The DioField Chronicle
Square Enix
Lancarse
Square Enix
22 September 2022
PS4, PS5, Xbox One, Xbox Series, Switch, PC
Strategy RPG
Remaja
Blu-ray, Cartridge, Digital
30 GB
Rp 749.000 (Standard)
Rp 966.000 (Deluxe)
Bicara soal genre strategi RPG, judul yang selalu muncul pertama kali di kepala kami adalah Fire Emblem, karena judul inilah yang masih setia menerapkan pola gameplay taktik sejak dulu hingga kini. Sebagai publisher yang dikenal dengan genre RPG-nya, Square Enix sebenarnya punya satu judul strategi yang populer di masa lalu, yaitu Final Fantasy Tactics. Namun, karena sudah lama ditinggalkan, akhirnya judul ini hanya tinggal kenangan saja.
Square Enix sebenarnya tidak sepenuhnya meninggalkan genre Strategy-RPG (SRPG) karena di awal tahun ini saja, mereka sudah melahirkan sebuah dua game strategi baru, yaitu Triangle Strategy dan The DioField Chronicle. Bahkan judul yang terakhir kami sebutkan, baru saja dirilis 22 September kemarin untuk platform PS4, PS5, Xbox One, Xbox Series X|S, Switch dan PC.
Seperti apa game SRPG terbaru hasil racikan Square Enix dan Lancarse ini?
Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Story
Di suatu masa, tengah terjadi perang dan kekacauan besar di sebuah benua bernama Rowetale. Melihat adanya peluang di tengah kekacauan itu, sekelompok bandit bernama Trovelt Schoevia membangun sebuah Kekaisaran dengan mengumpulkan orang-orang yang berpengalaman di bidang sihir modern hingga akhirnya disegani oleh negara-negara sekitar.
Negara-negara di sekitar Rowetale pun tidak tinggal diam dan akhirnya membentuk aliansi untuk memerangi ancaman Kekaisaran itu. Sayangnya, meskipun sudah bersatu, kekuatan gabungan mereka masih belum cukup untuk menaklukkan Kekaisaran hingga akhirnya benua rusak oleh peperangan di antara mereka. Perang pun akhirnya mencapai jalan buntu ketika Republik Vherman bergabung dengan Aliansi.
Di lepas pantai barat laut benua Rowetale, terdapat pulau DioField yang menjadi kediaman Kerajaan Alletain. Di lain sisi, perang di daratan Rowetale masih terus terjadi dalam upaya mengamankan sumber daya sihir bernama Jade. Dan di pulau DioField itulah, sumber daya Jade diyakini begitu melimpah sehingga Kekaisaran dan Aliansi pun mengalihkan perhatiannya ke sana. Kerajaan Alletain pun tampaknya ditakdirkan untuk menjadi medan tempur yang menjadi tempat pertumpahan darah di antara para negara-negara tetangga.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya di Pulau DioField?
Temukan jawabannya dengan memainkan The DioField Chronicle!
Gameplay
Dalam game ini, Anda akan mengikuti kisah kelompok tentara bernama Blue Fox yang diutus oleh Duke Hende. Kelompok ini terdiri dari empat pilar utama, yaitu Andrias Rhondarson, sang protagonis utama yang merupakan pengawal kerajaan, lalu ada Fredret Lester, teman masa kecil Andrias, lalu ada Iscarion Colchester yang merupakan pemanah dan mantan bangsawan, serta Waltaquin Redditch, sang penyihir.
Setelah mencicipi demonya yang dilepas pada bulan Agustus kemarin, kami menjadi sangat antusias untuk memainkan dan mengulas versi penuh dari The DioField Chronicle. Bagi Anda yang belum tahu, The DioField Chronicle adalah IP RPG baru dari Square Enix yang mengusung genre Strategy RPG, seperti halnya Final Fantasy Tactics di masa lalu.
Gameplay-nya secara umum terbagi atas dua bagian besar, yaitu eksplorasi dan pertarungan. Namun, tidak seperti game strategi Jepang pada umumnya yang mengusung Turn-based Strategy, game ini justru mengadopsi sistem Real-time Strategy seperti Age of Empires, Warcraft, Starcraft dan game sejenisnya.
Berikut kami bahas aspek gameplay selengkapnya:
Exploration
Pada sesi eksplorasi, Anda akan mengendalikan sang karakter utama, Andrias, untuk berkeliling di markas utama. Anda bisa berkeliling di lingkungan sekitar kerajaan untuk berbicara dengan para NPC, menerima quest, membeli item, meng-upgrade kemampuan, tim dan lain sebagainya.
Selayaknya game JRPG, sesi eksplorasi akan menggunakan sudut pandang orang ketiga, di mana proporsi karakter akan terlihat lebih besar daripada saat bertempur di medan perang. Namun, wilayah yang bisa Anda jelajahi terhitung terbatas. Kendati demikian, ada opsi Fast Travel dengan menekan tombol R2 untuk berpindah tempat secara instan sehingga Anda bisa mempercepat waktu tempuh.
Battle
Saat menjalankan suatu misi, Anda akan dibawa ke medan perang yang berbentuk seperti diorama. Sebelum memulai misi, biasanya Anda diberikan kesempatan untuk mengatur unit yang akan dibawa ke medan tempur sekaligus perlengkapannya. Selain itu, Anda juga bisa membeli item, senjata atau upgrade terlebih dahulu. Jika sudah memulai misi, maka Anda tidak bisa lagi melakukan hal di atas sampai pertempuran selesai dan kembali ke markas.
Game ini punya konsep yang sedikit mirip dengan Triangle Strategy yang juga keluaran Square Enix, awal tahun ini. Bedanya, game ini mengadopsi sistem Real-Time Strategy, bukan Turn-based. Jadi, selama di medan tempur, semua karakter Anda dan musuh akan terus bergerak secara simultan tanpa harus menunggu gilirannya. Namun pada prakteknya, ia termasuk kategori Semi Real-time, karena sebenarnya waktu akan terhenti ketika Anda sedang memilih skill atau item yang hendak digunakan sehingga masih ada toleransi untuk memikirkan strategi yang tepat sebelum dieksekusi atau dibatalkan.
Anda bisa membawa maksimal empat karakter sekaligus dalam satu tim. Anda bisa memberi satu ajudan pada setiap karakter yang nantinya bisa dipanggil untuk meminjamkan skill mereka. Tidak hanya itu saja, jika dibutuhkan Anda juga bisa bertukar peran dengan sang ajudan untuk melanjutkan pertarungan. Karakter yang berperan sebagai ajudan tetap mendapatkan experience hanya saja jumlahnya lebih sedikit.
Di bawah potret karakter, terdapat bar HP (warna hijau) yang menunjukkan kesehatan karakter, serta EP (warna kuning) yang menjadi sumber daya utama untuk mengeluarkan skill karakter. Di pojok kanan bawah, terdapat Magilumic Orbs yang berfungsi untuk memanggil Summon seperti Bahamut. Bar ini bisa terisi hingga tiga slot jika Anda berhasil melancarkan serangan atau mengumpulkan orb berwarna biru yang tersebar di medan perang.
Selama pertarungan berlangsung, Anda bebas memindahkan unit karakter Anda, baik secara individual maupun grup. Dengan menggerakkan posisi unit ke arah musuh, mereka akan menyerang secara otomatis jika musuh sudah masuk dalam jangkauan serang. Anda bisa memerintahkan karakter untuk menggunakan skill selama bertarung. Skill ini akan mengonsumi sejumlah EP dan punya waktu Cooldown sebelum bisa digunakan lagi setelahnya.
Di misi-misi awal, pertarungannya terasa masih mudah dilewati. Hanya dengan menyerbu musuh bersamaan, Anda bisa menumbangkan mereka tanpa kendala berarti. Namun lambat laun, variasi musuh yang ada mulai bertambah dan di sinilah manajemen tim Anda akan diuji. Jumlah musuh akan semakin banyak dan datang dari segala arah.
Selama pertarungan, Anda juga bisa mempercepat pergerakan karakter menjadi dua kali lipat. Akan tetapi, hal ini juga meningkatkan tingkat kesulitan, karena Anda dituntut untuk berpikir lebih cepat dalam pengambilan keputusan dan tindakan. Jika Anda sembrono memerintahkan unit yang ada, bisa dipastikan mereka akan gugur dengan cepat.
Di setiap misi yang Anda jalani, biasanya akan ada banyak tantangan opsional yang memberikan hadiah seperti Skill Point (SP), uang dan item. Jika Anda tidak berhasil melakukannya saat misi utama, Anda masih bisa mengulanginya di kemudian hari lewat Practice Battle di markas besar.
Character Class & Weapon
Setiap karakter dalam tim Anda memiliki kelasnya masing-masing yang sudah ditetapkan dan tidak bisa diubah. Total ada empat tipe kelas unit berbeda, di antaranya Soldier, Cavalier, Sharpshooter dan Magicker. Meskipun ada karakter yang memiliki kelas yang sama, namun bisa jadi mereka menggunakan senjata yang berbeda. Sebagai contoh, Andrias, Izelair dan Donovar memiliki kelas Soldier. Akan tetapi, Andrias bersenjatakan belati, Izelair menggunakan pedang, sementara Donovar memegang kapak.
Soldier adalah tipe karakter petarung garda terdepan yang bertugas untuk melindungi rekan-rekannya. Secara keseluruhan, ada empat karakter berkelas Soldier, yaitu Andrias, Izelair, Catherine dan Donovar. Namun, karakter terbaik di kelas ini tentu saja sang karakter utama, Andrias.
Kelas kedua adalah Cavalier yang biasanya menunggangi kuda di medan tempur. Cavalier punya mobilitas dan Health Bar yang cukup tinggi, sehingga ia bisa bergerak dengan cepat sekaligus menjadi benteng pertahanan untuk menahan serangan musuh. Penempatan terbaik Cavalier adalah mendampingi Soldier di garis terdepan.
Tipe kelas ketiga adalah Sharpshooter yang merupakan petarung jarak jauh yang pertahanannya sangat rendah, akan tetapi bisa menghujani serangan dalam jumlah banyak. Karakter Sharpshooter sangat berguna untuk menggagalkan musuh yang akan menyerang Anda dengan skill dengan membuatnya menjadi Stun.
Kelas karakter terakhir adalah Magicker. Kelas ini berfokus pada serangan sihir, baik serangan maupun pendukung seperti pemulihan, buff dan debuff. Sama seperti Sharpshooter, kelas ini biasanya berada di garis belakang karena bisa menyerang dari jarak jauh.
Sebenarnya tidak ada batasan tertentu untuk menentukan empat karakter dalam tim Anda, akan tetapi sebaiknya Anda memasukkan semua kelas yang ada agar komposisinya lebih seimbang, karena jika hanya fokus menyerang tanpa memikirkan pertahanan dan pemulihan, tim Anda akan tumbang dengan cepat. Sayangnya, kelas karakter ini tidak bisa diubah atau berkembang menjadi lebih kuat, sehingga Anda harus puas dengan kelas yang sudah ditentukan oleh developer.
Presentation
Visual
Presentasi visual game ini punya sisi positif sekaligus negatif. Kami menemukan sisi positifnya dari art style yang digunakan untuk mengilustrasikan karakter. Dirancang oleh desainer Taiki, ilustrasi karakter di game ini bisa dibilang sangat cantik dan artistik. Wibawa dari setiap individunya begitu terpancar dengan baik untuk memperkuat ceritanya. Gaya cat air yang digunakannya akan membuat Anda jatuh cinta dengan mudahnya.
Sisi positif lainnya juga kami temukan dari sisi performa, di mana game ini berjalan sangat stabil, berapapun jumlah karakter yang berada di layar Anda. Selain itu, pada setiap jenis skill maupun Summon yang Anda lancarkan, terdapat efek visual yang akan memanjakan mata Anda.
Dan seperti yang telah kami sebutkan di atas, selain sisi positif, ada juga sisi negatif yang harus Anda terima. Menurut kami, sang developer gagal menerjemahkan ilustrasi karakter yang sudah artistik itu untuk menjadi model 3D yang anggun dan tepat sasaran. Semua karakternya tampak seperti boneka lilin dengan pergerakan animasi yang terbilang kaku. Untuk platform Nintendo Switch, grafis seperti ini mungkin masih bisa diterima, namun terlihat sangat uzur ketika Anda memainkannya di platform PS5, Xbox Series X atau PC. Kami sendiri sempat berpikir, bukankah hasilnya akan lebih artistik jika game ini menggunakan teknik Cel-shading daripada harus memaksakan Full 3D seperti ini?
Hal yang menurut kami menjadi sorotan utama raut wajah karakter yang datar. Mereka bahkan tidak berekspresi saat sedang membicarakan masalah kerajaan sehingga seperti tidak ada interaksi yang terjadi antar karakter. Percakapan di cerita utamanya jadi terasa seperti misi sampingan yang tidak penting karena hal ini kekurangan ini.
Audio
Berbanding terbalik dengan kualitas visualnya yang terasa setengah hati, presentasi audio game ini justru digarap luar biasa oleh komponis Ramin Djawadi (Game of Thrones) dan Brandon Campbell. Musik-musik yang mengiringi perjalanan Andrias dan kawan-kawan secara tepat menggambarkan tema politik kerajaan yang tenang, epik dan penuh kesedihan.
Sulih suara game ini juga digarap dengan sangat baik, lengkap dalam dua pilihan bahasa, yaitu Bahasa Inggris dan Jepang. Sulih suara Inggrisnya sendiri, sebagian besar karakternya menggunakan aksen British dan terasa pas untuk tema abad pertengahan yang dibawakannya.
Value
Menurut kami, The DioField Chronicle salah satu IP baru terbaik dari Square Enix dalam beberapa tahun terakhir. Dunia, plot, cerita, karakter serta formula gameplay-nya benar-benar dibangun dengan sangat baik dan mendetail, sehingga sebagai pemain Anda bisa ikut merasakan perkembangan yang terjadi selama permainan. Hal ini menjadi modal penting apabila Square Enix ingin melanjutkan IP ini atau membuat judul lain yang mengusung genre yang sama.
Total waktu permainannya sendiri terbilang cukup standar, tidak terlalu cepat, namun juga tidak terlalu panjang. Anda bisa menyelesaikannya dalam kurun waktu 20 jam-an saja. Kami sendiri sangat menikmati waktu kami bersamanya karena terasa begitu menyegarkan dan berbeda dari game JRPG pada umumnya.
Conclusions
Sejujurnya, The DioField Chronicle berhasil melampaui ekspektasi karena awalnya kami pikir game ini hanya akan berakhir sebagai game strategi yang sudah ada. Ternyata, game ini justru terasa menyegarkan, menarik dan sangat menghibur berkat formula gameplay-nya yang terasa baru, responsif dan menantang. Membawakan kisah politik yang penuh intrik, game ini terasa kian menarik setiap chapter-nya. Meskipun masih beberapa aspek darinya perlu dipoles, akan tetapi hal tersebut masih bisa mereka perbaiki di masa depan atau seri selanjutnya.
+ Kisah politik yang solid
+ Sistem pertarungan menyegarkan
+ Tingkat kesulitan menantang
+ Upgrade karakter bermanfaat
+ Adanya fitur kelas karakter
+ Summon yang keren
+ Ilustrasi karakter artistik
+ Musiknya enak didengar
+ Efek suara khusus pada serangan
+ Opsi untuk mempercepat gerakan
- Alur cerita agak lambat
- Secara visual harusnya bisa lebih baik
- Model karakter 3D terlihat usang
- Desain misi terlalu sederhana
- Beberapa karakter tidak digali secara mendalam










![[Review] Project Motor Racing](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/11/Project-Motor-Racing-Banner-115x115.jpg)
![[Review] Terrifier: The ARTcade Game](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/11/Terrifier-Banner-115x115.jpg)
![[Review] MARVEL Cosmic Invasion](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/11/Marvel-Cosmic-Invasion-Banner-115x115.jpg)
![[Review] Project Motor Racing](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/11/Project-Motor-Racing-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Terrifier: The ARTcade Game](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/11/Terrifier-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Majogami](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Majogami-Banner-200x250.jpg)
![[Review] MARVEL Cosmic Invasion](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/11/Marvel-Cosmic-Invasion-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Tomb Raider: Definitive Edition (NS2)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/11/Tomb-Raider-DE-NS2-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Dragon Ball SPARKING! ZERO (NS2)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2024/10/Dragon-Ball-Sparking-Zero-Banner-200x250.jpg)
![[Review] House Fighters: Total Mess](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/11/House-Fighters-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Yakuza Kiwami 2 (NS2)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/11/Yakuza-Kiwami-2-NS2-Banner-200x250.jpg)
![[Review] One Piece: Pirate Warriors 4 (PS5)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/11/One-Piece-Pirate-Warriors-4-PS5-Banner-200x250.jpg)
![[Review] The Sinking Forest – 沈んだ森](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/10/The-Sinking-Forest-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Project Motor Racing](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/11/Project-Motor-Racing-Banner-360x240.jpg)
![[News] Bocoran Gameplay Assassin’s Creed Mirage Mengemuka!](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2023/05/Assassins-Creed-Mirage-official-screenshots-1-scaled-1-360x240.jpg)
![[Review] Majogami](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/12/Majogami-Banner-360x240.jpg)
![[News] Sonic Rumble Resmi Rilis dan Hadirkan Skin dan Sticker Terbatas!](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/11/Sonic-Rumble-Launch-Banner-360x240.jpg)