Sands of Aura
Chashu Entertainment
indie.io
PS5, Xbox Series, Switch, PC
Action, Indie, RPG
Remaja
Digital
22 GB
Rp 349,000
Di akhir tahun 2023 rilis sebuah game Action-Adventure Open World bernama Sands of Aura untuk PC, memberikan nuansa kebebasan eksplorasi dengan mekanisme pertarungan seperti Dark Souls. Walau memiliki user review Steam yang cukup positif, game ini tidak banyak yang memainkannya, bahkan saya sendiri tidak pernah mendengarnya hingga menonton video trailer menjelang rilis di akhir bulan Februari tahun ini. Jiwa Soulslike saya tergetar dan terpanggil untuk mencari tahu apakah game ini masuk kategori Soulslike terbaik atau tidak.
Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Story
Dunia Talamhel yang penuh dengan kedamaian dan kemakmuran tiba-tiba berubah di saat jam pasir waktu dihancurkan oleh suatu fenomena bernama Night Plague, menyebabkan pasir-pasir dari jam tersebut menutupi seluruh permukaan air, menjadikan satu benua menjadi lautan pasir. Kalian memainkan seorang pembela kaum manusia yang dipanggil sebagai Remnant Knight, ditugaskan untuk menemukan sumber air baru demi mengisi ulang waduk Starspire Refuge, kota manusia terakhir. Dengan ini kalian berpetualang keliling pulau-pulau sekitar Starspire mencari sumber air sambil menguak rahasia kutukan Night Plague.
Temukan cerita lengkapnya dengan memainkan Sands of Aura!
Gameplay
Memiliki tampilan isometrik, Sands of Aura memiliki gameplay action-adventure seperti The Legend of Zelda, dimana kalian dapat berlari, melompat, berguling sambil menyerang atau menangkis serangan tiap musuh. Walau di label sebagai Soulslike, aksi kalian tidak dibatasi oleh stamina, sehingga kalian dapat bergerak secara leluasa tanpa perlu beristirahat setiap beberapa waktu. Yang membuat game ini masuk ke genre Soulslike adalah mekanisme mengisi HP menggunakan item bernama Testament Bell yang memiliki batas sebanyak tiga kali penggunaan sebelum habis. Untuk mengisi ulang, kalian harus menghampiri dan berinteraksi dengan Resonance Bell yang juga berguna sebagai save point. Namun setiap kali kalian berinteraksi dengan Resonance Bell akan menghidupkan kembali seluruh musuh di area atau dungeon tersebut, seperti Bonfire di Dark Souls atau Sites of Grace di Elden Ring.
Saat bertarung jika kalian berhasil melakukan parry di waktu yang tepat akan menyebabkan musuh atau boss menjadi stun untuk beberapa saat, berguna untuk memberikan serangan gratis. Namun sering kali kalian akan merasa sudah menekan tombol di saat yang tepat namun serangan musuh tetap masuk, karena terkadang serangan mereka terlalu cepat dan tidak memiliki aba-aba terdahulu. Jika kalian merasa tidak lihai melakukan parry, kalian dapat melakukan gerakan berguling untuk menghindari serangan dan membalas saat musuh sudah selesai melakukan combo serangan. Kalian juga dapat membuat, mengupgrade dan memodifikasi tiap weapon agar memiliki daya serang yang lebih kuat. Satu bagian dari weapon dapat memberikan efek poison terhadap musuh, sehingga HP mereka akan turun sendiri untuk beberapa waktu saat serangan kalian berhasil masuk. Ini sangat berguna saat melawan tiap boss, karena rata-rata jumlah HP mereka cukup besar dan memiliki serangan yang cepat dan bertubi-tubi.

Saat sedang tidak bertarung, kalian akan menjelajahi dunia Talamhel menggunakan kapal laut bernama Grainwake, dimana mengingatkan kita kepada The Legend of Zelda: Windwaker, namun seluruh pemandangan adalah lautan pasir. Dengan membuka peta, kalian dapat menaruh titik arah di pulau atau lokasi tertentu untuk memudahi kalian mencapai tujuan. Beberapa lokasi otomatis muncul di peta, namun sebagian besar peta masih tertutup, membuat kalian harus cukup rajin membuka perlahan-lahan untuk menemukan lokasi-lokasi baru. Terkadang di sekeliling pulau-pulau terdapat item berharga yang dapat kalian ambil, membuat kalian harus cukup teliti setiap saat.
Beberapa pulau memiliki area yang didesain dengan cukup penuh dengan lika-liku dan item yang dapat kalian temukan, namun beberapa pulau hanya berisi satu jalan linear menuju boss, membuat tiap pulau kurang ‘seragam’ dalam hal eksplorasi. Kalian juga akan seringkali melihat berbagai macam kotak kayu dan guci tanah liat saat sedang menjelajah, namun sayangnya kedua item tersebut hanyalah hiasan dan tidak dapat kalian pukul, angkat atau lempar untuk mendapatkan suatu item di dalamnya. Di game petualangan lainnya ini merupakan hal yang cukup umum untuk memberikan tambahan bumbu permainan, dan akan terasa lebih seru jika kalian dapat menggunakan kedua item ini saat sedang bertarung dengan para musuh.

Saat memasuki dungeon terkadang pencahayaan area tersebut cukup gelap, sehingga susah melihat sekeliling untuk mencari tahu jalan berikutnya. Dengan sistem kamera yang dapat diputar 360 derajat terkadang kalian suka kebingungan arah datang dan tujuan karena sistem pencahayaan ini, ditambah beberapa latar belakang juga suka menutupi pandangan, bukannya menjadi transparan. Kalian memiliki opsi untuk mengubah sudut tampilan untuk menjadi lebih vertikal atau horizontal, dan jarak pandang menjadi lebih jauh atau dekat menggunakan kedua tombol analog, namun hal ini malah sering membuat kalian kebingungan sendiri karena akan sering tertekan tanpa sengaja. Dengan tidak ada nya opsi untuk mengubah tombol-tombol, memainkan game ini terasa cukup kaku, karena rata-rata di game serupa tombol untuk melompat ada di tombol X, atau dekat dengan tombol lari/berguling. Tapi di game ini tombol untuk lari dan berguling terdapat di tombol Lingkaran dan melompat ada di tombol Kotak, sehingga kalian tidak merasa leluasa untuk melakukan aksi lari dan melompat, karena harus menggunakan dua jari.
Dengan mengambil inspirasi dari The Legend of Zelda dan Dark Souls, Sands of Aura tidak memiliki alur cerita yang ditentukan dengan quest, melainkan kalian diberi kebebasan untuk menjelajahi dan mengeksplorasi area manapun yang kalian inginkan. Bagi para veteran game action-adventure tidak akan memiliki masalah dan merasa memiliki tantangan tersendiri dengan diberikannya kebebasan, namun bagi para penggemar game yang terbiasa diberikan panduan yang cukup jelas akan cukup kebingungan karena tidak adanya penanda di layar maupun peta. Hal ini mungkin terasa seru di awal permainan, namun seiring progres kalian akan merasa kewalahan tersendiri dan menebak-nebak apakah kalian sudah mendekati akhir permainan atau tidak. Game ini meminta kalian untuk berani mengambil resiko dan menciptakan petualangan dirimu sendiri, seperti video game di era tahun 80an.

Presentation
Visual
Secara visual Sands of Aura terlihat cukup menarik dan detil, dengan desain tiap pulau dan area yang beragam. Para karakter memiliki desain seperti film-film animasi Tim Burton, dimana bentuk badan terlihat langsing dengan lengan kaki yang panjang. Desain bangunan dan arsitektur lainnya terlihat seperti model diorama, terlihat cocok dengan tampilan game isometrik. Dengan tema yang cukup suram, kalian tidak akan menemukan warna-warna cerah dalam game ini, karena bertolak belakang dengan narasi game.
Audio
Setiap karakter NPC di game memiliki suara, walau terdengar cukup generik. Untuk suara dan lagu latar belakang terdengar sesuai dengan tema game, namun kurang mencolok saat sedanga melawan para boss. Mengingat game-game buatan FromSoftware selalu memiliki lagu-lagu tiap boss yang khas dan berkesan hingga setelah kalian berhasil mengalahkannya.

Value
Sands of Aura memiliki fitur New Game Plus dimana kalian dapat mengulangi permainan dengan segala item dan progres dari permainan sebelumnya, dan memmiliki opsi untuk meningkatkan tingkat kesulitan atau menambah jumlah musuh. Bagi para trophy hunter dan completionist dapat membaca atau menonton guide terdahulu, karena beberapa boss harus dikalahkan dengan kondisi tertentu.
Conclusions
Sands of Aura menawarkan permainan action-adventure dengan minim penjelasan, memberikan kebebasan bagi kalian untuk menjelajahi pulau-pulau Talamhel tanpa urutan tertentu. Bagi kalian yang menyukai permainan tipe ini akan merasa tertantang untuk menjelajahi seluruh area yang disediakan dan mengalahkan setiap boss yang menantang. Bagi kalian yang mengharapkan suatu petualangan dengan narasi dan petunjuk yang sangat jelas dari awal hingga akhir permainan akan merasa tidak cocok dengan game ini.
+ Zelda-like atau Soulslike dengan tampilan isometrik
+ Visual yang cukup unik seperti film animasi
+ Tiap karakter NPC memiliki suara
- Sistem pertarungan yang kadang bikin frustrasi
- Tampilan kamera dan pencahayaan sering mengganggu
- Tidak ada opsi untuk mengubah tombol-tombol
![[Review] Starfield (PS5)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/Starfield-Banner-115x115.jpg)
![[Review] SAROS](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/SAROS-Banner-115x115.jpg)
![[Review] PRAGMATA](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/PRAGMATA-Banner-115x115.jpg)
![[Review] The Spirit Weaver](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/The-Spirit-Weaver-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Starfield (PS5)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/Starfield-Banner-200x250.jpg)
![[News] Ragnarok Origin Classic Tetapi Janji Open Server dengan Sakura Vows](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/ROOC-1-200x250.jpg)
![[Review] SAROS](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/SAROS-Banner-200x250.jpg)
![[Review] PRAGMATA](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/PRAGMATA-Banner-200x250.jpg)
![[Event] Survey Berhadiah: Riset Pasar RPG Indonesia 2026](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/Survey-Berhadiah-PlayVerse-200x250.jpg)
![[Review] KuloNiku: Bowl Up!](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/KuloNiku-Banner-200x250.jpg)
![[Review] I Am Jesus Christ](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/I-Am-Jesus-Christ-Banner-200x250.jpg)

![[Review] ICARUS: Console Edition](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Icarus-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Starfield (PS5)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/Starfield-Banner-360x240.jpg)
![[Review] Screamer](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Screamer-Banner-360x240.jpg)
![[Review] Back to the Dawn (NS2)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/back-to-the-dawn-beginners-guide-game-rant-360x240.jpg)
![[Review] The Spirit Weaver](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/The-Spirit-Weaver-Banner-360x240.jpg)