The Legend of Heroes: Trails to Azure
Falcom
NIS America
10 September 2026
PS5, Switch 2
Turn-based RPG
Remaja
Blu-ray, Game-key Card, Digital
8.7 GB
$39.99
Tidak seperti Final Fantasy atau Persona yang punya popularitas tinggi di kalangan gamer mainstream, The Legend of Heroes adalah seri JRPG yang underrated. Padahal ia bukanlah judul baru karena tercatat bahwa ia sudah eksis sejak tahun 1989 dan sudah punya lebih dari 10 judul game yang menggunakan nama tersebut.
Penyebab yang membuat franchise game ini kurang terkenal adalah minimnya ketersediaan judul yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Nihon Falcom baru benar-benar konsisten melakukannya sejak saga Trails of Cold Steel yang akhirnya membuka jalan untuk game-game yang sebelumnya hanya tersedia dalam Bahasa Jepang.
Bersamaan dengan prekuelnya Trails from Azure, NIS America kembali merilis ulang The Legend of Heroes: Trails to Azure ke PS5 dan Nintendo Switch 2 di bulan September ini.
Apa saja perbedaannya dari versi PS4 kemarin?
Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Story
Cerita dalam game ini berlangsung sekitar beberapa bulan setelah ending dari The Legend of Heroes: Trails from Zero. Melanjutkan kisah Lloyd Bannings dan timnya Special Support Section (SSS), kini Crossbell tengah berada dalam masa damainya. Atas perjuangan heroiknya, SSS pun akhirnya mendapatkan popularitasnya di mata masyarakat. Mereka pun mendapatkan anggota baru sebagai tenaga ekstra untuk menyelesaikan tugas baru.
Namun, perdamaian ini tidak berlangsung lama karena adanya tekanan dari dua kekuatan politik tetangga yang membuat Crossbell terjebak di antaranya. Hal ini mengancam keselamatan Crossbell karena tempat ini akan menjadi lokasi untuk penyelesaian konflik yang menentukan masa depan politik. Dengan situasi seperti ini, tim SSS pun menjadi taruhannya.
Bagaimana Lloyd dan teman-temannya menghadapi situasi pelik ini?
Temukan jawabannya dengan memainkan The Legend of Heroes: Trails to Azure!
Gameplay
The Legend of Heroes: Trails to Azure adalah game kedua sekaligus penutup dari saga “Crossbell”. Bagi Anda yang sebelumnya pernah memainkan game dari saga Trails of Cold Steel, butuh untuk memainkan saga ini karena kedua saga tersebut nantinya akan bersinggungan, mengingat latar waktu dan semestanya berada dalam periode yang sama.
Inti permainan di seri kedua ini sebenarnya tidak terlalu mengalami banyak perubahan dari Trails from Zero karena gameplay dari prekuelnya sendiri sebenarnya sudah sangat solid, namun Falcom selalu punya cara untuk membuat Azure terasa lebih menarik sehingga ia pantas disebut sekuel.
Anda masih akan berperan sebagai Lloyd Bannings di posisi karakter utama, diikuti oleh tim SSS yang akan membantunya dalam party. Di Trails from Zero, Anda hanya punya empat karakter party yang sudah fixed dan tidak bisa digonta-ganti, yaitu Lloyd, Elie, Tio dan Randy.
Dalam Trails to Azure, kita kedatangan dua karakter baru yang bergabung ke dalam tim, yaitu Noel Seeker dan Wazy Hemisphere. Noel adalah seorang Sersan Mayor dari Pasukan Pertahanan Crossbell, sementara Wazy adalah pemuda misterius dengan pesona maskulin sekaligus feminin.
![]()
Sistem pertarungannya sendiri masih menampilkan gaya Turn-based, di mana karakter Anda memiliki berbagai jenis perintah berbeda seperti menggunakan jurus spesial atau mantra sihir. Anda hanya dapat membawa empat karakter saja selama pertarungan. Setiap jurus spesial punya jangkauan area tertentu seperti area yang luas, garis lurus atau target tunggal.
Dengan hadirnya anggota SSS baru, hal ini memberikan perubahan para komposisi tim secara keseluruhan karena Anda tidak lagi dipaksa untuk menggunakan empat karakter yang sama selama permainan. Selain karakter di tim inti, terkadang ada juga karakter sampingan yang ikut berpartisipasi dalam pertarungan untuk memberikan buff atau membantu serangan.
![]()
Anda masih bisa memasangkan kristal-kristal Quartz pada karakter, untuk memberi mereka mantra sihir baru atau meningkatkan atribut status. Tidak hanya itu saja, Anda juga bisa memanfaatkan mekanik Counterattack lewat Quartz ini. Banyaknya penyesuaian dan keberagaman dalam sistem Quartz ini membuat jurus spesial karakter tidak membosankan.
Secara keseluruhan, sistemnya tidak berubah banyak dari Trails from Zero, namun tetap ada fitur baru yang diterapkan seperti Burst Meter, yang fungsinya mirip dengan Overdrive dalam game Trails of Cold Steel. Setelah Burst Meter terisi penuh, Anda dapat mengaktifkannya dan memperkuat serangan karakter secara instan. Ini adalah sistem yang baik agar tim Anda bisa terus memberikan tekanan pada lawan. Sayangnya, fitur ini hanya tersedia pada Dungeon yang terikat pada cerita utama saja.
![]()
Presentation
Visual
Sama seperti Trails from Zero versi PS5, Trails to Azure versi PS5 juga mendapatkan peningkatan dan penyesuaian performa, di antaranya adalah dukungan resolusi 4K, refresh rate 120Hz, peningkatan kualitas tekstur, serta beragam pengaturan performa seperti bayangan dinamis, shader air dinamis, dan pengaturan gaya tekstur.
Audio
Menurut kami, Nihon Falcom adalah salah satu developer JRPG yang tidak pernah gagal dalam meracik musik yang keren. Soundtrack yang dibawakannya selalu berhasil membangun atmosfer dunianya dengan baik dan menggambarkan momen yang sedang terjadi.
Sayangnya, lagi-lagi kesalahan serupa dari Trails from Zero kembali terulang, di mana ia hanya menyediakan sulih suara berbahasa Jepang saja selama permainan. Kejadian ini sebenarnya membuat kami agak heran karena sebenarnya karakter-karakter dari saga Crossbell ini sudah punya aktor pengisi suara dalam Bahasa Inggris karena sebelumnya mereka pernah muncul dalam Trails of Cold Steel III dan IV.
Untuk game yang menjadikan narasi sebagai kekuatan utamanya, apalagi dengan banyaknya percakapan yang berlangsung sebagai metode penyampaian cerita, sulih suara bahasa Inggris seharusnya bisa sangat membantu pemain untuk mengurangi pembacaan teks-teks panjang. Kami berharap pada versi lokalisasi game Trails selanjutnya, fitur ini bisa kembali dihadirkan, seperti apa yang telah mereka lakukan di Trails of Cold Steel.
![]()
Value
Terlepas dari segala kelebihan dan kekurangannya, The Legend of Heroes: Trails to Azure adalah game RPG yang solid. Nihon Falcom selalu punya cara brilian dalam membangun cerita, dunia dan karakternya yang saling berkaitan satu sama lain. Jika Anda termasuk orang yang sudah menginvestasikan banyak waktu pada saga Crossbell, Trails to Azure adalah game yang wajib Anda mainkan.
Conclusions
Terlepas dari judul-judul Trails yang rilis setelahnya, The Legend of Heroes: Trails to Azure masih menjadi salah satu seri terbaik dalam keseluruhan seri Trails yang menutup saga Crossbell dengan epik. Trails to Azure adalah sekuel RPG yang luar biasa karena menghadirkan peningkatan di hampir semua aspek dibandingkan pendahulunya, mulai dari aspek gameplay hingga cerita utamanya. Port untuk PS5 dan Nintendo Switch 2 memberikan kesempatan bagi banyak pemain untuk mengikuti seri ini.
+ Narasi cerita menarik untuk diikuti
+ Jajaran karakter yang fantastis
+ Tambahan karakter baru membuat komposisi tim lebih dinamis
+ Improvisasi pada sistem pertarungannya
+ Musik yang luar biasa
+ Sekuel yang hebat
- Side Quest agak membosankan
- Versi PS4 masih inferior dibanding Switch dan PC
- Sulih suara Inggris kembali absen
![[Review] The Legend of Heroes: Trails from Zero (PS5)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/Trails-from-Zero-Banner-115x115.jpg)
![[Review] Onimusha: Way of the Sword](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/Onimusha-Way-of-the-Sword-Banner-115x115.jpg)
![[Review] Port of Jumanah](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Port-of-Jumanah-Banner-115x115.jpg)
![[Review] The Legend of Heroes: Trails to Azure (PS5)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/Trails-to-Azure-Banner-200x250.jpg)
![[Review] The Legend of Heroes: Trails from Zero (PS5)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/Trails-from-Zero-Banner-200x250.jpg)

![[Review] Onimusha: Way of the Sword](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/Onimusha-Way-of-the-Sword-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Port of Jumanah](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Port-of-Jumanah-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Marvel’s Wolverine](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Marvels-Wolverine-Banner-200x250.jpg)
![[Recap] Nintendo Direct – September 2026](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/06/Nintendo-Direct-Recap-200x250.jpg)
![[Review] NBA 2K27](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/NBA-2K27-Banner-200x250.jpg)
![[Review] NIOH 3: DLC 1 – Hell Rising](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Nioh-3-DLC-1-Banner-200x250.jpg)
![[Review] STAR WARS Zero Company™](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/Star-Wars-Zero-Company-Banner-200x250.jpg)
![[Review] The Legend of Heroes: Trails to Azure (PS5)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/Trails-to-Azure-Banner-360x240.jpg)
![[Recap] Gamescom 2026 – Opening Night Live](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Gamescom-2026-Opening-Night-Live-360x240.jpg)
![[Recap] Nintendo Direct – September 2026](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/06/Nintendo-Direct-Recap-360x240.jpg)
![[Review] STAR WARS Zero Company™](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/Star-Wars-Zero-Company-Banner-360x240.jpg)