Hunt The Night
Moonlight Games
Dangen Entertainment
26 Februari 2026
PS5, Xbox Series, Switch, PC
Action-adventure
Dewasa
Digital
Rp 279.000
Hunt the Night adalah sebuah retro-style gothic fantasy action RPG yang dikembangkan oleh Moonlight Games dan dipublikasikan oleh Dangen Entertainment. Versi PlayStation 5 dirilis secara digital pada 26 Februari 2026, dengan edisi fisik menyusul di musim panas melalui Selecta Play. Game ini sebelumnya telah hadir di PC (Steam dan GOG) pada 13 April 2023.
Dengan atmosfer gelap dan nuansa pixel-art yang khas, game ini menawarkan pengalaman klasik namun tetap modern bagi penggemar action RPG.
Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Story
Cerita Hunt the Night dimulai dengan pengenalan dunia Medhram, sebuah negeri yang terjebak dalam siklus abadi antara terang dan gelap. Pada siang hari, manusia dapat hidup dengan relatif aman, namun begitu malam tiba, makhluk-makhluk mengerikan bangkit dan menghancurkan segala peradaban yang ada. Siklus ini telah berlangsung selama ribuan tahun, membuat umat manusia selalu berada di ambang kepunahan.
Tokoh utama, Vesper, adalah seorang Stalker—kelompok elit yang bertugas melawan kegelapan. Vesper digambarkan sebagai sosok misterius dengan masa lalu kelam, yang memiliki motivasi pribadi untuk memutus siklus malam. Sejak awal permainan, ia ditugaskan untuk mencari artefak kuno bernama The Seal of Night, sebuah kunci yang diyakini mampu menghentikan dominasi kegelapan.
Di bagian awal cerita, Vesper menjelajahi reruntuhan kota tua yang pernah menjadi pusat peradaban manusia. Ia bertemu dengan berbagai NPC yang memberikan petunjuk tentang sejarah Medhram, termasuk kisah tentang bagaimana manusia dahulu pernah mencoba melawan malam namun selalu gagal. Narasi ini dibangun dengan nuansa penuh misteri, di mana setiap percakapan dan dokumen kuno yang ditemukan menambah lapisan baru pada mitologi dunia.
Memasuki pertengahan permainan, cerita semakin intens. Vesper menemukan bahwa siklus malam bukan sekadar fenomena alam, melainkan hasil dari perjanjian kuno antara manusia dan entitas gelap yang disebut The Night. Perjanjian ini dibuat demi kelangsungan hidup manusia, namun dengan konsekuensi bahwa malam akan selalu kembali untuk menuntut korban. Vesper mulai meragukan apakah tugasnya benar-benar untuk menghentikan siklus, atau justru mengulang kesalahan yang sama seperti para Stalker sebelumnya.
Akankah Vesper dapat menyelamatkan uamt manusia dari kekejaman The Night?
Temukan jawabannya dengan memainkan Hunt The Night!
Gameplay
Salah satu daya tarik utama Hunt the Night adalah bagaimana ia meramu berbagai elemen gameplay klasik action RPG dengan sentuhan modern yang menuntut konsentrasi penuh. Combat menjadi pusat pengalaman, dirancang cepat, brutal, dan penuh risiko. Vesper memiliki akses ke berbagai senjata jarak dekat seperti pedang dan belati, serta senjata jarak jauh berupa pistol dan busur.
Setiap senjata memiliki gaya serangan, kecepatan, dan efek berbeda, sehingga Anda dituntut untuk memilih dengan bijak sesuai situasi. Sistem stamina dan amunisi membuat setiap serangan harus diperhitungkan, karena serangan membabi buta justru akan membuka celah bagi musuh. Pertarungan melawan bos adalah puncak dari sistem ini: setiap bos memiliki pola serangan unik, fase yang berubah seiring berkurangnya HP, dan arena yang memaksa Anda untuk terus bergerak.
Story Mission disusun dengan struktur yang linear namun penuh cabang eksplorasi. Setiap misi membawa Vesper ke lokasi baru yang sarat atmosfer gothic, mulai dari kastil runtuh, hutan gelap, hingga kota yang ditelan kegelapan. Misi utama tidak hanya berfokus pada pertempuran, tetapi juga memperkenalkan lore dunia Medhram melalui dokumen kuno, percakapan dengan NPC, dan simbol-simbol misterius. Ada pula misi sampingan yang memperkaya narasi, memberikan kesempatan untuk memahami lebih dalam tentang siklus siang-malam dan peran Stalker.
Elemen puzzle solving menjadi variasi yang menambah kedalaman gameplay. Puzzle di Hunt the Night tidak sekadar hiasan, melainkan bagian integral dari progres cerita. Anda akan dihadapkan pada mekanisme klasik seperti menggeser blok, mengaktifkan rune dengan urutan tertentu, hingga teka-teki berbasis cahaya dan bayangan. Puzzle ini sering kali ditempatkan di dungeon yang penuh jebakan, sehingga menyelesaikannya memberikan rasa kepuasan tersendiri sekaligus membuka akses ke area rahasia atau item penting.
Nuansa horror dalam gameplay terasa kuat, bukan hanya dari visual tetapi juga dari cara game membangun atmosfer. Lingkungan gelap dengan pencahayaan terbatas, suara langkah yang bergema di lorong kosong, serta desain monster grotesque menciptakan rasa tegang yang konstan. Ada momen scripted di mana Anda dipaksa berjalan tanpa senjata, menghadapi kegelapan hanya dengan cahaya redup, yang menambah intensitas pengalaman.
Menariknya, Hunt the Night juga menawarkan multiple ending. Pilihan yang dibuat Anda sepanjang permainan—baik dalam misi utama maupun interaksi dengan NPC—akan memengaruhi jalannya cerita. Ending bisa berbeda drastis: dari keberhasilan Vesper memutus siklus malam, hingga kegagalan yang membuat dunia Medhram jatuh ke dalam kegelapan abadi. Hal ini memberikan replay value tinggi, karena Anda terdorong untuk mencoba jalur berbeda demi melihat semua kemungkinan akhir.
Presentation
Visual
Secara artistik, Hunt the Night menonjol dengan gaya pixel-art gothic yang sangat detail. Setiap lokasi dalam game dirancang dengan atmosfer yang menekan, menggunakan palet warna gelap—hitam pekat, merah darah, dan abu-abu kusam—untuk menegaskan nuansa dunia yang suram. Lingkungan seperti kastil runtuh, hutan berkabut, dan kota yang ditelan kegelapan digarap dengan tekstur pixel yang halus, sehingga meski bergaya retro, tetap terasa modern dan imersif.
Efek pencahayaan menjadi salah satu kekuatan visual utama. Cahaya obor, kilatan senjata, dan sorotan bulan di langit malam memberikan kontras dramatis terhadap kegelapan yang mendominasi layar. Animasi karakter, terutama Vesper, dibuat dengan detail yang menekankan gerakan cepat dan penuh intensitas. Musuh-musuh memiliki desain grotesque, dengan bentuk tubuh yang tidak proporsional dan wajah menyeramkan, memperkuat nuansa horror. Pertarungan bos juga ditampilkan dengan visual megah, arena yang luas, serta efek serangan yang spektakuler, membuat setiap pertempuran terasa monumental.
Audio
Dari sisi audio, Hunt the Night menghadirkan soundtrack atmosferik yang mendukung nuansa gothic dan horror. Musik latar sering kali melodius namun penuh ketegangan, menggunakan instrumen seperti piano minor, biola, dan suara ambient yang menimbulkan rasa tidak nyaman. Setiap area memiliki tema musik berbeda: dungeon dengan nada berat dan repetitif, hutan dengan suara bisikan angin, dan kota runtuh dengan melodi melankolis.
Efek suara pertempuran dibuat tajam dan realistis. Dentuman senjata, suara tembakan pistol, dan jeritan monster terasa intens, memperkuat sensasi pertarungan. Bahkan detail kecil seperti langkah kaki Vesper di lantai batu atau suara pintu berderit menambah lapisan imersi. Voice acting tidak dominan, namun narasi teks yang diiringi efek suara atmosfer berhasil menyampaikan emosi dan ketegangan dengan efektif.
Value
Dengan harga sekitar Rp 279.000 untuk versi digital, Hunt the Night menawarkan konten yang cukup kaya: cerita panjang dengan multiple ending, gameplay penuh variasi, serta atmosfer gothic yang unik. Dibandingkan dengan game sejenis di kisaran harga yang sama, konten yang ditawarkan terasa sepadan, bahkan lebih bernilai bagi penggemar action RPG klasik.
Conclusions
Hunt the Night di PS5 berhasil menghadirkan pengalaman action RPG gothic yang intens, dengan perpaduan cerita misterius, gameplay menantang, serta atmosfer visual dan audio yang kuat. Secara keseluruhan, Hunt the Night adalah sebuah karya indie yang mampu berdiri sejajar dengan game besar di genre gothic action RPG. Ia menawarkan pengalaman yang intens, penuh misteri, dan meninggalkan kesan mendalam bagi Anda yang berani menapaki jalan Vesper dalam memburu malam.
+ Cerita penuh misteri dengan multiple ending
+ Pertarungan cepat dan menantang
+ Atmosfer gothic yang kuat
+ Teka-teki yang variatif menambah kedalaman gameplay
- Tingkat kesulitan tinggi bisa membuat frustrasi bagi Anda kasual
- Beberapa misi terasa repetitif
- Visual Pixel-art mungkin kurang menarik bagi Anda yang lebih menyukai grafis modern







![[Review] Starfield (PS5)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/Starfield-Banner-115x115.jpg)
![[Review] SAROS](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/SAROS-Banner-115x115.jpg)
![[Review] PRAGMATA](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/PRAGMATA-Banner-115x115.jpg)
![[Review] The Spirit Weaver](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/The-Spirit-Weaver-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Starfield (PS5)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/Starfield-Banner-200x250.jpg)
![[News] Ragnarok Origin Classic Tetapi Janji Open Server dengan Sakura Vows](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/ROOC-1-200x250.jpg)
![[Review] SAROS](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/SAROS-Banner-200x250.jpg)
![[Review] PRAGMATA](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/PRAGMATA-Banner-200x250.jpg)
![[Event] Survey Berhadiah: Riset Pasar RPG Indonesia 2026](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/Survey-Berhadiah-PlayVerse-200x250.jpg)
![[Review] KuloNiku: Bowl Up!](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/KuloNiku-Banner-200x250.jpg)
![[Review] I Am Jesus Christ](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/I-Am-Jesus-Christ-Banner-200x250.jpg)

![[Review] ICARUS: Console Edition](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Icarus-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Starfield (PS5)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/Starfield-Banner-360x240.jpg)
![[Review] Screamer](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Screamer-Banner-360x240.jpg)
![[Review] Back to the Dawn (NS2)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/back-to-the-dawn-beginners-guide-game-rant-360x240.jpg)
![[Review] The Spirit Weaver](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/The-Spirit-Weaver-Banner-360x240.jpg)