Octopath Traveler 0
Dokidoki Grooveworks
Square Enix
4 Desember 2025
PS4, PS5, Xbox Series, Switch, Switch 2, PC
RPG
Remaja
Blu-ray, Cartridge, Game-Key Card, Digital
5 GB
Rp 729.000 (Standard)
Rp 879.000 (Deluxe)
Octopath Traveler, sebuah IP RPG milik Square Enix yang pertama kali tercipta pada tahun 2018 dan memperkenalkan gaya visual modern bernama HD-2D. Game ini punya ciri khas di mana Anda dapat memilih satu dari delapan protagonis yang punya cerita dan tujuannya masing-masing. IP ini sudah mendapatkan satu sekuel dan satu game Mobile dalam kurun waktu tujuh tahun.
Di penghujung tahun 2025 ini, Square Enix kembali melahirkan seri baru untuk Octopath Traveler yang rilis di hampir semua platform. Namun, kali ini mereka bukan menghadirkan sebuah sekuel, melainkan sebuah prekuel dengan angka nol di belakang judulnya. Meskipun mundur ke belakang, namun bukan berarti kualitas juga mundur, Square Enix justru menghadirkan beberapa pembaharuan dan memperbaiki kekurangan dari game-game sebelumnya.
Apa saja yang ditawarkan oleh Octopath Traveler 0?
Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Story
Cerita dalam game ini berlatarkan di sebuah benua fiktif bernama Orsterra, tempat yang sama dengan latar tempat Octopath Traveler pertama dan Champions of the Continent.
Game ini berfokus pada cerita tentang seorang protagonis (karakter ciptaan Anda) yang berasal dari sebuah desa dari daerah Woodlands bernama Wishvale. Sang protagonis baru saja ditunjuk sebagai anggota baru penjaga kota untuk membantu penduduk Wishvale mempersiapkan tradisi ritual yang dikenal dengan sebutan Kindling. Bersama teman masa kecilnya, Stia dan Phenn, mereka mendapatkan batu api biru yang dibutuhkan untuk ritual.
Saat desa Wishvale sedang mengadakan festival untuk menjalankan ritual, tiba-tiba saja terjadi tragedi mengenaskan. Desa Wishvale diserang oleh sekelompok orang yang dipimpin oleh Tytos. Desa Wishvale yang damai, tiba-tiba berubah menjadi lautan api. Warga Wishvale pontang-panting berlarian, namun tidak semuanya berhasil menyelamatkan diri. Bahkan, kedua orang tua sang protagonis harus meregang nyawa dalam peristiwa ini.
Bagaimana kelanjutan nasib sang protagonis setelah desa Wishvale hancur lebur?
Semua jawaban itu bisa Anda temukan dengan memainkan Octopath Traveler 0!

Gameplay
Terlepas dari angka nol yang diusung pada judulnya, faktanya Octopath Traveler 0 adalah game keempat dalam franchise ini. Tidak hanya itu saja, latar game ini juga berada dalam semesta yang sama dengan game pertama dan game mobile-nya (Championsh of the Continent), yaitu benua Orsterra.
Berbeda dengan dua game sebelumnya, di mana Anda dapat memilih satu dari delapan karakter protagonis yang sudah disediakan, di sini Anda harus menciptakan karakter protagonis Anda sendiri lewat Character Creation, seperti memberinya nama, memilih tampilan fisiknya, gaya dan warna rambut, warna mata, jenis suara, skill, job pertama bahkan makanan favoritnya. Sayangnya, meskipun bisa memilih jenis suaranya, karakter Anda akan lebih banyak membisu dalam percakapan dan hanya mengeluarkan suara saat-saat tertentu saja.
Berikut kami bahas aspek gameplay selengkapnya:

Adventure
Anda akan berpetualang di sebuah dunia bernama Orsterra yang terbagi atas delapan wilayah berbeda, di antaranya Frostlands, Flatlands, Coastlands, Highlands, Sunlands, Riverlands, Cliftlands dan Woodlands. Kedelapan wilayah itu memiliki kultur, kota, dungeon, jalan setapak, penduduk, logat dan jenis monster yang berbeda-beda. Di awal, Anda harus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki, namun ada fitur Fast Travel agar Anda bisa kembali ke tempat yang sudah Anda kunjungi sebelumnya.
Anda akan memulai petualangan dari sebuah desa bernama Wishvale yang terletak di benua Orsterra, latar yang sama dengan game pertamanya. Karakter Anda akan terbangun dari tidurnya, kemudian turun ke bawah untuk bertemu Ibu dan Ayahnya, bertemu dengan para NPC di desa dan menjalankan misi yang diberikan.
Petualangan Anda yang sebenarnya baru benar-benar dimulai ketika chapter prolog selesai dan menyisakan desa Wishvale yang sudah hancur lebur karena diserang oleh pasukan yang dipimpin oleh pria bernama Tytos. Setelah itu, datanglah seseorang bernama Nomos yang mengatakan bahwa karakter protagonis Anda telah terpilih menjadi pengguna cincin Flamebringer.
Nomos pun menanyakan pada Anda untuk menjawab apa yang Anda cari dari petualangan antara Kekayaan (Wealth), Kekuasaan (Power) atau Ketenaran (Fame). Apapun yang Anda pilih, sebenarnya tidak akan mempengaruhi jalan cerita karena ketiga cerita tersebut bisa Anda jalani semuanya sesuai kehendak. Selain alur cerita balas dendam kepada tiga sosok tirani, ada juga alur cerita tentang restorasi di mana karakter Anda dan teman-teman Anda berniat untuk membangun kembali desa Wishvale yang kami jelaskan di bawah nanti.
Selain cerita utama, game ini juga menyajikan beragam misi sampingan yang sayang untuk dilewatkan. Beberapa misi sampingan menyertakan cerita yang cukup menarik. Bahkan, tidak jarang misi-misi sampingan ini menuntut aksi Path Action, sebuah kemampuan kemampuan aktif yang bisa Anda picu saat eksplorasi terhadap NPC seperti meminta item, membeli item dengan menawar, menanyakan informasi atau bahkan merekrutnya ke dalam tim untuk menjadi karakter pendukung. Dari sisi fitur eksplorasi, sebenarnya tidak banyak perubahan dari seri sebelumnya, malah cenderung berkurang karena fitur pergantian waktu siang dan malam dari seri keduanya justru dihilangkan.
Battle
Sistem pertarungan dalam game ini masih mengadopsi sistem serupa dari game sebelumnya, yaitu Classic Turn-based dengan mekanik Break & Boost sebagai fitur utamanya. Pertemuan dengan musuh juga masih menggunakan Random Encounter ketika berada di field atau dungeon. Potensi bertemu musuh akan meningkat jika Anda berlari dengan warna peta yang berubah menjadi merah.
Bagi Anda yang belum paham, sistem Break & Boost dalam game ini adalah fitur yang membuat pertarungannya terasa lebih taktis dari game Turn-based lainnya. Sistem ini mengizinkan Anda untuk mengakumulasikan banyak aksi menjadi satu dalam satu kali giliran karakter.
Masing-masing karakter maksimal dapat menyimpan lima slot Boost yang akan terisi jika Anda memberikan perintah apapun dalam pertarungan. Akan tetapi, slot ini tidak akan terisi jika fitur Boost digunakan. Dalam satu kali penggunaan, Boost hanya bisa digunakan tiga slot atau empat kali lipat dari perintah normal. Serangan normal akan dilancarkan maksimal sebanyak empat kali, sementara Skill lainnya akan memiliki fungsi yang lebih kuat dari biasanya.

Setiap musuh yang Anda hadapi memiliki kelemahan yang bisa Anda eksploitasi. Musuh yang baru pertama kali Anda temui, slot kelemahannya masih terkunci dalam tanda tanya sampai Anda menemukannya. Satu hal yang perlu Anda ketahui bahwa daftar kelemahan musuh selalu dalam urutan yang sama, yaitu Sword, Spear, Dagger, Axe, Bow, Staff, Tome, Fan, Fire, Ice, Lightning, Wind, Holy dan Dark. Dengan urutan yang sudah pasti itu, Anda bisa menebak kelemahan musuh jika ada slot kelemahan yang masih terkunci ketika beberapa di antaranya sudah terungkap.
Setelah berhasil mengeksploitasi kelemahan musuh, hal yang perlu Anda perhatikan dalam pertarungan adalah urutan giliran dan pertahanan musuh yang dipresentasikan menggunakan angka dalam tameng. Urutan giliran karakter akan menyesuaikan atribut Speed yang dimilikinya. Jika Anda berhasil menyerang musuh sesuai kelemahannya, angka pertahanan mereka akan terus berkurang sampai akhirnya mencapai kondisi Break. Kondisi ini sangat menguntungkan pemain, karena selain pertahanannya yang merosot, mereka juga akan kehilangan kesempatan menyerang sampai kembali pulih. Untungnya, kondisi ini hanya berlaku pada musuh, sehingga Anda tak perlu khawatir kondisi Break menghampiri karakter party.
Strategi matang yang Anda hasilkan, nantinya akan memberikan bonus pada akhir pertarungan. Terdapat tiga jenis bonus, yaitu Untouched, Break dan Domination. Untouched memberikan hadiah berupa uang ekstra yang bisa Anda raih jika mengalahkan musuh tanpa terkena damage sekalipun. Break akan memberikan ekstra experience points jika Anda berhasil membuat musuh memasuki kondisi Break. Sedangkan Domination bisa Anda raih jika berhasil melibas seluruh musuh dalam satu giliran saja.

Meskipun mengadopsi sistem pertarungan yang serupa, namun game ini menghadirkan beberapa pembaharuan yang membuatnya berbeda, salah satunya adalah jumlah karakter party yang bisa Anda bawah. Ya, kini Anda bisa membawa delapan karakter sekaligus dalam satu party yang terbagi menjadi dua baris, yaitu baris depan dan belakang.
Jadi, empat karakter di baris depan akan berperan sebagai party aktif, sementara empat lainnya menjadi cadangan. Anda bisa bergonta-ganti karakter yang ada di depan dan belakang saat giliran mereka tiba. Namun, Anda hanya bisa bertukar peran dengan karakter yang ada tepat di belakang karakter yang bersangkutan, jadi tidak bisa menyamping. Kendati demikian, tambahan jumlah karakter ini sangat berguna untuk menunjang pertarungan karena Anda jadi bisa membawa lebih banyak karakter dengan varian senjata dan elemen yang lebih beragam, sehingga lebih mudah untuk mengeksploitasi kelemahan musuh.
Keuntungan lain dari karakter yang ada di baris belakang adalah mereka tidak akan terkena serangan. Jadi, jika ada karakter yang sekarat, Anda bisa mengganti mereka dengan karakter di belakangnya, sehingga risiko mati lebih minim karena karakter yang masih mati saat pertarungan selesai, tidak mendapat EXP dan Job Points.
Party & Job
Seperti yang sudah kami utarakan sebelumnya, di sini karakter protagonis utama Anda hanyalah satu, yaitu avatar yang Anda buat di awal. Namun di sisi lain, game ini juga menyediakan fitur untuk merekrut karakter-karakter party baru yang siap mengisi slot kosong dalam tim Anda, mirip dengan apa yang pernah diterapkan game Suikoden dulu.
Selain karakter protagonis Anda, total ada 35 karakter yang bisa Anda rekrut untuk menjadi karakter party. Ada yang terikat oleh cerita, ada juga karakter opsional yang bisa Anda rekrut lewat misi sampingan. Yang jelas, untuk merekrut mereka, Anda perlu menyelesaikan suatu persyaratan tertentu agar mereka mau bergabung ke dalam tim. Untungnya, karakter-karakter ini bisa Anda rekrut kapan pun tanpa batasan waktu. Selain itu, indikator untuk misi sampingan pun terlihat di peta dan menu Quest, sehingga Anda tidak perlu khawatir akan ada karakter yang terlewat.
Lalu, bagaimana dengan sistem pergantian Job Class? Sistem tersebut masih ada, namun hanya terbatas pada karakter protagonis Anda, sementara karater party lainnya hanya terikat pada satu job permanen saja. Menurut kami, aturan baru ini bagaikan dua sisi mata uang.
Positifnya, Anda bisa lebih fokus untuk mengembangkan karakter protagonis tanpa perlu banyak memikirkan karakter sampingan. Negatifnya, jumlah job yang bisa dipakai oleh protagonis terbatas hanya ada delapan saja karena ada job-job khusus yang terikat pada karakter tertentu. Selain itu, protagonis Anda juga hanya bisa menggunakan satu job saja dalam satu waktu, tidak seperti di OT2 yang bisa merangkap dua job sekaligus.

Town Building
Salah satu fitur baru yang diterapkan dalam game ini dan skalanya cukup masif adalah Town Building. Jadi selain misi balas dendam atas kehancuran desa Wishvale, sang protagonis juga punya misi utama lainnya yang bisa Anda jalani secara paralel, yaitu merestorasi desa Wishvale dan mengajak kembali para NPC untuk hidup di desa tersebut.
Fitur ini dibuat cukup ramah pemula dan tidak serumit game-game simulasi manajemen pada umumnya. Jadi, Anda bisa membangun berbagai fasilitas seperti rumah, bar, peternakan, ladang dan lain sebagainya menggunakan sumber daya yang Anda kumpulkan dari petualangan.
Tiap NPC biasanya punya keahliannya masing-masing seperti bisa menyediakan batu, piawai dalam bercocoktanam, suka beternak dan lain sebagainya. Jadi, tugas Anda adalah memasangkan fasilitas yang ada dengan keahlian para penduduk tersebut. Tidak hanya itu saja, Anda juga bebas meletakkan properti yang ada di tempat yang Anda inginkan. Namun, penempatan ini tetap punya keterbatasan seperti tidak bisa memutar posisi bangunan atau menghilangkan semak-semak yang sudah ada sejak awal.
Oh iya, dekorasi-dekorasi yang Anda pasang juga punya efek buff yang membuat petualangan dan pertarungan Anda lebih efisien. Misalnya, jika Anda punya save data game Octopath Traveler I dan II, Anda bisa mendapatkan item dekorasi khusus yang bisa meningkatkan peroleh jumlah EXP dan Job Point (JP).

Presentation
Visual
Teknik visual HD-2D mungkin menjadi salah satu penemuan terbaik yang pernah dilakukan oleh Square Enix. Menggunakan teknik ini, mereka berhasil menggabungkan antara gaya visual tradisional 2D ala Pixel Art dengan lingkungan 3D, sehingga menghasilkan presentasi dramatis ala diorama. Tak heran jika gaya visual ini telah dipatenkan oleh Square Enix agar tidak dicuri oleh developer lain.
Jika membandingkannya dengan kualitas visual Octopath Traveler II, sebenarnya terlihat ada sedikit penurunan kualitas, terutama pencahayaan, sudut pandang kamera dan efek-efek partikel karena game ini sejatinya dibuat berdasarkan Octopath Traveler: Champion of the Continent, yang mana game tersebut rilis beberapa tahun lebih dulu dari seri keduanya.
Audio
Octopath Traveler adalah salah satu IP JRPG yang punya musik yang sangat indah. Yasunori Nishiki kembali ditunjuk sebagai komposer utama yang mengaransemen musiknya. Irama musiknya terasa melankolis dan syahdu, akan membuat Anda terhanyut dalam setiap momen cerita dan pertarungannya.
Di game ini, ada banyak sekali aset musik lama dari seri pertamanya yang digunakan kembali di sini. Bukan hal yang negatif, mengingat keduanya berada dalam semesta yang sama. Selain itu, musik-musiknya juga masih enak didengar meskipun sudah berusia lebih dari tujuh tahun.
Tidak hanya musiknya, sulih suara game ini juga menghadirkan kualitas yang jempolan. Anda bisa merasakan bagaimana emosi setiap karakternya saat percakapan. Ekspresinya tersampaikan dengan baik berkat kualitas akting yang luar biasa dari para aktornya. Satu hal yang patut kami sayangkan hanya satu, yaitu protagonis yang lebih banyak membisu, mirip dengan pengalaman yang Anda dapatkan saat memainkan game Dragon Quest.
Value
Octopath Traveler I & II adalah dua game JRPG yang fantastis dari segi gameplay, visual dan audio. Namun, kritik mengalir deras kepada kedua judul tersebut karena penyampaian cerita yang putus-putus dan tidak ada kesinambungan antara satu karakter dengan karakter lainnya, seolah mereka hanya bidak catur yang melengkapi pertarungan saja.
Kekurangan tersebut akhirnya diperbaiki dalam Octopath Traveler 0. Dengan mengusung protagonis tunggal sebagai karakter utama, kini semua ceritanya terhubung menjadi satu kesatuan, sehingga alurnya lebih jelas dan punya tujuan. Tidak hanya itu saja, karakter party Anda kini terasa punya alasan yang jelas mengapa mereka mau bergabung dengan tim Anda dan bukan hanya sekedar pelengkap saja.
Conclusions
Octopath Traveler 0 adalah paket lengkap JRPG yang bisa dinikmati oleh pemula maupun veteran. Square Enix berhasil memperbaiki kekurangan dari seri sebelumnya, terutama dari sisi penceritaan dan pengembangan karakter. Apalagi ditambah dengan fitur baru Town Building, game ini terasa semakin lengkap sebagai sebuah JRPG yang ideal. Kualitas visualnya memang agak sedikit menurun dibanding seri kedua, namun hal tersebut sama sekali tidak mengurangi keseruan selama permainan.
Tidak ada keharusan untuk memainkan tiga seri sebelumnya agar bisa memahami game ini, akan tetapi apabila pernah, tentu ada nilai nostalgianya tersendiri yang bisa Anda dapatkan ketika bertemu dengan karakter-karakter yang kembali hadir di sini.
+ Cerita terfokus pada satu karakter protagonis
+ Character Creation yang fleksibel
+ Cerita yang saling terhubung
+ Kebebasan menjalani quest
+ Eksplorasi bermanfaat
+ Navigasi yang lebih baik
+ Sistem pertarungan yang memuaskan
+ Bisa membawa delapan karakter dalam pertarungan
+ Fitur Town Building yang menarik
+ Musik orkestra yang megah
+ Sulih suara berkualitas
+ Dua opsi suara, Bahasa Inggris dan Jepang
- Kualitas visual agak menurun dibanding seri kedua
- Encounter Rate yang cukup tinggi





![[Review] NINJA GAIDEN 4](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Ninja-Gaiden-4-Banner-115x115.jpg)
![[Review] The Legend of Heroes: Trails Beyond The Horizon](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Trails-Beyond-The-Horizon-Banner-115x115.jpg)

![[Review] NINJA GAIDEN 4](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Ninja-Gaiden-4-Banner-200x250.jpg)
![[Review] The Legend of Heroes: Trails Beyond The Horizon](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Trails-Beyond-The-Horizon-Banner-200x250.jpg)
![[Review] FAIRY TAIL: DUNGEONS](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/Fairy-Tail-Dungeons-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Love Too Easily 2: Summer Pocha](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Love-Too-Easily-2-Banner-200x250.jpg)
![[News] Sony Umumkan HYPERPOP Collection untuk PS5](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/Hyperpop-Collection-2026-Banner-200x250.jpg)
![[Review] S.T.A.L.K.E.R 2: Heart of Chornobyl (PS5)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/STALKER-2-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Solo Leveling: ARISE OVERDRIVE](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Solo-Levelling-Arise-OVERDRIVE-Banner-200x250.jpg)
![[Review] A.I.L.A.](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/AILA-Banner-200x250.jpg)

![[News] Bocoran Gameplay Assassin’s Creed Mirage Mengemuka!](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2023/05/Assassins-Creed-Mirage-official-screenshots-1-scaled-1-360x240.jpg)
![[Review] FAIRY TAIL: DUNGEONS](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/Fairy-Tail-Dungeons-Banner-360x240.jpg)
![[Review] Love Too Easily 2: Summer Pocha](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Love-Too-Easily-2-Banner-360x240.jpg)