Shadow Labyrinth
Bandai Namco Studios
Bandai Namco
17 Juli 2025
PS5, Xbox Series, Switch, Switch 2, PC
Metroidvania
Dewasa
Blu-ray, Cartridge, Game-Key, Digital
Rp 429.000 (Standard)
Rp 579.000 (Deluxe)
Siapa yang tak mengenal PAC-MAN? Sulit rasanya jika seorang gamer tidak mengenal karakter ikonik dengan game legendarisnya itu. Karakter tersebut oleh Toru Iwatani ini memang sangat terkenal, bahkan orang awam pun pasti familiar dengan nama yang satu ini.
Identik dengan warna kuning, PAC-MAN di era modern sering kali digambarkan sebagai sosok yang ceria, penuh semangat dan optimis. Namun, ada yang berbeda di tahun ini. Bandai Namco kembali mengangkat PAC-MAN ke dalam video game, namun dengan tema yang lebih gelap, kelam dan mencekam.
Mengusung judul SHADOW LABYRINTH, ke mana sebenarnya arah game PAC-MAN yang baru ini?
Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Story
Game ini menceritakan tentang seorang makhluk humanoid bernama Swordsman No. 8 yang terbangun dari sebuah kapsul dan mendapati dirinya terjebak di sebuah tempat gelap bagaikan labirin. Setelah terbangun, ia bertemu dengan sesosok makhluk bulat berwarna kuning yang mengenalkan dirinya sebagai PUCK. Makhluk tersebut menjelaskan bahwa dialah yang membangkitkan Swordsman No. 8 agar bisa membantunya untuk memenuhi misinya.
Siapa sebenarnya Swordsman No. 8?
Apa sebenarnya tujuan PUCK?
Temukan jawabannya dengan memainkan Shadow Labyrinth!
Gameplay
Berbeda dengan game-game PAC-MAN sebelumnya yang mengusung genre Puzzle, Action atau Platformer, Shadow Labyrinth mengambil pendekatan Metroidvania bergaya 2D, genre favorit para developer indie. Dalam game ini, Anda tidak akan berperan sebagai PAC-MAN, melainkan seorang humonaoid bernama Swordsman No. 8. Sosok PAC-MAN akan menemani Anda dalam wujud makhluk kuning bernama PUCK.
Metroidvania sendiri merupakan istilah gabungan dari dua seri game terkenal, yaitu Metroid dan Castlevania. Genre ini menuntut para pemainnya untuk melewati rintangan yang ada dengan berlari, melompat, berguling, Wall Jump, Double Jump dan aksi-aksi lainnya. Ciri khas Metroidvania sendiri bisa terlihat dari peta dunianya yang saling terhubung satu sama lain dalam denah yang luas. Banyak area-area yang biasanya belum bisa diakses di awal permainan karena keterbatasan kemampuan karakter. Namun, seiring berjalannya progress, nantinya Anda bisa kembali ke area sebelumnya menggunakan kemampuan baru untuk mengumpulkan collectibles atau yang lainnya.
Game ini tidak memiliki alur yang pasti dan linear seperti game sejenisnya karena Anda tidak pernah dituntun oleh “Main Quest” atau titik objektif yang ingin dituju sehingga Anda bebas menjelajahi dunianya dengan urutan apapun selama Anda bisa melalui rintangannya. Di sepanjang areanya, terdapat beberapa titik Save Point dan Checkpoint yang bisa menjadi tempat persinggahan Anda sementara. Save Point berfungsi untuk memulihkan kesehatan, Fast Travel hingga tempat untuk melakukan upgrade karakter, sementara Checkpoint hanya bisa memulihkan kesehatan dan menjadi tempat respawn karakter saat mati.
Seperti game Metroidvania pada umumnya, Shadow Labyrinth akan menuntun Anda lewat sesi tutorial yang memperkenalkan berbagai mekanik dasar permainannya di awal perjalanan. Swordsman No. 8 bisa melakukan beberapa kemampuan dasar seperti berlari, melompat, merunduk, sliding dan dodge. Selain itu, ia juga akan mendapatkan bekal berupa pedang yang akan menjadi senjata utamanya.
Karakter Anda punya dua parameter utama yang harus diperhatikan, yaitu HP dan ESP. Nantinya, kedua parameter ini bisa diupgrade menjadi lebih panjang dari jumlah default-nya. Bar ESP berperan layaknya stamina dalam game Soulslike, di mana bar ini akan berkurang apabila Anda melakukan beberapa aksi tertentu seperti Dodge. Apabila bar ini terkuras habis, maka karakter Anda akan masuk dalam kondisi Overheat yang membuatnya rentan dan tidak bisa melakukan beberapa gerakan untuk sementara waktu. Namun, bar ini akan terisi ulang secara otomatis seiring berjalannya waktu.
Sekilas, game ini terlihat seperti game Metroidvania generik tanpa keistimewaan. Namun, ada satu fitur gimmick yang membuat game ini terasa berbeda, yaitu M-Shift Mode, di mana sang protagonis bisa berubah bentuk menjadi seorang PAC-MAN. Ya, PAC-MAN klasik yang hobi memakan biji-bijian dalam labirin itu. Jadi, ketika Anda menemukan area dengan jalu bergaris biru, karakter Anda akan otomatis berubah wujud menjadi PAC-MAN dan bisa berjalan di lantai, dinding bahkan langit-langit, asalkan masih ada garis birunya.
Selama berada dalam wujud PAC-MAN, Anda tetap bisa melakukan beberapa aksi seperti menyerang dan melompat. Bahkan, Anda bisa mengatur lompatan dan serangan dengan sedikit panduan garis putus-putus yang mengarahkan lompatan sang PAC-MAN. Dengan efek suara khas saat memakan biji-bijian, bagian ini memberikan nuansa nostalgia bagi para penggemar PAC-MAN. Selain itu, fitur ini juga terasa cukup menyegarkan karena bisa membuka banyak ruang eksplorasi baru yang sebelumnya tak terpikirkan.
Di pertengahan permainan nanti, Swordsman No. 8 mendapatkan kemampuan akan mendapatkan kemampuan baru yang membuatnya bisa berubah wujud menjadi sosok makhluk raksasa bernama GAIA. Kemampuan ini menambahkan satu parameter baru berwarna ungu yang akan terisi ketika Anda menyerang musuh. Saat parameter terisi penuh, Anda bisa berubah dengan menekan tombol L3 + R3 bersamaan untuk berubah menjadi makhluk tersebut.
Saat berada dalam GAIA Mode, karakter Anda bisa melewati berbagai rintangan yang tidak bisa dilewati dalam wujud normal seperti uap panas, jalan berduri dan lain sebagainya. Menariknya, selain untuk berubah wujud, Anda juga bisa memanggil bayangan sosok GAIA untuk memakan musuh-musuh yang telah Anda kalahkan dengan tombol R3. Keuntungan memakan musuh adalah Anda bisa mendapatkan item-item material yang nantinya bisa digunakan untuk meng-upgrade karakter.
Varian musuh yang Anda hadapi cukup bervariasi. Ada yang bisa lompat, ada yang bisa menyeruduk, ada yang bisa menembak, ada yang bisa terbang dan lain sebagainya. Tapi, kadang kami merasa desain musuhnya terasa kurang cocok dengan bioma dunianya. Pertarungan boss-nya sendiri akan cukup menyita perhatian dan memacu adrenalin Anda, tapi tingkat kesulitannya sendiri bisa dibilang masih dalam taraf normal karena pola serangan mereka tidak terlalu banyak dan masih bisa dibaca dengan baik.
Presentation
Visual
Seperti game Metroidvania pada umumnya, Shadow Labyrinth dibalut dalam visual 2.5D yang didominasi oleh warna gelap untuk memperkuat tema kelamnya. Anda akan menemukan banyak warna kontras dari desain musuh maupun objek-objek sekitar yang membuatnya terlihat kurang menyatu. Setiap gerakan animasi karakternya memang berjalan cukup mulus, tapi ada satu masalah besar yang menurut kami cukup fatal di sini, yaitu arahan visualnya.
Selain karakter PUCK yang memang identik dengan PAC-MAN, karakter-karakter lainnya seperti tidak punya identitas khusus yang membuatnya terlihat atraktif, mulai dari desain musuh yang kurang menarik, NPC yang agak hambar, tampilan boss yang kurang intimidatif hingga sosok karakter utama yang kurang menjual. Selain itu, meskipun ada beberapa level yang terinspirasi dari dunia PAC-MAN, namun secara keseluruhan desain dunianya terasa terlalu mirip satu sama lain sehingga mudah sekali merasa tersesat di satu titik tertentu.
Audio
Untungnya dari sisi audio, game ini tampil sedikit lebih baik karena soundtrack yang dibawakannya mendukung atmosfer gelap yang dibawakan. Saat melakukan eksplorasi, musiknya terasa mencekam, namun saat memasuki pertarungan boss, musik berganti menjadi lebih intens untuk membakar adrenalin pemain. Oh iya, efek suara khas dari game PAC-MAN klasik juga tetap dihadirkan saat PUCK sedang memakan biji-bijian, sehingga bisa membuat kita sedikit bernostalgia di dunia yang suram ini.
Value
Metroidvania jelas ukanlah genre yang biasa dibawakan oleh studio sekelas Bandai Namco karena biasanya ini menjadi genre favorit para developer indie. Banyak aspek dalam game ini yang membuatnya unggul dari game sejenisnya seperti perubahan wujud menjadi PAC-MAN yang membuka potensi eksplorasi baru, tetapi di sisi lain malah jauh di bawah standar seperti desain level yang membingungkan atau titik objektif yang tidak jelas arah dan tujuannya, sehingga mudah sekali membuat pemain tersesat. Untungnya, meskipun datang dari publisher raksasa, game ini tidak dibanderol dengan harga AAA sehingga terbilang masih terjangkau dan bisa masuk dalam radar Anda.
Conclusions
Cukup aneh sebenarnya ketika ulang tahun ke-45 serial PAC-MAN dirayakan dengan sebuah produk yang tidak menonjolkan sosok PAC-MAN itu sendiri. Shadow Labyrinth adalah produk yang “Hit n’ Miss”. Anda bisa sangat menyukainya atau malah membencinya karena punya kelebihan dan kekurangan yang jumlahnya hampir seimbang.
Bagi gamer yang menyukai genre Metroidvania, mungkin bisa menyukai dan menerimanya dengan baik. Tapi, bagi penggemar PAC-MAN yang selama ini mengenalnya sebagai sosok yang lucu dan menggemaskan, sulit untuk menerima game ini sebagai bagian dari franchise PAC-MAN.
+ Cerita berlapis penuh teka-teki
+ Metroidvania yang solid
+ Pertarungan yang memuaskan
+ Perubahan wujud tambah variasi gameplay
+ Tingkat kesulitan cukup menantang
+ Animasi pergerakan mulus
+ Soundtrack cukup oke
+ Efek suara PAC-MAN
- Kontrol platforming agak "licin"
- Desain level yang mudah membuat pemain tersesat
- Minim petunjuk untuk tujuan selanjutnya
- Jarak antar Checkpoint terlalu jauh
- Ada upgrade yang bisa hilang saat mati







![[Review] NINJA GAIDEN 4](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Ninja-Gaiden-4-Banner-115x115.jpg)
![[Review] The Legend of Heroes: Trails Beyond The Horizon](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Trails-Beyond-The-Horizon-Banner-115x115.jpg)
![[News] Sony Umumkan HYPERPOP Collection untuk PS5](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/Hyperpop-Collection-2026-Banner-115x115.jpg)
![[Review] NINJA GAIDEN 4](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Ninja-Gaiden-4-Banner-200x250.jpg)
![[Review] The Legend of Heroes: Trails Beyond The Horizon](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Trails-Beyond-The-Horizon-Banner-200x250.jpg)
![[Review] FAIRY TAIL: DUNGEONS](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/Fairy-Tail-Dungeons-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Love Too Easily 2: Summer Pocha](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Love-Too-Easily-2-Banner-200x250.jpg)
![[News] Sony Umumkan HYPERPOP Collection untuk PS5](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/Hyperpop-Collection-2026-Banner-200x250.jpg)
![[Review] S.T.A.L.K.E.R 2: Heart of Chornobyl (PS5)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/STALKER-2-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Solo Leveling: ARISE OVERDRIVE](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Solo-Levelling-Arise-OVERDRIVE-Banner-200x250.jpg)
![[Review] A.I.L.A.](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/AILA-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Cloudheim](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Cloudheim-Banner-200x250.jpg)
![[Review] NINJA GAIDEN 4](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Ninja-Gaiden-4-Banner-360x240.jpg)
![[News] Bocoran Gameplay Assassin’s Creed Mirage Mengemuka!](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2023/05/Assassins-Creed-Mirage-official-screenshots-1-scaled-1-360x240.jpg)
![[Review] FAIRY TAIL: DUNGEONS](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/Fairy-Tail-Dungeons-Banner-360x240.jpg)
![[Review] Love Too Easily 2: Summer Pocha](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Love-Too-Easily-2-Banner-360x240.jpg)