Fighting Force Collection
Implicit Conversions
Limited Run Games
23 Januari 2026
PS4, PS5, Switch, PC
Beat'em up
Remaja
Digital
886 MB
US$ 19.99
Di era 1990-an, genre Beat’em up sangat digandrungi oleh para gamer hingga banyak sekali judul-judul populer yang lahir di zamannya. Namun, saat itu genre ini masih didominasi oleh visual 2D yang mana mulai ditinggalkan ketika memasuki era PS1.
Ketika konsol PS1 mulai mengudara, terjadilah masa transisi dari 2D ke 3D yang membuat banyak developer yang berlomba-lomba menggunakan teknologi terbaru itu. Core Design dan Eidos Interactive, yang saat itu berhasil menciptakan game petualangan 3D, Tomb Raider, juga mencoba menciptakan genre populer lainnya, Beat’em up. Oleh karena itu, lahirlah sebuah franchise baru berjudul Fighting Force.
Lama tak terdengar kabarnya, Fighting Force kini kembali dirilis ulang untuk platform modern. Mirip dengan game Tomba! beberapa waktu lalu, Limited Run Games mengemas ulang dua game Fighting Force dalam satu paket koleksi.
Apakah game ini hanya sekedar rilis ulang biasa atau ada fitur-fitur baru yang ditambahkan?
Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Story
Game ini bercerita tentang empat orang, yaitu Hawk, Mace, Alana dan Smasher, yang memiliki berbagai alasan untuk melawan Dr. Dex Zeng, seorang dalang kriminal dengan pasukan di bawah komandonya yang meramalkan bahwa dunia akan berakhir pada tahun 2000. Setelah Malam Tahun Baru 1999, Dr. Zeng percaya bahwa ada kesalahan yang mencegah kiamat, jadi dia memutuskan untuk memperbaikinya dengna menghancurkan dunia itu sendiri.
Apakah keempat orang itu mampu menghentikan ambisi jahat Dr. Zheng?
Temukan jawabannya dengan memainkan Fighting Force Collection!
Gameplay
Fighting Force Collection adalah paket koleksi yang berisikan dua game, yaitu Fighting Force dan Fighting Foce 2 yang sebelumnya rilis di PS1. Game ini mengusung genre Beat’em up yang saat itu masih sangat populer di kalangan gamer tahun 1990-an. Bedanya, Fighting Force menggunakan teknologi visual 3D yang masih cukup jarang diadopsi oleh genre ini kala itu.
Fighting Force pertama mendukung fitur Local Coop maksimal dua pemain. Sayangnya, di versi Remastered ini, developer tidak menambahkan fitur Online Coop, sehingga Anda hanya tetap bisa memainkannya berdua hanya dalam satu konsol yang sama.
Sebelum memulai permainan, Anda bisa memilih satu dari empat karakter yang tersedia, yaitu Hawk, Mace, Alana dan Smasher. Hawk dan Mace adalah tipikal karakter yang seimbang, namun secara kekuatan Hawk sedikit lebih unggul dari Mace. Alana adalah tipikal karakter yang mengutamakan kecepatan, namun kekuatannya agak lemah. Sementara Smasher jelas kebalikan dari Alana, di mana ia adalah petarung berbadan besar dengan kekuatan maksimal yang mampu mengangkat objek-objek berat, namun pergerakannya sangat lambat.
Pada dasarnya, game ini masih menggunakan formula game Beat’ em up tradisional, di mana Anda hanya perlu maju ke depan, menghajar semua musuh yang menghadang sampai akhirnya bertemu dengan boss untuk melaju ke level selanjutnya. Kontrolnya pun cukup sederhana dan mudah dipahami. Tombol serang dibagi menjadi dua antara pukulan dan tendangan. Lalu, segitiga untuk mencengkram musuh dan membanting, tombol O untuk melompat dan tahan tombol R1 untuk berlari.
Setiap karakter punya kombo dasar yang bisa Anda lancarkan dengan menekan tombol pukulan atau tendangan secara berulang. Namun, ada kombinasi dua tombol seperti kotak + X, kotak + O atau X + O yang bisa Anda tekan untuk mengeluarkan gerakan spesial tiap karakternya.
Yang membuat game ini menarik adalah adanya objek-objek di sekitar area yang bisa Anda ambil sebagai senjata seperti pipa besi, ban mobil, pemukul baseball hingga bom waktu. Namun, senjata-senjata ini tidak permanen dan bisa hancur jika digunakan terus menerus.
Musuh-musuh yang Anda hadapi juga cukup bervariasi, mulai dari musuh kroco biasa, musuh yang dilindungi perisai, musuh yang punya kecepatan tinggi hingga yang memegang senjata. Kendati demikian, setiap musuh bisa Anda kalahkan dengan mudah, asalkan Anda sudah hafal pola serangan mereka dan tahu cara menghindarinya.
Berbeda dengan game pertamanya, Fighting Force 2 justru mengambil pendekatan yang berbeda. Sekuelnya memang masih mengusung genre Beat’em up, tapi tak lagi membawa fitur Multiplayer, jadi ia hanya fokus pada mode single-player saja. Karakter yang bisa Anda mainkan pun mengerucut jadi hanya satu orang saja, yaitu Hawk Manson. Smasher sempat disebut sedang mendekam di penjara, sementara Mace dan Alana sama sekali tidak diceritakan di mana keberadaannya.
Pada kala itu, kami sangat menyayangkan keputusan perubahan ini karena Fighting Force jadi kehilangan identitasnya. Game keduanya lebih mirip game Tomb Raider karena memang datang dari developer yang sama. Mekanik pertarungannya masih mirip dengan game pertamanya, namun kali ini developer menambahkan elemen platforming saat petualangan di mana Anda dapat memanjat tangga, melompati platform dan hal-hal sejenisnya untuk menambah variasi permainan.
Presentation
Visual
Secara visual, dua game Fighting Force dalam paket koleksi ini masih mengusung kualitas visual yang sama dengan versi PS1-nya. Model karakternya hanya dipoles sedikit menjadi lebih tajam, namun tetap saja terlihat jadul. Varian levelnya sendiri cukup beragam, mulai dari jalanan kota, stasiun, gedung-gedung tinggi hingga landasan helikopter. Setiap lingkungannya dipenuhi detail yang mampu menbangkitkan rasa nostalgia pemainnya.
Audio
Game ini punya soundtrack yang cukup menarik di setiap stage-nya. Efek suara seperti dentuman pukulan, dentingan senjata logam, ledakan roket dan bom yang menggelegar, membuat atmosfer pertarungan terasa lebih intens. Walaupun tidak ada fitur sulih suara percakapan, namun erangan-erangan yang muncul saat musuh dipukul dan kalah, memberikan efek kepuasan tersendiri bagi Anda.
Value
Fighting Force Collection jelas ditujukan kepada pemain veteran untuk bernostalgia karena developer tidak mencoba membuatnya lebih bagus seperti game-game Remastered pada umumnya. Gameplay-nya tetap familiar, estetika visualnya tetap dipertahankan dan kontrolnya masih mudah dipahami. Terdapat fitur tambahan seperti Rewind, Quick Save dan Quick Load untuk membuat pemain lebih nyaman.
Pada hakikatnya, game Beat’em up akan jauh lebih menyenangkan apabila Anda punya teman untuk memainkannya secara Coop karena kerjasama selama permainan akan memberikan dinamika yang tidak akan Anda temukan jika dimainkan sendirian.
Conclusions
Hadirnya Fighting Force Collection menjadi bentuk perayaan nostalgia bagi para pemain lamanya. Namun, dengan kualitas visual yang sudah terasa uzur, sulit rasanya untuk menggaet pemain baru yang mendewakan grafis di atas segalanya. Pertanyaan terbesarnya adalah apakah franchise Fighting Force masih punya masa depan? Mengingat sekuel seri ketiganya dulu sempat dikembangkan untuk PS2, namun sayangnya dibatalkan tanpa alasan yang jelas.
+ Cover Art baru yang bagus
+ Mekanik pertarungan yang masih adiktif
+ Kontrol yang mudah dan responsif
+ Elemen nostalgia yang terasa
+ Fitur Coop menambah keseruan
+ Musik dan efek suara yang masih bagus
+ Replayability yang tinggi
- Tidak ada penjelasan cerita secara eksplisit
- Visual yang sudah terlihat uzur
- Pola serangan musuh yang repetitif







![[News] Square Enix Umumkan Life is Strange: Reunion](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/Life-is-Strange-Reunion-Banner-115x115.jpg)
![[Review] DRAGON BALL Z: KAKAROT – DAIMA: Adventure Through The Demon Realm Part 2](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/DBZ-Kakarot-Daima-Part-2-Wallpaper-115x115.jpg)
![[News] Marathon Siap Meluncur 5 Maret 2026](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/Marathon-Banner-115x115.jpg)
![[Review] Fighting Force Collection](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/Fighting-Force-Collection-Banner-200x250.jpg)
![[News] Square Enix Umumkan Life is Strange: Reunion](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/Life-is-Strange-Reunion-Banner-200x250.jpg)
![[Review] DRAGON BALL Z: KAKAROT – DAIMA: Adventure Through The Demon Realm Part 2](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/DBZ-Kakarot-Daima-Part-2-Wallpaper-200x250.jpg)
![[News] Marathon Siap Meluncur 5 Maret 2026](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/Marathon-Banner-200x250.jpg)

![[Review] NINJA GAIDEN 4](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Ninja-Gaiden-4-Banner-200x250.jpg)
![[Review] The Legend of Heroes: Trails Beyond The Horizon](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Trails-Beyond-The-Horizon-Banner-200x250.jpg)
![[Review] FAIRY TAIL: DUNGEONS](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/Fairy-Tail-Dungeons-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Love Too Easily 2: Summer Pocha](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Love-Too-Easily-2-Banner-200x250.jpg)
![[News] Sony Umumkan HYPERPOP Collection untuk PS5](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/Hyperpop-Collection-2026-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Fighting Force Collection](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/Fighting-Force-Collection-Banner-360x240.jpg)
![[News] Bocoran Gameplay Assassin’s Creed Mirage Mengemuka!](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2023/05/Assassins-Creed-Mirage-official-screenshots-1-scaled-1-360x240.jpg)
![[Review] FAIRY TAIL: DUNGEONS](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/Fairy-Tail-Dungeons-Banner-360x240.jpg)
![[Review] Love Too Easily 2: Summer Pocha](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Love-Too-Easily-2-Banner-360x240.jpg)