Dragon Ball SPARKING! ZERO
Spike Chunsoft
Bandai Namco
13 November 2025 (NS, NS2)
11 Oktober 2024 (PS5, Xbox Series, PC)
PS5, Xbox Series, Switch, Switch 2, PC
3D Fighting Arena
Remaja
Game-Key Card, Digital
11.3 GB (NS2)
6.7 GB (NS)
$59.99
Dragon Ball: Sparking! Zero adalah game fighting terbaru yang dikembangkan oleh Spike Chunsoft dan dipublikasikan oleh Bandai Namco Entertainment. Game ini dirilis pertama kali pada 10 Oktober 2024 untuk PC, PlayStation 5, dan Xbox Series X/S, dan kini untuk ]versi Nintendo Switch dan Switch 2 telah hadir pada 14 November 2025. Menggunakan Unreal Engine 5, game ini menjadi penerus spiritual dari seri legendaris Budokai Tenkaichi, membawa kembali nuansa nostalgia sekaligus menghadirkan teknologi modern yang memperkuat pengalaman bermain. Lantas, fitur apa yang dibawakan pada versi portable Nintendo generasi terbaru kali ini?
Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Story
Cerita dalam game mengadaptasi arc-arc cerita dari serial anime Dragon Ball Z dan Super. Ceritanya memang tidak selengkap dalam game Dragon Ball Z: Kakarot, karena hanya mencakup arc cerita utama yang penting-penting saja, tanpa ada filler dan sampingan. Arc cerita yang ditampilkan di sini, di antaranya:
- Saiyan Saga
- Namek Saga
- Android Saga
- Cell Saga
- Buu Saga
- God of Destruction Saga
- Golden Frieza Saga
- Goku Black & Zamasu Saga
- Battle of the Universe Saga
Mengingat cerita Dragon Ball sendiri sudah diceritakan ulang ratusan kali dalam video game, rasanya kami tidak perlu menjelaskannya kembali secara terperinci. Namun, apa yang membuat cerita dalam game ini terasa lebih menarik adalah adanya opsi “What If?” pada ceritanya. Dengan memilih opsi yang berbeda dari cerita aslinya, Anda akan menemukan banyak sekali perbedaan alur yang mungkin pernah terlintas dalam pikiran Anda.
Bagaimana akhir pertarungan antara Goku dan Raditz jika Piccolo tidak turut serta?
Bagaimana jika Trunks ikut terlibat dalam turnamen pertarungan antar semesta?
Semua jawaban itu bisa Anda temukan dengan memainkan Dragon Ball SPARKING! ZERO!

Gameplay
Bandai Namco memang hampir setiap tahun merilis game Dragon Ball baru untuk konsol, namun penantian selama hampir 17 tahun lamanya akhirnya sirna. Di tahun 2024 ini, kita akhirnya mendapatkan sekuel game Dragon Ball Z: Budokai Tenkaichi 3, yang mana kini Bandai Namco memutuskan untuk menggunakan judul Jepangnya, Sparking! ZERO, sebagai nama Internasionalnya.
DRAGON BALL: Sparking! ZERO adalah sebuah game 3D Fighting Arena, di mana Anda dapat bertarung menggunakan karakter-karakter ikonik dari anime Dragon Ball di sebuah stage yang ukurannya sangat luas. Mengingat kompleksitas efek visual, banyaknya jumlah karakter serta penggunaan Unreal Engine 5 yang membutuhkan spesifikasi hardware cukup tinggi, mulanya game ini hanya dirilis untuk platform Next-Gen seperti PS5, Xbox Series X|S dan PC saja. Namun, Bandai Namco akhirnya memutuskan untuk merilis ulang untuk versi Nintendo Switch 2 yang tentunya dengan berbagai limitasi agar dapat berjalan optimal.
Berikut kami bahas aspek gameplay selengkapnya:
Mode Permainan

Seperti game fighting pada umumnya, game ini menghadirkan cukup banyak pilihan mode permainan yang bisa Anda pilih. Terdapat dua mode yang menjadi sajian utama dalam game ini, yaitu Pertarungan Cerita dan Kustom.
Pertarungan Cerita akan menceritakan kembali kisah-kisah ikonik dari Dragon Ball Z dan Super dari perspektif delapan karakter berbeda, yaitu Goku, Vegeta, Gohan, Piccolo, Trunks, Frieza, Goku Black dan Jiren. Cutscene ceritanya sendiri tidak dianimasikan secara penuh dan panjang seperti dalam game Dragon Ball Z: Kakarot. Semuanya sudah diringkas secara padat dan singkat, sehingga langsung masuk kepada intinya. Jika Anda adalah penggemar berat Dragon Ball, cerita-cerita yang disajikan pastinya sudah hafal di luar kepala.
Yang menarik dari mode ini adalah adanya jalur alternatif yang memungkinkan kita untuk mendapatkan konklusi cerita yang berbeda dengan cara memilih opsi tertentu di suatu titik cerita atau memenuhi suatu tertentu dalam pertarungan. Sebagai contoh, jika Goku memilih untuk melawan Raditz sendirian dan berhasil mengalahkannya, Goku akan tetap hidup sampai Nappa dan Vegeta datang ke bumi.
Kemudian, setelah mengalahkan Vegeta, Goku dan kawan-kawan tidak pergi ke Planet Namek, tapi justru Frieza lah yang akan datang ke planet Bumi. Cerita alternatif seperti inilah yang membuat kami terus penasaran tentang apa yang terjadi dalam ceritanya
Mode permainan kedua adalah Pertarungan Kustom, di mana Anda diberi kebebasan untuk menciptakan, memainkan, dan membagikan pertarungan yang sudah Anda buat secara online dengan menggunakan banyak opsi dari roster karakter, stage, dan item unik yang tersedia. Meskipun begitu, mode ini tetap memiliki batasan-batasan tertentu yang membuat hasil ciptaan Anda kurang maksimal seperti sudut pandang kamera yang terbatas hingga pilihan dialog tanpa sulih suara.
Selain kedua mode tersebut, ada juga beberapa mode lain yang bisa Anda mainkan seperti Pertarungan Online, Offline, Turnamen, Latihan hingga mode-mode ekstra seperti Ensiklopedia, Gallery, Toko, Kustomisasi dan lain-lain. Bagi Anda yang belum tahu, awalnya game ini memang diproyeksikan hanya untuk untuk single-player saja, namun karena banyaknya permintaan dari para gamer untuk fitur Local Splitscreen Multiplayer, akhirnya developer memasukkan mode tersebut dengan segala keterbatasannya. Salah satu keterbatasan yang mungkin agak menyebalkan adalah pilihan stage yang tersedia hanya satu, yaitu Ruang Jiwa dan Waktu (Hyperbolic Time Chamber). Semoga saja di update kemudian hari, Bandai Namco dan Spike Chunsoft bisa menghadirkan stage-stage lainnya juga untuk mode Multiplayer.
Roster Karakter

Melanjutkan tradisi yang sudah pernah mereka lakukan dalam tiga game Budokai Tenkaichi sebelumnya, game ini kembali menghadirkan ratusan karakter yang bisa Anda mainkan. Total ada lebih dari 180 karakter yang bisa Anda pilih di sini yang mencakup karakter-karakter dari Dragon Ball, Z, GT, Movie dan Super sampai arc Tournament of Power. Jadi, Anda tidak akan menemukan karakter Super dari arc setelahnya seperti Moro, Merus, Granolah dan lain-lain.
Jumlah terbanyak tentu saja dipegang oleh sang protagonis utama Son Goku, yang punya 19 variasi berbeda, di luar karakter Fusion seperti Vegito dan Gogeta. Tak hanya Goku, Vegeta dan Gohan juga termasuk karakter yang punya banyak variasi dan bentuk. Meskipun jumlah ratusan tersebut didapat dari hasil penjumlahan berbagai bentuk perubahan dan transformasi karakter seperti Super Saiyan, namun tidak bisa dipungkiri bahwa game ini tetaplah menjadi salah satu game Dragon Ball dengan karakter terbanyak.
Pertarungan

Seperti yang sudah kami utarakan di atas, game ini adalah sekuel langsung dari game Dragon Ball Z: Budokai Tenkaichi 3 (2007) yang pernah dirilis di PS2 dulu, jadi tentu saja Sparking! ZERO punya banyak kemiripan dari segi mekanik gameplay-nya. Dalam satu pertarungan, Anda dan lawan masing-masing bisa membawa hingga 5 karakter dalam satu tim. Satu karakter dari masing-masing tim akan bertarung satu lawan satu, sementara karakter yang sedang tidak aktif tidak muncul di layar.
Game ini menyediakan dua skema kontrol, yaitu Standard dan Classic. Kontrol Standard direkomendasikan untuk Anda yang belum pernah memainkan game-game sebelumnya, sementara kontrol Classic diperuntukkan untuk mereka yang ingin bernostalgia dengan kontrol Budokai Tenkaichi sebelumnya. Kendati demikian, sebenarnya hanya ada beberapa perubahan letak tombol saja antara kedua skema tersebut, terutama pada fungsi tombol punggung.
Setiap karakter bisa melancarkan kombo dengan cara yang cukup simpel. Anda hanya perlu menekan tombol kotak berulang-ulang sampai animasi serangan berakhir. Anda juga bisa sesekali mengombinasikannya dengan tombol segitiga untuk menghasilkan variasi kombo yang berbeda.
Setiap karakter punya tiga parameter utama yang harus Anda perhatikan, yaitu Health Bar, Ki Meter dan Skill Count. Health Bar berjumlah maksimal tujuh bar dan jika sampai terkuras habis, maka karakter yang tersisa dalam tim akan menggantikan perannya. Ki Meter berjumlah maksimal 5 bar yang akan terkonsumsi apabila Anda menggunakan jurus-jurus karakter seperti Kamehameha, Meteor Smash, Masenko dan sejenisnya. Ki Meter akan terisi jika Anda melancarkan serangan atau melakukan Ki Charge dengan tombol ZR.

Satu parameter baru yang diterapkan di sini adalah Skill Count. Berbeda dengan Ki Meter yang bisa di-charge secara manual, Skill Count akan terisi secara otomatis sepanjang pertarungan. Parameter ini akan terkonsumsi apabila Anda menggunakan jurus pasif/suportif, melakukan transformasi, fusion atau Revenge Counter.
Setiap karakter bisa masuk ke dalam kondisi Sparking! yang membutuhkan minimal 1 Skill Count. Kondisi ini bisa dicapai dengan cara mengisi Ki Meter hingga maksimal 5 bar, kemudian tetap menahan tombol ZR sampai akhirnya karakter masuk ke dalam kondisi Sparking!. Kondisi ini memang hanya bertahan sementara waktu sampai Ki Meter terkuras, namun saat berada dalam kondisi ini, karakter Anda akan mendapatkan banyak kelebihan seperti melancarkan kombo jauh lebih banyak dari kondisi normal dan tentu saja bisa melancarkan Ultimate Attack seperti Bola Semangat, Final Flash.

Presentation
Visual
Anda yang sudah memainkan game FighterZ dan Kakarot mungkin berpikir bahwa keduanya sudah mencapai batas puncak presentasi visual yang bisa disajikan untuk game anime. Tapi, apakah Anda tahu bahwa Bandai Namco selalu mengalokasikan biaya pengembangan yang sangat besar untuk game Dragon Ball? Hal inilah yang menjadi alasan utama mengapa kualitas visual setiap game Dragon Ball selalu memukau dan menawan dibanding game-game anime lainnya yang digarap oleh Bandai Namco.
Visual yang disajikan dalam game ini benar-benar menakjubkan dan memanjakan mata pemainnya. Gumpalan bola energi yang terbang ke sana kemari, kilatan cahaya dari jurus-jurus karakter, efek visual Ki saat transformasi, puing-puing pada bebatuan yang hancur, ledakan besar akibat Kamehameha, semuanya akan mengundang decak kagum dan bisa membuat Anda tercengang.
Tidak hanya itu saja, semua model karakter di sini juga dibuat dengan sangat mantap, lengkap dengan efek kerusakan kostum apabila mereka terkena serangan bola energi saat pertarungan. Anda bisa melihat para karakter dengan baju compang-camping. Walaupun tidak sampai hancur sepenuhnya, namun bisa dibilang, inilah game Dragon Ball yang visualnya paling mendekati animenya. Berkat penggunaan Unreal Engine 5 yang optimal, kami tidak sedikit pun mengalami penurunan performa saat pertarungan berlangsung, meskipun banyak efek visual yang tampil di layar.
Audio
Dragon Ball adalah salah satu anime yang punya banyak sekali soundtrack bagus dan efek suara yang khas seperti saat Kamehameha meluncur, bola energi meledak, saat mengisi Ki dan masih banyak lagi. Semua materi yang dimiliki animenya, diterjemahkan dengan baik oleh developernya sehingga menghasilkan desain audio yang sangat mantap.
Sayangnya, lagu-lagu dari animenya seperti CHA-LA-HEAD CHA-LA, WE GOTTA POWER!, Dan Dan Kokoro Hikareteku dan lainnya, harus terkunci dalam DLC Anime Pack yang tentu saja harganya tidak murah. Padahal di seri PS2 dulu, semua lagu-lagu ini bisa Anda dapatkan langsung dari Base Game-nya.
Sulih suara juga menjadi aspek yang patut kami soroti karena semua pengisi suara asli dari animenya, baik Bahasa Jepang maupun Inggris, semuanya menunjukkan performa terbaiknya dala menyuarakan para karakternya. Selama pertarungan berlangsung, banyak sekali percakapan yang berlangsung, baik topik yang serius ataupun sekedar lelucon belaka.
Bagian paling menarik dari penyuaraan ini, terletak pada menu Ensiklopedia, di mana Anda dapat mendengarkan suara tiga ibu-ibu julid, yaitu Chi Chi, Bulma dan Videl, saat mengomentari tentang karakter yang ada di game ini. Meskipun bisa dibilang ini fitur minor, tapi kehadiran mereka rasanya sangat menghibur dan memberikan sudut pandang baru terhadap pemain.
Value
Harga Dragon Ball Sparking! Zero di Nintendo Switch 2 relatif sama dengan versi PlayStation 5 dan PC. Namun, dari segi konten, semua platform menawarkan jumlah karakter dan mode yang sama. Perbedaan utama ada pada kualitas grafis dan performa:
– PlayStation 5 & PC: Visual lebih tajam, frame rate stabil di 60fps.
– Nintendo Switch 2: Visual sedikit diturunkan, frame rate terkadang turun di arena besar, tetapi tetap playable.
Dengan harga yang setara, versi Switch 2 menawarkan fleksibilitas bermain secara portable, yang menjadi nilai tambah bagi gamer yang mengutamakan mobilitas.
Conclusions
Dragon Ball Sparking! Zero versi Nintendo Switch 2 adalah sebuah game fighting yang berhasil menggabungkan nostalgia Budokai Tenkaichi dengan teknologi modern. Walau ada kompromi di sisi teknis dibandingkan PS5 dan PC, pengalaman bermain tetap solid, terutama bagi penggemar Dragon Ball yang ingin menikmati pertarungan epik di mana saja.
+ Jumlah karakter yang sangat banyak, termasuk transformasi unik.
+ Visual memukau dengan detail anime yang setia.
+ Sistem pertarungan 3D yang dinamis dan penuh kebebasan
+ Pilihan mode yang beragam
+ Mendukung Local & Online Multiplayer
+ Hadirnya banyak mekanik dan fitur baru
+ Mode cerita dengan variasi ending yang menarik.
- Beberapa misi terasa repetitif.
- Loading antar cutscene masih cukup lama di versi Switch 2.
- Balancing antar karakter kadang kurang konsisten.
![[Review] Fighting Force Collection](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/Fighting-Force-Collection-Banner-115x115.jpg)
![[Review] DRAGON BALL Z: KAKAROT – DAIMA: Adventure Through The Demon Realm Part 2](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/DBZ-Kakarot-Daima-Part-2-Wallpaper-115x115.jpg)
![[Review] NINJA GAIDEN 4](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Ninja-Gaiden-4-Banner-115x115.jpg)
![[Review] Fighting Force Collection](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/Fighting-Force-Collection-Banner-200x250.jpg)
![[News] Square Enix Umumkan Life is Strange: Reunion](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/Life-is-Strange-Reunion-Banner-200x250.jpg)
![[Review] DRAGON BALL Z: KAKAROT – DAIMA: Adventure Through The Demon Realm Part 2](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/DBZ-Kakarot-Daima-Part-2-Wallpaper-200x250.jpg)
![[News] Marathon Siap Meluncur 5 Maret 2026](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/Marathon-Banner-200x250.jpg)

![[Review] NINJA GAIDEN 4](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Ninja-Gaiden-4-Banner-200x250.jpg)
![[Review] The Legend of Heroes: Trails Beyond The Horizon](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Trails-Beyond-The-Horizon-Banner-200x250.jpg)
![[Review] FAIRY TAIL: DUNGEONS](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/Fairy-Tail-Dungeons-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Love Too Easily 2: Summer Pocha](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Love-Too-Easily-2-Banner-200x250.jpg)
![[News] Sony Umumkan HYPERPOP Collection untuk PS5](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/Hyperpop-Collection-2026-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Fighting Force Collection](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/Fighting-Force-Collection-Banner-360x240.jpg)
![[News] Bocoran Gameplay Assassin’s Creed Mirage Mengemuka!](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2023/05/Assassins-Creed-Mirage-official-screenshots-1-scaled-1-360x240.jpg)
![[Review] FAIRY TAIL: DUNGEONS](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/Fairy-Tail-Dungeons-Banner-360x240.jpg)
![[Review] Love Too Easily 2: Summer Pocha](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Love-Too-Easily-2-Banner-360x240.jpg)