Ghost of Yōtei: Complete Edition
Sucker Punch Productions
PlayStation Studios
1 Oktober 2026
PS5
Action-adventure
Dewasa
Blu-ray, Digital
120 GB
Rp 1.142.000 (Base Game + DLC)
Rp 220.890 (DLC-only)
Sebagai salah satu game first-party Sony yang masih dirilis secara eksklusif untuk PS5 saat ini, Ghost of Yōtei memang masih punya banyak potensi untuk digali. Oleh karena itulah, Sony Interactive Entertainment dan Sucker Punch Productions kembali merilis ulang game tersebut dengan label Complete Edition setahun setelah perilisan perdana game tersebut.
Ini bukan pertama kalinya mereka merilis ulang game dalam versi lengkap karena sebelumnya Ghost of Tsushima juga mendapatkan perlakuan serupa. Namun, apakah Ghost of Yōtei: Complete Edition bisa menawarkan konten yang lebih baik dari Ghost of Tsushima: Director’s Cut?
Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Story
Ghost of Yotei membawakan kisah seorang protagonis baru bernama Atsu, seorang prajurit wanita yang dikenal sebagai Onryo, sebuah istilah untuk roh pendendam dalam cerita rakyat Jepang. Game ini berlatarkan era feodal Jepang di tahun 1603, sekitar 300 tahun setelah peristiwa di Ghost of Tsushima. Meskipun demikian, Atsu tidak memiliki keterkaitan apapun dengan Jin Sakai dari game sebelumnya.
Di masa lalu, Atsu tinggal dengan bahagia di suatu tempat di wilayah Ezo bersama adik dan kedua orang tuanya. Pada suatu hari ketika bermain adiknya, mereka menemukan seorang pria paruh baya dan membawanya datang ke rumah mereka. Tak disangka, orang tersebut adalah Lord Saito, salah satu anggota kelompok penjahat Yotei Six yang punya sejarah kelam dengan Ayah Atsu.
Selain Lord Saito, masih ada lima anggota keji lainnya yang dijuluki The Snake, The Oni, The Kitsune, The Spider dan The Dragon. Singkat cerita, keenam anggota Yotei Six pun mendatangi tempat tinggal Atsu dan tanpa ampun membantai keluarga Atsu dan menghancurkan rumahnya. Beruntung Atsu masih bisa bertahan hidup dari serangan tersebut. Tapi, peristiwa tersebut tentu saja membuat Atsu menderita seumur hidupnya. Ia pun berlatih keras agar bisa balas dendam kepada Yotei Six.
Mampukah Atsu membalaskan dendamnya seorang diri?
Temukan jawabannya dengan memainkan Ghost of Yōtei!
Gameplay
Ghost of Yōtei merupakan game kedua dari franchise “Ghost” milik Sucker Punch Productions. Meskipun sama-sama mengusung judul yang mirip, Ghost of Yotei bukanlah sekuel dari Ghost of Tsushima karena tidak memiliki keterkaitan secara langsung, baik dalam latar tempat, dunia, cerita maupun karakter. Namun, Ghost of Yotei masih mengadopsi genre serupa dengan Ghost of Tsushima, yaitu Action-adventure dengan konsep dunia terbuka.
Complete Edition adalah edisi definitif dan paket lengkap dari Ghost of Yotei yang rilis sekitar satu tahun yang lalu untuk PS5. Dalam versi lengkap ini, Anda akan mendapatkan Base Game Ghost of Yotei serta ekspansi cerita tambahan bertajuk Echoes of Sekigahara dan satu mode permainan baru bernama Most Wanted. Sebelum ekspansi ini rilis, sebenarnya Ghost of Yotei juga sudah mendapatkan dua mode baru secara gratis lewat update bernama Legends Co-op Mode dan Beauty of Yotei Mode, namun kami tidak akan membahas kedua mode tersebut di sini.
Berikut kami bahas aspek gameplay selengkapnya:
Echoes of Sekigahara
Echoes of Sekigahara adalah sebuah ekspansi cerita baru yang membawa Anda untuk menggali masa lalu Atsu saat pertempurannya di Battle of Sekigahara. Dalam cerita ini, akan diperkenalkan seorang karakter baru bernama Nagato yang merupakan sosok penting di masa lalu Atsu. Ceritanya sendiri terbagi antara masa kini saat Atsu sedang memburu Yotei Six dan kilas balik saat Pertempuran Sekigahara berlangsung.
Jika Anda belum pernah memainkan Ghost of Yōtei sebelumnya, ekspansi cerita Echoes of Sekigahara tidak bisa langsung Anda akses begitu saja karena Anda harus menyelesaikan empat misi utama terlebih dahulu sebagai syarat utamanya. Keempat misi tersebut di antaranya adalah “The Old Inn”, “The Way of Dual Katana”, The Tale of the Oni” dan “The Kitsune’s Fate”, yang membutuhkan waktu sekitar 10 jam untuk diselesaikan.
Jika Anda sudah menamatkan cerita utamanya sebelumnya atau sudah menyelesaikan misi-misi yang kami sebutkan di atas, Anda bisa mengakses cerita ekspansi ini dengan cara berbicara dengan NPC bernama Kojiro yang biasanya menjaga papan Bounty Hunter di berbagai desa, kemudian mengambil misi untuk memburu seorang pria dengan julukan “Nagato The Handsome”.
Setelah itu, Anda harus menuju titik objektif yang telah ditentukan dan nantinya akan ada cutscene khusus yang membawa Anda menuju sebuah area baru di sebelah kanan pulau Ezo bernama Ashoro Foothills.
![]()
Masih ingat dengan anggota Yotei Six The Snake yang dibunuh oleh Atsu di awal permainan? Ya, Ashoro Foothills ini adalah daerah kekuasaan The Snake dan faksinya yang bernama The Vipers. Kematian The Snake jelas membawa luka yang mendalam bagi faksinya, namun itu juga berarti bahwa posisi The Snake di kelompok Yotei Six menjadi kosong. Hal inilah yang membuat para anggota faksinya saling sikut satu sama lain untuk mendapatkan posisi tersebut.
Sama seperti wilayah-wilayah Ezo lainnya, Ashoro Foothills juga berisikan tempat-tempat menarik yang bisa Anda kunjungi. Selain misi utama, ada juga misi-misi sampingan seperti misi sampingan, kuil, Bounty Hunter, Duel Samurai dan Mini-Games yang bisa Anda selesaikan yang mana menghadiahkan Anda armor baru, topeng baru dan warna baru.
New Features
Sebagai DLC ekspansi, sistem pertempurannya tentu saja masih mirip dengan Base Game-nya. Bahkan, Anda juga bisa membawa semua jenis senjata dan skill yang sudah Anda buka sebelumnya ke daratan Ashoro Foothills. Namun, bukan berarti DLC ini datang dengan tangan hampa karena ada fitur-fitur baru yang membuat pengalaman pertarungan Anda menjadi lebih variatif.
Fitur baru pertama adalah hadirnya jenis senjata melee baru bernama Massive Weapon, di mana Atsu dapat menggunakan senjata-senjata berat berukuran besar seperti kapak raksasa (Ono / Oto), palu raksasa (Ōtsuchi), gada berduri (Kanabō) dan pedang raksasa (Nodachi).

Berbeda dengan lima senjata melee sebelumnya yang bersifat permanen, Massive Weapon bersifat temporer, bisa rusak setelah digunakan beberapa kali dan tidak bisa Anda simpan. Jadi, Anda bisa menggunakan jenis senjata ini ketika jenis musuh baru yang membawa senjata raksasa ini menjatuhkannya atau bisa juga mengambilnya dari gudang senjata di markas musuh. Meskipun temporer, namun jenis senjata ini tetap punya Skill Tree-nya sendiri yang bisa Anda upgrade ketika berdoa di kuil.
Fitur baru kedua adalah Atsu bisa tertancap anak panah ketika terkena tembakan musuh. Jika hal ini terjadi, Atsu tidak bisa memulihkan diri sampai ia mencabut anak panah tersebut dari tubuhnya. Untuk mencabutnya, Anda harus menahan tombol bawah di D-Pad dan ini memakan waktu beberapa detik. Jadi, jika posisi Anda sedang dikepung musuh, Anda harus menjaga jarak terlebih dahulu untuk melakukan hal tersebut. Untuk menghindari hal di atas terjadi, Atsu juga dibekali skill baru yang mana membuatnya bisa menangkap anak panah, lalu melemparnya kembali ke arah musuh. Cukup menekan tombol O saat anak panah datang, maka Atsu akan menangkapnya.
Most Wanted Mode
Most Wanted Mode adalah mode permainan terpisah dari cerita utama dan mode sampingan Legends Mode, yang bisa Anda akses dari menu judul. Mode single-player ini hadir dengan konsep Survival dengan elemen Roguelike dan hanya bisa dimainkan apabila Anda sudah membeli DLC Echoes of Sekigahara atau Ghost of Yotei: Complete Edition.
Dalam mode ini, ada empat karakter yang bisa Anda pilih, yaitu Atsu, Oyuki, Nagato dan Jin Sakai. Ya, sang protagonis dari Ghost of Tsushima kembali hadir di sini sebagai karakter playable dengan penampilan barunya. Namun di awal permainan, Anda hanya bisa menggunakan Atsu saja. Jadi, Anda perlu membuka tiga karakter lainnya dengan cara memainkan mode ini dan mengalokasikan sejumlah poin yang didapat dari permainan.
Keempat karakter ini bukan hanya sekedar skin saja karena setiap karakter dibekali jenis senjata dan skill yang berbeda-beda. Atsu dibekali senjata Dual Katana, Metsubushi dan Blind Bomb. Ia juga punya kemampuan untuk memanggil dua ekor serigala untuk membantunya bertarung. Saat meteran Kill Streak-nya sudah penuh, maka ia bisa mengaktifkan mode Onryo seperti dalam Story Mode.
Sementara Oyuki dibekali senjata Kusarigama, Tanegashima dan Kunai. Ia punya kemampuan untuk mengeluarkan kepulan asap yang membuat musuh kehilangan penglihatannya, kemudian membuka ruang untuk Stealth Kill dua musuh sekaligus. Ketika meteran Kill Streak-nya penuh, Oyuki bisa memanggil seekor Nine Tails untuk membantunya bertempur dalam waktu terbatas.
Nagato dibekali senjata Yari (Tombak), Tanzutsu (semacam Shotgun), Yumi dan Hankyu (Busur). Nagato punya kemampuan khusus yang bisa menembakkan dua anak panah sekaligus dan pasti Headshot. Dan terakhir Jin Sakai tentu saja dibekali sebilah pedang Katana yang sama seperti dalam game Ghost of Tsushima. Di mode ini, Jin bisa menggunakan empat Stance khas miliknya, Sticky Bomb dan Hankyu (Busur). Jin punya kemampuan bernama Dance of Wrath yang mana bisa melucuti senjata lawan-lawannya. Saat meteran Kill Streak-nya penuh, Jin dapat masuk ke mode Ghost Stance yang bisa membunuh musuh dalam satu serangan.
Selain memilih karakter, Anda juga bisa memilih satu dari enam anggota Yotei Six untuk diburu dengan tingkat kesulitan dan hadiah yang berbeda-beda. Jika Anda sudah memainkan game Marvel’s Wolverine, mode ini mirip dengan Nightmare Trials dalam game tersebut, di mana tingkat kesulitannya akan terus meningkat seiring permainan berlangsung. Setiap menyelesaikan satu run, Anda bisa menerima perk tertentu yang meningkatkan kemampuan karakter.
Durasi permainan dalam mode ini tentu bisa berlangsung sangat panjang. Untungnya, developer menyediakan opsi untuk “Suspend” progress setiap kali Anda menyelesaikan run. Jadi, Anda bisa melanjutkan permainan nanti dan tidak perlu menyelesaikan satu perburuan dalam satu kali duduk.
Presentation
Visual
Visual game ini didominasi oleh warna kuning yang menjadi warna tema dari Atsu. Anda akan sering menemukan hamparan padang rumput dan bunga yang luas lengkap dengan bunga-bunga yang menyelimutinya, lalu ada juga pegunungan salju yang penuh badai, tebing terjal yang bisa Anda daki, sungai air jernih yang mengalir deras, rumah dan kastil tradisional yang megah, pantai berpasir yang indah dan masih banyak lagi pemandangan keren yang sedap dipandang mata. Tidak hanya itu saja, perubahan waktu dan cuaca yang dinamis, juga menambah imersivitas saat permainan berlangsung. Kami benar-benar kehabisan kata-kata untuk menggambarkan keindahan visual yang ditawarkan oleh game ini.
Mode filter hitam putih bernama Kurosawa Mode masih ada dalam game ini. Tapi yang menarik, ada tambahan dua mode baru yang bisa Anda pilih, yaitu Miike Mode dan Watanabe Mode.
Jika Anda mengaktifkan Miike Mode, maka sudut pandang kamera akan lebih dekat dan brutal, serta akan lebih banyak cipratan darah dan lumpur seperti yang digambarkan dalam karya-karya Takashi Miike. Sementara itu, Watanabe Mode akan membuat atmosfer permainan terasa berbeda karena musik-musiknya akan diganti dengan soundtrack lo-fi Hip Hop ala Samurai Champloo.
![]()
Audio
Berlatarkan negeri Sakura tempo dulu, alunan musik khas Jepang ala Samurai sudah pasti akan menemani perjalanan Atsu selama berpetualang. Musik selama petualangan dan pertarungan silih berganti secara intens untuk membangun atmosfer era feodal yang begitu kental. Efek suara dari setiap tebasan senjata pun terasa sangat memuaskan hingga membuat telinga Anda dimanjakan. Pun dengan ledakan-ledakan yang dihasilkan dari bom atau bahan peledak lainnya. Semuanya terasa menggelegar di telinga. Tak lupa juga keindahan alunan musik yang kerap kali keluar dari alat musik Shamisen yang dipetik oleh Atsu, sungguh menenangkan jiwa.
Melanjutkan tradisi dari game sebelumnya, Sucker Punch menghadirkan dua pilihan sulih suara, Bahasa Inggris dan tentu saja Bahasa Jepang agar terasa lebih otentik. Kedua sulih suaranya digarap dengan sangat serius sehingga bisa menghasilkan kualitas yang maksimal. Terlepas dari isu apapun yang ada di dunia nyata, menurut kami Erika Ishii memainkan perannya dengan sangat baik sekali di sini karena berhasil menyampaikan tiap emosi yang dirasakan oleh Atsu. Anda bisa merasakan bagaimana kemarahan Atsu pada Yotei Six yang telah menghancurkan keluarganya, merasakan kehangatan Atsu pada orang-orang sekitarnya dan bagaimana depresinya ia ketika kehilangan petunjuk untuk melacak keberadaan musuh-musuhnya.

Value
Menurut kami, jika Anda sudah memiliki Base Game-nya sebelumnya, harga upgrade Rp 220.890 sangat layak untuk Anda bayarkan karena DLC ini menambahkan cerita baru yang juga menambah durasi permainan Anda kurang lebih 10 jam. Kemudian, ada juga mode Most Wanted yang menghadirkan Combat Survival dengan konsep Roguelike, yang menyediakan tiga karakter playable baru selain Atsu. Hal ini tentu saja menambah motivasi Anda untuk memainkan mode tersebut.
Namun, jika Anda belum memiliki Base Game-nya sebelumnya, kami sarankan Anda membeli edisi fisik versi vanila-nya saja, lalu membeli DLC-nya secara terpisah karena harga baru untuk Ghost of Yotei: Complete Edition-nya sendiri masih terlampau mahal di masa peluncurannya, yaitu Rp 1.142.000.
Conclusions
Ghost of Yōtei: Complete Edition adalah game aksi petualangan open-world yang sangat epik, adiktif dan menakjubkan. Hadirnya DLC Echoes of Sekigahara dan mode Most Wanted, menjadi daya tarik tersendiri untuk membuat Anda kembali memainkannya, meskipun sudah mendapatkan Platinum Trophy sekalipun karena ia berhasil memperkaya pengalaman bermainnya lewat fitur-fitur baru yang ditawarkan, seperti area dan cerita baru untuk dijelajahi, Massive Weapon dan tentu saja karakter playable baru.
+ Cerita yang menyentuh
+ Jika memiliki Base Game, harga upgrade-nya relatif murah
+ Konten padat dan sepadan dengan harganya
+ Ashoro Foothills jadi area baru untuk dijelajahi
+ Massive Weapon tambah variasi gameplay
+ Most Wanted Mode hadirkan tiga karakter playable baru
+ Kembalinya Jin Sakai
- Jika belum memiliki Base Game, harga Complete Edition-nya cukup mahal
- Massive Weapon tidak permanen




![[Review] Silent Hill Townfall](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/Silent-Hill-Townfall-Banner-115x115.jpg)
![[Review] CONTROL Resonant](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/CONTROL-Resonant-Banner-115x115.jpg)
![[News] Pre-Order God of War: Laufey Telah Dibuka!](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/God-of-War-Laufey-Banner-with-Logo-115x115.jpg)
![[Review] Ghost of Yōtei: Complete Edition](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/Ghost-of-Yotei-Complete-Edition-200x250.jpg)
![[Review] Silent Hill Townfall](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/Silent-Hill-Townfall-Banner-200x250.jpg)
![[News] Game Survival Antariksa Kooperatif O2GETHER Siap Meluncur 29 Oktober 2026](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/O2GETHER-Banner-200x250.jpg)
![[Review] CONTROL Resonant](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/CONTROL-Resonant-Banner-200x250.jpg)
![[News] Pre-Order God of War: Laufey Telah Dibuka!](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/God-of-War-Laufey-Banner-with-Logo-200x250.jpg)
![[Review] iRacing® Studios NASCAR 26](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/NASCAR-26-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Brigandine: Abyss](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Brigandine-Abyss-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Fear The Timeloop](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/Fear-The-Timeloop-Banner-200x250.jpg)
![[News] SILENT HILL: Townfall Telah Resmi Rilis](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/06/Silent-Hill-Townfall-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Kalanoro](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/Kalanoro-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Ghost of Yōtei: Complete Edition](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/Ghost-of-Yotei-Complete-Edition-360x240.jpg)
![[Recap] Gamescom 2026 – Opening Night Live](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Gamescom-2026-Opening-Night-Live-360x240.jpg)
![[Review] Granblue Fantasy Versus: Rising (NS2)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/GBVS-Rising-NS2-Banner-360x240.jpg)
![[News] Game Survival Antariksa Kooperatif O2GETHER Siap Meluncur 29 Oktober 2026](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/10/O2GETHER-Banner-360x240.jpg)