Elden Ring: Tarnished Edition
FromSoftware
Bandai Namco
28 Agustus 2026
Switch 2
Action RPG, Soulslike
Dewasa
Game-key Card, Digital
41 GB
US$ 79.99
Ketika Elden Ring pertama kali dirilis pada 2022, ia segera menjadi salah satu mahakarya paling berpengaruh dalam dunia video game. Dunia terbuka yang luas, kebebasan membangun karakter, serta boss battle brutal menjadikannya fenomena global.
Kini, dengan hadirnya Tarnished Edition di Nintendo Switch 2, FromSoftware menghadirkan paket definitif yang menyatukan game utama, ekspansi Shadow of the Erdtree, serta konten tambahan eksklusif yang hanya tersedia di platform ini. Port ini bukan sekadar adaptasi, melainkan sebuah versi yang dirancang untuk memperluas audiens dan membuktikan kemampuan teknis konsol hybrid generasi baru.
Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Story
Narasi Elden Ring tetap menjadi salah satu aspek yang paling memikat. Dunia Lands Between yang penuh misteri, karakter-karakter ambigu, dan mitologi yang ditulis oleh George R.R. Martin masih menjadi inti pengalaman. Shadow of the Erdtree menambahkan lapisan baru dengan Land of Shadow, sebuah wilayah gelap yang penuh rahasia dan tragedi. Di Switch 2, narasi ini tetap utuh, dengan cutscene yang dioptimalkan agar berjalan lancar tanpa kompromi.
Temukan jawabannya dengan memainkan Elden Ring: Tarnished Edition!
Gameplay
Elden Ring sebenarnya tak lagi membutuhkan pembuktian. Empat tahun sejak FromSoftware memadukan formula Souls dengan konsep open-world yang masif, judul ini telah mengukuhkan posisinya di puncak industri game. Ia memboyong piala Game of the Year, membangun komunitas yang masif, sekaligus membuktikan bahwa sebuah RPG yang unforgiving tetap mampu memikat jutaan gamer secara global.
Karena itu, saat Elden Ring akhirnya mendarat di Nintendo Switch 2 lewat paket Tarnished Edition, pertanyaan utamanya bukan lagi soal seberapa bagus gamenya. Kita semua sudah tahu jawabannya. Pertanyaan yang jauh lebih relevan adalah: seberapa mulus petualangan di Lands Between diterjemahkan ke dalam perangkat portabel?
Pertanyaan ini makin menarik mengingat Tarnished Edition bukan sekadar porting biasa. FromSoftware dan Bandai Namco langsung mengemas game utama lengkap dengan ekspansi Shadow of the Erdtree, plus sederet bonus seperti set armor, perlengkapan, kosmetik untuk Torrent, hingga dua class baru: Heavy Knight dan Ides Knight. Bagi Anda yang belum pernah menginjakkan kaki di dunia ini, inilah paket definitif paling komplit. Dan bagi para veteran, ini adalah alasan untuk kembali mencoba build baru, dan menjelajahi Land of Shadow dengan perspektif berbeda.
Semua elemen gameplay utama Elden Ring hadir lengkap: eksplorasi dunia terbuka, kebebasan membangun karakter, dan boss battle yang menantang. Tarnished Edition menambahkan dua kelas baru, Heavy Knight dan Ides Knight, yang memberi variasi build sejak awal permainan. Ada pula senjata dan armor baru, serta opsi kustomisasi untuk Torrent, mount ikonik Elden Ring.
Eksplorasi tetap menjadi inti pengalaman, dengan rahasia tersembunyi di setiap sudut Lands Between. Shadow of the Erdtree memperluas cakupan dengan area baru yang lebih gelap dan atmosferik, meski mekanik Scadu Tree Fragments kadang terasa repetitif. Namun, tambahan konten ini tetap memperkuat replayability.
Fitur eksklusif Switch 2 yang menonjol adalah Adaptive Exploration Mode, yang memungkinkan Anda menyesuaikan tingkat detail dunia terbuka ketika bermain handheld untuk menjaga performa. Ada juga Quick Snapshot Mode, fitur yang memanfaatkan hardware Switch 2 untuk mengambil tangkapan layar dengan integrasi langsung ke album konsol, lengkap dengan filter khusus Elden Ring. Switch 2 bahkan menambahkan Dynamic Audio Scaling, sebuah fitur eksklusif yang menyesuaikan intensitas musik dan efek suara ketika bermain handheld agar lebih nyaman tanpa mengurangi detail.
Topik yang paling banyak mengundang perdebatan tentu saja adalah performa. Tarnished Edition berjalan dengan target 30 FPS. Bagi Anda yang terbiasa menikmati game ini di frame rate tinggi, angka tersebut mungkin terdengar sebagai kemunduran. Namun dalam praktik riilnya, yang paling krusial bukanlah seberapa tinggi angkanya, melainkan seberapa konsisten frame rate tersebut dipertahankan.
Sebagian besar sesi permainan—mulai dari eksplorasi area hingga pertarungan standar—berjalan cukup stabil, baik dalam mode docked maupun handheld. Frame drop memang masih terjadi, terutama saat berada di area terbuka yang luas, bertarung melawan boss berukuran masif, atau ketika efek visual sihir memenuhi layar. Meski begitu, penurunan tersebut tergolong wajar dan tidak sampai merusak ritme pertarungan. Dibandingkan mengejar 60 FPS yang tidak stabil dan berfluktuasi liar, keputusan mengunci performa di 30 FPS yang lumayan solid adalah kompromi yang sangat masuk akal untuk konsol portabel.
Presentation
Visual
Ada impresi menarik saat pertama kali menjalankan Elden Ring di layar handheld Switch 2. Sejak awal, game ini dirancang untuk memamerkan skala. Lands Between terasa megah bukan sekadar demi menampung konten, melainkan untuk memantik rasa penasaran. Selalu ada struktur mencurigakan di kejauhan—mulai dari kastil tua, reruntuhan tanpa nama, gua tersembunyi, hingga lift raksasa yang membawa kita ke peradaban bawah tanah yang tak terduga.
Secara struktur visual, FromSoftware berhasil mempertahankan identitas tiap wilayah secara presisi. Dari hamparan Limgrave yang relatif tenang, nuansa magis Liurnia, atmosfer mencekam di Caelid, hingga kompleksitas arsitektur Leyndell dan kejamnya Realm of Shadow—semua mempertahankan warna serta karakternya masing-masing. Tentu saja, ada penyesuaian teknis yang tak terhindarkan. Ketajaman tekstur sedikit dipangkas, sistem pencahayaan disederhanakan, draw distance mengalami penyesuaian, dan pop-in objek masih sesekali terlihat di area terbuka.
Namun, di situlah art direction Elden Ring menunjukkan keunggulannya. Pesona visual game ini pada dasarnya tidak pernah bergantung sepenuhnya pada resolusi tinggi atau tekstur ultra-photorealistic. Elemen terkuatnya ada pada komposisi lanskap, siluet bangunan, pencahayaan atmosferik, serta desain monster yang distropik. Selama fondasi artistik tersebut dijaga, keindahan dunianya tetap terpancar kuat.
Audio
Audio tetap mempertahankan kualitas orkestra epik dan efek suara atmosferik yang memperkuat nuansa dunia gelap Lands Between. Tidak ada kompromi berarti di sisi suara, sehingga pengalaman tetap imersif. Suara langkah di tanah, dentuman senjata, hingga ambience dunia gelap Lands Between tetap menghadirkan nuansa imersif yang kuat.
Switch 2 menghadirkan Dynamic Audio Scaling, sebuah fitur eksklusif yang menyesuaikan intensitas musik dan efek suara ketika bermain handheld agar lebih nyaman tanpa mengurangi detail. Fitur ini membuat pengalaman audio lebih adaptif, terutama bagi Anda yang sering berpindah antara mode handheld dan docked.
Value
Sebagai paket lengkap, Tarnished Edition adalah cara terbaik untuk memainkan Elden Ring di Switch 2. Ia menghadirkan seluruh konten utama, ekspansi besar, serta tambahan kelas dan kustomisasi yang memberi nilai lebih. Fitur eksklusif Switch 2 seperti Adaptive Exploration Mode, Quick Snapshot Mode, Visual Optimization Profiles, dan Dynamic Audio Scaling menjadikan port ini bukan sekadar adaptasi, melainkan versi yang benar-benar dirancang untuk platform hybrid.
Jika dibandingkan dengan PS5 dan PC, Switch 2 memang tidak mampu menandingi kualitas grafis ultra-detail atau audio dengan dynamic range yang luas. Namun, keunggulan Switch 2 terletak pada portabilitas. Fitur ini memungkinkan Anda untuk melanjutkan progres permainan dari PS5 atau PC ke Switch 2, sehingga pengalaman bermain terasa lebih seamless.
Meski ada kompromi teknis, port ini tetap dianggap sebagai salah satu pencapaian terbesar Switch 2. Ia membuktikan bahwa game dengan skala masif bisa berjalan dengan baik di perangkat hybrid, membuka harapan bagi port game AAA lain di masa depan.
Conclusions
ELDEN RING Tarnished Edition di Nintendo Switch 2 adalah sebuah pencapaian teknis yang sangat solid. Ia membuktikan bahwa game open-world paling ambisius dari FromSoftware dapat dikemas dengan sangat baik ke dalam bentuk portabel tanpa mengorbankan esensi permainannya. Bagi pemilik Switch 2 yang belum pernah memainkan Elden Ring—atau veteran yang ingin kembali menjelajahi Lands Between dengan fleksibilitas tinggi—rilisan ini adalah salah satu koleksi yang sangat layak untuk dimiliki.
+ Paket definitif yang menyatukan Base Game dan DLC
+ Narasi tetap utuh, dengan tambahan lore entries
+ Eksplorasi dunia terbuka tetap megah
+ Boss battle tetap brutal dan menantang
+ Optimalisasi Visual
+ Quick Snapshot Mode.
+ Dynamic Audio Scaling membuat pengalaman audio lebih adaptif
+ Port berjalan stabil di 30 FPS
+ Fleksibilitas portable menghadirkan pengalaman baru
- Target 30 FPS bisa terasa sebagai kemunduran
- Frame drop masih terjadi di area luas
- Ketajaman tekstur dipangkas dari platform lain
- Pencahayaan disederhanakan dari platform lain
- Draw distance lebih pendek dari platform lain
- Pop-in objek sesekali terlihat di area terbuka
- Kompromi visual membuat beberapa area gelap terasa terlalu redup
![[Review] Captain Tsubasa 2: World Fighters](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Captain-Tsubasa-2-Banner-115x115.jpg)
![[Review] Wo Long: Falen Dynasty – Complete Edition (NS2)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Wo-Long-Complete-Edition-NS2-Banner-115x115.jpg)
![[Review] K-pop Idol Stories: Road to Debut](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/07/K-Pop-Idol-Stories-Banner-115x115.jpg)
![[Review] Elden Ring: Tarnished Edition (NS2)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Elden-Ring-Tarnished-Edition-Banner-200x250.jpg)
![[Recap] State of Play – September 2026](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/State-of-Play-September-2026-200x250.jpg)
![[Review] Captain Tsubasa 2: World Fighters](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Captain-Tsubasa-2-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Wo Long: Falen Dynasty – Complete Edition (NS2)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Wo-Long-Complete-Edition-NS2-Banner-200x250.jpg)
![[Review] K-pop Idol Stories: Road to Debut](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/07/K-Pop-Idol-Stories-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Mortal Shell II](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Mortal-Shell-II-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Lou’s Lagoon](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Lous-Lagoon-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Starsand Island](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Starsand-Island-Banner-200x250.jpg)
![[Recap] Gamescom 2026 – Opening Night Live](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Gamescom-2026-Opening-Night-Live-200x250.jpg)
![[Review] Panzer Knights: Commander’s Edition](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Panzer-Knights-Banner-200x250.jpg)
![[Recap] State of Play – September 2026](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/State-of-Play-September-2026-360x240.jpg)
![[Recap] Gamescom 2026 – Opening Night Live](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Gamescom-2026-Opening-Night-Live-360x240.jpg)
![[Review] Elden Ring: Tarnished Edition (NS2)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Elden-Ring-Tarnished-Edition-Banner-360x240.jpg)
![[Review] Lou’s Lagoon](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Lous-Lagoon-Banner-360x240.jpg)