Legacy of Kain: Ascendance
Bit Bot Media
Crystal Dynamics
31 Maret 2026
PS5, Xbox Series, Switch, Switch 2, PC
Action-sidescrolling
Dewasa
Digital
Berawal dari kampanye Kickstarter yang sukses, akhirnya kita mendapatkan kisah terbaru dari seri Legay of Kain setelah lebih dari 20 tahun, berjudul Legacy of Kain: Ascendance. Menjembatani antara kisah Blood Omen dan Soul Reaver, kalian kembali memainkan kedua protagonis utama, Kain dan Raziel, ditambah seorang karakter baru bernama Elaleth, yang merupakan saudari Raziel. Dengan tampilan permainan mengambil genre action platforming era 16-bit, apakah game ini akan memuaskan bagi para fans Legacy of Kain lama dan baru?
Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Story
Terperangkap dalam pusaran waktu akibat ulah licik Morbius, Elaleth berusaha membalas dendam kepada saudara laki-lakinya Raziel karena terpaksa membunuh kekasihnya setelah menyaksikan dirinya berubah menjadi vampir. Raziel memotong tangan Elaleth untuk mencegahnya terinfeksi namun tidak berhasil. Kisah balas dendam ini mencoba menyamakan kompleks kisah game-game Legacy of Kain pendahulu, sambil mengisi kekosongan di antara akhir Blood Omen dan pembuka Soul Reaver, namun sebagai karakter utama Elaleth terlihat cukup sederhana dan linear jika dibandingkan Kain dan Raziel.
Temukan kisah lengkapnya dengan memainkan Legacy of Kain: Ascendance!
Gameplay
Kali ini kalian akan memainkan Elaleth, Raziel dan Kain secara bergantian, sama seperti Legacy of Kain: Defiance. Tiap karakter memiliki kemampuan dan gerakan yang berbeda satu dengan lainnya, namun tetap hanya menggunakan tiga tombol untuk memainkan mereka, yaitu: lompat, menyerang, dan melaju cepat. Terdapt juga tombol untuk melakukan block atau parry, namun selama memainkan game ini hampir tidak saya gunakan, karena serangan para musuh tidak terlalu susah.
Elaleth memiliki sayap kelelawar sehingga dapat terbang dan melayang di udara; Kain tidak dapat terbang atau melayang namun dapat berubah menjadi kelelawar untuk berpindah-pindah antar platform. Kedua karakter tipe vampir ini memiliki HP yang akan turun terus secara bertahap, sehingga mereka harus meminum darah dari para musuh yang sekarat dan para tahanan penjara yang terletak secara acak di tiap stage, tanpa penjelasan mengapa mereka dipenjara dan apa kejahatan mereka sebelumnya.

Untuk Raziel, kalian akan memainkan baik versi manusia dan vampir, dimana saat kalian memainkan versi manusia dapat membakar para vamapir agar mereka tidak bangkit kembali. Dengan cuma menggunakan empat tombol, game ini mengingatkan kepada konsol era SNES atau Game Boy Advance dimana mayoritas game-game di saat itu dimainkan dengan tombol-tombol yang sederhana dan tidak rumit.
Namun dengan sederhananya tombol-tombol game yang digunakan untuk memainkan Ascendance, memiliki efek kepada pertarungan yang minim variasi sehingga terasa repetitif. Ditambah dengan cukup banyaknya lokasi checkpoint membuat memainkan game ini menggunakan tingkat kesulitan paling tinggi tidak terasa susah, hanya cukup memiliki kesabaran dan bermain secara taktis.

Sekilas Legacy of Kain: Ascendance terlihat seperti game-game bergenre Metroidvania dengan desain visual pixelnya, namun sangat disayangkan tidak memiliki jenis permainan seperti itu. Tiap stage kalian akan ditentukan memainkan satu dari ketiga karakter utama, dengan bergerak dari layar kiri ke kanan melawan tiap musuh yang muncul di layar, sambil mencari jalan antara ke atas atau ke bawah sambil melewati lubang-lubang jurang dan rintangan lain. Yang cukup menyebalkan adalah obor api yang apabila tersentuh karakter kalian akan terkena damage yang cukup besar sambil terlempar ke samping, dimana sering kali saya mati berkali-kali karena rintangan satu ini.

Presentation
Visual
Walau memberikan efek nostalgia dengan desain visual pixel 16-bit, namun Ascendance terlihat kurang cocok untuk seri game ini. Blood Omen: Legacy of Kain rilis di konsol PlayStation pertama dan PC dengan tampilan isometrik dengan detil yang cukup bagus
Audio
Simon Templeman dan Michael Bell kembali mengisi suara menjadi Kain dan Raziel di Ascendance, membuat tiap seri Legacy of Kain terlihat cukup konsisten. Lagu latar belakang terdengar menarik dan memberikan semangat bermain, namun suara-suara efek permainan terdengar biasa saja.

Value
Bagi kalian yang ingin menambah koleksi trofi Platinum, trofi-trofi Legacy of Kain: Ascendance tidak terlalu sulit untuk didapat. Sayangnya kita tidak mendapatkan komik dari kampanye Kickstarter berupa versi digital di game ini, agar lebih mengetahui latar belakang Elaleth dan Raziel.
Conclusions
Legacy of Kain: Ascendance mencoba menghadirkan babak baru dari seri Legacy of Kain setelah sekian lama, namun sayangnya tidak dapat disandingkan dengan game-game pendahulunya. Bagi para fans berat seri ini mungkin dapat mencobanya namun jangan berharap terlalu tinggi.
+ Babak tambahan kepada dunia Legacy of Kain
+ Voice acting dan musik latar belakang
+ Nostalgia game era SNES
- Pertarungan kurang variasi dan membosankan
- Sangat singkat
- Visual kurang cocok untuk seri game ini

![[Review] ICARUS: Console Edition](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Icarus-Banner-115x115.jpg)
![[Review] Mega Man Star Force Legacy Collection](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/Mega-Man-Star-Force-Legacy-Collection-Review-Banner-115x115.jpg)
![[Event] Survey Berhadiah: Riset Pasar RPG Indonesia 2026](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/Survey-Berhadiah-PlayVerse-200x250.jpg)
![[Review] KuloNiku: Bowl Up!](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/KuloNiku-Banner-200x250.jpg)
![[Review] I Am Jesus Christ](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/I-Am-Jesus-Christ-Banner-200x250.jpg)

![[Review] ICARUS: Console Edition](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Icarus-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Island of Hearts](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Island-of-Hearts-Review-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Mega Man Star Force Legacy Collection](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/Mega-Man-Star-Force-Legacy-Collection-Review-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Legacy of Kain: Ascendance](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Legacy-of-Kain-Ascendance-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Ereban: Shadow Legacy](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Ereban-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Darwin’s Paradox!](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/Darwins-Paradox-Banner-200x250.jpg)

![[Review] Screamer](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Screamer-Banner-360x240.jpg)
![[Review] Back to the Dawn (NS2)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/back-to-the-dawn-beginners-guide-game-rant-360x240.jpg)
![[Review] KuloNiku: Bowl Up!](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/KuloNiku-Banner-360x240.jpg)