Captain Tsubasa 2: World Fighters
Tamsoft
Bandai Namco
27 Agustus 2026
PS5, Xbox Series, Switch, PC
Sports
Remaja
Blu-ray, Cartridge, Digital
Rp 998.000 (Standard)
Rp 1.331.000 (Deluxe)
Rp 1.552.890(Ultimate)
“Dragon Screamer! Dragon Fever!
No Question….~”
Lirik lagu di atas tentu sangat familiar di telinga anak laki-laki Indonesia yang tumbuh di era tahun 2000-an awal. Karena di masa itu, Captain Tsubasa menjadi tontonan wajib tiap sore yang ditayangkan salah satu televisi swasta tanah air. Setelah sukses mengadaptasi Captain Tsubasa ke dalam video game pada era modern enam tahun yang lalu, akhirnya Bandai Namco memutuskan untuk melanjutkan seri ini lewat sebuah sekuel berjudul Captain Tsubasa 2: World Fighters.
Seperti apa perjalanan Tsubasa Ozora membawa timnas Jepang untuk meraih prestasi berikutnya?
Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Story
Diadaptasi dari arc cerita “World Youth” dalam manganya, game ini akan melanjutkan cerita Tsubasa Ozora di masa SMP dari game sebelumnya Rise of New Champions (2020) setelah menjuarai turnamen Junior Youth World Challenge bersama timnas Jepang.
Empat tahun berlalu, para pemain timnas muda Jepang telah berkiprah di level profesional dan bermain untuk klub-klub terkenal. Kini, Tsubasa telah berkarir di Brazil dan menjadi ujung tombak klub Sao Paulo. Meskipun bermain di klub Brazil, namun Tsubasa tidak pernah lupa dengan asal-usulnya sebagai warga negara Jepang. Ketika ada panggilan dari timnas Jepang, ia siap mengabdi untuk negaranya bersama teman-teman seperjuangannya.
Apakah Tsubasa yang sekarang mampu mengulangi kesuksesannya seperti masa SMP dulu?
Temukan jawabannya dengan memainkan Captain Tsubasa 2: World Fighters!
Gameplay
Captain Tsubasa 2: World Fighters adalah sekuel dari game sepakbola anime Captain Tsubasa: Rise of the New Champions (2020) yang dikembangkan oleh developer Tamsoft Corporation dan dipublikasikan oelh Bandai Namco Entertainment. Serupa dengan pendahulunya, dalam game ini Anda akan mengikuti perjalanan Tsubasa Ozora dalam mengarungi petualangannya dalam dunia sepakbola profesional demi mewujudkan impiannya, yaitu juara bersama timnas Jepang.
Captain Tsubasa 2: World Fighters tidak memiliki banyak pilihan mode permainan pada masa peluncurannya, di antaranya Story Mode, Online Versus, Offline Versus, Free Practice dan Training. Mode ekstra lainnya hanya semacam Gallery yang menampilkan Movies, Music dan Character saja. Mode Versus dan Training kurang lebih masih sama dengan seri pertamanya, tapi yang menjadi sorotan utama dari seri keduanya justru adalah mode ceritanya yang mengalami improvisasi yang cukup signifikan.
Berikut kami bahas aspek gameplay selengkapnya:
Custom Character
Serupa dengan seri pertamanya dulu, di sini Anda juga akan kembali diminta untuk menciptakan karakter original sebagai avatar yang akan Anda kendalikan dalam mode cerita. Tapi, di sini Anda tidak menciptakan karakter avatar untuk hadir sebagai pelengkap, melainkan sebagai karakter yang bisa Anda kembangkan.
Selain menentukan nama dan penampilan seperti rambut, wajah, ukuran badan hingga warna kulit, Anda juga bisa menentukan karakter avatar ini akan bermain di posisi apa. Anda ingin menjadi penyerang, gelandang, bek atau bahkan kiper? Semuanya bisa Anda lakukan di sini. Namun, satu al yang harus Anda ketahui adalah tiap posisi memiliki skill yang berbeda-beda.
Jadi, skill kiper tentu saja akan berbeda dengan skill penyerang. Jika karakter Anda adalah penyerang, maka Anda harus mengatur atribut dan skill yang berhubungan dengan tembakan. Lalu, posisi gelandang punya beragam skill untuk mengoper atau crossing. Begitu pula dengan karakter bek yang fokus pada skill bertahan dan terakhir posisi kiper yang harus dibangun untuk skill penyelamatan bola.
![]()
Story Mode
Bagi Anda yang mengikuti kisah Tsubasa, baik lewat manga, anime maupun game pertamanya, Story Mode-nya terasa sangat menarik untuk diikuti. Di awal permainan, Anda akan diminta untuk menciptakan satu karakter original/avatar yang akan menjadi pemain untuk level liga. Jika di seri pertamanya dulu, karakter avatar Anda bisa masuk ke sekolah rival Tsubasa, di sini Anda langsung menjadi rekan setim Tsubasa di klub Sao Paulo yang ada di liga Brazil.
Meskipun karakter Anda bisu, di beberapa percakapan, Anda tetap akan diminta untuk memilih dialog yang disediakan. Sayangnya, pilihan dialog ini tidak memengaruhi alur cerita atau menciptakan rute baru sehingga sifatnya hanya sekedar memberikan konfirmasi atau sekedar interaksi minor saja.
Mode ceritanya sendiri punya lini cerita utama dan beberapa lini cerita sampingan dengan label Side Scenario dan Link Scenario. Pada Side Scenario, Anda bisa melihat lebih dekat klub-klub SMA dalam menjalani perjuangan mereka dalam meraih kemenangan, salah satunya adalah SMA Toho. Sementara itu, Link Scenario biasanya akan membawa karakter avatar Anda berinteraksi dengan karakter yang ada untuk mempelajari skill dari mereka, misalnya Anda berinteraksi dengan Tsubasa maka karakter Anda akan belajar cara menendang Drive Shot ala Tsubasa.
Teams
Serupa dengan pendahulunya, seri kedua kembali menghadirkan banyak tim yang bisa Anda pilih untuk dimainkan di mode online maupun offline. Jika seri pertama porsinya lebih banyak pada tim level sekolah, di seri kedua akan lebih banyak tim di level Internasional. Total ada 22 timnas, 5 klub dan 5 SMA. Lawan-lawan Tsubasa dari anime seperti timnas Jerman, Brazil, Prancis tentu kembali hadir untuk menjegal perjuangan Tsubasa dan Timnas Jepang.
Salah satu hal menarik dari pilihan tim-tim ini adalah Bandai Namco menghadirkan beberapa timnas baru yang mungkin belum pernah Anda lihat dari animenya, salah satunya adalah Timnas Indonesia. Ya benar sekali, Anda tidak salah membaca. Captain Tsubasa 2: World Fighters menghadirkan timnas Indonesia sebagai salah satu tim yang bisa Anda pilih. Bahkan, Bandai Namco juga sempat berkonsultasi dengan pihak Indonesia untuk menghadirkan nama-nama yang otentik dan sesuai dengan kultur Indonesia seperti Anton, Hasan, Ricky, Roni, Rendy dan Eko Jawato.
Dari keseluruhan tim yang bisa Anda pilih, tentu saja akan ada kesenjangan kekuatan antara tim milik Tsubasa dan tim lainnya yang membuat komposisi tim menjadi tidak berimbang. Sebagai contoh, timnas Jepang tentu saja punya jajaran pemain bintang mulai dari kiper, bek, gelandang sampai posisi penyerang, sementara timnas lain hanya memiliki beberapa nama unggulan di timnya yang posisinya tidak selalu menguntungkan, salah satunya Indonesia yang hanya punya dua pemain bintang, yaitu Freddy dan Eko Jawato.
Football System
Satu hal yang perlu kami tekankan pada aspek gameplay-nya adalah Captain Tsubasa 2: World Fighters bukan game sepakbola simulasi seperti EA SPORTS FC maupun eFootball. Game ini mengadopsi gaya arcade yang mengutamakan aksi heboh dan jurus tendangan spektakuler ala animenya. Jadi, skill dan strategi Anda dari game sepakbola lainnya tidak bisa digunakan di sini.
Tempo permainan dalam seri kedua ini dibuat lebih cepat dari seri pertamanya dulu. Sebagai standar game sepakbola, tentu saja karakter-karakter Anda bisa melakukan aksi standar seperti dribble, mengoper, sliding tackle dan tentu saja menembakkan bola ke arah gawang untuk mencetak gol. Namun, bedanya dengan game pertama, di sini kiper tiap tim memiliki Health Bar-nya masing-masing yang harus Anda kuras dengan cara terus menembakkan bola ke arah gawangnya. Semakin terkuras Health Bar kiper, maka akan semakin mudah ia kebobolan.
Jika Anda adalah pemain yang sedang menggiring bola, Anda harus cermat membaca pergerakan pemain lawan, apakah mereka akan melakukan sliding, merebut bola atau aksi lainnya. Jika Anda terlalu cepat menekan tombol dan dijawab oleh pemain lawan, niscaya bola Anda akan dengan mudah terebut olehnya. Begitu pula jika Anda sedang ada dalam posisi bertahan, Anda tidak bisa hanya spam sliding tackle atau berlari secara membabi buta karena itu hanya akan menguras stamina pemain tanpa hasil.
Di seri kedua ini, ada mekanik baru bernama Chain System yang memungkinkan Anda untuk membangun momentum serangan. Dengan melakukan serangkaian aksi seperti dribble, mengoper dan menembak, Anda bisa terus meningkatkan level Chain tersebut ke angka yang lebih tinggi. Semakin tinggi angka Chain, maka pengisian meteran dan daya tembak bola tim Anda akan semakin bagus.
Tapi, sistem ini seperti pedang bermata dua karena jika Chain Level Anda sudah tinggi, tapi bola terebut lawan, maka Chain Level itu akan berpindah ke tim lawan yang tentu saja bisa membuat keadaan berbalik. Situasi ini tentu saja sangat berbahaya karena berpotensi menguras stamina kiper Anda lebih cepat dari biasanya.
Dalam game ini, kiper memegang peranan kunci dalam kemenangan. Saat Anda sedang menembakkan bola ke arah gawang, akan ada enam arah yang bisa Anda pilih. Jika kiper bisa menebak arah tembakan atau minimal mendekati, maka stamina kiper akan berkurang lebih sedikit. Namun, jika kiper salah menebak tembakan dan jaraknya cukup jauh dari tembakan, maka staminanya akan berkurang secara drastis. Hal ini sangat menyenangkan apabila terjadi di tim lawan, tapi akan sangat menjengkelkan jika terjadi pada tim Anda.
Khusus untuk kiper-kiper bintang seperti Wakabayashi atau Wakashimazu, mereka akan punya skill khusus untuk menghentikan bola meskipun staminanya sudah hampir habis yang disebut sebagai Miracle Saves dan beruntung timnas Indonesia punya kiper bintang seperti Eko Jawato.
![]()
Presentation
Visual
Bicara soal game adaptasi anime, pertanyaan terbesar yang selalu ada di benak para penggemarnya adalah seberapa dekat presentasi visualnya dengan animenya. Jika membandingkan dengan seri Rise of New Champions, game ini jelas mengalami peningkatan visual yang cukup signifikan, terutama dari efek-efek visual saat karakter mengeluarkan jurus andalannnya di tengah lapangan. Secara keseluruhan, visualnya tampak sangat memukau karena bisa menangkap gaya khas Yōichi Takahashi dengan sempurna pada setiap model karakternya dan jurus-jurus yang dikeluarkan oleh para pemain.
![]()
Audio
Bicara soal audio, game ini punya kualitas yang luar biasa karena developer membawa seiyuu dari animenya langsung untuk mengisi para karakternya. Hal ini tentu saja membuat karakter-karakternya terasa ekspresif saat percakapan maupun meneriakkan nama jurus andalannya. Namun, karena setting ceritanya adalah pertandingan antar negara, akan terdengar aneh apabila sang komentator juga menggunakan bahasa Jepang sebagai bahasa utamanya.
Jadi, selama pertandingan berlangsung, Anda akan mendengarkan para komentator bercengkrama dalam bahasa Inggris. Awalnya mungkin terdengar sedikit canggung, namun ternyata kualitasnya tidak bisa dipandang sebelah mata. Para komentator ini berhasil menghidupkan suasana setiap pertandingan dengan cara yang mengesankan. Tidak hanya itu saja, komentarnya pun terbilang cukup akurat, mengingat banyaknya jumlah karakter yang ada. Mereka bisa dengan lancar mendeskripsikan berbagai situasi spesifik sambil menyebutkan nama-nama pemain yang terlibat.
Value
Jika game sepakbola lain fokus pada fitur Multiplayer untuk memperpanjang durasi permainan, Captain Tsubasa 2: World Fighters justru berfokus pada konten single-player yang mana dalam hal ini adalah Story Mode. Mode cerita dalam game ini benar-benar nyawa dalam game ini karena memang mode inilah yang menjadi daya tarik utama darinya. Meskipun ada mode lain seperti Versus (Offline, Online) dan Practice, namun ia baru benar-benar terasa seru apabila Anda punya lawan yang seimbang karena jika hanya melawan CPU pada level Easy/Normal, Anda akan cepat merasa bosan karena terlalu mudah.
Melihat harganya yang hampir menyentuh angka satu juta Rupiah, membelinya dengan harga penuh jelas bukan pilihan yang bijak. Apalagi jika Anda hanya ingin menikmati konten single-player nya saja. Menurut kami, jika Anda bukan penggemar berat Captain Tsubasa, game ini akan jauh lebih layak dibeli ketika sudah mendapatkan diskon setidaknya 30% dari harga peluncurannya saat ini. Namun, jika Anda sangat menyukai animenya, mungkin sah-sah saja jika Anda menutup mata dan membelinya dengan harga penuh itu.
Conclusions
Captain Tsubasa 2: World Fighters adalah bentuk penyempurnaan dari game pertamanya yang sudah punya pondasi kuat. Mekanik permainannya yang solid, presentasi visual yang semakin mendekati anime, komentatornya cukup akurat mendeskripsikan situasi di lapangan, jumlah tim yang dipilih semakin banyak dan pengembangan cerita saat Tsubasa beranjak dewasa, jelas menjadi daya tarik utama dari game ini.
Jika Anda mencari game sepakbola yang unik dan berbeda, mungkin ini bisa Anda jadikan pilihan. Akan tetapi selain Story Mode, game ini tidak punya mode alternatif yang cukup menggoda untuk dimainkan dalam waktu yang lama. Selain itu, harganya juga cukup mahal untuk ukuran game anime.
+ Cerita mendalam tentang semesta Captain Tsubasa
+ Story Mode yang seru dan menantang
+ Mekanik permainan yang solid
+ Pilihan tim yang semakin banyak
+ Peningkatan visual cukup signifikan
+ Sulih suara bahasa Jepang yang ekspresif
+ Komentator cukup akurat mendeskripsikan pertandingan
+ Ada timnas Indonesia, coy!
- Harganya cukup mahal untuk game anime
- Selain Story Mode, mode lain kurang menggoda
- Cutscene percakapan kadang terlalu panjang


![[Review] K-pop Idol Stories: Road to Debut](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/07/K-Pop-Idol-Stories-Banner-115x115.jpg)
![[Review] Mortal Shell II](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Mortal-Shell-II-Banner-115x115.jpg)
![[Review] Starsand Island](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Starsand-Island-Banner-115x115.jpg)
![[Review] Captain Tsubasa 2: World Fighters](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Captain-Tsubasa-2-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Wo Long: Falen Dynasty – Complete Edition (NS2)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Wo-Long-Complete-Edition-NS2-Banner-200x250.jpg)
![[Review] K-pop Idol Stories: Road to Debut](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/07/K-Pop-Idol-Stories-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Mortal Shell II](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Mortal-Shell-II-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Lou’s Lagoon](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Lous-Lagoon-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Starsand Island](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Starsand-Island-Banner-200x250.jpg)
![[Recap] Gamescom 2026 – Opening Night Live](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Gamescom-2026-Opening-Night-Live-200x250.jpg)
![[Review] Panzer Knights: Commander’s Edition](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Panzer-Knights-Banner-200x250.jpg)
![[Review] The Lord of the Rings: War in the North™ – Legacy Edition](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/LOTR-War-of-North-Banner-200x250.jpg)
![[Review] ReStory](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/ReStory-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Captain Tsubasa 2: World Fighters](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Captain-Tsubasa-2-Banner-360x240.jpg)
![[Recap] Gamescom 2026 – Opening Night Live](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Gamescom-2026-Opening-Night-Live-360x240.jpg)
![[Review] Wo Long: Falen Dynasty – Complete Edition (NS2)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Wo-Long-Complete-Edition-NS2-Banner-360x240.jpg)
![[Review] Lou’s Lagoon](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Lous-Lagoon-Banner-360x240.jpg)