ANOMALITH
Winning Entertainment Group
FURYU CORPORATION
28 Oktober 2026
PS5, Switch, Switch 2, PC
Third-Person Shooter
Dewasa
Blu-ray, Digital
40 GB
Rp 746.000
Ada sesuatu yang menarik ketika sebuah studio yang selama ini dikenal lewat JRPG dan action RPG mencoba keluar dari zona nyamannya. Itulah yang terjadi dengan ANOMALITH, proyek survival horror terbaru dari FuRyu yang secara terbuka mencoba bermain di ranah yang jauh lebih ambisius daripada karya-karya mereka sebelumnya. Game ini menggabungkan elemen survival horror, third-person shooter, liminal horror, hingga sentuhan anime yang menjadi identitas khas studio asal Jepang tersebut.
Di atas kertas, premisnya terdengar sangat menggoda. Sebuah versi Jepang alternatif yang dipenuhi zona anomali misterius, monster hasil distorsi realitas, dan seorang gadis yang berusaha menemukan sahabatnya yang hilang sambil berhadapan dengan kekuatan supernatural yang perlahan mengubah dirinya.
Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Story
ANOMALITH menempatkan Anda sebagai Reona Minazuki, seorang remaja yang kehilangan sahabatnya ketika sebuah pusat perbelanjaan tiba-tiba berubah menjadi Anomaly Zone. Setelah insiden tersebut, Reona bergabung dengan Anomaly Zone Countermeasures Office dan menjadi seorang Diver, individu yang bertugas memasuki wilayah-wilayah anomali untuk menyelidiki, bertahan hidup, dan mengungkap sumber bencana yang terus mengancam dunia.
Apakah Reona sanggup untuk menyelamatkan sahabatnya dan mengungkap misteri dibalik dunia anomali ini?
Temukan jawabannya dengan memainkan ANOMALITH!

Gameplay
Secara umum, Anomlith berhasil menghadirkan world building yang unik. FuRyu tidak hanya menciptakan sekumpulan monster untuk ditembak, tetapi mencoba membangun mitologi lengkap mengenai fenomena anomali tersebut.
Zona-zona yang menjadi arena permainan bukan sekadar level permainan biasa, melainkan suatu bentuk realitas yang rusak. Seperti misalnya koridor apartemen yang dapat berubah bentuk tanpa henti, atau bangunan dapat membalik gravitasi sesuka hati. Ruang-ruang yang seharusnya familiar di pikiran kita, seketika akan menjadi asing dan mengganggu secara psikologis.
Hal inilah yang menjadikan Anomalith berbeda dari game sejenisnya. Alih-alih mengandalkan jump scare murahan, game ini lebih mengedepankan sensasi ketidaknyamanan. Pendekatan yang sangat terinspirasi oleh konsep liminal spaces maupun fenomena Backrooms modern.

Karakter utama yang Anda mainkan yakni Reona juga tampil cukup menarik sebagai protagonis. Ia bukan sosok pahlawan tanpa cela, melainkan karakter yang terus dipaksa menghadapi trauma masa lalu, kehilangan, dan perubahan yang terjadi pada tubuhnya sendiri. Di sepanjang perjalanan, misteri mengenai hilangnya Arisa, asal-usul Anomaly Zones, serta kekuatan yang dimiliki Reona perlahan terungkap.
Jika ada satu aspek yang paling mendapat pujian maka jawabannya adalah aspek tembak menembak atau gunplay-nya. Game ini menghadirkan sistem tembak-menembak yang terasa responsif dan memuaskan. Anda didorong untuk membidik titik lemah musuh, mengatur prioritas target, serta memanfaatkan kemampuan khusus yang dimiliki Reona selama pertempuran.
Pada awal permainan, atmosfer survival horror cukup terasa. Amunisi terbatas, sumber daya tidak selalu tersedia, dan musuh yang dapat muncul dari lokasi yang tidak terduga cukup memberikan tekanan survival yang menantang.
Namun seiring progres permainan, nuansa survival tersebut mulai bergeser. Berbagai sistem upgrade memungkinkan Anda membangun karakter yang sangat kuat. Senjata menjadi semakin mematikan, kemampuan supernatural semakin dominan, dan tekanan yang biasanya menjadi fondasi survival horror mulai perlahan menghilang. Lambat laun, hal ini menjadikannya terasa lebih seperti third-person shooter ketimbang survival horror.
Di sisi lain, sistem kustomisasi merupakan salah satu daya tarik utama. Anda dapat memodifikasi persenjataan, memperkuat atribut karakter, serta bereksperimen dengan berbagai kombinasi kemampuan. Setidaknya terdapat dua belas kemampuan unik yang dapat dimanfaatkan untuk menghadapi ancaman di dalam zona anomali.

Namun, dibalik keistimewaannya, Anomalith menyimpan masalah terbesar gameplay yang justru datang dari eksekusinya. Kontrol karakter yang terasa kaku, animasi yang kurang halus, serta desain misi yang kadang repetitif merupakan hal yang akan sering Anda temui. Ini adalah jenis masalah yang sering melekat pada game-game AA berbudget menengah. Ide dan sistemnya menarik, tetapi presentasi teknisnya belum sepenuhnya mampu mendukung visi yang ingin dicapai. Meski begitu, eksplorasi zona-zona anomali tetap berhasil menjadi daya tarik utama karena setiap area menawarkan konsep visual yang berbeda dan cukup kreatif.

Presentation
Visual
Dari sisi visual, inilah area di mana game ini benar-benar bersinar. Secara artistik, game ini memiliki identitas yang sangat kuat. Jarang ada game yang mampu menggabungkan estetika Jepang era Showa, horor psikologis modern, dan desain anime futuristik dalam satu paket yang terasa kohesif.
Lingkungan-lingkungannya terlihat seperti dunia nyata yang salah. Segalanya tampak familiar, namun sekaligus tetap terasa seperti ada sesuatu yang tidak beres. Itulah jenis ketakutan yang coba dibangun game ini. Beberapa area terlihat seperti hasil perpaduan antara Control dan Backrooms dengan sentuhan anime khas Jepang. Koridor kosong, pencahayaan yang tidak natural, ruangan yang terus berubah bentuk, hingga struktur bangunan yang menolak logika ruang menjadi sumber kekuatan visual utamanya.
Desain karakter juga cukup menonjol. Reona dan karakter pendukung memiliki visual yang sangat khas FuRyu. Tidak terlalu realistis, tetapi cukup detail untuk meninggalkan kesan kuat. Sementara itu, desain monster menjadi kombinasi antara horor biologis dan distorsi realitas yang cukup efektif dalam menciptakan rasa tidak nyaman.
Audio
Untuk audio, kualitasnya cenderung solid namun tidak luar biasa. Akting suara mendapat apresiasi positif, tetapi musik latar tidak selalu memberikan dampak emosional yang sama kuatnya dengan visual dunia yang ditampilkan

Value
Dengan harga normal sekitar Rp 746.000 untuk versi standar di platform Steam, dan terdapat tambahan diskon 10% pada masa peluncuran, Anomalith berada di wilayah yang cukup unik.
Ia bukan game indie kecil tetapi juga bukan produksi AAA penuh. Posisinya berada di antara keduanya. Bagi Anda yang mencari kualitas teknis setara Resident Evil 4 Remake atau Dead Space Remake, hasil akhirnya mungkin akan terasa mengecewakan.
Namun bagi penggemar game AA Jepang yang mampu menerima keterbatasan budget selama ide dan atmosfernya kuat, Anomalith menawarkan sesuatu yang cukup jarang ditemukan saat ini. Banyak game horor modern mengejar realism. Namun, game ini justru mengejar keanehan. Dan keberanian itulah yang membuatnya menarik.
Conclusions
Anomalith bukan game yang sempurna. Bahkan cukup jauh dari sempurna. Namun di balik segala kekurangannya, terdapat dunia yang sangat menarik untuk dijelajahi.
Atmosfer liminal horror yang unik, visual penuh identitas, misteri yang cukup memikat, dan gunplay yang memuaskan menjadikannya salah satu eksperimen paling berani yang pernah dilakukan FuRyu.
+ Dunia dan lore sangat menarik
+ Atmosfer liminal horror yang unik
+ Gunplay memuaskan
+ Desain level kreatif
+ Identitas visual kuat.
- Kontrol terkadang terasa kaku
- Survival horror kehilangan tensinya di pertengahan game
- Beberapa bagian cerita terasa terburu-buru
- Kualitas teknis tidak konsisten.
![[Review] O2GETHER](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/O2GETHER-Banner-1-115x115.jpg)
![[Review] Stupid Never Dies](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/Stupid-Never-Dies-Banner-115x115.jpg)
![[Review] Clive Barker’s Hellraiser: Revival](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/Clive-Barkers-Hellraiser-Revival-Banner-115x115.jpg)
![[Review] Frankenstein: Awakening of Horror](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/Frankenstein-Banner-200x250.jpg)
![[Review] ANOMALITH](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/ANOMALITH-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Demon Slayer -Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles 2 (NS2)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/11/Demon-Slayer-2-Switch-2-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Godzilla: Destroy All Monsters Melee Remastered](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/11/Godzilla-Remastered-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Yomawari: Lost in the Dark](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/11/Yomawari-Lost-in-the-Dark-Banner-200x250.jpg)
![[Review] YOMAWARI: The Long Night Collection](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/Yomawari-The-Long-Night-Collection-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Fallen City Brawl](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/11/Fallen-City-Brawl-Banner-200x250.jpg)
![[News] Andalas: Realms of Eternal Lights Hadir di Comic Frontier 23](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/11/20261101_121649-200x250.jpg)
![[Review] Enshrouded](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/Enshrouded-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Hello Kitty Party Land](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/Hello-Kitty-Party-Land-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Frankenstein: Awakening of Horror](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/Frankenstein-Banner-360x240.jpg)
![[Recap] Gamescom 2026 – Opening Night Live](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Gamescom-2026-Opening-Night-Live-360x240.jpg)
![[Review] Demon Slayer -Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles 2 (NS2)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/11/Demon-Slayer-2-Switch-2-Banner-360x240.jpg)
![[Review] ANOMALITH](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/ANOMALITH-Banner-360x240.jpg)