FAIRY TAIL: DUNGEONS
ginolabo
Kodansha
7 Januari 2026
Switch, PC
Deckbuilding Roguelike RPG
Remaja
Digital
345 MB
US$13.99
FAIRY TAIL adalah sebuah serial anime/manga ciptaan Hiro Mashima yang menceritakan tentang dua orang pemuda dan pemudi bernama Natsu dan Lucy di dunia yang penuh dengan ilmu sihir. Sebagai salah satu serial manga terpopuler, FAIRY TAIL memang punya pesonanya sendiri, tak heran jika ia menjadi salah satu andalan sang penerbit, KODANSHA, hingga saat ini.
Melengkapi proyek adaptasi video game FAIRY TAIL yang sudah diumumkan sebelumnya, KODANSHA bekerjasama dengan developer ginolabo untuk merilis sebuah game bertajuk Roguelike RPG berjudul FAIRY TAIL: DUNGEONS. Game ini sebenarnya sudah rilis di PC sejak bulan Agustus lalu, namun Nintendo Switch baru mendapatkannya di awal Januari ini.
Seperti apa game FAIRY TAIL terbaru ini?
Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Story
Cerita dalam game ini tidak diadaptasi dari kisah manga maupun animenya karena developer memang sengaja membuat cerita original yang diperuntukkan secara khusus untuk game ini. Diceritakan bahwa Natsu dan teman-temannya menemukan dungeon misterius di bawah guild Fairy Tail yang menguras sihir.
Di dalam dungeon, Natsu bertemu dengan seekor kucing dari ras Exceed bernama Labi, yang mengatakan bahwa ia sedang mencari temannya yang bernama Arthur. Namun, di dalam dungeon ini terdapat banyak monster yang hanya bisa dikalahkan menggunakan kartu. Sebagai orang yang haus akan pertarungan, Natsu bersedia membantu Labi untuk membasmi monster-monster tersebut dengan apinya yang membara.
Namun, rahasia apa yang sebenarnya tersimpan di dalam dungeon itu?
Temukan jawabannya dengan memainkan FAIRY TAIL: DUNGEONS!
Gameplay
Berbeda dengan game-game FAIRY TAIL sebelumnya yang mengusung genre JRPG modern atau game adaptasi anime lainnya yang biasanya berujung menjadi 3D Fighting Arena, FAIRY TAIL: DUNGEONS mencoba peruntungannya di sebuah genre yang bisa dibilang sangat jarang atau hampir tidak pernah disentuh oleh game berbasis anime, yaitu Deckbuilding Roguelike RPG.
Terdengar asing? Ya, kami juga sangat jarang mendengar gabungan dari istilah tersebut. Tapi, bisa dibilang ini adalah gabungan tiga genre sekaligus yang dilebur menjadi satu kesatuan.
Deckbuilding adalah sebuah genre game yang biasanya menggunakan kartu sebagai pondasi permainannya. Sebagai pemain, Anda dituntut untuk bisa menyusun atau membangun sekumpulan kartu yang nantinya digunakan sebagai sumber daya utama dalam permainan.
Roguelike merupakan subgenre yang tercipta berdasarkan game Rogue (1980) yang mana biasanya game sejenis ini menghadirkan elemen pembuatan prosedural baik itu level, monster maupun item. Hal ini biasanya didukung oleh fitur Permadeath sehingga ketika karakter Anda mati di tengah permainan, Anda harus mengulang permainan dari awal lagi.
Petualangan Anda dalam game ini dimulai bersama Natsu, sang protagonis utama dalam serial FAIRY TAIL. Di awal-awal, ia hanya ditemani oleh partner kucingnya yang bernama Happy, untuk membantu seekor kucing misterius bernama Labi yang sedang mencari temannya yang bernama Arthur.
Sayangnya, dungeon tersebut bisa menghapsu ingatan Natsu atas kekuatan dan jurus-jurusnya sehingga ia seperti kembali menjadi nol dan sangat lemah. Untuk membuka ingatannya kembali, Natsu harus mengumpulkan kartu-kartu yang tersebar di dungeon.
Dungeon dalam game ini dibuat seperti labirin yang berbentuknya seperti papan catur, di mana Anda akan menggerakan bidak sesuai karakter yang Anda pilih. Namun, pergerakan di dalam dungeon ini dibatasi oleh angka yang ada di dalam lentera kiri bawah layar (misalnya 10). Selama angka ini belum menyentuh 0, maka Anda masih bisa bergerak di dalam dungeon sesuai petak yang Anda inginkan. Namun, Anda tidak bisa bergerak ke petak yang sebelumnya sudah Anda langkahi.
Jadi, bisa dibilang bidak karakter Anda hanya bisa maju dan belok saja, tetapi tidak bisa mundur. Jika Anda berhenti di petak yang berisi harta karun atau Lacrima, maka Anda berhak mendapatkan bonus buff untuk karakter. Namun, jika berhenti di petak yang berisi monster, maka pertarungan akan dimulai.
Sistem pertarungan game ini cukup unik. Meskipun pondasi utamanya masih terlihat seperti Turn-based Battle pada umumnya, namun eksekusi aksinya lebih mirip dengan game Slay the Spire. Jadi tiap gilirannya, karakter Anda akan diberikan empat jenis kartu yang dialokasikan pada empat tombol aksi.
Kartu-kartu ini ada yang bersifat ofensif, defensif atau suportif. Untuk menjalankan satu aksi, dibutuhkan sumber daya kristal ungu yang berfungsi layaknya MP. Bedanya, di setiap giliran, kristal ungu ini akan pulih kembali. Misalnya, ada tiga kartu yang butuh 1 kristal saja, maka Anda bisa melancarkan tiga aksi sekaligus dalam satu giliran. Namun, jika ada kartu yang butuh 2 kristal dan 1 kristal, maka Anda hanya bisa melakukan dua aksi saja.
Jika kartu-kartu yang muncul tidak sesuai dengan keinginan, Anda bisa melakukan Redraw untuk menghadirkan kartu baru, namun dengan penalti pengurangan sedikit Health. Sekilas pertarungannya terlihat sederhana, namun ketika dikulik lebih jauh, ternyata mekaniknya cukup dalam dan punya banyak variasi dan potensi.
Di awal, Anda hanya punya Natsu saja. Namun, seiring berjalannya permainan, nantinya karakter-karakter lain seperti Lucy, Gray, Erza dan Wendy juga akan ikut bergabung ke dalam party. Oh iya, dalam update besar terbaru di versi Nintendo Switch, ada tambahan lima karakter baru lainnya, yaitu Gajeel, Juvia, Mirajane, Laxus dan Gildarts.
Karakter seperti Natsu dan Erza punya keunggulan dalam serangan sehingga bisa menghasilkan kerusakan yang lebih besar. Sementara Lucy, Gray dan Wendy, perannya lebih defensif dan suportif sehingga mereka lebih cocok untuk karakter pendukung, penyembuh atau pasang badan.
Presentation
Visual
Tidak seperti game Fairy Tail lain yang menggunakan teknik visual cel-shading, game ini justru menggunakan pendekatan yang lebih sederhana layaknya game retro, yaitu pixelated. Kendati demikian, model karakternya tetap terlihat bagus dan detail. Animasinya juga terbilang halus untuk setiap jurus-jurus sihir yang dilancarkan. Sayangnya, desain dungeonnya terbilang hambar tanpa adanya variasi, sehingga mudah sekali terasa repetitif.
Audio
Terlepas dari tampilan visualnya yang cukup sederhana, game ini menyajikan musik yang luar biasa. Lagu-lagu yang berputar saat berpetualang maupun pertarungan selalu terdengar seru dan menyenangkan. Sayangnya, game ini tidak didukung oleh fitur sulih suara, sehingga tiap jurus yang dilancarkan oleh para karakternya terasa kurang bertenaga seperti dalam animenya.
Value
Untuk game dengan replayability yang cukup tinggi, FAIRY TAIL: DUNGEONS dibanderol dengan harga yang relatif murah, yakni hanya US$ 13.99 saja. Anda bisa menyusun kartu-kartu terbaik berkat opsi kustomisasi dan pembuatan dek yang cukup dalam. Kekurangannya mungkin terletak pada tidak adanya penjelasan tentang para karakternya. Jadi, jika Anda bukan penggemar serial FAIRY TAIL, mungkin akan sedikit kebingungan tentang cerita dan karakter yang dihadirkan.
Conclusions
FAIRY TAIL: DUNGEONS adalah contoh yang bagus bahwa genre game untuk adaptasi anime tidak harus selalu berujung pada 3D Fighting Arena. Genre Deckbuilding Roguelike RPG adalah cara kreatif dari developer untuk menciptakan pengalaman baru menikmati FAIRY TAIL.
Meskipun game ini sudah pernah dirilis untuk PC sebelumnya, namun bersamaan dengan peluncuran versi Nintendo Switch-nya, ginolabo menyuntikkan banyak tambahan konten baru di dalamnya seperti hadirnya 5 karakter playable baru (Gajeel, Juvia, Mirajane, Laxus dan Gildarts), 170 kartu baru dan lebih dari 100 skill baru. Selain itu, ada juga tingkat kesulitan baru yang akan menantang Anda ke level yang lebih tinggi.
+ Genre yang menyegarkan untuk game anime
+ Sistem pertarungan yang taktis
+ Elemen Roguelike yang adiktif
+ Kustomisasi mendalam
+ Visual pixelated yang cukup detail
+ Animasi serangan mulus
+ Musik yang keren
+ Versi Switch dapatkan tambahan konten baru
- Desain dungeon yang repetitif
- Tidak ada sulih suara
- Durasi relatif singkat


![[Review] NINJA GAIDEN 4](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Ninja-Gaiden-4-Banner-115x115.jpg)
![[Review] The Legend of Heroes: Trails Beyond The Horizon](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Trails-Beyond-The-Horizon-Banner-115x115.jpg)
![[Review] Love Too Easily 2: Summer Pocha](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Love-Too-Easily-2-Banner-115x115.jpg)

![[Review] NINJA GAIDEN 4](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Ninja-Gaiden-4-Banner-200x250.jpg)
![[Review] The Legend of Heroes: Trails Beyond The Horizon](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Trails-Beyond-The-Horizon-Banner-200x250.jpg)
![[Review] FAIRY TAIL: DUNGEONS](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/Fairy-Tail-Dungeons-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Love Too Easily 2: Summer Pocha](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Love-Too-Easily-2-Banner-200x250.jpg)
![[News] Sony Umumkan HYPERPOP Collection untuk PS5](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/Hyperpop-Collection-2026-Banner-200x250.jpg)
![[Review] S.T.A.L.K.E.R 2: Heart of Chornobyl (PS5)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/STALKER-2-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Solo Leveling: ARISE OVERDRIVE](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Solo-Levelling-Arise-OVERDRIVE-Banner-200x250.jpg)
![[Review] A.I.L.A.](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/AILA-Banner-200x250.jpg)

![[News] Bocoran Gameplay Assassin’s Creed Mirage Mengemuka!](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2023/05/Assassins-Creed-Mirage-official-screenshots-1-scaled-1-360x240.jpg)
![[Review] FAIRY TAIL: DUNGEONS](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/Fairy-Tail-Dungeons-Banner-360x240.jpg)
![[Review] Love Too Easily 2: Summer Pocha](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Love-Too-Easily-2-Banner-360x240.jpg)