The Legend of Heroes: Trails Beyond The Horizon
Nihon Falcom
NIS America
15 Januari 2026
PS4, PS5, Switch, Switch 2, PC
RPG
Remaja
Blu-ray, Cartridge, Game-Key Card, Digital
$69.99
Dalam lima tahun terakhir, fans Trails sedang dimanjakan oleh Nihon Falcom.Pasalnya, belum genap empat bulan sejak kami menyelesaikan Trails in the Sky 1st Chapter, kini kita disambut kembali oleh game Trails terbaru yang melanjutkan petualangan Van Arkride dalam The Legend of Heroes: Trails Beyond The Horizon.
Jika Anda termasuk pendatang baru yang belum pernah memainkan game Trails sama sekali, The Legend of Heroes: Trails Beyond The Horizon memang bukan tempat yang ideal untuk memulainya karena game ini diposisikan sebagai bagian akhir dari arc cerita yang sudah lama dibangun oleh Falcom dalam dua dekade terakhir. Namun, jika Anda adalah veteran yang sudah mengikuti seri Trails sejak lama, tentu saja ini adalah game yang patut Anda mainkan.
Seperti apa kelanjutan kisah Trails yang sudah berlangsung selama dua dekade ini?
Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Story
Pada tahun 120X, semua yang kita ketahui akan berakhir. Demikianlah prediksi Claude Epstein, bapak Revolusi Orbal. Saat hari penghakiman semakin dekat, persiapan sedang dilakukan di sebuah fasilitas di Pegunungan Kunlun untuk meluncurkan roket orbal ke luar angkasa.
Akankah umat manusia akhirnya mencapai kosmos? Akankah mereka pernah mengetahui kebenaran tentang dunia mereka?
Apa yang ada di balik cakrawala? Saat seluruh dunia menyaksikan usaha bersejarah ini, wajah-wajah yang familiar berkumpul di Ored untuk ikut serta dalam pengujian keajaiban teknologi.
Akankah jejak menuju langit membawa masa depan baru bagi Zemuria?
Atau akankah itu menandai kehancurannya…?
Temukan jawabannya dengan memainkan The Legend of Heroes: Trails Beyond The Horizon!
Gameplay
The Legend of Heroes: Trails Beyond The Horizon adalah game ke-13 dari serial JRPG Trails yang sudah eksis selama 20 tahun terakhir. Trails dikenal sebagai game JRPG yang punya alur cerita sangat panjang dan kompleks, tetapi semuanya bisa dijelaskan secara rasional dan masuk akal sehingga ketigabelas gamenya punya benang merah yang sama.
Dari ketigabelas game tersebut, sebenarnya mereka masih dibagi lagi menjadi empat arc cerita berdasarkan negara-negara yang menjadi latar ceritanya, yaitu Liberl, Crossbell, Erebonia dan Calvard arc. Dan Trails Beyond The Horizon berada di arc keempat, Calvard, sekaligus game ketiga setelah Trails Through Daybreak I dan II.
Berikut kami bahas aspek gameplay selengkapnya:
Starting
Sebelum memulai permainan, seperti biasa di layar judul, Anda akan dihadapkan pada layar judul yang menyediakan berbagai menu untuk memulai permainan dan pengaturan. Jika Anda memutuskan untuk memulai permainan, akan ada lima tingkat kesulitan yang bisa Anda pilih, mulai dari yang termudah dan hanya fokus di cerita saja seperti Very Easy dan Easy, kemudian ada tingkat Normal yang seimbang hingga tingkat kesulitan Hard dan Nightmare yang akan menyiksa Anda dalam sesi pertarungannya.
Seperti game-game Trails sebelumnya, terdapat menu “Archive” yang berisikan ensiklopedia tentang informasi semesta dalam game ini. Selain itu, ada juga dua video kilas balik yang merangkum cerita dari Trails Through Daybreak I & II. Jika Anda sudah pernah memainkan dua game sebelumnya, video ini mungkin akan sedikit membantu menyegarkan ingatan Anda lagi. Namun, jika Anda belum pernah menyentuhnya sekalipun, kami yakin Anda tetap akan sulit memahami konteks ceritanya meskipun sudah menonton rangkumannya.
Adventure
Alur petualangan game ini masih mengikuti formula game Trails sebelumnya, di mana Anda akan diberikan misi utama untuk diselesaikan agar bisa memajukan cerita dengan alur yang linear. Polanya sendiri masih serupa seperti mengunjungi kota, menjelajahi dungeon hingga akhirnya bertarung melawan monster.
Selain misi utama, Anda juga bisa menerima misi sampingan di sela-sela misi utama untuk mendapatkan SP yang jika dikumpulkan akan berhadiah aksesoris atau equipment. Namun, hal yang perlu diingat adalah misi sampingan di game ini punya masa kadaluarsa (seperti game Trails dan Ys), jadi jika Anda belum menyelesaikan misi sampingan dan sudah berlanjut ke chapter berikutnya, kemungkinan besar misi tersebut akan dinyatakan gagal.
Salah satu fitur yang pernah diterapkan dalam game Trails into Reverie kembali hadir di sini, yaitu pemilihan rute cerita. Jadi, saat peralihan ke chapter berikutnya, biasanya Anda akan diberikan pilihan rute mana dulu yang akan Anda jalani. Total ada tiga tim yang bisa dipilih, yaitu Team A yang dipimpin Rean Schwarzer (protagonis Cold Steel), Team B yang dipimpin oleh Van Arkride (protagonis Daybreak) dan Team C yang dipimpin oleh Kevin Graham (protagonis Trails in the Sky The Third).
Jika Anda memilih salah satunya, bukan berarti Anda tidak dapat memainkan dua rute lainnya. Pilihan ini hanya menentukan rute mana dulu yang akan Anda mainkan. Setelah rute A selesai, Anda akan dibawa untuk menjalankan rute B atau C sampai semuanya selesai. Jadi, ini hanya soal sudut pandang cerita saja.
Sayangnya, pembagian porsi rute ini rasanya agak kurang berimbang. Rute Rean dan Kevin terasa jauh lebih bagus karena terasa lugas dan terarah, sementara rute Van terasa bertele-tele, berjalan cukup lambat dan agak membosankan. Padahal Van merupakan tokoh sentral dalam arc Calvard.

Battle System
Melanjutkan apa yang sudah diterapkan dalam dua game sebelumnya, sistem pertarungan game ini masih bersifat hybrid yang menggabungkan antara Field Battle dan Command Battle.
Field Battle adalah sesi pertarungan ala Action speerti dalam game Ys. Anda bisa langsung menyerang musuh yang terlihat di field tanpa harus menunggu giliran. Tiap karakter juga punya jenis serangan yang berbeda-beda, misalnya Van yang bisa menyerang jarak dekat atau Feri bisa menyerang musuh dari jarak yang jauh.
Fitur dari seri sebelumnya seperti Quick Art, masih bisa digunakan di game ini. Selain itu, ada juga fitur baru yang diterapkan dalam Field Battle, yaitu ZOC, yang bisa diaktifkan dengan menahan tombol R3 saat ZOC meter terisi penuh. Ketika ZOC aktif, maka musuh akan bergerak lebih lambat, lalu kerusakan yang Anda timbulkan meningkat serta mereka akan lebih mudah terkena Stun, selama meteran ZOC belum habis.
Selama Field Battle, beberapa karakter seperti Van punya kemampuan untuk masuk ke dalam kondisi Awakening atau transformasi. Saat berada dalam kondisi nini, statistik mereka akan meningkat untuk sementara waktu. Untuk memperpanjang waktu Awakening, Anda bisa menghancurkan objek-objek yang ada di lingkungan sekitar.

Command Battle adalah sistem pertarungan Turn-based konvensional seperti game-game Trails sebelumnya, di mana Anda dapat memberikan perintah kepada karakter party Anda saat gilirannya tiba seperti menyerang, bertahan, menggunakan skill fisik (Crafts) atau sihir (Arts) hingga menggunakan item.
Sesi Command Battle juga mendapatkan fitur baru bernama B.L.T.Z. System, sebuah pengembangan dari sistem pertarungan yang lama. Jadi, ketika Anda melancarkan serangan normal, Craft atau Art, Anda akan mendapatkan AT Bonus yang bisa memicu antara BLTZ Chain atau Support.
Setelah salah satu anggota tim melakukan serangan lanjutan lewat SCLM Chain, karakter yang berada dalam peran “Supporter” akan berkesempatan untuk melakukan serangan lanjutan tambahan dengan BLTZ Chain atau meningkatkan efek dari Craft/Art dengan BLTZ Support. Dengan BLTZ Support, efek dari skill pemulihan juga bisa ikut meningkat seperti halnya skill serangan.
Fitur baru berikutnya adalah Dual Arts, sebuah serangan sihir yang menggabungkan dua elemen berbeda dari tujuh atribut yang ada seperti Fire, Water, Earth, Wind, Time, Space dan Mirage. Jenis serangan ini membutuhkan Energy Points (EP) yang cukup banyak, namun ia juga menghasilkan kerusakan yang dahsyat.

Grim Garten
Jika Anda pernah memainkan Trails Through Daybreak II, mungkin Anda masih ingat dengan mini-game Marchen Garten. Di seri ketiga ini, mini-game tersebut digantikan oleh Grim Garten, sebuah dungeon virtual yang dikuasai oleh organisasi misterius Ouroboros. Singkatnya, ini adalah dungeon yang bisa Anda gunakan sebagai tempat grinding level karakter. Dari permainan ini, Anda bisa memperoleh Grim Token yang nantinya bisa digunakan untuk membuka Grimoire yang berhadiahkan Sepith, Holo Cores, Quartz dan aksesoris.
Tidak hanya sekedar grinding, tempat ini juga menyediakan banyak hadiah apabila Anda berhasil menyelesaikan Realm-realm yang berbentuk seperti papan catur. Saat setiap area baru di Grim Garten terbuka, anggota Ouroboros akan muncul untuk mengganggu Anda.


Presentation
Visual
Waktu rilis Trails Beyond The Horizon bisa dibilang berada di timing yang kurang tepat dan agak terlambat dari jadwal yang seharusnya. Hal inilah yang membuatnya seperti “dimakan” oleh saudara satu serinya sendiri “Trails in the Sky 1st Chapter” yang lebih dulu rilis di bulan September lalu. Alhasil, visual game ini jadi terlihat lebih usang dan tertinggal dibanding game remake itu karena terbukti developer sebenarnya punya kemampuan untuk menciptakan kualitas visual yang jauh lebih baik lagi. Kami juga merasa tampilan antarmuka (HUD)-nya kadang terlalu ramai sehingga menimbulkan sedikit distraksi karena terlalu banyak informasi yang ditampilkan dalam layar.

Audio
Bicara soal aspek audio, Nihon Falcom hampir tidak pernah gagal menyajikan soundtrack dalam setiap game garapannya. Serupa dengan game sebelumnya, soundtrack dalam game ini juga digarap dengan sangat luar biasa, mulai dari musik pembuka, musik saat eksplorasi, musik saat pertarungan hingga musik yang mengiringi setiap momen dalam cutscene cerita. Penempatannya pun selalu tepat sasaran untuk mengiringi setiap momen cerita sehingga tiap adegan terasa lebih dramatis.
Dari sisi sulih suara, NIS America dan Nihon Falcom juga selalu berkomitmen untuk menghadirkan sulih suara berbahasa Inggris pada setiap game versi lokalisasinya. Kualitas sulih suara Bahasa Inggrisnya masih tetap konsisten dan bagus seperti game-game Trails sebelumnya.
Value
Salah satu nilai jual dan daya tarik yang dimiliki oleh seri Trails adalah ceritanya yang saling berkaitan di seluruh serinya dengan semesta yang saling terhubung. Hal ini bisa Anda lihat dari kemunculan kembali karakter-karakter dari seri lawas, seperti Rean Schwarzer (Trails of Cold Steel) dan Kevin Graham (Trails in the Sky the 3rd).
Trails adalah sebuah seri game JRPG yang punya cerita berkelanjutan tiap serinya. Dengan semesta yang begitu luas dan cerita yang sangat panjang, tentu saja Anda harus meluangkan waktu ratusan jam agar menikmati seluruh serinya. Hal itu tentu saja cukup berat untuk gamer-gamer yang tidak punya banyak waktu bermain.
Sebenarnya, untuk bisa menikmati keseluruhan cerita dari Trails Beyond The Horizon, tidak ada keharusan untuk memainkan seluruh seri Trails yang pernah dirilis. Namun, setidaknya Anda harus sudah memainkan dua game sebelumnya, Trails Through Daybreak I & II agar bisa memahami konteks cerita yang dibawakan. Namun, jika Anda hanya penasaran dan ingin mencoba, NIS America sudah menyiapkan demo yang bisa Anda unduh secara gratis. Save Data dari versi demo itu, nantinya bisa Anda lanjutkan ketika Anda memainkan versi penuhnya.
Conclusions
Secara keseluruhan, The Legend of Heroes: Trails Beyond The Horizon tampil jauh lebih baik dari Daybreak II dari segala aspek. Satu hal yang kurang kami sukai adalah alur cerita rute Van yang terasa agak lambat dibanding Rean dan Kevin. Sekarang, kita harus bersabar lebih lama menunggu kelanjutan cerita game ini karena Nihon Falcom sepertinya sedang fokus pada remake Trails in the Sky 2nd Chapter yang sudah diumumkan akan rilis di tahun 2026 ini.
+ Cerita yang saling terhubung dan masuk akal
+ Kembalinya pilihan rute cerita
+ Misi sampingan yang memperluas wawasan
+ Sistem pertarungan yang fleksibel
+ Fitur ZOC dan B.L.T.Z. berikan keuntungan dalam pertarungan
+ Grim Garten yang menarik untuk diselesaikan
+ Soundtrack berkelas seperti biasa
+ Sulih suara yang mantap
- Rute Van lebih berjalan lambat dan bertele-tele
- Kualitas visual di bawah Trails in the Sky
- Tampilan antarmuka kadang terlalu ramai
- Tidak ramah untuk pendatang baru





![[Review] NINJA GAIDEN 4](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Ninja-Gaiden-4-Banner-115x115.jpg)
![[News] Sony Umumkan HYPERPOP Collection untuk PS5](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/Hyperpop-Collection-2026-Banner-115x115.jpg)

![[Review] NINJA GAIDEN 4](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Ninja-Gaiden-4-Banner-200x250.jpg)
![[Review] The Legend of Heroes: Trails Beyond The Horizon](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Trails-Beyond-The-Horizon-Banner-200x250.jpg)
![[Review] FAIRY TAIL: DUNGEONS](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/Fairy-Tail-Dungeons-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Love Too Easily 2: Summer Pocha](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Love-Too-Easily-2-Banner-200x250.jpg)
![[News] Sony Umumkan HYPERPOP Collection untuk PS5](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/Hyperpop-Collection-2026-Banner-200x250.jpg)
![[Review] S.T.A.L.K.E.R 2: Heart of Chornobyl (PS5)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/STALKER-2-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Solo Leveling: ARISE OVERDRIVE](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Solo-Levelling-Arise-OVERDRIVE-Banner-200x250.jpg)
![[Review] A.I.L.A.](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/AILA-Banner-200x250.jpg)

![[News] Bocoran Gameplay Assassin’s Creed Mirage Mengemuka!](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2023/05/Assassins-Creed-Mirage-official-screenshots-1-scaled-1-360x240.jpg)
![[Review] FAIRY TAIL: DUNGEONS](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/Fairy-Tail-Dungeons-Banner-360x240.jpg)
![[Review] Love Too Easily 2: Summer Pocha](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Love-Too-Easily-2-Banner-360x240.jpg)