Directive 8020
Supermassive Games
Supermassive Games
12 Mei 2026
PS5, Xbox Series, PC
Horror-Interactive
Dewasa
Blu-ray, Digital
Rp 699.000
Directive 8020 adalah mahakarya terbaru dari Supermassive Games, studio yang dikenal lewat karya-karya game interaktif berbasis narasi-nya seperti Until Dawn dan seri The Dark Pictures Anthology. Bagi Anda yang telah memainkan game-game tersebut, kami yakin sekali lagi Anda akan puas dengan apa yang disajikan Supermassive Games, yang kali ini cukup berani untuk mengambil tema sci-fi horror.
Game ini sendiri akan dirilis pada 12 Mei 2026 di berbagai platform seperti PlayStation 5, Xbox Series X dan PC, dengan publisher Bandai Namco Entertainment. Mengusung genre story-driven interactive drama, Directive 8020 kembali menghadirkan pengalaman sinematik yang menekankan pada pilihan cepat Anda, dibalut dengan atmosfer tegang dan konsekuensi yang bercabang.
Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Story
Mengambil latar pada tahun 2061, Directive 8020 menceritakan kisah perjalanan dari kru kapal ruang antariksa, Cassiopeia, sebuah armada kolonisasi yang dikirim untuk menjelajahi dan menyiapkan planet baru bagi umat manusia. Cassiopia membawa sejumlah kru yang terdiri dari Captain Nolan Stafford, Brianna Young dan Laura Eisele, untuk melaksanakan misi kolonialisasi ke Planet Tau Ceti f.
Ini adalah bagian dari proyek besar “Directive 8020”—sebuah protokol darurat yang mengatur kolonisasi luar angkasa setelah bumi mengalami krisis ekologi. Namun, perjalanan yang seharusnya menjadi harapan baru berubah menjadi mimpi buruk ketika sebuah meteorit menghantam badan kapal dan menimbulkan berbagai permasalahan.
Seiring berjalannya cerita, Anda dihadapkan pada dilema: apakah harus fokus menjaga misi kolonisasi tetap berjalan, atau memprioritaskan keselamatan kru. Konflik internal yang semakin tajam juga turut menjadi drama yang memperkuat alur cerita. Berbagai pilihan yang Anda ambil nantinya akan memiliki konsekuensi di masa depan yang akan mempengaruhi akhir dari cerita ini.
Hingga pertengahan game, rahasia besar mulai terungkap. Ada indikasi bahwa misi kolonisasi bukan sekadar proyek penyelamatan manusia, melainkan eksperimen yang menyimpan agenda tersembunyi. Anda mulai menyadari bahwa ancaman bukan hanya dari luar, tetapi juga dari dalam—baik berupa konflik antar kru maupun tujuan sebenarnya dari organisasi yang mengirim mereka.
Apakah Anda dan kru Cassiopeia sanggup untuk berhasil menyelesaikan misi ini?
Temukan jawabannya dengan memainkan Directive 8020!
Gameplay
Directive 8020 adalah sebuah game horor interaktif yang melibatkan Anda dalam setiap pengambilan keputusan. Game ini masih dalam satu semesta dari game-game The Dark Pictures Anthology seperti Until Dawn, Man of Medan dan House of Ash. Kali ini, Anda akan memainkan enam orang karakter secara bergantian sesuai dengan alur cerita yang sedang berlangsung. Mereka adalah Carter, Young, Stanford, Eisele, Copper dan Carner, yang masing-masingnya punya kepribadian yang berbeda.
Seperti pada game narrative driven sebelumnya, keputusan Anda menjadi inti dari permainan. Setiap pilihan, baik besar maupun kecil, memengaruhi jalannya cerita dan hubungan antar karakter. Memutuskan siapa yang diselamatkan saat kapal mengalami kebocoran oksigen, menentukan apakah akan mempercayai sebuah pesan rahasia atau mengabaikannya, serta memilih strategi menghadapi entitas misterius—melawan atau bersembunyi—semuanya membentuk percabangan narasi yang kompleks. Sistem ini memastikan replayability tinggi, karena setiap jalur cerita bisa menghasilkan konsekuensi berbeda, termasuk multiple endings yang menegaskan bahwa tidak ada satu pun pilihan yang benar-benar aman.
Directive 8020 terasa cukup berani dalam mengambil tema cerita, karena ia tidak sekadar menghadirkan drama interaktif khas Supermassive Games, melainkan membawa kita masuk ke dalam sebuah kisah sci-fi horror yang penuh ketegangan. Kali ini, Anda akan disuguhi narasi tentang misi kolonisasi luar angkasa yang berubah menjadi mimpi buruk, ketika makhluk ekstraterestrial misterius mulai mengganggu kru kapal Cassiopeia. Sensasi memainkan game ini begitu sinematik, seolah kita sedang duduk di kursi bioskop menonton film box office bertema luar angkasa seperti Alien atau Prometheus, dengan atmosfer claustrophobic, pencahayaan dramatis, dan dilema moral yang membuat setiap keputusan terasa menentukan nasib seluruh kru.
Eksplorasi menjadi fondasi utama dalam Directive 8020. Anda akan diajak menyusuri lorong-lorong kapal Cassiopeia yang penuh detail teknis, mulai dari ruang kendali, laboratorium medis, hingga kabin kru. Setiap sudut menyimpan potongan informasi yang bisa membuka rahasia misi kolonisasi, baik berupa log digital, catatan pribadi kru, maupun percakapan yang memicu percabangan cerita. Kamera sinematik yang khas dari Supermassive Games menekankan atmosfer claustrophobic, membuat setiap langkah terasa penuh ketegangan.
Sistem pertarungan hadir sebagai elemen tambahan yang memperkaya pengalaman, meski bukan menjadi fokus utama. Pertarungan biasanya terjadi dalam situasi darurat, ketika Anda harus menghadapi ancaman entitas misterius atau konflik internal yang berujung pada kekerasan. Pertarungan ini sering dikombinasikan dengan Quick Time Events, menuntut refleks cepat untuk menghindar, menyerang, atau menahan serangan. Namun disbanding pertarungan langsung, Anda akan lebih banyak dituntut untuk menggunakan strategi stealth.
Segmen stealth menjadi salah satu highlight yang menambah variasi gameplay. Anda harus menghindari entitas misterius yang berkeliaran di kapal dengan memanfaatkan lingkungan interaktif. Anda dapat memanfaatkan scanner untuk melacak keberadaan musuh atau berinteraksi dengan lingkungan untuk mengalihkan perhatian musuh. Mengingat makhluk asing dalam game ini sangat sensitive terhadap suara dan cahaya, Anda harus berhati-hati dalam melangkah. Kegagalan dalam stealth tidak hanya berakibat pada kerugian sementara, tetapi bisa memicu konsekuensi permanen berupa kematian karakter tertentu, sehingga setiap langkah terasa penuh risiko.
Pada bagian tertentu juga terdapat puzzle solving yang menjadi bagian integral yang relevan dengan tema sci-fi. Anda harus memecahkan enkripsi data untuk membuka log rahasia atau menyusun ulang jalur energi agar sistem navigasi tetap berfungsi. Puzzle ini tidak terlalu rumit, tetapi cukup menantang untuk menjaga keterlibatan Anda tanpa mengganggu alur cerita.
Misi utama terbagi dalam delapan episode sinematik yang menekankan interaksi antar karakter, investigasi, dan dilema moral. Ada misi investigasi hilangnya kru yang menuntut Anda mencari jejak dan membuka log rahasia, misi perbaikan sistem navigasi yang menghadirkan puzzle teknis dengan konsekuensi nyata, konflik internal yang memaksa Anda memilih sisi dalam perdebatan antar kru, serta encounter dengan entitas misterius yang menggabungkan stealth dan combat ringan. Setiap misi dirancang untuk menjaga tempo cerita tetap intens sekaligus memberi ruang bagi Anda untuk menentukan arah narasi.
Pada iterasi kali ini, Supermassive Games menghadirkan sebuah inovasi yang cukup signifikan melalui fitur Turning Points. Fitur ini bukan sekadar penanda percabangan cerita, melainkan sebuah mekanisme yang secara visual dan naratif menggambarkan konsekuensi dari setiap keputusan yang diambil pemain. Dengan Turning Points, Anda dapat melihat jalur cerita yang terbuka maupun tertutup, sehingga lebih mudah memahami outcome yang mungkin terjadi tanpa harus menebak-nebak arah narasi.
Lebih dari itu, fitur ini memberikan kebebasan untuk kembali ke titik kritis tertentu kapan saja, memungkinkan eksplorasi ulang terhadap pilihan yang sebelumnya diabaikan. Hal ini membuka peluang untuk menemukan rahasia tersembunyi, mengakses jalur cerita alternatif, hingga meraih ending baru di setiap episode.
Presentation
Visual
Supermassive Games memanfaatkan sepenuhnya kapabilitas PlayStation 5 untuk menghadirkan kualitas grafis yang sinematik. Rendering berbasis ray tracing digunakan untuk menciptakan pencahayaan realistis di dalam kapal Cassiopeia, di mana pantulan cahaya dari panel logam dan bayangan di lorong sempit terasa hidup. Efek HDR memperkuat kontras antara ruang kendali yang terang dengan koridor gelap yang menimbulkan rasa claustrophobic.
Detail karakter ditingkatkan melalui teknologi motion capture generasi terbaru. Ekspresi wajah, gerakan tubuh, dan bahasa non-verbal kru terasa autentik, sehingga interaksi antar karakter memiliki bobot emosional yang kuat. Animasi halus ini membuat setiap percakapan terasa seperti adegan film interaktif.
Lingkungan luar angkasa juga digarap dengan detail tinggi. Planet Tau Ceti yang menjadi tujuan kolonisasi digambarkan dengan lanskap asing yang menakutkan, atmosfer berwarna ungu gelap yang mencekam, dan permukaan penuh struktur organik misterius. Kontras antara interior kapal yang steril dengan dunia luar yang penuh ancaman menciptakan atmosfer visual yang konsisten dengan tema sci-fi horor. Adegan kematian para karakter juga digambarkan dengan sangat detail dan eksplisit, sehingga terasa sangat gore dan menakutkan. Bagi Anda yang memiliki fobia, disarankan agar berkonsultasi dulu sebelum memainkan game ini.
Efek partikel, seperti asap dari sistem pendingin, percikan listrik dari panel rusak, dan kabut tipis di ruang medis, menambah lapisan atmosfer. Semua ini berjalan mulus berkat kemampuan PS5 dalam menjaga frame rate stabil, sehingga pengalaman tetap imersif tanpa gangguan teknis.
Audio
Kualitas audio dalam Directive 8020 menjadi salah satu pilar utama yang membangun atmosfer. Sistem 3D audio PlayStation 5 dimanfaatkan untuk menciptakan pengalaman surround yang imersif. Suara langkah kaki kru bergema di lorong sempit, alarm darurat terdengar dari arah tertentu, dan bisikan entitas misterius terasa seolah datang dari belakang Anda. Sound design memperkuat nuansa horor psikologis. Dentuman mesin kapal, suara pintu otomatis yang berderit, dan gangguan sistem yang menghasilkan bunyi statis menciptakan atmosfer yang menekan. Efek audio ini sering digunakan untuk membangun suspense sebelum momen krusial. Beberapa moment yang memberikan jump scare juga terdeliver secara efektif untuk mengejutkan jantung Anda.
Voice acting menjadi kekuatan besar dalam game ini. Setiap karakter dihidupkan oleh aktor suara yang mampu menyampaikan emosi kompleks. Artis pendukung seperti Lashana Lynch yang memerankan karakter utama Brianna Young, serta kembalinya cast langganan seperti Lotte Verbeek yang memerankan Laura Eisele juga turut menghidupkan jalannya permainan. Dialog terasa natural, dengan intonasi yang mendukung ketegangan naratif.
Value
Harga rilis standar Directive 8020 diperkirakan berada di kisaran 700 ribu rupiah, mengikuti tren game naratif kelas menengah hingga premium. Dari sisi konten, game ini menawarkan kampanye utama dengan durasi sekitar 12–15 jam, namun replayability yang tinggi berkat sistem percabangan naratif membuat total pengalaman bisa berlipat ganda. Setiap keputusan kecil berpotensi membuka jalur cerita baru, sehingga Anda terdorong untuk melakukan beberapa playthrough demi melihat semua kemungkinan akhir.
Jika dibandingkan dengan game sebelumnya dari Supermassive, seperti Until Dawn atau seri The Dark Pictures Anthology, Directive 8020 jelas menunjukkan peningkatan. Until Dawn menawarkan pengalaman horor remaja dengan replayability terbatas, sementara The Dark Pictures menghadirkan cerita episodik dengan durasi singkat per judul. Directive 8020 melangkah lebih jauh dengan skala narasi yang lebih besar, atmosfer sci-fi yang segar, serta integrasi gameplay tambahan berupa combat ringan, stealth, dan puzzle teknis. Peningkatan ini membuat game terasa lebih kompleks dan variatif, tidak hanya bergantung pada QTE dan pilihan dialog semata.
Dari sisi kualitas produksi, Directive 8020 juga layak disandingkan dengan film box office. Visual sinematik dengan motion capture realistis, pencahayaan berbasis ray tracing, serta audio surround 3D menciptakan pengalaman yang setara dengan menonton film sci-fi horor di layar lebar. Voice acting yang kuat dan musik orkestra futuristik memperkuat kesan sinematik, sehingga setiap babak terasa seperti adegan film interaktif. Bedanya, Anda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pengambil keputusan yang menentukan arah cerita. Inilah yang membuat Directive 8020 memiliki nilai unik: ia bukan sekadar hiburan pasif, melainkan pengalaman sinematik yang interaktif.
Conclusions
Directive 8020 menandai langkah maju Supermassive Games dalam menghadirkan pengalaman story-driven yang lebih kompleks, sinematik, dan emosional. Dengan atmosfer sci-fi horor yang kuat, gameplay yang lebih variatif, serta kualitas visual dan audio yang mendekati standar film box office, game ini bukan sekadar penerus tradisi interaktif mereka, melainkan sebuah evolusi yang menempatkan Anda sebagai pengambil keputusan dalam drama moral dan survival.
Nilai yang ditawarkan sepadan dengan harga rilis, dan peningkatan dibanding karya sebelumnya menjadikan Directive 8020 layak dipandang sebagai salah satu rilisan naratif paling ambisius di tahun 2026.
+ Story mission yang dirancang sinematik dengan dilema moral nyata
+ Narasi bercabang dengan multiple endings yang memperkuat replayability
+ Atmosfer sci-fi horor yang segar dan berbeda dari karya sebelumnya
+ Visual sinematik dengan detail yang tinggi
+ Voice acting berkualitas tinggi yang memperkuat emosi karakter
+ Mekanik stealth yang menambah variasi gameplay
+ Puzzle solving relevan dengan tema sci-fi dan tidak terasa dipaksakan
+ Integrasi audio-visual yang imersif
+ Kualitas produksi layak disandingkan dengan film box office
- Combat terasa terlalu sederhana dan masih bergantung pada QTE.
- Tempo cerita kadang melambat sehingga mengurangi intensitas.
- Stealth bisa terasa repetitif setelah beberapa segmen.
- Beberapa animasi wajah masih terlihat kaku meski sudah ditingkatkan.
- Replayability berisiko terasa repetitif bagi Anda yang mencari variasi besar.
- Terdapat sedikit “agenda” yang tidak terlalu mempengaruhi cerita namun terasa dipaksakan










![[Review] CONSTANCE](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/05/Constance-Banner-115x115.jpg)
![[Review] REANIMAL](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/REANIMAL-Banner-115x115.jpg)
![[Review] Tides of Tomorrow](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/Tides-of-Tomorrow-Banner-115x115.jpg)
![[Review] Directive 8020](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/05/Directive-8020-Banner-200x250.jpg)
![[Review] CONSTANCE](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/05/Constance-Banner-200x250.jpg)
![[Review] REANIMAL](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/REANIMAL-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Tides of Tomorrow](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/Tides-of-Tomorrow-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Mouse: P.I. For Hire](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/MOUSE-P.I.-for-Hire-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Ys Memoire: Revelations in Celceta](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Ys-Memoire-Revelations-in-Celceta-Banner-200x250.jpg)
![[Review] The Spirit Weaver](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/The-Spirit-Weaver-Banner-200x250.jpg)
![[Review] HADES II](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/Hades-II-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Starfield (PS5)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/Starfield-Banner-200x250.jpg)
![[News] Ragnarok Origin Classic Tetapi Janji Open Server dengan Sakura Vows](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/ROOC-1-200x250.jpg)
![[Review] Directive 8020](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/05/Directive-8020-Banner-360x240.jpg)
![[Review] Screamer](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Screamer-Banner-360x240.jpg)
![[Review] Ys Memoire: Revelations in Celceta](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Ys-Memoire-Revelations-in-Celceta-Banner-360x240.jpg)
![[Review] The Spirit Weaver](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/The-Spirit-Weaver-Banner-360x240.jpg)