My Hero Academia: All's Justice
Byking
Bandai Namco
6 Februari 2026
PS5, Xbox Series, PC
3D Fighting Arena
Remaja
Blu-ray, Digital
Rp 879.000 (Standard)
Rp 1.179.000 (Deluxe)
Rp 1.359.000 (Ultimate)
Sebagai salah satu manga Shonen Jump terpopuler saat ini, My Hero Academia punya banyak penggemar setia di seluruh dunia. Apalagi setelah kisahnya telah mencapai klimaks beberapa waktu lalu, Bandai Namco tentu saja tidak ingin menyia-nyiakan momentum ini dengan kembali mengadaptasinya ke dalam video game. Enam tahun sejak seri keduanya meluncur ke pasaran, kini akhirnya seri ketiga tersebut berhasil terwujud.
Masih dikembangkan oleh developer Byking, apakah My Hero Academia: All’s Justice bisa tampil lebih baik dari dua pendahulunya?
Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Story
Game ini langsung membawa Anda ke arc cerita terakhir Final War yang menceritakan tentang puncak pertempuran antara kelompok Superhero yang dipimpin oleh Izuku Midoriya alias Deku melawan aliansi Villain yang dipimpin oleh All For One dan Tomura Shigaraki.
Jika Anda belum pernah memainkan dua game sebelumnya, minimal Anda harus membaca manga atau menonton animenya terlebih dahulu agar mengerti konteks cerita yang dibawakan. Arc cerita ini menjadi penutup yang epik untuk menguji tekad Deku sebagai Superhero.
Apakah Deku bisa menyelamatkan jiwa di balik kehancuran yang ditimbulkan?
Temukan jawabannya dengan memainkan My Hero Academia: All’s Justice!
Gameplay
My Hero Academia: All’s Justice adalah iterasi ketiga dari game konsol My Hero Academia dengan genre 3D Fighting Arena. Masih dikembangkan oleh developer Byking, game ini melanjutkan cerita dari dua game sebelumnya dan kini mencakup arc terakhir dari anime-nya.
Berbeda dengan dua game sebelumnya, di mana Anda akan langsung disajikan mode permainan secara konvensional lewat menu-menu, di sini Anda akan langsung dibawa ke sebuah dunia terbuka sambil mengendalikan karakter-karakter yang ada dalam semestanya. Namun, area eksplorasinya sendiri tidak terlalu besar, bahkan cenderung kecil.
Berikut bahas aspek gameplay selengkapnya:
Modes
Mode-mode permainan tetap bisa Anda akses selama eksplorasi dengan menekan tombol Options dan karakter Anda akan membuka smartphone-nya untuk menampilkan pilihan mode permainan. Game ini masih menghadirkan mode-mode yang mirip dengan seri sebelumnya seperti Story Mode yang menceritakan kembali arc Final War dari animenya yang disajikan dalam dua jenis cutscene, sinematik dan statis.
Free Battle bisa Anda gunakan untuk bertarung melawan AI atau pemain kedua menggunakan kontroler tambahan. Ada juga menu Customize yang mengizinkan Anda untuk mendandani karakter dengan aksesoris yang didapatkan dari permainan.

Mode baru yang ditawarkan dalam game ini adalah Team Up Mission, yang memungkinkan Anda untuk membentuk tim dan menjelajahi kota virtual. Menurut kami, ini adalah mode permainan utama dalam game ini karena Story Mode-nya sendiri relatif singkat. Beberapa misi dalam mode ini cukup sulit untuk ditaklukkan, tetapi hadiah yang ditawarkan cukup sepadan.
Anda dapat memilih karakter mana yang akan Anda kendalikan. Setiap karakter punya cara yang berbeda dalam eksplorasi, tergantung dari Quirk masing-masing. Hal ini memberikan pengalaman yang lebih otentik bagi pemain untuk merasakan bagaimana berperan sebagai karakter favorit mereka. Misalnya, Deku bisa bergelantungan di kota dengan Quirk-nya seperti Spider-Man, kemudian Iida bisa berlari secepat kilat seperti The Flash,
Dengan memainkan Team Up Mission, Anda bisa membuka dua mode permainan tambahan, yaitu Archives Battle dan Hero’s Diary. Archives Battle berisikan pertarungan-pertarungan dari masa lalu yang sudah ada di dua game sebelumnya. Namun, tidak semua pertarungan ditampilkan di sini, karena ia hanya mencakup bagian yang penting-penting saja. Sementara, Hero’s Diary berisikan episode-episode pendek yang memperlihatkan kehidupan sehari-hari murid kelas 1-A.
Roster
Game ini menghadirkan hampir 70 karakter yang bisa dimainkan dan belum termasuk karakter DLC yang akan dirilis di kemudian hari. Karakter dan transformasi baru yang ditambahkan ke dalam roster di antaranya adalah Lady Nagant, Gentle & La Brava, Izuku Midoriya (Rising), Shigaraki (All For One), All For One (Rewind & Chaos), Dabi (Flame of Death), Armored All Might dan High End Nomu.
Sisanya, tentu saja karakter-karakter yang ada dari game sebelumnya kembali hadir di sini seperti anak-anak kelas 1-A, Pro Heroes dan Villains. Karakter yang sebelumnya menjadi DLC di dua seri sebelumnya juga sudah masuk sebagai Base Roster.

Fighting System
Game ini masih mengadopsi sistem pertarungan dari dua game pendahulunya sebagai 3D Fighting Arena, di mana Anda bisa memilih tiga karakter dalam satu tim. Karakter yang sedang tidak aktif akan berperan sebagai Sidekick yang bisa dipanggil sebagai Assist. Namun, kali ini Sidekick tersebut bisa bertukar peran dengan karakter aktif sehingga kini lebih mirip dengan Naruto Shippuden: Ultimate Ninja Storm.
Terdapat dua pilihan kontrol kombo saat Anda memilih karakter, yaitu Normal atau Manual. Pada mode Normal, Anda bisa melancarkan sejumlah kombo dan Quirk hanya bermodalkan tombol kotak secara terus menerus. Sementara, pada mode Manual, Anda harus mengombinasikan tombol kotak, segitiga dan lingkaran untuk melancarkan kombo yang disertai Quirk Attack.
Masing-masing karakter dibekali empat parameter utama, yaitu Health, Stamina, PLUS ULTRA dan satu parameter baru bernama RISING. Stamina akan berkurang ketika karakter melakukan Sidestep atau menangkis serangan. PLUS ULTRA berfungsi sebagai parameter spesial untuk mengeluarkan Quirk.
RISING berfungsi untuk mengaktifkan Rising Mode, di mana kekuatan, kecepatan dan Quirk karakter Anda akan meningkat untuk beberapa saat. Dan jika tim Anda hanya tersisa satu karakter saja, maka karakter tersebut akan masuk ke kondisi Ultimate Rising dengan peningkatan atribut yang lebih dahsyat lagi.
Presentation
Visual
Byking masih mengandalkan Unreal Engine sebagai pondasi utama game ini. Demi membangun atmoster bergaya anime, teknik visual cel-shading masih akan Anda temukan dalam game ini. Presentasi visual game ini terasa mengalami beberapa peningkatan dari prekuelnya seperti efek spesial serangan, efek kehancuran stage dan model karakter.
Adegan sinematik dalam game dan gerakan spesial yang dahsyat benar-benar terlihat mengesankan. Namun, sulit untuk mengabaikan betapa malasnya presentasi lainnya, terutama ketika presentasi cerita beralih dari cutscene ke gambar statis berkualitas rendah yang terasa seperti tangkapan layar dari animenya. Transisi yang tiba-tiba antara sinematik berkualitas tinggi dan gambar statis yang terlihat murahan benar-benar membuat pengalaman bermain Anda menjadi tidak konsisten.
Audio
Desain audio mungkin menjadi aspek paling menonjol dari game ini karena efek suara yang terdengar dalam setiap pukulan Anda terasa begitu renyah didengar. Musiknya juga sangat menyentuh dan emosional ketika cerita mencapai momen klimaksnya. Dari sisi sulih suara, game ini menghadirkan dua opsi bahasa, yaitu Bahasa Jepang dan Inggris. Seperti biasa, sulih suara Bahasa Jepang jauh lebih superior dibanding Bahasa Inggrisnya karena bisa memberikan energi dan emosi yang kuat dalam setiap penyampaian cerita maupun teriakan saat melancarkan serangan pamungkas.
Value
Untuk sebuah game anime yang diharga Rp 879.000, My Hero Academia: All’s Justice menghadirkan konten yang cukup padat, karakter yang lengkap dan banyak aktivitas untuk membuat Anda sibuk selama beberapa waktu. Jika Anda adalah penggemar My Hero Academia, All’s Justice adalah game yang wajib Anda mainkan karena ini adalah game klimaks yang mencakup hingga arc cerita terakhirnya.
Conclusions
Belajar dari pengalaman dua game My Hero Academia sebelumnya dan satu kegagalan dari game Jujutsu Kaisen: Cursed Clash, Byking akhirnya telah berbenah diri untuk menghasilkan game anime yang lebih berkualitas. My Hero Academia: All’s Justice merupakan game adaptasi MHA yang selama ini diharapkan para penggemarnya karena ia berhasil menghadirkan konten yang lebih kaya dari dua pendahulunya, memadukan alur cerita yang berkesan dengan sistem pertarungan yang mendalam dan berbagai mode permainan yang menarik. Developer juga mengakomodasi para pemain kasual maupun veteran dengan menyediakan dua opsi kontrol seperti game fighting modern lainnya.
+ Pilihan roster yang lengkap
+ Konten padat berisi
+ Pertarungan lebih terasa berbobot
+ Mode eksplorasi yang cukup menarik
+ Peningkatan visual dari seri sebelumnya
+ Cutscene sinematik yang luar biasa
+ Sulih suara Jepang sangat bagus
- Team Up Mission seperti rentetan tugas tambahan
- Cutscene statis ala Powerpoint
- Story Mode relatif singkat
- Kualitas sulih suara Inggris seadanya





![[Review] Mega Man Star Force Legacy Collection](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/Mega-Man-Star-Force-Legacy-Collection-Review-Banner-115x115.jpg)
![[Review] Legacy of Kain: Ascendance](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Legacy-of-Kain-Ascendance-Banner-115x115.jpg)
![[Review] Ereban: Shadow Legacy](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Ereban-Banner-115x115.jpg)
![[Review] Island of Hearts](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Island-of-Hearts-Review-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Mega Man Star Force Legacy Collection](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/Mega-Man-Star-Force-Legacy-Collection-Review-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Legacy of Kain: Ascendance](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Legacy-of-Kain-Ascendance-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Ereban: Shadow Legacy](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Ereban-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Darwin’s Paradox!](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/Darwins-Paradox-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Screamer](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Screamer-Banner-200x250.jpg)
![[Review] New Super Lucky’s Tale (PS5)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/New-Super-Luckys-Tale-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Marathon](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Marathon-Review-Banner-200x250.jpg)
![[News] Koei Tecmo Umumkan Blue Reflection Quartet](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Blue-Reflection-Quartet-Banner-200x250.jpg)
![[Review] The Liar Princess and The Blind Prince](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/The-Liar-Princess-and-the-Blind-Prince-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Mega Man Star Force Legacy Collection](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/04/Mega-Man-Star-Force-Legacy-Collection-Review-Banner-360x240.jpg)
![[Review] Screamer](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Screamer-Banner-360x240.jpg)
![[Review] Back to the Dawn (NS2)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/back-to-the-dawn-beginners-guide-game-rant-360x240.jpg)
![[Review] Island of Hearts](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/03/Island-of-Hearts-Review-Banner-360x240.jpg)