Resident Evil Requiem
Capcom
Capcom
27 Februari 2026
PS5, Xbox Series, Switch 2, PC
Survival Horror
Dewasa
Blu-ray, Game-key Card, Digital
72.88 GB
Rp 910.000 (Standard)
Rp 1.039.000 (Deluxe)
Tak bisa kita pungkiri bahwa Resident Evil adalah salah satu pionir yang mempopulerkan genre Survival Horror. Meskipun sempat kehilangan identitasnya di seri ke-6, namun seri ini kembali bangkit di seri ke-7 dan kini semakin memantapkan posisinya sebagai franchise andalan CAPCOM. Terlepas dari apapun bentuknya, baik itu Remastered, Remake maupun seri baru, kehadirannya selalu dinantikan selama 30 tahun kiprahnya di industri video game.
Setelah hampir tiga tahun lamanya absen, kini serial Resident Evil kembali hadir di awal tahun 2026 ini. Bukan Remastered dan bukan Remake, melainkan seri baru bertajuk Requiem untuk melanjutkan cerita yang sudah mereka bangun selama puluhan tahun.
Teror baru seperti apa yang mereka tawarkan dalam Resident Evil Requiem?
Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Story
Game ini mengambil latar waktu sekitar 28 tahun setelah hancurnya Raccoon City dalam RE2 dan RE3 dan memperkenalkan seorang protagonis baru bernama Grace Ashcroft, seorang analis intelijen dari FBI sekaligus putri dari Alyssa Ashcroft, yang merupakan protagonis dari Resident Evil Outbreak.
Grace mendapatkan tugas dari atasannya untuk menyelidiki serangkaian kematian misterius di hotel Wrenwood. Hal tersebut membangkitkan trauma masa lalu Grace karena Ibunya terbunuh di sana delapan tahun yang lalu. Setibanya di Hotel Wrenwood, ia pun menemukan banyak foto dirinya di atas kasur hotel hingga akhirnya ia tertangkap oleh seorang pria paruh baya bernama Victor Gideon. Grace yang tak sadarkan diri, dibawa menuju Rhodes Hill Chronic Center untuk dijadikan bahan eksperimen ilmuwan gila.
Di sisi lain, agen senior Leon S. Kennedy, dikirim ke wilayah Midwest untuk menyelidiki kematian misterius sejumlah penyintas Raccoon City. Kasus ini mengarahkannya pada satu sosok yang juga ditemui oleh Grace sebelumnya, yaitu Victor Gideon. Leon menemukan Victor yang sedang membawa Grace, namun sayangnya ia kehilangan jejak karena tiba-tiba terjadi kekacauan di dalam kota Wrenwood.
Bagaimana kelanjutan kisah Grace dan Leon selanjutnya?
Temukan jawabannya dengan memainkan Resident Evil Requiem!
Gameplay
Resident Evil Requiem adalah seri utama ke-9 yang kembali menghadirkan konsep dua protagonis, yaitu Grace dan Leon. Konsep dua karakternya mirip dengan Resident Evil 3, di mana Anda tidak bisa memilih siapa karakter yang ingin Anda mainkan karena Grace dan Leon masing-masing akan bergantian peran sesuai porsi cerita yang sedang berjalan. Kendati demikian, porsi kedua karakter tersebut bisa dibilang cukup berimbang dan saling melengkapi satu sama lain.
Berbeda dengan Resident Evil Village yang baru menambahkan mode perspektif Third-person beberapa bulan setelah rilis, di sini Anda bisa langsung memilih dua perspektif yang berbeda untuk Grace dan Leon. Grace sebenarnya dianjurkan untuk dimainkan dalam perspektif First-person agar nuansa horor mencekamnya lebih terasa, namun kami sendiri memilih Third-person sejak awal untuk menghindari Motion Sickness.
Berikut bahas aspek gameplay selengkapnya:
Grace Ashcroft
Grace diposisikan sebagai tokoh utama dalam seri ini dan lebih difokuskan pada sesi horor. Grace hanyalah gadis kantoran biasa dengan kepribadian introvert, kutu buku, sedikit gagap dan penakut. Ia tidak punya keahlian bela diri maupun menggunakan senjata, sehingga apapun yang ia lakukan, seringkali terasa kikuk. Misalnya, saat memegang pistol, tangannya tampak gemetaran dan bidikannya kadang meleset dari titik yang seharusnya. Kemudian, saat ia berlari, terkadang ia tersandung oleh sesuatu yang membuatnya terjatuh dan melambat. Hal-hal seperti ini akan sering Anda temui dalam gameplay Grace.
Saat bermain sebagai Grace, sebagian besar area yang Anda jelajahi cenderung gelap dan minim penerangan. Grace biasanya hanya membawa senter atau korek api sebagai sumber penerangannya, yang mana tentu saja membuat suasana semakin mencekam. Selain itu, area-area yang dihampiri Grace pun banyak yang berbentuk seperti koridor, sehingga zombie-zombie bisa muncul dari mana pun tanpa aba-aba.
Selama bermain sebagai Grace, Anda akan dihadapkan oleh banyak teka-teki seperti membuka brankas, membuka pintu, mencari kunci dan lain sebagainya, yang siap Anda pecahkan menggunakan petunjuk-petunjuk yang Anda dapatkan dari dokumen yang tercecer di sepanjang ruangan.
Untuk menyeimbangkan kemampuan tempur Grace yang pas-pasan, developer menambahkan sebuah mekanik baru bernama Blood Collector, di mana Anda bisa mengumpulkan darah dari zombie yang mati, ember atau sumber-sumber lainnya menggunakan alat semacam jarum suntik. Nantinya, darah-darah yang sudah Anda kumpulkan ini, bisa menjadi bahan baku untuk melakukan Crafting, baik untuk item pemulih, peluru maupun jarum suntik.
Grace juga punya sesi Stealth, di mana ia bisa menyuntikkan jarum kepada zombie dari belakang, yang bisa membuat tubuh mereka meledak, karena musuh-musuh yang tergeletak dan kepalanya masih belum hancur, masih bisa bangkit kembali dan bermutasi ke bentuk yang lebih mengerikan dari sebelumnya.
Selain punya kemampuan yang terbatas, Grace juga punya amunisi dan jumlah inventory yang sangat terbatas. Jadi, Anda harus pintar-pintar mengelola item yang Anda bawa agar tas Anda tidak kepenuhan saat hendak mengambil item kunci yang menjadi syarat progress cerita. Anda bisa menyimpan item-item yang Anda miliki di kotak Storage yang biasanya terletak di dekat mesin tik (Save Point).
Leon S. Kennedy
Salah satu karakter lawas terpopuler kembali hadir di sini. Ya, tanpa memandang game versi Remake, Leon sebenarnya terakhir kali muncul di Resident Evil 6 tahun 2012 dan setelah itu sosoknya tidak pernah diceritakan lagi di RE7 dan RE8. Setelah 14 tahun, akhirnya kini ia kembali terlibat dalam plot cerita utama bersama Grace.
Leon di game ini tampil dalam sosok paruh baya, di mana terlihat sudah semakin matang dan berpengalaman. Berbeda dengan Grace yang fokus pada elemen horor, gameplay Leon justru menitikberatkan pada elemen Action, di mana Anda akan disediakan banyak amunisi dan senjata untuk membasmi para zombie yang menghadang.
Sekarang, ia bahkan sudah tidak lagi membawa pisau sebagai senjata melee karena sudah ada kapak sebagai penggantinya. Kapak ini bisa ia gunakan sebagai senjata jarak dekat dan alat untuk Parry dari serangan musuh. Kapak Leon memang tidak bisa hancur, namun ketika menjadi tumpul, Leon bisa langsung mengasahnya di tempat untuk membuatnya tajam kembali. Selain sebagai senjata, kapak Leon juga punya fungsi lain untuk mendobrak lemari dan pintu. Ya, Anda tidak membutuhkan item Lockpick untuk membuka kunci seperti Grace saat bermain sebagai Leon.
Mengingat Leon dianugerahi senjata dan amunisi yang berlimpah, tentu saja musuh-musuh yang Anda hadapi juga lebih beragam. Ada satu jenis musuh yang sangat berbahaya untuk dihadapi oleh Leon, yaitu Chainsaw Man. Tidak seperti Chainsaw Man dalam RE 4, di sini setelah Anda mengalahkan Chainsaw Man, gergaji mesinnya akan jatuh ke lantai dan terus berputar. Kondisi ini menyebabkan dilema karena gergaji mesin itu sangat mungkin diambil lagi oleh rekan zombie lain yang ada di dekatnya. Leon bisa saja mengambil gergaji mesin tersebut, tetapi kondisi gergajinya harus dalam keadaan berhenti, baru bisa diambil. Sementara zombie lain bisa mengambilnya saat gergaji masih berputar. Sungguh tidak adil sekali rasanya.
Porsi Leon di awal mungkin terasa sebentar jika dibandingkan Grace. Namun, menuju paruh akhir cerita, hal tersebut akan berkebalikan di mana Anda akan lebih banyak menggunakan Leon nantinya. Oh iya, banyak sekali momen-momen nostalgia saat bermain sebagai Leon, namun kami tidak bisa menceritakannya secara detail karena berpotensi mengarah ke spoiler.
Di pertengahan permainan, Anda baru bisa mengakses upgrade untuk Leon. Berbeda dengan Grace yang butuh koin untuk melakukan upgrade permanen, Leon justru menggunakan poin sebagai mata uang upgrade-nya. Anda bisa meng-upgrade senjata, membeli peluru bahkan armor untuknya. Semua poin ini bisa Anda dapatkan dengan cara membunuh zombie sebanyak-banyaknya selama perjalanan Leon.
Presentation
Visual
RE Engine mungkin bisa dibilang sebagai salah satu engine game terbaik saat ini karena ringan, minim bug dan performanya maksimal. Ya, hal tersebut kembali dibuktikan oleh Capcom lewat game ini. Visual RE Requiem benar-benar menakjubkan, mulai dari model karakter yang sangat detail dan ekspresif, tata cahaya yang luar biasa dinamis untuk menangkap atmosfer horor hingga implementasi Ray Tracing yang benar-benar spektakuler di PS5. Kami sama sekali tidak ada keluhan terkait presentasi visual dari game ini.
Audio
Tidak hanya dari segi visual, aspek audio game ini juga sangat mendukung elemen horor yang dibawakannya. Musik dan efek suaranya benar-benar mencekam sampai membuat bulu kuduk kami merinding saat memainkannya. Tapi, satu hal yang patut kami apresiasi setinggi langit adalah bagaimana performa Angela Sant’Albano saat mengisi suara Grace.
Aktingnya benar-benar brilian untuk menunjukkan betapa takutnya Grace terjebak dalam situasi traumatik yang dialaminya. Atas performa fantastisnya itu, kami tidak akan heran jika di akhir tahun nanti, Angela Sant’Albano dinominasikan sebagai salah satu performer terbaik di The Game Awards 2026.

Value
Harga Rp 910.000 yang disematkan pada Resident Evil Requiem sangat sepadan dengan konten yang ditawarkan. Ceritanya penuh misteri, gameplay-nya sangat memuaskan, mulai dari gameplay Grace yang penuh dengan elemen horor serta Leon yang penuh dengan elemen aksi. Setiap eksplorasi terasa bermanfaat untuk menunjang petualangan Anda.
Tiap lokasi yang Anda kunjungi dirancang dengan sangat baik hingga mengundang banyak tanya sekaligus nostalgia bagi para pemainnya. Ditambah teka-teki yang sangat menantang, game ini sangat memuaskan bagi para pecinta Resident Evil dan game horor secara keseluruhan.
Conclusions
Resident Evil Requiem berhasil melebur elemen horor dan aksi secara sempurna dan memberikan pengalaman bermain paling lengkap dari semua game Resident Evil yang pernah kami mainkan. Sosok Grace sebagai protagonis yang lemah, berhasil memperkuat atmosfer horor dan teror, sementara Leon sebagai protagonis yang kuat juga memperkaya elemen aksi modern yang sarat akan varasi senjata. Kami yakin game ini akan menjadi salah satu GOTY Contender tahun ini.
+ Perpaduan elemen horor dan aksi yang bersinergi dengan baik
+ Atmosfer horor yang sangat terasa
+ Ekspresi Grace yang membuat pemain ikut ketakutan
+ Perspektif kamera yang bisa digonta-ganti
+ Teka-teki yang dirancang dengan sangat baik
+ Detail lokasi yang menakjubkan
+ Elemen kejutan dan nostalgia
+ Antagonis yang berkesan
+ Visualisasi juara
+ Audio mencekam
+ Sulih suara sangat menjiwai
+ Durasi permainan yang pas
- Chainsaw yang merepotkan






![[Review] Tales of Berseria Remastered](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/02/Tales-of-Berseria-Remastered-Banner-115x115.jpg)
![[Review] God of War: Sons of Sparta](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/02/God-of-War-Sons-of-Sparta-Banner-115x115.jpg)
![[Review] Calamity Angels: Special Delivery](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/02/Calamity-Angels-Banner-115x115.jpg)
![[Review] Tales of Berseria Remastered](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/02/Tales-of-Berseria-Remastered-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Resident Evil Requiem](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/02/Resident-Evil-Requiem-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Planet of Lana II: Children of the Leaf](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/02/Planet-of-Lana-II-Banner-200x250.jpg)
![[News] PV Ragnarok Origin Classic telah Dirilis, CBT [Hearth Test] Resmi Meluncur](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Ragnarok-Origin-Prize-Pool-200x250.jpg)
![[Event] Launch Event Resident Evil Requiem Disambut dengan Penuh Antusias](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260228-WA0024-1-200x250.jpg)
![[Review] God of War: Sons of Sparta](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/02/God-of-War-Sons-of-Sparta-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Calamity Angels: Special Delivery](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/02/Calamity-Angels-Banner-200x250.jpg)
![[Review] I Hate This Place](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/01/I-Hate-This-Place-Banner-200x250.jpg)
![[Review] The 9th Charnel](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/02/The-9th-Charnel-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Ys X: Proud Nordics](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/02/Ys-X-Proud-Nordics-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Tales of Berseria Remastered](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/02/Tales-of-Berseria-Remastered-Banner-360x240.jpg)
![[News] Bocoran Gameplay Assassin’s Creed Mirage Mengemuka!](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2023/05/Assassins-Creed-Mirage-official-screenshots-1-scaled-1-360x240.jpg)
![[Recap] Nintendo Direct: Partner Showcase – Februari 2026](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/02/Nintendo-Direct-Februari-2026-360x240.jpg)
![[Review] Planet of Lana II: Children of the Leaf](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/02/Planet-of-Lana-II-Banner-360x240.jpg)