The Blood of Dawnwalker
Rebel Wolves
Bandai Namco
3 September 2026
PS5, Xbox Series, PC
Action RPG
Dewasa
Blu-ray, Digital
Rp 1.109.000 (Standard)
Rp 1.331.000 (Eclipse)
Semenjak pertama kali menunjukkan video trailer pertama kali di awal tahun 2025, The Blood of Dawnwalker memberikan kesan pertama yang menarik ditambah sesuatu yang dikenal, yaitu The Witcher 3 campur vampir. Hal ini dikarenakan beberapa veteran developer dari CD Projekt Red telah membuat studio game developer baru bernama Rebel Wolves, sehingga tidak dipungkiri game perdana mereka masih memiliki DNA dari game fantasi RPG buatan mereka sebelumnya. Namun setelah memainkan beberapa saat game ini memiliki ciri khas tersendiri, dengan sistem non-linear dari cara memainkannya, ditambah dengan beberapa fitur yang terlihat baru dan segar.
Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Story
The Blood of Dawnwalker berlatar belakang di suatu kerajaan fiksi bernama Vale Sangora, terletak di lembah pegunungan Carpathia pada tahun 1347, di mana seluruh benua Eropa sedang dilanda pandemi Wabah Hitam. Tiba-tiba seorang Vrakhiri (vampir) kuno bernama Brencis beserta pasukannya mengambil alih kerajaan, manghapus segala kewajiban dan pungutan pajak dari penguasa sebelumnya. Dengan janji akan menyembuhkan mereka dari Wabah Hitam, Brencis meminta tiap penduduk dewasa untuk menyumbangkan tetesan darah masing-masing dalam acara ritual tiap bulannya. Saat menghadiri ritual, tiap penduduk dewasa yang terlihat lemah atau sakit akan dihukum mati di tempat, membuat para penduduk Vale Sangora merasa tertindas dengan penguasa vampir baru mereka.
Kalian memainkan Coen, salah satu penduduk desa Laslea Glen yang terletak di utara Vale Sangora. Dia merupakan anak pertama dari keluarga yang berawal terlihat biasa, namun ayahnya memiliki latar belakang seorang tentara bayaran yang kejam di masa lalunya, melatih dirinya cara bertarung dan keterampilan bertahan hidup lainnya bertahun-tahun demi mempersiapkan diri untuk menjaga ketiga adiknya. Merasa lelah dan takut dengan Brencis, Coen, ayahnya dan beberapa warga lainnya melakukan aksi pemberontakan yang berakibat fatal kepada desa mereka. Selain menghabiskan mayoritas penduduk dan membakar desa, Brencis berusaha mengubah Coen menjadi salah satu pasukan vampir miliknya atau ditinggal mati. Namun saat bangun kembali, Coen masih memiliki ingatan dan hati nurani manusianya, menjadikan dirinya seorang “Dawnwalker”, seorang vampir yang dapat hidup sebagai manusia normal di waktu siang hari.
Mendapat informasi bahwa keluarganya masih hidup namun ditawan oleh Brencis di kastil utamanya, dan dalam waktu 30 hari kedepan akan dikorbankan saat ritual bulanan berikutnyaa, Coen mencari cara untuk membebaskan mereka dengan harus mengalahkan ketiga jendral utama Brencis terdahulu. Dengan ini kalian diberikan berbagai banyak opsi dan cabang bagaimana cara untuk memainkan dan menamatkan The Blood of Dawnwalker, karena terdapat beberapa NPC sekutu yang dapat kalian rekrut, dan berbagai pilihan ending yang tersedia juga.
Temukan kisah lengkapnya dengan memainkan The Blood of Dawnwalker!
Gameplay
The Blood of Dawnwalker memiliki semacam tenggat waktu untuk main quest, yaitu dalam 30 hari kalian harus menyelamatkan keluarga Coen dari Brencis, dimana per hari nya dibagi menjadi 16 segmen waktu: 8 segmen untuk siang hari, dan 8 segmen untuk malam hari. Tiap atau beberapa segmen waktu ini akan terpakai di saat kalian menyelesaikan aktifitas, side quest, main quest, dan di saat membuka skill tree. Jadi berbeda dengan game lainnya, setelah menyelesaikan prologue kalian harus mengatur strategi bagaimana kalian hendak memainkan game ini, karena sistem tenggat waktu tersebut. Jika kalian melewati waktu 30 hari tidak akan mendapatkan game over, namun tentunya kalian ingin berusaha menyelamatkan keluarga Coen dan mendapatkan ending yang terbaik.

Saat menjelajahi dunia Vale Sangora yang cukup luas namun padat, kalian dapat menaikkan level dengan membunuh para binatang liar yang agresif seperti pasukan serigala atau babi hutan yang rata-rata berjumlah tiga hingga lima musuh sekaligus saat kalian lawan, dan juga para pasukan tentara yang sedang berpatroli atau berkemah. Setiap kali mendekati mereka harap perhatikan dahulu pojok kanan atas layar (segmen waktu) yang akan memberikan peringatan akan bertambah atau tidak jika kalian berhasil kalahkan, karena beberapa pasukan musuh ini terkadang merupakan salah satu aktifitas atau bagian dari side quest. Jika hendak mengubah waktu dari siang ke malam atau sebaliknya maka kalian dapat melawan mereka, atau memilih beberapa side quest atau aktifitas yang cukup mudah dan cepat. Sebaiknya setiap kali kalian hendak melakukan sesuatu, sebaiknya melakukan save game terdahulu.
Kalian tidak memiliki semacam kendaraan atau mount saat sedang menjelajahi peta, tapi dengan membuka ability Mercurial Fervour di witchcraft untuk membuat Coen dapat berlari kencang di waktu siang hari sehingga dunia sekitar menjadi melambat. Dan untuk di waktu malam hari kalian dapat membuka ability Shapeshift, dimana Coen akan berubah menjadi seekor serigala saat berlari kencang. Kedua ability ini cukup dibuka satu kali saja, karena kegunaannya hanya jika kalian hendak menuju lokasi yang cukup jauh dan belum mengaktifkan Shrine di dekatnya. Tiap shrine yang telah kalian aktifkan memiliki beberapa kegunaan, seperti membuka skill dan ability, melakukan fast travel, dan juga sebagai item storage yang tidak memiliki batas.

Beberapa side quest dapat atau bahkan wajib kalian lakukan dari awal untuk membantu progres permainan, seperti quest yang memberikan hadiah sebuah potion yang saat kalian minum akan meningkatkan maksimum HP milik Coen, baik untuk sebagai manusia dan vrakhiri. Satu side quest lainnya adalah dimana seorang NPC bernama Sanzhani Tsarina meminta Coen untuk menolong teman-temannya yang tersebar di beberapa lokasi, menghadiahkan 1 hari tambahan kepada Coen jika kalian berhasil menyelesaikan rantai side quest tersebut. Terdapat juga side quest yang cukup panjang dan bersinggungan dengan quest-quest lain tapi saat kalian berhasil selesaikan akan memberikan hadiah armor set legendary seperti yang dikenakan oleh Coen di cover game.
Terdapat juga tiga NPC sekutu yang dapat kalian rekrut jika diinginkan, dan akan mempegaruhi ending game yang kalian dapatkan juga. Anca, seorang healer dan guru bahasa latin Coen dari desa Laslea, memiliki side quest yang dapat berujung ke hubungan romantis, tergantung dari jawaban-jawaban yang kalian pilih. Lacra, seorang vrakhiri perempuan yang cukup keras kepala, juga memiliki latar belakang yang sangat menarik jika kalian selesaikan quest miliknya. Dan juga faksi Manumits yang merupakan pasukan pemberontak yang siap menggulingkan kekuasaan Brencis, namun juga memberikan faktor resiko kepada Coen karena dia adalah setengah manusia dan setengah vrakhiri.

Di saat malam hari Coen dapat berjalan di dinding dan atap, dengan melakukan teleport atau Shadowstep ke permukaan sasaran. Selain berjalan, kalian juga dapat melakukan Clawride, yang berguna untuk memanjat atau menuruni dinding. Ability-ability unik ini sangat berguna karena seringkali kalian harus mencapai lokasi yang cukup tinggi seperti atap bangunan atau menara, namun harap perhatikan stamina karena di saat kalian sedang menempel dinding tidak dapat mengisi ulang. Satu hal penting yang perlu kalian perhatikan saat sedang melakukan quest atau aktifitas di malam hari adalah usahakan HP Coen agar tidak mencapai kondisi kritis, karena dia akan manjadi haus darah. Hal ini dapat mempengaruhi di saat kalian sedang melakukan quest dan harus berbicara dengan seorang NPC, dan jika HP Coen cukup kritis maka dia akan menggigit dan menguras habis darah NPC tersebut secara otomatis, mengakibatkan progres quest menjadi berubah karena NPC yang bersangkutan telah mati. Kembali lagi disarankan agar selalu rajin melakukan quicksave sebelum melakukan sesuatu agar tidak menyesal kemudian.
Jika kalian pernah memainkan The Witcher 3: Wild Hunt maka akan melihat banyak fitur yang sama saat sedang memainkan Blood of Dawnwalker. Coen memiliki keahlian semacam detektif untuk melihat jejak atau petunjuk dengan menggunakan Focus Mode, yang juga berguna untuk dapat membedakan antara NPC yang agresif dan pasif. Sistem bertarung juga cukup mirip dimana kalian dapat melakukan block, parry dan dodge serangan musuh, dan dapat menggunakan berbagai macam ability yang mirip dengan serangan magic Geralt of Rivia. Perbedaan waktu siang dan malam ini berpengaruh kepada ability-ability yang dapat digunakan oleh Coen: saat siang hari dia hanya dapat menggunakan Witchcraft dan di waktu malam hari hanya dapat menggunakan Vampirism, dimana keduanya memiliki daya dan efek serang berbeda. Hal ini membuat elemen RPG sangat terasa, dimana kalian memiliki kebebasan untuk membangun skill dan ability Coen sesuai keinginan kalian, namun kekurangannya adalah di game ini tidak memberikan fitur untuk melakukan reset skill point.

Mengerjakan main quest di Blood of Dawnwalker juga tidak sesederhana atau se linear game-game RPG pada umumnya, karena kalian harus membuat marah ketiga jendral milik Brencis: Ambrus, Xanthe, dan Bakir. Cara membuat marah mereka adalah dengan meningkatkan Infamy, dengan membunuh para pasukan milik mereka melalui side quest dan aktifitas tertentu. Semakin tinggi segmen Infamy yang Coen capai, semakin berbahaya juga dunia Vale Sangora, dengan bertambah banyak pasukan Brencis yang berpatroli, para pemburu bayaran yang berkeliaran, hingga penutupan akses ibukota Svartrau dari pengunjung luar. Yang menarik adalah para NPC juga akan bereaksi dengan meningkatnya Infamy, dengan para NPC pasif akan membantu Coen dan sebaliknya NPC agresif akan segera mengenali dan menyerang Coen. Hal ini yang membuat permainan Blood of Dawnwalker cukup dinamis dan tidak tertebak, semua aksi dan keputusan Coen akan memiliki konsekuensi hingga akhir game.
Dengan berhasil mengalahkan beberapa pasukan tiap jendral maka kalian akan membuka quest utama untuk mengalahkan jendral tersebut. Berhasil mengalahkan ketiga jendral tersebut, otomatis Infamy milik Coen mencapai tingkat maksimum, dan Brencis akhirnya mengetahui tentang Coen dengan mengundangnya untuk menghadapi dirinya secara langsung. Disinilah segala keputusan yang telah kalian lakukan sebelumnya di game akan mempengaruhi ending mana yang akan kalian dapatkan, baik good atau bad ending. Saat memulai mengerjakan quest utama meningkatkan Infamy hingga akhir kisah akan memakan segmen waktu yang cukup banyak, sehingga harap sisihkan kurang lebih 10 hari jika kalian hendak menyelematkan keluarga Coen tepat waktu.

Karena tidak ada info jelas berapa hari yang harus kalian sisihkan, membuat pengalaman permainan kalian di Blood of Dawnwalker terasa seperti ‘judi’, karena kalian ingin mendapatkan item-item legendary untuk memperkuat Coen dengan menyelesaikan beberapa side quest, namun juga akan merasa takut menghabiskan banyak segmen waktu. Seharusnya dari awal permainan kalian dipaksa untuk mengalahkan beberapa pasukan Brencis sambil meningkatkan Infamy, dan akan muncul semacam peringatan bahwa kalian dapat melakukan berbagai macam hal hingga berapa hari kedepan, hingga akhirnya harus fokus untuk meningkatkan Infamy kembali atau harus mengalahkan satu dari ketiga jendral milik Brencis. Dengan ini kalian akan lebih dapat berstrategi kapan untuk menaikkan level dan memperkuat Coen, dan kapan untuk melanjuti main quest.
Selain itu masalah utama game ini adalah mekanisme pertarungan yang cukup kaku, khususnya jika kalian melawan jumlah musuh lebih dari dua secara bersamaan. Seringkali kalian hendak menyerang atau membalas serangan musuh yang berada di depan Coen, namun jika serangan musuh melewati Coen maka dari game akan menyuruh Coen untuk menyerang musuh lain yang masih terletak di depan Coen tanpa mengukur jarak, menyebabkan akhirnya serangan kita tidak mengenai musuh mana pun. Dan juga musuh yang terletak di luar layar dapat menyerang kita, namun kamera game tidak berputar ke arah musuh tersebut, menyebabkan kita harus melakukan block atau menghindar tanpa mengetahui jarak musuh apakah masih jauh atau sudah dekat.

Serangan musuh di game ini memiliki empat arah: serangan kanan, kiri, atas dan bawah; dan juga terdapat serangan yang tidak dapat kalian block, dengan indikator ikon tengkorak merah saat mereka hendak menyerang. Ditamhah jika memilih tingkat kesulitan tertinggi maka serangan para musuh dan boss menjadi lebih agresif, sehingga kalo sedang dikeroyok membuat stamina Coen cepat habis, membuat dia terbuka terhadap serangan berikut sebelum dapat mengisi ulang stamina. Di awal permainan kalian akan merasa mekanisme pertarungan di Blood of Dawnwalker terasa tidak adil dan lebih ke arah RNG atau hoki, dimana para musuh menyerang secara satu per satu atau keroyokan.
Jenis musuh dan serangannya pun tidak terlalu banyak berbeda setelah kalian bermain beberapa saat, dimana musuh berbentuk manusia akan memiliki variasi serangan yang serupa, baik musuh biasa atau boss. Untuk jenis musuh binatang dan makhluk supernatural juga tetap memilik variasi serangan yang sama, walau untuk jenis boss akan memiliki tambahan serangan baru tapi tidak memiliki dampak yang besar, khususnya jika Coen sudah mencapai level di atas 20 dan sudah kalian kenakan senjata dan armor legendary, dan sudah membuka beberapa ability yang sesuai dengan gaya permainan kalian.
Presentation
Visual
Dengan pengalaman sebelumnya di Witcher 3, developer Rebel Wolves sangat mengetahui bahwa aspek visual itu sangat penting, khususnya dengan game bertemakan fantasi. Pemandangan lokasi-lokasi Vale Sangora sangat nyaman di mata, dari lereng bukit salju, bangunan pedesaan, ibukota Svartrau yang megah, hutan belantara hingga rawa-rawa. Semua lokasi juga penuh dengan aktifitas para NPC manusia dan hewan liar berlalu lalang, dan saat kalian sedang di ibukota akan penuh dengan berbagai macam penduduk, pedagang dan tentara berkeliaran. Kalian juga dapat membuat pasukan serigala bertarung dengan pasukan babi saat melewati teritori mereka, membuat dunia Blood of Dawnwalker terasa hidup. Seandainya terdapat fitur Photo Mode akan membuat pengalaman bermain lebih menarik, dengan banyaknya lokasi menarik yang dapat diabadikan.
Audio
Salah satu komposer musik Blood of Dawnwalker yaitu Mikolai Stroinski pernah mengerjakan musik untuk The Witcher 3 sebelumnya, oleh karena itu musik latar belakang terdengar sangat mirip, ditambah kedua game ini memiliki tema RPG fantasi.

Value
Dengan banyaknya pilihan Ending berdasarkan dari keputusan-keputusan yang Coen ambil, Blood of Dawnwalker memiliki nilai replay yang cukup tinggi. Dan pihak developer Rebel Wolves telah mengumumkan di bulan Oktober ini akan menambah fitur New Game Plus, sehingga kalian tidak perlu takut salah mengambil keputusan dan mendapatkan ending yang tidak diinginkan. Bagi para pengejar trofi akan memakan waktu yang cukup jika ingin mendapatkan seluruh trofi dalam satu permainan.
Conclusions
Sebagai game pertama dari seri game yang sudah direncanakan, The Blood of Dawnwalker merupakan game fantasi RPG yang sangat menarik karena memberikan kebebasan kepada para pemain dalam cara memainkannya, dan membuat kalian ingin ‘hidup di dalam dunianya’. Dengan sistem gabungan manusia dan vampir membuat pengalaman permainan terasa unik dan baru, lengkap dengan berbagai aktifitas yang dapat kalian lakukan, dan kisah narasi yang cukup dalam, membuat setiap keputusan kalian sangat berarti. Semoga kita tidak perlu menunggu waktu yang terlalu lama untuk mengikuti kisah petualangan Coen selanjutnya.
+ Kisah narasi yang menakjubkan
+ Bloodthirst merupakan fitur yang baru dan unik
+ Coen, Brencis dan lainnya memiliki latar belakang dan karakteristik yang kuat
+ Dunia Vale Sangora sangat padat dan layak dijelajahi hingga ujung peta
+ Pembagian waktu siang dan malam yang berbeda dari lainnya
- Tidak ada shortcut untuk membuka peta secara langsung
- Mekanisme battle cukup kaku dengan sudut pandang kamera yang mengganggu
- Jenis musuh beserta serangan kurang bervariasi

![[Review] EA SPORTS FCâ„¢ 27](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/EA-SPORTS-FC-27-Banner-115x115.jpg)
![[News] PlayStation Umumkan Kontroler DualSense Bertema LISA Blackpink](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/DualSense-LISA-115x115.jpg)
![[Review] METAL GEAR SOLID: Master Collection Vol. 2](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Metal-Gear-Solid-Master-Collection-Vol.-2-Banner-115x115.jpg)
![[Review] The Blood of Dawnwalker](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/The-Blood-of-Dawnwalker-Banner-200x250.jpg)
![[Review] EA SPORTS FCâ„¢ 27](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/EA-SPORTS-FC-27-Banner-200x250.jpg)
![[News] PlayStation Umumkan Kontroler DualSense Bertema LISA Blackpink](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/DualSense-LISA-200x250.jpg)
![[Review] METAL GEAR SOLID: Master Collection Vol. 2](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Metal-Gear-Solid-Master-Collection-Vol.-2-Banner-200x250.jpg)
![[Review] The Legend of Heroes: Trails to Azure (PS5)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/Trails-to-Azure-Banner-200x250.jpg)
![[Review] The Legend of Heroes: Trails from Zero (PS5)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/Trails-from-Zero-Banner-200x250.jpg)

![[Review] Onimusha: Way of the Sword](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/Onimusha-Way-of-the-Sword-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Port of Jumanah](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Port-of-Jumanah-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Marvel’s Wolverine](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Marvels-Wolverine-Banner-200x250.jpg)
![[Review] The Blood of Dawnwalker](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/The-Blood-of-Dawnwalker-Banner-360x240.jpg)
![[Recap] Gamescom 2026 – Opening Night Live](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Gamescom-2026-Opening-Night-Live-360x240.jpg)
![[Recap] Nintendo Direct – September 2026](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/06/Nintendo-Direct-Recap-360x240.jpg)
![[Review] STAR WARS Zero Companyâ„¢](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/Star-Wars-Zero-Company-Banner-360x240.jpg)