Trials of Mana
Square Enix
Square Enix
24 April 2020
PS4, Switch, PC
Action RPG
Remaja
Blu-ray, Cartridge, Digital
15.68 GB
Rp 629.000
Demi memanjakan para gamer veteran, Square Enix menghidupkan kembali judul lawas yang cukup dicintai di masa lampau, yaitu Seiken Densetsu 3. Pertama kali dirilis tahun 1995 pada platform SNES, game tersebut memang belum pernah mendapatkan terjemahan Bahasa Inggrisnya sehingga banyak gamer yang kesulitan memahami game tersebut. Akan tetapi, berkat teknologi yang mumpuni di masa kini, ia hadir dalam wujud baru dengan tetap menjaga cita rasa klasik yang dimilikinya. Apakah Square Enix mampu kembali meraih kesuksesan pada game remake keduanya tahun ini?
Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Story
Ketika dunia diselimuti kegelapan, Dewi Mana menurunkan Pedang Mana untuk membasmi delapan monster penghancur, Benevodon. Sang Dewi menyegel mereka di dalam delapan Mana Stone untuk membawa kembali kerajaan dari keterpurukan. Sang Dewi melemah setelahnya dan mengubah dirinya menjadi pohon untuk tidur selama bertahun-tahun. Sayangnya, ada kekuatan jahat yang berusaha membebaskan Benevodon demi ambisinya menguasai dunia. Mereka mulai menabuh genderang perang untuk membuat kerajaan menjadi kacau. Kedamaian pun harus berakhir dan Mana mulai menghilang dari dunia.
Apakah dunia Mana bisa kembali terselamatkan?
Temukan jawabannya dengan memainkan Trials of Mana!
Gameplay
Trials of Mana adalah salah satu JRPG klasik yang tidak mengadopsi Turn-based sebagai sistem pertarungannya. Hal inilah yang membuatnya terasa unik pada masanya, di mana saat itu game Turn-based RPG membanjiri pasaran, mulai dari Final Fantasy, Dragon Quest, Chrono Trigger, Xenogears, Suikoden dan sebagainya. Pertama kali dirilis pada tahun 1995 dengan nama Seiken Densetsu 3, anehnya game ini justru tidak pernah dilokalisasi ke wilayah barat. Demi mewujudkan impian gamer veteran, akhirnya Square Enix membangkitkannya kembali dalam bentuk remake dan langsung ditujukan untuk pasar internasional.
Berbeda dengan Secret of Mana atau JRPG pada umumnya, di mana karakter utama Anda sudah ditentukan oleh developer, Trials of Mana justru membebaskan Anda memilih sesuai selera. Developer telah menyediakan enam karakter dengan kemampuan, atribut dan senjata yang bervariasi, di mana masing-masing karakter memiliki jalan ceritanya sendiri.
Berikut kami bahas aspek gameplay selengkapnya:
Karakter pertama adalah Duran, seorang prajurit dari Valsena yang mengabdi pada Raja Richard. Ia merupakan tipikal karakter JRPG pada umumnya, di mana ia mempunyai rasa keadilan yang tinggi dan menjadikan pedang sebagai senjata utamanya. Atribut Strength dan Staminanya yang di atas rata-rata, membuat dirinya pantas dijadikan garda terdepan untuk melibas setiap musuh yang menghadang. Keahliannya adalah pertarungan jarak dekat dan menghancurkan armor lawan.
Karakter kedua adalah Angela, gadis muda berambut ungu dan berpenampilan seksi ini merupakan pewaris takhta kerajaan Altena. Ia merupakan tipe karakter penyihir yang bisa melancarkan serangan sihir elemen dari jarak jauh. Di awal permainan, ia mungkin karakter yang lemah, namun lambat laun ia akan tumbuh menjadi karakter yang overpowered.
Karakter ketiga adalah Kevin, sang pangeran Ferolia, Kerajaan Beastmen. Ia merupakan karakter melee terkuat yang bertarung dengan tangan kosong. Saat malam tiba, ia bisa mengubah sosoknya menjadi Werewolf untuk meningkatkan kekuatannya. Karakter keempat adalah Charlotte, gadis mungil yang berasal dari Wendel dan cucu dari Priest of Light. Ia merupakan tipe karakter Healer yang bisa memulihkan kesehatan serta menguasai sihir tipe cahaya.
Karakter kelima adalah Hawkeye, seorang pemuda yang berprofesi sebagai pencuri dan piawai menggunakan belati. Ia unggul dalam hal kecepatan dan sering melakukan serangan Critical berkat atribut Luck-nya yang cukup tinggi. Karakter keenam adalah Riesz, seorang putri angin dari kerajaan Laurent. Ia menggunakan tombak sebagai senjata dan ahli dalam memberikan sihir pendukung seperti buff untuk kawan dan debuff untuk lawan.
Dari enam karakter tersebut, setiap dua karakter akan berbagi garis cerita yang serupa dengan antagonis yang sama, seperti Duran dengan Angela, Kevin dengan Charlotte dan Hawkeye dengan Riesz. Jika Anda memasangkan Main Character dengan pasangannya sebagai Companion 1, maka akan muncul dialog tambahan di antara mereka. Walaupun garis ceritanya kurang lebih sama, tetapi tiap karakter akan menghadapi boss terakhir yang berbeda satu sama lain.
Tidak seperti JRPG klasik yang mayoritas mengadopsi sistem pertarungan Turn-based, Trials of Mana sudah mengusung pertarungan yang lebih aktif dan agresif sejak pertama kali dirilis. Aspek tersebut masih dipertahankan dalam versi remake ini, sehingga genrenya bisa dikategorikan sebagai Action RPG. Jika dalam Secret of Mana, Anda membutuhkan stamina untuk menyerang, maka hal tersebut tidak berlaku lagi dalam game ini. Setiap karakter dibekali dua tipe serangan, yaitu lemah dan kuat. Dengan menggabungkan dua tipe serangan tersebut, Anda dapat menghasilkan rangkaian kombo, baik di darat maupun udara. Variasi kombo nantinya akan bertambah seiring perubahan Class dari tiap karakter.
Musuh yang akan Anda hadapi akan langsung terlihat secara kasat mata. Kecuali pertarungan boss, Anda bisa langsung masuk ke medan pertempuran tanpa dijeda oleh loading. Untuk menunjang mobilitas pemain, developer juga menyediakan empat slot shortcut yang dapat diisi oleh Skill, Magic atau Item. Sedang empat slot lainnya diisi oleh serangan spesial yang disebut sebagai Critical Strike. Untuk mengeluarkan serangan spesial tersebut, Anda membutuhkan minimal 100% dari bar biru yang disebut CS Gauge. Untuk mengisi bar tersebut, dibutuhkan pecahan kristal yang bisa Anda kumpulkan dari musuh atau objek seperti guci.
Setelah mengumpulkan sejumlah experience, karakter Anda akan naik level dan mendapatkan sumber daya bernama Training Points, yang bisa digunakan untuk mengembangkan atribut karakter. Jika mencapai jumlah atribut tertentu, Anda bisa mendapatkan upgrade berupa penambahan status seperti Strength, Stamina, Intelligence, Spirit dan Luck atau membuka skill baru, baik aktif maupun pasif. Beberapa skill terikat pada karakter tertentu, namun ada pula yang disebut Chain Ability, di mana skill tersebut bisa dipasangkan pada karakter party lainnya.
Saat ini, JRPG modern sudah banyak yang meninggalkan konsep klasik seperti pergantian Class/Job karakter. Akan tetapi, demi mempertahankan originalitasnya, Square Enix tetap membawa fitur tersebut pada versi remake ini. Setiap karakter memiliki empat tingkatan Class yang terbagi atas dua jalur, yaitu Light dan Dark. Class tersebut bisa Anda ubah setelah mencapai level tertentu atau memiliki item tertentu dengan berbicara pada Mana Stone.
Tipe Light biasanya terfokus pada healing, support atau defense, sementara tipe Dark biasanya memfokuskan serangan, sihir dan debuff. Anda tidak perlu khawatir salah memilih jalur perubahan Class karena tersedia opsi Reset Class jika Anda hendak mengulang jalur yang Anda sesali. Saat hendak memilih Class baru, Anda dapat melihat perbandingan di antara pilihan yang tersedia, mulai dari skill, atribut dan penjelasan lainnya. Tiap perubahan Class diikuti oleh perubahan kostum karakter. Apabila Anda kurang menyukai kostumnya, Anda bisa memilih kostum yang telah Anda dapatkan sebelumnya.
Secara garis besar, konsep gameplay yang diusung dalam game ini terhitung linear dan sangat klasik. Anda dituntut untuk bergerak dari satu kota ke kota lainnya sambil melewati field atau dungeon yang berisikan monster untuk mendulang experience. Ketika singgah di sebuah kota baru, Anda bisa pergi ke toko senjata atau armor untuk mengecek equipment baru yang tersedia di sana. Di samping itu, ada pula penginapan yang bisa digunakan untuk memulihkan HP dan MP. Yang menarik, di tiap penginapan tersedia pot ajaib, di mana Anda bisa menanam biji untuk mendapatkan item secara acak. Biji-bijian ini bisa Anda temukan di seluruh peta yang tersebar secara acak. Terkadang, Anda justru mendapatkan item langka dari pot ajaib tersebut. Jika Anda rajin mengeksplorasi tiap sudut peta, Anda bisa menemukan peti harta karun atau glowing spot yang berisikan item.
Walaupun game ini merupakan JRPG, sayangnya misi sampingan yang bisa Anda kerjakan terhitung sangat minim. Satu-satunya misi sampingan yang bisa Anda kejar adalah mengumpulkan kaktus mini yang tersebar di penjuru peta untuk mendapatkan hadiah tiap kelipatan lima. Meskipun linear, Anda masih dapat menjumpai sebuah fitur klasik yang kini sudah jarang diimplementasikan pada JRPG, yakni World Map. Nantinya, Anda dapat mengakses World Map untuk menjelajahi dunianya, baik dalam jalur laut maupun udara.
Presentation
Visual
Remake bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah bagi developer, apalagi jika judul yang dibuat ulang merupakan game yang usianya sudah cukup tua dan dicintai para penggemarnya. Berasal dari game dua dimensi dengan kamera top-down, kini Trials of Mana terlahir kembali sebagai gane tiga dimensi dengan sudut pandang orang ketiga. Berbekal Unreal Engine 4 yang juga menjadi pondasi utama Final Fantasy VII Remake, Square Enix melakukan pendekatan yang berbeda untuk Trials of Mana. Rendering karakter dan monsternya dibuat seperti cel-shading untuk mendapatkan kesan anime yang kental. Desain dunianya benar-benar menarik perhatian dan variatif, mulai dari hutan, salju, bukit, gua, kastil, pelabuhan dan masih banyak lagi area yang menarik untuk dijelajahi. Visualisasinya yang penuh warna membuat kami tidak bosan-bosan memandanginya.
Audio
Salah satu kekuatan utama yang dimiliki game RPG klasik adalah alunan musiknya yang mampu menyihir para pemainnya sehingga terngiang-ngiang dalam kepala untuk waktu yang lama. Square Enix kembali melakukan tugasnya dengan sangat baik dalam meracik soundtrack untuk game ini. Mereka menyediakan dua jenis soundtrack, yaitu Original dan Remake yang bisa Anda pilih sesuka hati. Dengan musik orkestra berkualitas tinggi, kami yakin Anda akan serasa tersedot masuk ke dalam dunianya yang penuh dengan imajinasi.
Dan seperti JRPG modern pada umumnya, game ini juga menyediakan dua pilihan bahasa untuk sulih suaranya. Akan tetapi, kualitas keduanya bisa dibilang berat sebelah. Penyulih suara bahasa Jepang memang telah memainkan perannya dengan sangat baik, namun tidak pada bahasa Inggris. Salah satu faktor yang paling banyak dikeluhkan oleh para gamer dan media (termasuk kami) dalah sulih duara Charlotte dalam bahasa Inggris. Dengan logatnya yang cadel itu, secara tidak langsung akan membuat Anda sebal kepada karakter tersebut. Tidak hanya itu saja, subtitle untuk percakapan Charlotte sengaja dibuat cadel dengan mengubah huruf L dan R menjadi huruf W. Jadi, ketika Charlotte mengucapkan kata “Really” maka subtitle-nya akan menuliskan kata “Weawwy”. Bukannya menjelaskan, hal tersebut justru malah semakin membuat pemainnya bingung atas apa yang Charlotte ucapkan.
Value
Jika pada game JRPG lain Anda hanya cukup menamatkan satu kali untuk memahami cerita dan dunianya, hal tersebut tidak berlaku pada Trials of Mana. Meskipun gameplay-nya terhitung linear, Anda membutuhkan minimal tiga playthrough untuk mengetahui alur cerita game ini seutuhnya. Seperti yang sudah kami utarakan pada bagian Gameplay di atas, game ini memiliki tiga plot utama yang dibagi per dua karakter. Walaupun pada akhirnya mereka berenam memiliki tujuan yang sama, namun ada bagian-bagian cerita yang dijelaskan lebih dalam apabila Anda memainkannya sebagai karakter utama.
Tidak hanya itu saja, Square Enix bahkan menyuntikkan konten baru yang tidak ada dalam versi originalnya dan baru bisa diakses setelah Anda menamatkan cerita utamanya, salah satunya ada 4th Class untuk masing-masing karakter. Hal ini setidaknya dapat memotivasi pemain agar bermain lebih lama lagi di dunia Mana.
Conclusions
Trials of Mana adalah penawar rindu untuk gamer yang merindukan JRPG klasik dengan ragam elemen khasnya, seperti latar dunia kerajaan, sistem Class/Job, eksplorasi sederhana, upgrade senjata dan armor, berkunjung dari satu kota ke kota lainnya hingga sistem World Map yang sudah banyak ditinggalkan. Dengan teknologi yang sudah jauh lebih maju, Square Enix mampu menghidupkan kembali serial lawas dengan mempertahankan ciri khasnya. Trials of Mana adalah pilihan terbaik untuk Anda yang menyukai JRPG klasik bertema fantasi, namun tidak menyukai sistem pertarungan Turn-based yang kadang kala menyita banyak waktu.
Game ini telah tersedia di PlayStation Store
+ Pertarungan yang aktif dan adiktif
+ Visualisasi 3D kaya warna
+ Musik orkestra penuh imajinasi
+ Tiga plot cerita berbeda
+ Opsi perubahan Class karakter
+ Tingkat kesulitan
- Logat cadel Charlotte
- Sulih suara Inggris kurang ekspresif
- Minim Sidequest
- Tidak ada mode Multiplayer









![[Review] Capcom Fighting Collection 2](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/05/Capcom-Fighting-Collection-2-Banner-115x115.jpg)
![[Review] Marvel vs. Capcom Fighting Collection: Arcade Classics](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2024/09/Marvel-vs-Capcom-Collection-Banner-115x115.jpg)
![[Review] Mega Man X Legacy Collection 1 + 2](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2023/11/Mega-Man-X-Legacy-Collection-Banner-115x115.jpg)
![[Review] The Spirit Weaver](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/The-Spirit-Weaver-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Starfield (PS5)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/Starfield-Banner-200x250.jpg)
![[News] Ragnarok Origin Classic Tetapi Janji Open Server dengan Sakura Vows](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/ROOC-1-200x250.jpg)
![[Review] SAROS](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/SAROS-Banner-200x250.jpg)
![[Review] PRAGMATA](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/PRAGMATA-Banner-200x250.jpg)
![[Event] Survey Berhadiah: Riset Pasar RPG Indonesia 2026](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/Survey-Berhadiah-PlayVerse-200x250.jpg)
![[Review] KuloNiku: Bowl Up!](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/KuloNiku-Banner-200x250.jpg)
![[Review] I Am Jesus Christ](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/I-Am-Jesus-Christ-Banner-200x250.jpg)

![[Review] ICARUS: Console Edition](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Icarus-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Starfield (PS5)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/Starfield-Banner-360x240.jpg)
![[Review] Screamer](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Screamer-Banner-360x240.jpg)
![[Review] Back to the Dawn (NS2)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/back-to-the-dawn-beginners-guide-game-rant-360x240.jpg)
![[Review] The Spirit Weaver](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/The-Spirit-Weaver-Banner-360x240.jpg)