Kalanoro
Red Raketa
New Tales
24 September 2026
PS5, Xbox Series, Switch, PC
Action-adventure
Remaja
Digital
Genre platformer adalah salah satu alasan mengapa kami mencintai video game sejak kecil. Dari franchise terkenal seperti Mario, Sonic, Kirby, Crash Bandicoot, Rayman dan Astro Bot hingga yang kurang populer seperti Klonoa, Punky Skunk, TY: The Tasmania Tiger hingga Lucky’s Tale, semuanya pernah kami mainkan di sepanjang perjalanan kami sebagai gamer.
Franchise populer memang bukan jaminan gamenya akan bagus dan sebaliknya franchise yang kurang populer terkadang justru menawarkan sesuatu yang berbeda. Oleh karena itu, sebuah studio developer asa Madagaskar bernama Red Raketa memberanikan diri untuk ikut terjun di genre ini lewat sebuah game yang mengangkat budaya khas negara mereka berjudul KALANORO.
Apa saja hal menarik yang ditawarkan oleh game dari Madagaskar ini?
Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Story
Cerita dalam game ini berlatarkan di sebuah pulau fiktif bernama Lemuria, sebuah dunia penuh warna yang terinspirasi langsung dari cerita rakyat, budaya dan seni visual khas negeri Madagaskar. Pulau Lemuria dulunya adalah sebuah surga kedamaian yang indah. Namun, ketenangan itu hancur setelah kedatangan Raneny, seorang penyihir jahat berjiwa kapitalis.
Raneny mengeksploitasi alam dan penduduk Lemuria demi keuntungan pribadi dengan membangun berbagai pabrik industri yang merusak lingkungan. Setelah jenuh menyiksa rakyat, Raneny memutuskan untuk merayakan kemenangannya dengan mengadakan sebuah konser musik privat yang megah di istananya. Konser eksklusif ini hanya mengundang band-band paling populer di pulau tersebut.
Di tengah situasi tersebut, sesosok makhluk kecil berbulu bernama Kalakely, yang dalam mitologi Madagaskar yang disebut Kalanoro, yang dipercaya dapat membawa keberuntungan. Kalakely secara tidak sengaja terpilih oleh ramalan kuno untuk menghentikan Raneny. Karena satu-satunya cara untuk menyusup ke istana dan mendekati sang penyihir adalah dengan menghadiri konser privat tersebut.
Apakah Kalakely mampu menyelamatkan pulau Lemuria dari tangan sang penyihir jahat?
Temukan jawabannya dengan memainkan Kalanoro!
![]()
Gameplay
KALANORO adalah sebuah game platformer 3D dari developer Red Raketa Studio yang bermarkas di negara Madagaskar. Berbeda dengan game platformer mainstream lainnya yang biasanya menggunakan sudut pandang 2D atau Over-the-Shoulder, game ini menggunakan sudut pandang isometrik yang biasa dipakai oleh game-game Roguelike.
Dalam game ini, Anda akan berperan sebagai Kalakely, sesosok makhluk kecil berbulu tebal yang dipercaya sebagai KALANORO, si pembawa keberuntungan. Setelah memilih menu New Game, Anda akan langsung dibawa menuju cutscene sebagai pembukaan cerita.
![]()
Tanpa berlama-lama, Anda akan langsung dibawa menuju aksi petualangan. Sesi permainan diawali dari tutorial yang akan mengajarkan Anda mekanik-mekanik dasar permainan seperti berlari, melompat dan menyerang.
Kalakely bisa melakukan Dash dengan tombol O yang bisa dilakukan di darat dan udara. Selain untuk menghindari serangan, Dash juga berguna untuk melewati pagar tombak. Selain Dash, ia juga bisa melakukan Downward Dash dari udara dengan menekan tombol L2 setelah melompat. Lakukan lompatan lalu tekan tombol ZL untuk menerjang ke arah bawah.
Dengan menekan tombol kotak, Anda bisa menyerang musuh menggunakan ilmu bela diri Kalate. Namun, jika Anda memungut objek/senjata yang ada di sekitar, maka Anda juga bisa menyerang menggunakan senjata tersebut. Tidak hanya objek ringan, Kalakely bahkan bisa mengangkat objek berat dan melemparkannya ke arah musuh.
![]()
Menekan tombol R2 juga memungkinkan Anda menggunakan kemampuan rambut Kalakely. Anda bisa menggunakan rambut untuk menghancurkan peti dari jarak jauh dan melumpuhkan lawan untuk sementara waktu. Namun perlu diingat bahwa tidak semua peti bisa langsung dihancurkan dengan kemampuan rambut tersebut. Peti jenis ini biasanya bisa dihancurkan menggunakan serangan jarak dekat atau Dash.
Sepanjang petualangan, Anda akan mengumpulkan berbagai bahan yang bisa diolah setelah kembali ke bus taksi. Bahan-bahan tersebut meliputi beras, kelapa, leci, tebu, vanila, tepung beras, singkong, dan pisang. Dengan menggunakan resep Nenek, Anda bisa memasak berbagai hidangan lezat seperti semur singkong, koba, ravitoto dan lainnya.
![]()
Setiap makhluk Lemur yang bergabung dengan grup musik memiliki selera yang berbeda, jadi pastikan Anda berbicara dengan mereka agar bisa memasakkan hidangan yang mereka sukai! Hal ini dikarenakan mereka sangat pemilih soal makanan, jadi jika mereka meminta hidangan khusus dan Anda tidak memenuhinya, mereka mungkin akan pergi. Anda pun harus berusaha membawa mereka kembali ke bus! Dan ingat, Anda tidak bisa melanjutkan petualangan sampai Anda berhasil menyelamatkan kembali Lemur itu.
Pertarungan melawan bos merupakan bagian seru yang menyuguhkan tantangan lebih. Kuncinya adalah bersabar menunggu momen saat bos menjadi rentan, lalu menghajarnya habis-habisan saatmereka berada dalam kondisi tersebut. Untungnya, meskipun beberapa pertarungan bisa terasa cukup berat, permainan ini cukup royal memberikan hati untuk memulihkan kesehatan, sehingga Anda jarang perlu merasa tertekan untuk harus bermain dengan sempurna.
![]()
Presentation
Visual
Visual yang dibawakan KALANORO tergolong cukup unik karena menampilkan gaya yang penuh warna, unik, dan memiliki desain karakter yang imut. Selain itu, pulau Lemuria menghadirkan beragam bioma yang menarik untuk dilihat. Namun, tetap ada beberapa catatan terkait teknisnya yang terasa masih agak kasar, di antaranya tekstur lingkungan dan model karakter yang terlihat agak kurang dipoles.
![]()
Audio
Musik tentu saja memegang peranan penting di sepanjang perjalanan ini karena petualangan dalam game ini bertemakan perjuangan musikal melawan penyihir jahat. Musik latarnya menampilkan kontribusi dari para seniman Madagaskar—Denise, Jyeuhair, dan Marco Klarck—yang membantu pulau fiktif Lemuria mencerminkan budaya serta energi kreatif yang menjadi inspirasinya. Elemen suaranya juga dirancang dengan matang untuk mendukung alur permainan.
![]()
Value
Kalakely dibekali dengan lebih dari sekadar ambisi bermusik. Rambut ajaibnya dapat digunakan untuk menyerang musuh, berayun melintasi celah, dan mengatasi berbagai rintangan di lingkungan sekitar. Penggunaan senjata dadakan—seperti wajan, sandal, rambu jalan, dan palu—semakin memperkuat nuansa permainan yang jenaka saat situasi menuntut pendekatan yang lebih agresif.
Para musisi yang berhasil diselamatkan bukan sekadar objek koleksi. Mereka bergabung dengan Kalakely di dalam taxi-brousse yang berfungsi sebagai markas berjalan bagi band tersebut. Menjaga kekompakan grup mengharuskan pemain untuk memperhatikan suasana hati setiap anggota melalui kegiatan memasak, berbagai aktivitas, dan gim mini. Anggota band yang terabaikan bisa saja pergi atau bahkan tertangkap kembali, sehingga menghadirkan elemen manajemen sederhana di sela-sela aksi platforming dan pertarungan.
Conclusions
Kalanoro bukan game yang panjang dan Anda mungkin bisa menyelesaikannya kurang dari 10 jam, namun apa yang hendak ditawarkan oleh game ini adalah petualangan singkat penuh makna. Terlepas dari mekanik pertarungannya yang kurang memuaskan, Kalanoro tetaplah game platformer yang menarik dimainkan karena lewat game ini, kita bisa melihat betapa indahnya budaya Madagaskar.
+ Dunia dengan udaya Madagaskar
+ Platforming yang intuitif
+ Desain level yang menarik
+ Pertarungan boss yang menantang
+ Visual penuh warna
+ Musik ala Madagaskar
+ Durasi permainan terasa pas
- Mekanik pertarungan kurang memuaskan
- Tekstur lingkungan kurang dipoles
- Tuntutan masakan agak membosankan
![[Review] Code Vein II: Mask of Idris](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/Code-Vein-II-Mask-of-Idris-Banner-115x115.jpg)
![[Review] The Blood of Dawnwalker](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/The-Blood-of-Dawnwalker-Banner-115x115.jpg)
![[Review] EA SPORTS FCâ„¢ 27](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/EA-SPORTS-FC-27-Banner-115x115.jpg)
![[Review] Kalanoro](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/Kalanoro-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Granblue Fantasy Versus: Rising (NS2)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/GBVS-Rising-NS2-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Code Vein II: Mask of Idris](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/Code-Vein-II-Mask-of-Idris-Banner-200x250.jpg)
![[Review] SHINOBI: Art of Vengeance (NS2)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/08/Shinobi-Banner-200x250.jpg)
![[Review] The Blood of Dawnwalker](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/The-Blood-of-Dawnwalker-Banner-200x250.jpg)
![[Review] EA SPORTS FCâ„¢ 27](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/EA-SPORTS-FC-27-Banner-200x250.jpg)
![[News] PlayStation Umumkan Kontroler DualSense Bertema LISA Blackpink](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/DualSense-LISA-200x250.jpg)
![[Review] METAL GEAR SOLID: Master Collection Vol. 2](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Metal-Gear-Solid-Master-Collection-Vol.-2-Banner-200x250.jpg)
![[Review] The Legend of Heroes: Trails to Azure (PS5)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/Trails-to-Azure-Banner-200x250.jpg)
![[Review] The Legend of Heroes: Trails from Zero (PS5)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/Trails-from-Zero-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Kalanoro](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/Kalanoro-Banner-360x240.jpg)
![[Recap] Gamescom 2026 – Opening Night Live](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Gamescom-2026-Opening-Night-Live-360x240.jpg)
![[Review] Granblue Fantasy Versus: Rising (NS2)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/GBVS-Rising-NS2-Banner-360x240.jpg)
![[Review] STAR WARS Zero Companyâ„¢](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/Star-Wars-Zero-Company-Banner-360x240.jpg)