suara yang mantap
+ Kustomisasi karakter gratis tanpa tiket berbayar lagi
- Ceritanya kadang bertele-tele
- Hilangnya mode Multiplayer
- Pertarungan masih main tebak-tebakan
- Tidak bisa memberikan perintah pada karakter pendamping
Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection menjadi entri terbaik di serinya. Cerita yang lebih dewasa, mekanisme permainan yang solid, eksplorasi dunia yang lebih luas dan performa yang stabil merupakan aspek-aspek unggulan yang menjadi andalan game ini. Namun, perubahan visualnya yang amat drastis, tentu saja menjadi daya tarik utama yang akan membuat siapapun terkesima saat pertama kali melihatnya.







![[Review] Etrange Overlord](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Etrange-Overlord-Banner-115x115.jpg)
![[Review] The Bearer & The Last Flame](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/a2a64c7916b1f839b165132144adbfaa5fd277a74cc6f0fb-115x115.jpg)
![[Review] Ariana and the Elder Codex](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Ariana-Banner-115x115.jpg)
![[Review] Etrange Overlord](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Etrange-Overlord-Banner-200x250.jpg)
![[Recap] Xbox Partner Preview – Maret 2026](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Xbox-Partner-Preview-Maret-2026-200x250.jpg)
![[Review] Virtua Fighter 5: R.E.V.O. World Stage (NS2)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/10/Virtua-Fighter-5-REVO-World-Stage-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Moto Rush Reborn](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Moto-Rush-Reborn-Review-200x250.jpg)
![[News] Ragnarok Origin Classic Resmi Hadir Hari Ini, 26 Maret 2026!](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Ragnarok-Origin-Classic-Mulai-Era-200x250.jpg)
![[Review] The Bearer & The Last Flame](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/a2a64c7916b1f839b165132144adbfaa5fd277a74cc6f0fb-200x250.jpg)
![[Review] Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Monster-Hunter-Stories-3-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Ariana and the Elder Codex](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Ariana-Banner-200x250.jpg)
![[Review] DEATH STRANDING 2: ON THE BEACH (PC)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/06/Death-Stranding-2-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Legacy of Kain: Defiance Remastered](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Legacy-of-Kain-Defiance-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Etrange Overlord](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Etrange-Overlord-Banner-360x240.jpg)
![[Recap] Xbox Partner Preview – Maret 2026](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Xbox-Partner-Preview-Maret-2026-360x240.jpg)
![[Review] Virtua Fighter 5: R.E.V.O. World Stage (NS2)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/10/Virtua-Fighter-5-REVO-World-Stage-Banner-360x240.jpg)
![[News] Ragnarok Origin Classic Resmi Hadir Hari Ini, 26 Maret 2026!](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Ragnarok-Origin-Classic-Mulai-Era-360x240.jpg)