Darwin's Paradox!
ZeDrimeTim
Konami
2 April 2026
PS5, Xbox Series, PC
2D Platformer
Remaja
Digital
Rp 419.000
Konami, publisher game yang selama ini identik dengan judul-judul populer seperti eFootball, Silent Hill dan Metal Gear Solid, kini hadir membawa IP baru dari ZeDrimeTim, developer asal Paris, Prancis. Mereka bekerjasama untuk merilis sebuah game berjudul Darwin’s Paradox! yang bergenre platformer, sebuah genre yang sudah lama sekali tidak mereka sentuh.
Berbeda dengan game platformer lain yang biasanya biasanya identik dengan tokoh karakter yang lucu atau dunia fantasi dengan penuh warna-warni, game ini justru menampilkan tokoh utama seekor gurita yang berpetualang di dunia realistis yang penuh ancaman.
Apakah game ini mampu bersaing dengan game-game platformer yang sudah lebih dulu populer?
Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Story
Game ini bercerita tentang seekor gurita kecil bernama Darwin, yang hidup damai di lautan bersama temannya gurita merah, Poulpy. Di tengah kehidupannya yang damai itu, tiba-tiba muncul seberkas cahaya misterius dari atas permukaan air yang akhirnya menculik dan melemparkan mereka ke daratan sehingga keduanya terpisah.
Darwin yang terdampar sendirian di daratan, berusaha menemukan kembali jalan ke lautan. Namun perjalanannya jelas tidak mudah karena ia menemukan bahwa perusahaan UFOOD yang terdiri dari robot-robot misterius, bertekad untuk menguasai dunia lewat makanan laut yang mampu mempengaruhi pikiran umat manusia. Darwin pun kini dihadapkan pada dua pilihan sulit. Kembali ke laut atau menyelamatkan dunia dengan menggagalkan rencana UFOOD.
Jalan mana yang kira-kira akan dipilih oleh Darwin?
Temukan jawabannya dengan memainkan Darwin’s Paradox!
Gameplay
Darwin’s Paradox! adalah sebuah game Platformer Hybrid yang menggabungkan mekanik 2D dengan dunia 3D, di mana Anda akan berperan sebagai seekor gurita kecil berwarna biru bernama Darwin yang mencari jalan pulang ke lautan setelah terdampar di daratan. Game ini mengingatkan kami pada game Little Nightmares yang penuh aksi, teka-teki dan stealth, namun tanpa elemen horor.
Berikut bahas aspek gameplay selengkapnya:

Game ini dimulai dari bawah laut dan memperkenalkan berbagai kemampuan yang dimiliki Darwin lewat sesi tutorial yang dilebur ke dalam cerita. Darwin tidak memiliki Health Bar, jadi sekali terkena serangan, ia akan langsung mati. Untungnya, Anda bisa respawn berkali-kali karena tidak ada sistem nyawa di sini.
Selain kemampuan dasar untuk berjalan dan berenang, Darwin dibekali beberapa kemampuan khusus seperti merayap dan menempel di dinding atau langit-langit karena tentakelnya yang berselaput, lalu ada Camouflage yang membuat dirinya bisa mengubah warna tubuhnya seperti bunglon agar bisa mengelabui musuh atau sistem keamanan. Sayangnya, saat melakukan kamuflase, Darwin akan berhenti di satu titik tanpa bisa bergerak sehingga mekanik Stealth-nya jadi agak kaku. Terakhir, Darwin juga bisa menembakkan tinta alami dari mulutnya yang berfungsi untuk membutakan musuh sesaat atau menciptakan jalan gelap agar ia bisa melintasi area tanpa terlihat.
Aspek yang cukup menarik dari game ini adalah Anda tidak akan berpetualang di dunia fantasi yang warna-warni. Sebaliknya, Anda justru akan berpetualang di dunia nyata seperti rumah, pabrik, tempat pembuangan sampah dan lain sebagainya. Tapi, ada satu hal yang menurut kami agak menyebalkan, yaitu kamera terkadang menyorot Anda terlalu jauh, sehingga Darwin tampak kecil sekali di layar dan sulit untuk menemukan posisinya.
Selama berpetualang, Anda akan menemukan banyak teka-teki yang memaksa Anda untuk berpikir keras dari sudut pandang gurita seperti bagaimana caranya ia bisa membuka pintu otomatis atau mencapai pijakan yang tinggi. Biasanya, di sekitar area tempat Anda terhalang, akan ada objek-objek yang bisa membantu seperti kotak, kaleng dan sebagainya. Jika Anda sudah mentok, ada opsi bantuan dengan cara menekan Touchpad untuk memberi tahu petunjuk, apa yang harus Anda lakukan.

Anda juga bisa menemukan collectible item berupa koran yang berisikan berita tentang dunia. Totalnya ada 20 koran dan biasanya terletak cukup tersembunyi, jadi Anda harus rajin-rajin menjelajahi tiap sudut area untuk menemukannya.
Rintangan utama Darwin yang sebenarnya terletak pada rintangan dan musuh yang menghalanginya. Rintangan di game ini sangat bervariasi dan secara bertahap terus meningkat, mulai dari jurang, duri, lampu sorot hingga mesin-mesin pabrik yang siap menjepitnya hingga hancur lebur. Untungnya, titik Checkpoint di sini cukup banyak, jadi jikalau Darwin mati, Anda tidak akan terlalu jauh mengulang perjalanan.

Musuh bisa dibilang cukup jarang muncul di sini, tapi sekalinya ada, mereka cukup sigap untuk melacak keberadaan Anda seperti gerombolan tikus atau robot-robot penjaga. Mengingat sebagian musuh berukuran raksasa, maka Anda harus menjaga jarak agar tidak terinjak oleh kaki mereka. Maka dari itu, akan ada banyak sekali sesi Stealth di game ini yang membuat Anda harus bergerak secara diam-diam. Lucunya, ketika posisi Anda ketahuan, akan ada efek suara ala Metal Gear Solid yang pastinya sudah familiar di telinga Anda. Hal ini bisa terjadi karena game ini diterbitkan oleh publisher yang sama dengan game MGS.
Oh iya, sepanjang permainan, Darwin punya satu rival yang terus mengincar dirinya, yaitu seekor burung camar bernama Steven. Ia akan muncul di stage-stage tertentu dan terus melacak keberadaan Darwin agar bisa menyergapnya dari udara. Steven bisa dikelabui dengan cara kamuflase atau menembakkan tinta ke arah mukanya.
Presentation
Visual
Dibangun di atas pondasi bernama Unreal Engine 5, Darwin’s Paradox! punya tampilan visual yang realistis dan tajam untuk ukuran game platformer. Tidak hanya visualnya yang ciamik, animasinya pun terasa sangat luwes, jauh di atas game-game sejenisnya dan lebih mirip dengan film animasi bioskop, berkat teknik pencahayaannya yang sangat bagus.
Kami sendiri cukup takjub bagaimana sang developer mempresentasikan visualnya karena dengan sudut pandang kamera yang agak jauh, Anda jadi mendapatkan pandangan yang luas tentang dunianya, baik yang bisa dilintasi maupun pemandangan belakang layar di kejauhan. Dari sisi performa, game ini juga berjalan dengan baik dan mulus tanpa kendala berarti.
Audio
Musik memainkan perannya dengan sangat baik di game ini. Developer secara cerdas menempatkan musik-musik bertema mencekam saat Darwin berada di area gelap seperti gorong-gorong untuk membuat pemain merasa takut. Namun, ketika Darwin berada di area terang atau bawah laut, musiknya berubah menjadi lebih ceria yang menggambarkan suasana hati Darwin. Meskipun tidak ada sulih suara yang benar-benar menggambarkan percakapan, namun efek-efek suaranya berhasil membuat permainan lebih berwarna.
Value
Meskipun kami sudah cukup banyak memainkan game platformer baik 2D maupun 3D, Darwin’s Paradox tetap berhasil menjadi game platformer paling menyegarkan yang pernah kami mainkan dalam beberapa tahun terakhir. Berbeda dengan karakter hewan/robot pada game platformer lain seperti Sonic, Crash Bandicoot, Lucky atau Astro Bot yang masih menyerupai manusia, pemilihan hewan gurita sebagai karakter utama tanpa mengubah anatomi tubuhnya merupakan keputusan terbaik. Hasilnya, game ini menawarkan Anda pengalaman yang otentik untuk berperan sebagai seekor gurita yang tidak akan Anda temukan dalam game serupa.
Conclusions
Darwin’s Paradox! adalah game platformer yang fantastis dan menghibur. Disajikan dalam presentasi yang sinematik, game ini punya gameplay yang presisi dan tingkat kesulitan yang cukup menantang. Desain levelnya tidak monoton dan selalu menghadirkan kejutan, membuat kami kesulitan untuk berhenti memainkannya sebelum menuntaskannya.
+ Cerita ringan mudah dipahami
+ Memaksimalkan kemampuan alami seekor gurita
+ Teka-teki yang cerdas
+ Platforming yang presisi
+ Dunia bertema realistis
+ Desain level yang penuh kejutan
+ Visual realistis penuh detail
+ Animasi luwes
+ Musik yang sesuai dengan suasana
- Darwin tidak bisa jalan saat kamuflase
- Durasi permainan relatif singkat
- Collectible Items kurang menarik



![[Review] ICARUS: Console Edition](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Icarus-Banner-115x115.jpg)
![[Review] Mega Man Star Force Legacy Collection](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/Mega-Man-Star-Force-Legacy-Collection-Review-Banner-115x115.jpg)
![[Review] I Am Jesus Christ](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/I-Am-Jesus-Christ-Banner-200x250.jpg)

![[Review] ICARUS: Console Edition](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Icarus-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Island of Hearts](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Island-of-Hearts-Review-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Mega Man Star Force Legacy Collection](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/Mega-Man-Star-Force-Legacy-Collection-Review-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Legacy of Kain: Ascendance](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Legacy-of-Kain-Ascendance-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Ereban: Shadow Legacy](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Ereban-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Darwin’s Paradox!](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/Darwins-Paradox-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Screamer](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Screamer-Banner-200x250.jpg)
![[Review] New Super Lucky’s Tale (PS5)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/New-Super-Luckys-Tale-Banner-200x250.jpg)

![[Review] Screamer](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Screamer-Banner-360x240.jpg)
![[Review] Back to the Dawn (NS2)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/back-to-the-dawn-beginners-guide-game-rant-360x240.jpg)
![[Review] I Am Jesus Christ](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/I-Am-Jesus-Christ-Banner-360x240.jpg)