Clive Barker’s Hellraiser: Revival
Conrad Jiwandono
Boss Team Games
Saber Interactive
8 Oktober 2026
PS5, Xbox Series, Switch 2, PC
Survival Horror
Dewasa
Blu-ray, Game-key Card, Digital
Rp 642.690 (Standard)
Rp 775.890 (Deluxe)
*** PERHATIAN!!! ***
< Harap diperhatikan bahwa video game ini memiliki banyak tampilan visual mirip dengan seri filmnya, seperti kekerasan fisik, perilaku seks BDSM, mutilasi tubuh manusia, dan hal-hal mengganggu lainnya. Sebaiknya memainkan game ini harap tidak di hadapan anak kecil atau keluarga. >
Bagi para penggemar film seri body horror tentunya sangat mengenali karakter ikonik Pinhead, makhluk Cenobite gundul dengan kepala penuh dengan paku-paku. Pihak developer/publisher Saber Interactive mengadaptasi kisah terbaru dunia Hellraiser melalui game Clive Barker’s Hellraiser: Revival, hendak memberikan pengalaman baru bagi para fans seri film dan juga genre survival horror menjelang acara tahunan Halloween di bulan Oktober ini.
Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Story
Di suatu malam saat sedang melakukan aktifitas sex yang ekstrim, pasangan Aidan dan Sunny menggunakan artefak misterius demi meningkatkan kenikmatan fisik. Dengan menggores kulit hingga luka di beberapa lokasi tubuh Sunny, artefak tersebut memicu kedatangan para Cenobites dari alam dunia lain, dan mengajukan pertanyaan ritual apakah dia bersedia menerima kenikmatan fisik abadi. Saat dijawab ‘Iya’ maka tubuh Sunny dicabik-cabik oleh kait-kait berantai besi. Saat Aidan hendak menghentikan ritual, dia dibuat pingsan oleh Pinhead dan ditangkap oleh sebuah sekte seks pemuja para Cenobite bernama Scarlet Church, yang hendak menaikkan tingkat pengabdian mereka melalui pengorbanan manusia dicampur dengan artefak Genesis Configuration yang telah diaktifkan, dengan memanggil para makhluk Cenobite ke permukaan bumi. Di tengah ritual tersebut Aidan mengambil kembali artefak dan berusaha lari dari kejaran anggota-anggota sekte tersebut sambil mencari cara untuk menyelamatkan Sunny, walau jika bayarannya adalah mengorbankan dirinya sendiri.
Bagi para fans seri Hellraiser tentunya akan sangat mengenal keempat karakter Cenobites yang legendaris: The Child (Chatterer), The Cabalist (Butterball), The Fallen (Deep Throat), dan sang ketua Hell Priest (Pinhead).
Temukan cerita lengkapnya dengan memainkan Clive Barker’s Hellraiser: Revival!
Gameplay
Setelah pembukaan game yang cukup mencengangkan mata dan kuping, akhirnya permainan Hellraiser: Revival dimulai, dengan dikemas sebagai survival horror dengan sudut pandang pertama seperti Resident Evil 7 dan Silent Hill: Townfall, namun memiliki alur permainan yang linear. Kalian dipersenjatai dengan beragam senjata-senjata melee yang terbagi dua antara senjata tajam dan tumpul, dan senjata-senjata api seperti pistol, shotgun, hingga assault rifle. Selain senjata pisau pertama yang kalian dapatkan, tiap senjata melee lainnya memiliki durability yang cukup singkat, sehingga sangat cepat hancur setelah beberapa kali pemakaian saat sedang bertarung.
Hal ini nampaknya memang dari keputusan desain game, dikarenakan mirip dengan Resident Evil kalian memiliki slot inventory item yang terbatas, sehingga tidak dapat membawa semua senjata yang kalian temukan. Kalian dapat memperbaiki durability senjata menggunakan item repair kit, namun kemungkinan kalian akan menemukannya sangat rendah, bersamaan dengan item-item healing dan ammo. Sepanjang cerita kalian akan membuka fitur untuk membuat item-item tersebut, namun kembali bahan-bahan yang kalian perlukan amat sangat jarang ditemukan.

Untuk sebagai opsi lain mengirit penggunaan senjata dan item healing kalian dapat mengendap-endap dengan berjalan jongkok, namun tombol jongkok ini cukup buggy, karena seringkali saat kalian berjongkok dan mulai berjalan karakter kalian akan berdiri dan berjalan lari, membuat para musuh mengetahui lokasi kalian, sehingga sangat mengganggu di saat kalian hendak menghampiri belakang musuh dan melakukan serangan takedown. Saya sudah mencoba mengubah-ubah tombol jongkok antara harus ditahan atau toggle, dan keduanya tetap memiliki masalah yang sama.
Saat bertarung kalian dapat memenggal kepala para musuh, namun tidak ada nya penanda bahwa serangan kita tepat mengenai bagian kepala atau tidak, menyebabkan trial dan error saat hendak mencoba, dan kemudian senjata melee tersebut sudah hancur akibat habis durability nya. Jika menggunakan senjata api gerakan membidik terasa lambat dan berat, sehingga kalian harus berdiri diam ketika musuh sedang keluar masuk dari posisi berlindung atau saat mendekat kalian. Dan kembali, peluru senjata yang kalian gunakan sangat jarang ditemukan, sehingga terkadang lebih baik bertarung melawan musuh menggunakan senjata melee bawaan yang memiliki daya serang sangat lemah.

Dengan sistem mekanisme bertarung yang cukup menyulitkan ditambah jarangnya bahan-bahan crafting yang ditemukan, kalian akan merasa cukup frustasi saat sedang melawan tiap boss di game ini, karena kekurangan peluru atau item healing yang dibutuhkan. Belum lagi ditambah dengan gerakan serangan para boss yang tidak dapat ditebak, dan ruangan bertarung yang sempit atau susah untuk dilalui. Dengan lokasi save point yang cukup jauh satu dengan lainnya, kalian akan seringkali mengulangi permainan dari tempat save terakhir, dan harus mengumpulkan kembali semua item yang ditemukan, menyelesaikan tiap teka-teki dan mengalahkan tiap musuh yang kalian temui.
Saat bermain terkadang kalian akan berpindah lokasi antara dunia nyata dan alam lain berbentuk labyrinth, membuat kalian harus berlari mencari jalan keluar sambil dikejar-kejar para Cenobite, dimana jika tertangkap maka akan membuat kalian otomatis mati dan gagal. Ini mungkin satu-satunya hal yang menarik dari game ini, dengan visual dan desain yang cukup unik namun sayangnya tidak dapat dinikmati dengan berhenti terdahulu untuk mengambil screenshot-screenshot.

Sesuai cerita, kalian memiliki artefak Genesis Configuration yang seiring alur cerita dapat digunakan sebagai senjata telekinesis dengan menembakkan benda-benda tajam atau semburan api ke arah musuh. Namun untuk menggunakannya kalian harus melukai musuh terdahulu hingga mereka seperti sekarat, baru dapat menyerang mereka menggunakan artefak tersebut. Dengan ini Genesis Configuration pun bukan menjadi sebuah senjata yang sangat efektif dan membantu, karena tidak memiliki semacam mana atau bahan bakar tersendiri seperti game-game action pada umumnya.
Nampaknya pihak developer ingin membuat Hellraiser: Revival menjadi suatu permainan yang seru dan menantang seperti seri RE dan Silent Hill, namun tidak mendapatkan formula yang tepat untuk mengimbangi jumlah para musuh yang harus dilawan dengan jumlah item-item yang harus dikumpulkan dan digunakan sebagai senjata atau healing. Dengan fokus pengalaman permainan dengan visual yang cukup menyerupai seri film-film Hellraiser, nampaknya jenis permainan game ini lebih tepat jika dibuat mirip dengan Condemned: Criminal Origins, atau lebih fokus ke kemampuan bertahan hidup seperti Outlast, atau sekalian dijadikan game walking simulator sinematik dengan fitur quick time event.

Presentation
Visual
Pihak developer Saber Interactive tidak main-main saat hendak mengadaptasi film Hellraiser menjadi sebuah video game. Sepanjang permainan kalian akan disuguhi dengan tampilan grafis yang cukup brutal, lengkap dengan badan-badan manusia yang termutilasi, club sadomasokisme penuh dengan para anggota dan perilakunya, dan segala macam faktor yang mirip dengan seri film horronya. Jika kalian penggemar berat seri Hellraiser maka akan sangat menyukai kisah terbaru ini, namun bagi para penggemar seri game survival horror harap waspada akan banyaknya tampilan visual yang sangat mengganggu.
Audio
Aktor Doug Bradley yang memainkan karakter Pinhead di seri film Hellraiser kembali hadir di game ini dengan menyumbangkan suara khas nya. Untuk musik dan suara latar belakang terdengar cukup biasa, tidak ada momen dimana saya mengingat ada musik yang membekas di kuping.

Value
Dengan durasi game kurang lebih 12 jam, tergantung dari pilihan tingkat kesulitan yang kalian pilih dan berapa sering kalian mengulang checkpoint karena kurangnya senjata dan item healing, dan juga terdapat dua pilihan ending yang dapat kalian buka keduanya dalam satu kali permainan. Bagi para completionist dan pengkoleksi trofi, game ini tidak terlalu sulit namun tidak memiliki chapter select, sehingga jika ada item collectible atau tantangan yang terlewat maka antara kalian mengulang permainan dari awal atau melakukan beberapa save yang terpisah.
Conclusions
Clive Barker’s Hellraiser: Revival adalah kisah terbaru dari seri film body horror legendaris, fokus kepada survival horror dan teka-teki, namun sayangnya terlihat seperti game anggaran rendah dengan kontrol yang buggy, dan sistem koleksi item-item bahan yang tidak sebanding dengan jumlah musuh dan berbagai kekurangan lainnya. Nampaknya game ini hanya akan menarik perhatian para fans serinya dibandingkan para fans genre survival horror pada umumnya.
+ Adaptasi seri film body horror yang otentik dan akurat
+ Visual yang mengerikan dan mengganggu
+ Doug Bradley kembali mengisi suara Pinhead
- Kontrol game terasa kaku dan buggy
- Desain labyrinth cukup membingungkan
- Mekanisme pertarungan terasa menyebalkan
- Item-item bahan sangat sedikit
- Fitur stealth kurang matang didevelop
- lokasi antar save point terlalu jauh
Clive Barker's Hellraiser: Revival adalah kisah terbaru dari seri film body horror legendaris, fokus kepada survival horror dan teka-teki, namun sayangnya terlihat seperti game anggaran rendah dengan kontrol yang buggy, dan sistem koleksi item-item bahan yang tidak sebanding dengan jumlah musuh dan berbagai kekurangan lainnya. Nampaknya game ini hanya akan menarik perhatian para fans serinya dibandingkan para fans genre survival horror pada umumnya.
![[News] SEGA Resmi Rilis STUPID NEVER DIES](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/images-41-115x115.jpeg)
![[Review] Dragon’s Dogma 2: Dark Arisen](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/Dragons-Dogma-2-Dark-Arisen-Banner-115x115.jpg)
![[Review] Castlevania: Belmont’s Curse](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/Castlevania-Belmonts-Curse-Banner-115x115.jpg)
![[Review] Clive Barker’s Hellraiser: Revival](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/Clive-Barkers-Hellraiser-Revival-Banner-200x250.jpg)
![[News] SEGA Resmi Rilis STUPID NEVER DIES](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/images-41-200x250.jpeg)
![[Review] Dragon’s Dogma 2: Dark Arisen](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/Dragons-Dogma-2-Dark-Arisen-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Castlevania: Belmont’s Curse](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/Castlevania-Belmonts-Curse-Banner-200x250.jpg)

![[Review] Tales of Eternia Remastered](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/Tales-of-Eternia-Remastered-Banner-200x250.jpg)
![[Event] Jakarta Game On 2026 Hadirkan Pengalaman Gaming Lengkap, dari Esports hingga Game Retro](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/1791524551_6tfUxF-200x250.jpg)
![[Review] Silver Pines](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/Silver-Pines-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Echo Weaver](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/Echo-Weaver-Banner-200x250.jpg)
![[Review] RATATAN (PS5)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/09/Ratatan-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Clive Barker’s Hellraiser: Revival](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/Clive-Barkers-Hellraiser-Revival-Banner-360x240.jpg)
![[Recap] Gamescom 2026 – Opening Night Live](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Gamescom-2026-Opening-Night-Live-360x240.jpg)
![[Review] Disney Epic Mickey: Rebrushed (NS2)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/Epic-Mickey-Rebrushed-Banner-360x240.jpg)
![[Event] Acara Jakarta Game On Siap Digelar 16-18 Oktober 2026](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/Asset-Press-360x240.jpeg)