The Adventures of Elliot: The Millenium Tales
Claytechworks
Square Enix
18 Juni 2026
PS5, Xbox Series, Switch 2, PC
Action RPG
Remaja
Blu-ray, Game-key Card, Digital
20 GB
Rp 879.000 (Standard)
Rp 1.029.000 (Deluxe)
Square Enix bisa dibilang cukup beruntung sudah mematenkan teknik visual HD-2D. Pasalnya, ketika judul-judul utama seperti Final Fantasy, Dragon Quest dan Kingdom Hearts, sedang stagnan, mereka bisa memanfaatkan visual HD-2D sebagai penyelamat. Dengan menerapkan teknik visual ini kepada game-game lawas mereka, penggemar JRPG retro pun akan sukarela untuk membeli produk mereka lagi walaupun sudah pernah menamatkan seri originalnya. Bahkan, dengan cara ini pun, mereka juga bisa menggaet para pemain baru yang sebelumnya enggan memainkan seri original yang sudah terhitung uzur.
Tahun 2026 ini, Square Enix mencoba melakukan eksperimen besar. Mereka ingin keluar dari zona nyaman dari genre yang selama ini mengekang HD-2D, yaitu Turn-based RPG. Lewat IP baru berjudul The Adventures of Elliot: The Millenium Tales, mereka ingin membuktikan diri bahwa visual HD-2D adalah teknik yang serbaguna dan bisa diaplikasikan juga untuk genre Action RPG.
Apakah eksperimen bisa ini berakhir manis sesuai ekspektasi?
Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Story
Cerita dalam game ini berlatarkan di sebuah benua fiktif bernama Philabieldia, yang dikuasai oleh binatang buas. Di benua tersebut terdapat sebuah Kerajaan bernama Huther, yang menjadi satu-satunya tempat perlindungan terakhir bagi umat manusia berkat kekuatan sihir. Namun, keamanan Kerajaan mulai tergannggu karena munculnya reruntuhan kuno di luar zona aman. Sang Raja yang penasaran terhadap reruntuhan itu, akhirnya mengutus seorang pria bernama Elliot untuk menyelidikinya.
Sebelum berangkat ke reruntuhan kuno, Elliot mendapatkan hadiah berupa anting ajaib dari Putri Heuria, sebagai alat komunikasi jarak jauh. Selain itu, Putri Heuria juga bisa mengirimkan sihir pemulihan dari anting tersebut untuk memastikan Elliot tetap selamat hingga kembali nanti. Di reruntuhan, Elliot menemukan sebuah gerbang raksasa yang membawanya menuju zaman yang berbeda. Dalam perjalanan melintasi waktu ini, Elliot mengungkap banyak misteri yang selama ini hanya tersimpan sebagai arsip sejarah.
Rahasia apa yang sebenarnya ditemukan oleh Elliot?
Temukan jawabannya dengan memainkan The Adventures of Elliot: The Millennium Tales!
![]()
Gameplay
The Adventures of Elliot: The Millennium Tales adalah sebuah IP baru yang datang dari Claytechworks, developer yang sebelumnya menangani game Bravely Default. Berbeda dengan game-game HD-2D selama ini yang bergenre Turn-based RPG, game ini justru mencoba keluar dari zona nyamannya dan menggunakan genre Action RPG sebagai pondasi permainannya. Game ini sama sekali tidak terhubung dengan IP Square Enix lainnya seperti Final Fantasy atau Octopath Traveler, sehingga aman untuk dimainkan tanpa perlu memainkan game lain sebelumnya.
Sesuai dengan judulnya, game ini akan menceritakan kisah petualangan lintas zaman dari seorang pemuda bernama Elliot. Ia ditugaskan oleh Raja dari Kerajaan Huther untuk menyelidiki reruntuhan kuno yang ada di benua Philabieldia yang dikuasai oleh suku monster. Tentu saja, ia tidak berpetualang sendirian karena ada seekor peri bernama Faie yang akan menemaninya sepanjang waktu.
Berikut kami bahas aspek gameplay selengkapnya:
![]()
Exploration & Time Travel
Ukuran dunia dalam game ini sebenarnya tidak terlalu besar, apalagi jika dibandingkan dengan game Octopath Traveler. Namun, developer telah mengakalinya dengan menyuntikkan konsep Time Travel, di mana Elliot dapat menjelajahi empat zaman berbeda, yaitu Age of Safekeeping, Reconstruction, Magic dan Budding. Di tiap zaman, denah petanya memang sama, tapi lingkungan dan jalurnya kadang memiliki sedikit perbedaan, walaupun tidak signifikan.
Untuk proses lintas zaman pertama kali, Anda memang harus melewati gerbang waktu, namun setelahnya Anda bisa melakukan proses lintas zaman ini lewat fitur Fast Travel dari peta saja. Fitur ini mungkin terlihat minor, tapi sangat membantu sekali untuk pemain yang tidak sabaran. Bayangkan, jika Anda harus ke gerbang waktu setiap kali ingin berpindah zaman, tentu akan sangat merepotkan sekali.
Eksplorasi di game ini bisa dibilang cukup standar seperti game Action RPG pada umumnya. Ada kota, ada dungeon, ada field dengan bioma yang berbeda-beda seperti hutan, gunung es, gunung berapi, gua dan sebagainya. Ada juga peti harta karun yang bisa Anda buka untuk mendapatkan item berharga.
Namun, yang menarik adalah adanya kuil-kuil khusus yang biasanya berisi teka-teki atau tantangan di dalamnya. Jika Anda berhasil menyelesaikannya, maka akan ada hadiah berupa Shard of Life yang bisa meningkatkan jumlah Health Anda. Anda memang bisa melintasi empat zaman yang berbeda di game ini, tapi keseluruhan, denah petanya masih sama dengan perubahan lingkungannya tidak terlalu signifikan sehingga mudah sekali dihafalkan.
Selain misi utama, game ini juga menyediakan misi sampingan. Dari semua game-game RPG Square Enix, menurut kami mungkin misi sampingan di game ini adalah yang paling niat. Kenapa? Karena di sini Anda tidak hanya disuruh mengumpulkan item atau mengalahkan monster khas Fetch Quest saja, tetapi ada cerita khusus yang memperdalam kisah para NPC yang tidak mendapatkan sorotan dalam cerita utamanya.
Oh iya, Ada juga collectibles yang tersebar di seluruh peta dari berbagai zaman berupa kucing. Ya, di pertengahan permainan nanti, Anda ditugaskan untuk mengumpulkan kucing liar, yang nantinya bisa Anda berikan pada NPC di kota untuk mendapatkan hadiah. Kucingnya sendiri ada yang memang berdiam diri, tapi juga tidak jarang ada yang berlarian ke sana kemari sehingga memaksa Anda harus mengejarnya untuk menangkapnya.
![]()
Combat
Seperti yang sudah kami katakan sebelumnya, game ini mengadopsi genre Action RPG dan seingat kami, ini adalah game HD-2D pertama dari Square Enix yang bukan bergenre Turn-based RPG. Sistem pertarungannya menggunakan sistem Real-time Battle, yang mengizinkan Anda untuk menghajar musuh tanpa harus menunggu giliran. Jika Anda terus berhasil mengalahkan musuh tanpa terkena serangan, maka akan ada Drop Bonus yang siap menggandakan perolehan uang. Namun, jika terkena serangan, maka bonus tersebut akan hilang dan mengulang dari awal.
Meskipun kontrolnya terhitung sederhana, tapi mekaniknya tetap punya kedalaman dan variasi yang membuat Anda terus bereksperimen. Elliot punya dua tombol serang, yaitu kotak untuk senjata primer dan segitiga untuk senjata sekunder. Tiap tombol serangan bisa Anda tahan untuk melakukan Charge Attack. Lalu, ada tombol lingkaran diperuntukkan untuk melompat dan tombol R1 yang bisa digunakan untuk bertahan.
Total ada tujuh jenis senjata yang bisa digunakan oleh Elliot. Di awal permainan, Anda hanya punya pedang sebagai senjata utama. Seiring berjalannya permainan, nantinya Anda bisa membuka jenis senjata baru seperti tombak, palu, bumerang, busur panah, rantai-arit dan bom.
Setiap jenis senjata punya kegunaan, kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sebagai contoh, pedang punya jangkauan serang sedang dan daya rusak yang normal, sementara tombak punya jangkauan serang yang lebih jauh, tetapi daya rusaknya lebih kecil dari pedang. Palu punya daya rusak yang besar dan bisa mementalkan musuh, tapi kecepatannya cenderung lambat dan jarak serangannya sangat pendek.
Faie
Seperti yang sudah kami utarakan sebelumnya, Elliot tidak berpetualang sendirian karena ada seekor peri bernama Faie yang akan mendampinginya sepanjang permainan. Meskipun Faie sendiri tidak memiliki Health Bar yang membuatnya tidak bisa mati, namun perannya lebih dari sekedar karakter sampingan.
Jika Anda bermain sendirian, Faie bisa Anda gerakkan menggunakan analog kanan. Namun, jika Anda memiliki kontroler ekstra, maka Anda bisa mengaktifkan mode Coop sehingga pemain kedua bisa mengendalikan Faie secara penuh.
Faie memang punya lima skill khusus berbeda, tetapi Anda hanya bisa menggunakan salah satunya dalam satu waktu. Skill pertama adalah Ignite, yang dapat mengubah Faie menjadi bola api. Saat sedang membara, Faie bisa menyerang musuh, membakar rumput maupun menyalakan lilin.
Skill kedua adalah Sprint, yang mana jika diaktifkan bisa membuat Elliot melaju kencang seperti sedang memakai Ice-skating. Lalu ada skill ketiga, yaitu Warp. Skill ini bisa membuat Elliot berteleportasi menuju titik di mana Faie berada. Jadi, ada platform yang cukup jauh dan tidak bisa dijangkau oleh lompatan Elliot, maka skill inilah yang akan menolong Anda. Bahkan, skill ini juga bisa Anda gunakan dalam pertarungan untuk menghindari serangan musuh.
Skill keempat adalah Vacuum, yang bisa menarik objek/musuh ke arah Elliot. Dan skill terakhir adalah Copy, yang bisa membuat Faie berubah menjadi karakter duplikat Elliot yang akan meniru semua gerakan Elliot saat aktif. Jika menyerang saat ada skill ini aktif, maka daya serang Anda menjadi berlipat ganda.
Magicite
Meskipun mengusung genre Action RPG, namun sistem levelling di game ini tidak seperti game RPG pada umumnya yang terikat pada karakter, melainkan sebuah permata bernama Magicite. Jadi, setiap Magicite punya efek-efek khusus yang bisa Anda pasangkan pada jenis-jenis senjata yang Anda miliki seperti meningkatkan serangan, memberikan elemen api dan lain sebagainya. Magicite tidak bersifat universal karena tiap permata sudah dikategorikan berdasarkan senjata. Jadi, Magicite untuk pedang, tidak bisa Anda gunakan pada tombak, dan sebaliknya.
Tiap Magicite juga tingkat kelangkaan berdasarkan bintangnya. Semakin langka, maka manfaatnya juga lebih baik. Namun, Anda tidak bisa menggunakan semua Magicite yang Anda miliki begitu saja karena tetap ada batasan angka yang harus Anda patuhi. Misalnya, Anda hanya punya batasan untuk menggunakan 20 poin, sementara satu Magicite ada yang membutuhkan 5, 6, 7 dan 8 poin. Itu berarti Anda hanya bisa menggunakan Magicite maksimal 20 poin.
![]()
Boss Battle
Salah satu bagian yang harus kami soroti dari game ini adalah pertarungan bossnya yang benar-benar bersinar. Berbeda dengan musuh-musuh kroco yang bisa Anda kalahkan dengan mudah, karakter boss di sini adalah tantangan Anda yang sesungguhnya.
Tiap boss biasanya punya bintang di atas Health Bar-nya yang menandakan seberapa tinggi tingkat kesulitannya. Masing-masing boss punya pola serangan yang sulit ditebak. Walaupun sebagian besar dari mereka berukuran raksasa, namun kecepatan mereka tidak bisa dipandang sebelah mata.
Tidak hanya itu saja, Anda harus rajin bergonta-ganti senjata untuk bisa melukai mereka. Jadi, jika Anda bertemu dengan boss yang punya kecepatan tinggi, jangan menggunakan bom atau palu, karena mereka dapat dengan mudah menghindarinya. Begitu pula jika mereka punya serangan proyektil dari jarak jauh, pedang dan tombak sepertinya bukan pilihan yang bijak.
Paham bahwa pemain akan mengalami kematian berkali-kali, untungnya developer menyediakan opsi “Revive” lewat Faie dengan membayar sejumlah uang yang Anda miliki. Namun, proses Revive yang ke-2 dan seterusnya akan membutuhkan uang lebih banyak dan baru akan ter-reset setelah Anda kembali ke Save Point.

Presentation
Visual
Teknik visual HD-2D mungkin menjadi salah satu penemuan terbaik yang pernah dilakukan oleh Square Enix. Menggunakan teknik ini, mereka berhasil menggabungkan antara gaya visual tradisional 2D ala Pixel Art dengan lingkungan 3D, sehingga menghasilkan presentasi dramatis ala diorama.
Mengikuti perjalanan developer Team Asano sejak Octopath Traveler (2018), kami sangat memperhatikan perkembangan visual HD-2D selama delapan tahun terakhir. Di setiap game yang menggunakan gaya visual HD-2D, mereka selalu melakukan improvisasi dengan menambahkan beberapa detail atau sudut pandang baru sehingga tetap terlihat menyegarkan dan tidak usang termakan zaman. Dibandingkan Octopath Traveler II, game ini mengalami peningkatan visual yang cukup signifikan, terutama dari sprite karakter yang lebih ekspresif, sisi pencahayaan yang lebih dramatis, sudut pandang kamera yang dinamis serta efek-efek partikel yang memukau.
Satu tambahan baru yang diterapkan dalam game ini adalah hadirnya ilustrasi karakter saat terjadi percakapan. Menurut kami, ini adalah tambahan baru yang sangat menarik karena dengan adanya ilustrasi karakter, ekspresi karakter jadi lebih terasa sehingga emosinya tersampaikan dengan baik. Selain itu, ilustrasi karakter juga memberikan kita gambaran tentang seperti apa penampilan dan wujud karakter yang bersangkutan dalam bentuk yang utuh.

Audio
Musik dalam game ini digubah oleh duo dari IMAGINE Co., Ltd, yaitu Tomohiro Nakamachi dan Yuto Moritani, yang sebelumnya pernah menangani musik dalam game The Idolmaster dan Umamusume. Hasilnya sungguh mengagumkan. Soundtrack-nya berhasil menggambarkan tiap zaman dengan sangat baik, sehingga Anda sebagai pemain, bisa dengan mudah sedang berada di zaman apa hanya dengan mendengarkan musiknya saja.
Selain musik, akting suaranya juga diperankan dengan hampir sempurna. Para aktornya berhasil memerankan para karakternya dan bisa menyampaikan emosi yang mereka rasakan. Pada momen senang dan bahagia, suara karakter terdengar cerah ceria, sebaliknya ketika momen sedang sedih, maka para aktornya juga turut menyuarakan isak tangis yang begitu menjiwai.
Value
Dibanderol dengan harga premium Rp 879.000, The Adventures of Elliot: The Millenium Tales mungkin akan sedikit mengecewakan penggemar JRPG dari sisi durasi permainan karena dibanding game-game keluaran Square Enix lainnya, mungkin game ini adalah salah satu yang terhitung pendek.
Terlepas dari jumlah ending yang tersedia, Anda bisa menyapu bersih seluruh kontennya dan mungkin juga mendapatkan Platinum Trophy di bawah 30 jam saja. Tapi, bagi kami yang tidak punya banyak waktu bermain seperti dulu, durasi tersebut sudah cukup untuk berpetualang bersama Elliot dan Faie.
Conclusions
The Adventures of Elliot: The Millenium Tales adalah salah satu IP baru dari Square Enix yang berhasil mencuri perhatian kami. Game ini menjadi contoh hasil eksperimen yang sukses dibanding game-game lain mereka sebelumnya. Jika game ini laku keras di pasaran, ia sangat mungkin mendapatkan sekuel atau minimal mekanik permainannya akan didaur ulang untuk game lainnya.
Memadukan visual HD-2D dan genre Action RPG ternyata bekerja dengan sangat baik, bahkan melebihi ekspektasi kami. Visual dan audionya sangat indah, mekanik permainannya sederhana tapi punya kedalaman, eksplorasinya menarik, ceritanya tetap menyentuh walau mudah ditebak.
Jika Anda masih ragu untuk membelinya, Square Enix menyediakan demo gratis yang bisa Anda unduh lewat PlayStation Store, Xbox Store, Nintendo eShop maupun Steam. Save Data versi demonya bisa di-transfer ke versi Full Game-nya nanti apabila Anda memutuskan untuk melanjutkannya.
+ Cerita heroik yang menyentuh
+ Pertarungan yang fleksibel dan dinamis
+ Tiap senjata yang punya kegunaannya masing-masing
+ Eksplorasi yang bermanfaat
+ Desain level yang brilian
+ Faie lebih dari sekedar karakter pendamping
+ Teka-teki yang bermanfaat untuk dipecahkan
+ Fast Travel bisa melintasi zaman
+ Pertarungan boss yang sangat menantang
+ Misi sampingan perdalam kisah karakter pendukung
+ Sprite karakter yang ekspresif
+ Teknik visual HD-2D yang semakin memukau
+ Pemandangan dunia yang indah
+ Varian soundtrack yang sangat banyak
+ Kualitas musik yang mantap
+ Sulih suara yang menjiwai
- Harganya relatif mahal






![[Review] Assassin’s Creed Black Flag Resynced](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/06/Assassins-Creed-Black-Flag-Resynced-Banner-115x115.jpg)
![[Review] TEKKEN 8 – Season 3](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/07/TEKKEN-8-Season-3-Banner-115x115.jpg)
![[News] Koei Tecmo Siapkan Kostum Baru Untuk DEAD OR ALIVE 6 Last Round](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/07/Dead-or-Alive-6-Last-Round-Marie-Rose-Costumes-115x115.jpg)
![[Review] The Adventures of Elliot: The Millennium Tales](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/06/The-Adventures-of-Elliot-Banner-200x250.jpg)
![[News] “Ragnarok Origin Classic” Resmi Update Hari Ini!](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/07/Ragnarok-Origin-Classic-Satu-Suara-Tembakan-200x250.jpg)
![[Review] Assassin’s Creed Black Flag Resynced](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/06/Assassins-Creed-Black-Flag-Resynced-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Moonlight Peaks](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/06/Moonlight-Peaks-Banner-200x250.jpg)
![[Review] TEKKEN 8 – Season 3](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/07/TEKKEN-8-Season-3-Banner-200x250.jpg)
![[Info] Persona 4 Revival – Rise Kujikawa](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/07/Persona-4-Revival-Rise-Kujikawa-200x250.jpg)
![[Info] Persona 4 Revival – Protagonist](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/07/Persona-4-Revival-Protagonist-200x250.jpg)
![[News] Koei Tecmo Siapkan Kostum Baru Untuk DEAD OR ALIVE 6 Last Round](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/07/Dead-or-Alive-6-Last-Round-Marie-Rose-Costumes-200x250.jpg)
![[Review] Devil May Cry 5: Devil Hunter Edition (NS2)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/06/Devil-May-Cry-5-NS2-Banner-200x250.jpg)
![[Review] 007 First Light](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/06/007-First-Light-Banner-200x250.jpg)
![[Review] The Adventures of Elliot: The Millennium Tales](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/06/The-Adventures-of-Elliot-Banner-360x240.jpg)
![[Info] Persona 4 Revival – Protagonist](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/07/Persona-4-Revival-Protagonist-360x240.jpg)
![[Review] Moonlight Peaks](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/06/Moonlight-Peaks-Banner-360x240.jpg)
![[News] “Ragnarok Origin Classic” Resmi Update Hari Ini!](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/07/Ragnarok-Origin-Classic-Satu-Suara-Tembakan-360x240.jpg)