1998: The Toll Keeper Story
GameChanger Studio
PT Gudang Gim Global
8 Agustus 2026
PS5, PC
Simulation
Dewasa
Digital
Rp 84.000
Sejarah bukan hanya dapat diceritakan melalui buku, film, ataupun dokumenter. Dalam beberapa tahun terakhir, video game juga semakin menunjukkan kemampuannya sebagai sebuah medium yang mampu membawa pemain untuk merasakan kembali sebuah peristiwa dari sudut pandang yang jauh lebih personal.
Terlebih lagi ketika sebuah game mencoba mengangkat sebuah peristiwa yang memiliki dampak besar terhadap kehidupan masyarakat. Alih-alih menjadikan pemain sebagai seorang pahlawan yang mampu mengubah jalannya sejarah, beberapa game justru memilih menghadirkan perspektif orang biasa yang hanya berusaha bertahan hidup di tengah situasi yang berada di luar kendali mereka.
Konsep tersebut menjadi pendekatan utama yang digunakan oleh GameChanger Studio melalui game terbarunya, 1998: The Toll Keeper Story. Setelah sebelumnya dirilis untuk PC melalui Steam dan mobile, game yang mengambil inspirasi dari salah satu periode paling kelam dalam sejarah Indonesia ini akhirnya resmi hadir di PlayStation 5 pada 8 Agustus 2026.
Menariknya, game ini tidak menempatkan kita sebagai tentara, demonstran, pejabat, ataupun tokoh politik yang berada di pusat konflik. Sebaliknya, kita justru memainkan seorang perempuan biasa bernama Dewi, seorang ibu yang sedang mengandung dan bekerja sebagai penjaga gerbang tol di negara fiktif bernama Janapa.
Di balik pekerjaan yang terlihat sederhana tersebut, Dewi harus menghadapi kondisi negara yang semakin tidak stabil. Krisis ekonomi, meningkatnya harga kebutuhan, demonstrasi, ketidakamanan, hingga berbagai keputusan moral perlahan membuat pekerjaan sehari-harinya berubah menjadi sebuah perjuangan untuk mempertahankan kehidupan.
Jika dilihat sekilas, konsep yang dibawa 1998: The Toll Keeper Story memang mengingatkan kita kepada Papers, Please. Namun, GameChanger Studio mencoba memberikan pendekatan yang lebih personal dengan menjadikan keluarga, kehamilan, pekerjaan, kebutuhan ekonomi, serta pilihan moral sebagai bagian penting dari gameplay.
Dan kini, setelah hampir satu tahun sejak pertama kali hadir di PC, bagaimana pengalaman 1998: The Toll Keeper Story ketika dimainkan di PlayStation 5?
Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Story
Cerita dimulai dengan latar tahun 1998, di mana Janapa mengalami krisis ekonomi dan ketegangan politik yang memuncak. Anda bermain sebagai seorang perempuan muda bernama Dewi yang sedang hamil, bekerja sebagai penjaga tol di pinggiran kota. Ia bukan hanya berjuang untuk bertahan hidup, tapi juga untuk melindungi masa depan anaknya yang belum lahir.
Hari-hari awal di gerbang tol terasa monoton—menyapa pengendara, menerima pembayaran, dan mencatat data. Namun, perlahan, lapisan demi lapisan cerita mulai terbuka. Anda akan bertemu dengan berbagai karakter yang membawa fragmen konflik: sopir truk yang membawa barang ilegal, aktivis yang melarikan diri dari kejaran militer, hingga pejabat korup yang mencoba menyuap demi kelancaran perjalanan.
Di pertengahan game, ketegangan semakin meningkat. Pemerintah mulai memberlakukan sensor dan pengawasan ketat. Dewi pada akhirnya dihadapkan pada pilihan-pilihan yang sulit: apakah ia akan membantu perjuangan para demonstran dengan caranya sendiri namun penuh resiko akan masa depannya? Atau apakah ia akan menutup mata terhadap pelanggaran demi keamanan pribadi? Setiap keputusan bukan hanya memengaruhi cerita, tapi juga kondisi psikologis karakter dan relasi dengan orang-orang di sekitarnya.
Jadilah saksi perjuangan Dewi dan keluarganya dengan memainkan 1998 : The Toll Keeper Story!
![]()
Gameplay
1998: The Toll Keeper Story mengambil latar di sebuah negara fiktif bernama Janapa, sebuah negara di Asia Tenggara yang sedang berada dalam kondisi ekonomi dan sosial yang semakin memburuk. Meskipun menggunakan negara fiktif, latar belakang cerita game ini jelas terinspirasi oleh krisis moneter Asia 1998, khususnya berbagai peristiwa yang terjadi di Indonesia.
GameChanger Studio sendiri tidak mencoba menjadikan game ini sebagai rekonstruksi sejarah secara literal. Sebaliknya, mereka menggunakan sebuah dunia fiktif untuk menceritakan kembali ketakutan, ketidakpastian, serta perjuangan masyarakat biasa yang hidup di tengah kondisi tersebut. Bahkan Game Director Riris Marpaung mengungkapkan bahwa tema game ini sangat personal karena terinspirasi dari pengalaman menghadapi kekacauan pada tahun 1998.
Cerita kemudian memperkenalkan kita kepada Dewi, seorang perempuan yang sedang mengandung anak pertamanya. Ia hidup bersama suaminya, Heru, dan bekerja sebagai penjaga gerbang tol. Berbeda dengan pekerjaan yang mungkin selama ini kita bayangkan, tugas Dewi bukan hanya menerima pembayaran dari kendaraan yang lewat.
Ia harus memeriksa kendaraan, memastikan dokumen, memperhatikan identitas pengemudi, mengecek muatan, serta mengikuti berbagai peraturan yang setiap harinya dapat berubah. Semua hal tersebut harus dilakukan sembari memastikan dirinya mampu mendapatkan cukup uang untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Pada awal permainan, kondisi Janapa memang sudah terlihat tidak normal, namun situasinya masih relatif terkendali. Dewi masih dapat menjalani rutinitas sehari-hari seperti biasa. Ia bekerja, berinteraksi dengan pengendara, kemudian pulang untuk beristirahat bersama keluarganya.
Namun, semakin banyak hari yang dilewati, semakin jelas bahwa masalah yang terjadi di Janapa bukan sekadar masalah ekonomi. Harga kebutuhan mulai meningkat. Berita mengenai demonstrasi dan kerusuhan semakin sering muncul. Masyarakat mulai kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah. Sementara itu, Dewi hanya dapat menyaksikan semua perubahan tersebut dari balik jendela kecil gerbang tol miliknya.
Menariknya, GameChanger Studio menggunakan koran sebagai salah satu media untuk menyampaikan perkembangan situasi negara. Setiap memasuki hari baru, pemain dapat melihat berita yang menggambarkan kondisi Janapa. Hal ini menjadi cara yang sederhana tetapi efektif untuk memperlihatkan bagaimana dunia di luar gerbang tol perlahan berubah.
Game ini tidak berusaha membuat Dewi menjadi seorang pahlawan yang mampu menghentikan krisis. Dewi hanyalah seorang perempuan biasa yang ingin memastikan dirinya, suaminya, dan anak yang sedang dikandungnya dapat bertahan hidup. Namun justru karena itulah konflik yang muncul terasa jauh lebih dekat.
Ketika seorang pengendara tidak memiliki cukup uang untuk membayar tol, misalnya, Dewi dapat memilih untuk tetap mengikuti aturan atau menggunakan uang pribadinya untuk membantu orang tersebut. Ketika seseorang meminta bantuan, kita dapat memilih untuk membantu ataupun mengabaikannya.
Masalahnya, semua keputusan tersebut memiliki konsekuensi. Uang yang kita gunakan untuk membantu orang lain merupakan uang yang sebenarnya dapat digunakan untuk membayar kebutuhan keluarga. Sebaliknya, ketika kita terlalu mementingkan diri sendiri, keputusan tersebut juga dapat memberikan dampak terhadap orang lain.
Pada titik tertentu, Dewi juga mulai berhadapan dengan dua kelompok yang memiliki pandangan politik berbeda. Salah satunya berkaitan dengan pihak pemerintah, sementara pihak lainnya berhubungan dengan kelompok demonstran atau pemberontak.
Kita kemudian dapat menemukan selebaran yang dapat dibagikan kepada para pengendara. Keputusan mengenai selebaran mana yang kita distribusikan bukan sekadar aktivitas sampingan, karena pilihan tersebut secara perlahan akan membentuk posisi Dewi terhadap konflik yang sedang berlangsung.
Pada pertengahan permainan, kondisi Janapa mulai mengalami perubahan yang jauh lebih drastis. Peraturan yang harus kita ikuti semakin banyak, pekerjaan menjadi lebih sulit, sementara keadaan di luar gerbang tol semakin tidak aman.
Di sinilah kehidupan Dewi mulai benar-benar terasa seperti sebuah tekanan yang tidak memiliki jalan keluar. Di satu sisi, ia harus tetap bekerja untuk mendapatkan uang. Di sisi lain, ia harus memikirkan kondisi kehamilannya dan keselamatan keluarganya. Dan di tengah-tengah semuanya, ada masyarakat yang datang meminta bantuan.
Inilah yang membuat 1998: The Toll Keeper Story memiliki pendekatan cerita yang cukup unik. Konfliknya bukan tentang bagaimana seorang karakter memenangkan peperangan, melainkan tentang bagaimana seorang manusia biasa membuat keputusan ketika semua pilihan yang tersedia terasa salah.
Berikut kami bahas aspek gameplay selengkapnya:
![]()
Gameplay Loop
Jika dilihat dari genre-nya, 1998: The Toll Keeper Story merupakan sebuah narrative simulation yang memadukan elemen point and click, life simulation, interactive fiction, serta mekanisme pemeriksaan dokumen.
Game ini secara langsung mengambil inspirasi dari formula Papers, Please, bahkan PlayStation sendiri menyebut bahwa mekanisme pemeriksaan dokumen dan mata uang di dalam game akan terasa familiar bagi pemain Papers, Please.
Namun, menurut kami, menyebut game ini hanya sebagai “Papers, Please versi Indonesia” justru akan terlalu menyederhanakan pengalaman yang ditawarkan. Perbedaannya terletak pada bagaimana GameChanger Studio menggabungkan mekanisme pekerjaan tersebut dengan kehidupan pribadi karakter utama.
Dalam Papers, Please, pekerjaan sebagai petugas imigrasi merupakan pusat gameplay dan narasi. Sementara dalam 1998: The Toll Keeper Story, pekerjaan Dewi hanya merupakan salah satu bagian dari perjuangan hidupnya.
Anda tetap harus bekerja untuk mendapatkan uang, tetapi uang tersebut kemudian harus digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, membayar sewa, mempersiapkan kebutuhan kehamilan, dan berbagai kebutuhan lain. Anda benar-benar harus memikirkan bagaimana uang yang didapatkan hari ini akan digunakan.
![]()
Point & Click
Secara fundamental, 1998: The Toll Keeper Story menggunakan sistem point and click yang cukup sederhana. Anda dapat mengarahkan kursor ke berbagai objek di dalam gerbang tol untuk melakukan interaksi. Mulai dari dokumen, uang, kendaraan, alat pemeriksaan, radio, hingga berbagai objek yang ada di sekitar tempat kerja Dewi.
Namun, meskipun terlihat sederhana, game ini secara perlahan mengajarkan pemain untuk memperhatikan detail. Pada hari-hari awal, jumlah informasi yang harus diperiksa masih relatif sedikit. Anda hanya perlu memastikan kendaraan dan pengendara memenuhi aturan yang sedang berlaku. Tetapi semakin jauh permainan berjalan, semakin banyak peraturan yang diperkenalkan.
Di sinilah game mulai terasa seperti sebuah puzzle. Bukan puzzle dalam bentuk mencari kombinasi angka atau menyusun benda, melainkan puzzle berbasis informasi.
Anda harus mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, mengingat aturan yang berlaku, kemudian menentukan keputusan berdasarkan informasi tersebut. Kesalahan kecil dapat berujung pada penalti. Dan karena uang menjadi salah satu sumber daya utama Dewi, penalti tersebut bukan sekadar angka yang hilang dari layar. Uang yang berkurang berarti Anda semakin dekat dengan masalah keuangan. Hal inilah yang membuat aktivitas sederhana seperti memberikan kembalian dapat berubah menjadi sesuatu yang cukup menegangkan.
![]()
Toll Booth Simulation
Aktivitas utama dalam game ini tentu saja adalah menjaga gerbang tol. Setiap kendaraan yang datang harus diperiksa sebelum diperbolehkan melanjutkan perjalanan.
Anda perlu memperhatikan jenis kendaraan, plat nomor, dokumen, identitas pengemudi, muatan, serta berbagai aturan lain yang diperkenalkan secara bertahap. Salah satu hal menarik adalah game tidak langsung memberikan semua aturan sejak awal.
Setiap hari terdapat aturan atau tugas baru yang harus dipelajari. Hal ini membuat learning curve-nya terasa cukup natural. Alih-alih langsung memberikan daftar panjang aturan kepada pemain, game memberikan informasi sedikit demi sedikit sehingga pemain dapat beradaptasi. Namun, jangan salah. Semakin jauh permainan berjalan, jumlah hal yang harus diperhatikan dapat menjadi cukup banyak.
Anda harus mulai mengingat detail-detail kecil sambil tetap bekerja secepat mungkin. Sebab semakin banyak kendaraan yang dapat Anda proses dalam satu shift, semakin besar pula pendapatan yang bisa Anda dapatkan.
![]()
Aturan Ganjil & Genap
Salah satu mekanik yang cukup menarik adalah penerapan aturan plat nomor ganjil dan genap. Pada hari tertentu, hanya kendaraan dengan nomor plat tertentu yang diperbolehkan lewat. Jika hari tersebut memiliki aturan tertentu, Anda harus memastikan nomor kendaraan sesuai dengan ketentuan sebelum memberikan izin.
Masalahnya, aturan tersebut tidak selalu berdiri sendiri. Anda tetap harus memperhatikan jenis kendaraan dan kondisi lainnya. Anda harus memproses beberapa informasi sekaligus.
Aturan ganjil-genap ini menjadi salah satu contoh bagaimana GameChanger Studio berhasil mengubah sebuah peraturan sederhana menjadi sumber tekanan dalam gameplay. Dan justru detail-detail seperti inilah yang membuat pemain harus benar-benar memperhatikan aturan yang berlaku pada hari tersebut.
![]()
Mission & Daily Objectives
Struktur permainan dibagi berdasarkan hari kerja Dewi. Secara keseluruhan, cerita utama memiliki struktur 15 hari, dengan berbagai ending yang dapat diperoleh berdasarkan keputusan dan kondisi permainan. Setiap hari terasa seperti sebuah mission tersendiri.
Anda akan mendapatkan target tertentu, kemudian harus menjalani shift hingga selesai. Sistem ini membuat progress permainan terasa cukup jelas. Anda tidak akan merasa tersesat karena selalu memiliki tujuan yang harus dicapai.
Namun, tujuan tersebut bukan hanya berupa “selesaikan misi”. Anda juga harus mempertimbangkan kondisi keuangan Dewi. Misalnya, jika Anda terlalu sering melakukan kesalahan, pendapatan akan berkurang akibat penalti. Jika terlalu banyak menggunakan uang pribadi untuk membantu orang lain, Anda mungkin akan mengalami kesulitan ketika harus membayar kebutuhan rumah tangga.
Anda harus bekerja untuk mendapatkan uang. Anda harus menghemat uang untuk kebutuhan keluarga.Tetapi Anda juga memiliki pilihan untuk menggunakan uang tersebut demi membantu orang lain. Di sinilah keputusan moral mulai terasa benar-benar menjadi bagian dari gameplay.
Puzzle Solving
Meskipun game ini tidak memiliki puzzle konvensional seperti yang biasa ditemukan pada adventure game, sebenarnya hampir seluruh aktivitas pemeriksaan kendaraan dapat dianggap sebagai sebuah puzzle. Anda diberikan sejumlah informasi. Kemudian Anda harus mencari hubungan antara informasi tersebut.
Apakah plat nomor sesuai? Apakah kendaraan memiliki dokumen yang benar? Apakah jumlah muatannya sesuai? Apakah ada aturan baru yang berlaku pada hari tersebut? Semua pertanyaan tersebut harus dijawab dengan cepat. Menariknya, game memberikan ruang bagi pemain untuk melakukan kesalahan dan belajar. Pada awal permainan, kami sendiri beberapa kali melakukan kesalahan karena terlalu fokus pada satu detail dan lupa memperhatikan informasi lainnya. Namun, setelah beberapa hari, proses pemeriksaan mulai terasa lebih natural.
Anda mulai memiliki “ritme” sendiri. Anda tahu bagian mana yang harus diperiksa terlebih dahulu. Anda tahu dokumen apa yang perlu dibuka. Anda tahu kapan harus menerima pembayaran dan memberikan kembalian. Pada akhirnya, kepuasan terbesar dari mekanik ini bukan berasal dari mendapatkan reward, tetapi ketika Anda berhasil menyelesaikan satu shift dengan sedikit atau bahkan tanpa kesalahan.
![]()
Currency & Money Management
Salah satu mekanik yang menurut kami paling penting adalah sistem ekonomi sederhana yang dimiliki Dewi. Uang yang Anda dapatkan dari pekerjaan tidak hanya menjadi angka di akhir hari. Uang tersebut memiliki fungsi nyata. Dewi memiliki kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan yang berkaitan dengan kehamilannya. Karena itu, Anda harus menentukan kapan harus menabung dan kapan harus menggunakan uang tersebut.
Hal ini menciptakan konflik yang menarik. Ketika seorang pengendara kekurangan uang, misalnya, Anda dapat memilih untuk membantunya menggunakan uang pribadi. Secara moral, tindakan tersebut mungkin terasa benar. Namun secara ekonomi, Anda baru saja mengurangi tabungan sendiri.
Sebaliknya, Anda juga dapat mengambil keuntungan dari situasi tertentu.
Game bahkan memberikan ruang bagi pemain untuk bersikap lebih oportunistis terhadap uang yang diberikan pengendara. Tidak ada satu pilihan yang secara mutlak membuat Anda menjadi “orang baik” atau “orang jahat”. Yang ada hanyalah konsekuensi.
![]()
Difficulty & Progression
Salah satu hal yang kami apresiasi adalah bagaimana tingkat kesulitan game meningkat secara bertahap. Pada awal permainan, Anda mungkin hanya perlu memeriksa beberapa hal. Kemudian aturan baru mulai ditambahkan. Setelah itu, jumlah informasi yang harus diperhatikan meningkat.
Pada akhirnya, Anda akan merasa bahwa pekerjaan yang awalnya sangat sederhana ternyata membutuhkan konsentrasi yang cukup tinggi. Progression seperti ini terasa jauh lebih efektif dibandingkan sekadar meningkatkan angka difficulty.
Game tidak membuat kendaraan bergerak lebih cepat hanya untuk menyulitkan pemain. Sebaliknya, game menambah kompleksitas pekerjaan. Ini membuat peningkatan kesulitan terasa masuk akal secara naratif. Dewi bukan tiba-tiba menjadi lebih lambat atau kendaraan menjadi lebih cepat. Negara yang semakin kacau membuat pekerjaannya semakin rumit.
PS5 Features & DualSense
Salah satu pertanyaan terbesar ketika game seperti ini berpindah ke PS5 adalah bagaimana developer memanfaatkan controller. GameChanger Studio memberikan perhatian khusus pada Haptic Feedback DualSense. Setiap kendaraan yang melewati gerbang tol dapat memberikan sensasi getaran yang berbeda, sehingga controller tidak hanya digunakan sebagai alat input tetapi juga membantu memberikan feedback terhadap aktivitas di dalam gerbang tol.
Menurut kami, implementasi tersebut memang bukan sesuatu yang akan mengubah gameplay secara fundamental. Namun untuk game dengan ruang permainan yang relatif kecil seperti ini, detail kecil justru memiliki dampak yang cukup terasa. Anda berada di sebuah gerbang tol hampir sepanjang permainan. Karena itu, suara kendaraan, getaran controller, klik tombol, serta berbagai efek kecil dapat membantu membuat pekerjaan yang repetitif tersebut terasa lebih hidup.
![]()
Presentation
Visual
Salah satu aspek yang paling mudah dikenali dari 1998: The Toll Keeper Story adalah gaya visualnya.Game ini tidak mencoba mengejar visual realistis seperti game AAA. Sebaliknya, GameChanger Studio menggunakan gaya 2D stylized dengan tekstur yang terasa seperti cetakan lama, perpaduan warna yang cenderung kusam, serta filter yang memberikan nuansa akhir 1990-an.
Pendekatan tersebut sangat sesuai dengan tema. Jika game ini menggunakan visual ultra-realistic, kemungkinan besar atmosfer yang dihasilkan justru akan terasa terlalu modern. Dengan gaya visual yang digunakan sekarang, setiap elemen terasa seperti sebuah dokumen atau gambar dari masa lalu. Karakter memiliki desain sederhana tetapi cukup ekspresif.
Gestur wajah dan gerakan mereka tidak terlalu kompleks, tetapi sudah cukup untuk menyampaikan emosi. Lingkungan di sekitar gerbang tol juga mengalami perubahan seiring perkembangan cerita. Pada awal permainan, lingkungan terasa relatif normal. Namun semakin jauh cerita berjalan, berbagai detail mulai berubah. Kondisi jalan, suasana sekitar, keberadaan pagar pembatas, tulisan-tulisan demonstrasi, hingga perubahan atmosfer membantu memperlihatkan bahwa kondisi Janapa semakin memburuk.
Hal ini merupakan salah satu aspek yang kami sukai. Game tidak harus memperlihatkan kerusuhan besar secara langsung untuk menunjukkan bahwa situasi semakin buruk. Cukup dengan mengubah lingkungan sedikit demi sedikit, pemain sudah dapat merasakan adanya perubahan.
GameChanger Studio juga menggunakan hand-drawn cutscene untuk adegan-adegan penting. Pendekatan ini membuat adegan cerita terasa berbeda dibandingkan gameplay utama dan sekaligus memperkuat identitas visual game. Namun, tentu saja visual seperti ini memiliki konsekuensi. Bagi pemain yang terbiasa dengan game PS5 dengan resolusi tinggi dan visual realistis, 1998: The Toll Keeper Story mungkin terlihat sederhana. Tetapi menurut kami, hal tersebut bukan kelemahan yang signifikan. Justru kesederhanaan tersebut merupakan bagian dari identitas artistiknya.
![]()
Audio
Dari sisi audio, GameChanger Studio juga menggunakan pendekatan yang relatif sederhana. Suara kendaraan yang datang, suara mesin, bunyi pembayaran, suara kertas, radio, hingga suara keramaian di kejauhan menjadi bagian penting dalam membangun atmosfer. Tidak ada musik besar yang terus menerus memaksa pemain untuk merasa sedih.
Sebaliknya, audio digunakan dengan lebih hati-hati. Ketika suasana sedang normal, Anda dapat mendengar berbagai suara aktivitas sehari-hari. Namun ketika situasi semakin memburuk, suara-suara di lingkungan sekitar ikut memberikan tekanan psikologis.
Dari kejauhan, kita dapat mendengar suasana demonstrasi. Radio juga menjadi salah satu bagian penting dalam pengalaman audio. Menariknya, radio dapat dinyalakan atau dimatikan, sehingga pemain memiliki kontrol terhadap suasana audio selama bekerja. Musik yang digunakan juga memiliki nuansa yang sangat dekat dengan era 1990-an.
Salah satu komposer game bahkan menjelaskan bahwa referensi musik yang digunakan berasal dari musik Indonesia era 90-an. Untuk musik pada bagian akhir permainan, komposer juga melakukan riset terhadap dokumenter dan artikel mengenai peristiwa 1998 agar dapat menangkap emosi yang tepat. Secara keseluruhan, kualitas audio game ini memang tidak dirancang untuk menjadi spektakuler. Namun justru kesederhanaannya membuat audio terasa lebih natural.
Value
Dari sisi harga, 1998: The Toll Keeper Story versi PlayStation 5 dijual dengan harga Rp 84.000, atau setara dengan harga yang relatif murah jika dibandingkan dengan game-game PS5 pada umumnya. Versi PS5 resmi tersedia pada 8 Agustus 2026. Jika menggunakan harga Steam Indonesia sebagai pembanding, game ini berada di kisaran Rp98.000. Dengan harga tersebut, pertanyaan utama tentu bukan “apakah game ini panjang?”, melainkan “apakah pengalaman yang diberikan sepadan dengan harga yang dibayarkan?”
Jawaban kami adalah ya. Namun dengan satu catatan penting.
1998: The Toll Keeper Story bukan game yang menawarkan puluhan jam gameplay. Cerita utama dapat diselesaikan dalam beberapa jam, tergantung gaya bermain dan seberapa banyak ending yang ingin Anda kejar. Beberapa review pemain menyebut durasi sekitar 3–4 jam untuk satu playthrough, sementara pengalaman completionist dapat menjadi lebih panjang karena adanya multiple endings, achievements, serta Endless Mode.
Jika Anda menilai value hanya berdasarkan jumlah jam permainan, mungkin game ini terasa sedikit pendek. Namun jika Anda menilai value berdasarkan kualitas pengalaman, game ini terasa jauh lebih seimbang. Dengan harga sekitar seratus ribu Rupiah, Anda mendapatkan sebuah game narrative simulation dengan cerita yang kuat, gameplay yang unik, multiple endings, replayability, serta Endless Mode.
Ditambah lagi, versi PS5 memiliki implementasi DualSense Haptic Feedback yang memberikan pengalaman berbeda dibandingkan sekadar memainkan versi PC menggunakan mouse dan keyboard. Kontennya memang tidak sebesar game AAA. Tetapi game ini juga tidak pernah mencoba menjadi game AAA. Kekuatan 1998: The Toll Keeper Story justru terletak pada skalanya yang kecil.
Jika Anda adalah tipe pemain yang membutuhkan puluhan jam gameplay untuk merasa puas, maka game ini mungkin terasa terlalu singkat. Namun jika Anda menyukai game dengan cerita kuat, gameplay unik, serta pengalaman yang dapat selesai dalam beberapa sesi, maka value yang ditawarkan sangat solid. Bahkan menurut kami, harga tersebut justru membuat game ini jauh lebih mudah direkomendasikan.
Conclusions
Secara keseluruhan, 1998: The Toll Keeper Story versi PS5 merupakan game narrative simulation yang sangat layak untuk dimainkan, khususnya bagi pemain yang menyukai game dengan pendekatan cerita yang kuat dan gameplay yang tidak biasa. Jika Anda menyukai Papers, Please, Death and Taxes, atau game narrative simulation yang menempatkan pilihan moral sebagai inti permainan, maka 1998: The Toll Keeper Story adalah game yang sangat kami rekomendasikan.
+ Narasi yang kuat dan menyentuh, dengan tema sosial yang relevan.
+ Sistem keputusan yang berdampak nyata pada ending dan relasi karakter.
+ Visual dan audio yang mendukung atmosfer dengan sangat baik.
+ Mekanik gameplay yang sederhana namun penuh makna.
+ Performa dan fitur pada PS5 yang cukup optimal
- Repetisi aktivitas harian bisa terasa monoton di pertengahan game.
- Tidak adanya voice-over membuat beberapa momen emosional kurang maksimal.
- UI kadang terasa kaku, terutama saat navigasi data kendaraan.

![[News] Sony Umumkan Konsol & Aksesoris PS5 Bertemakan Marvel’s Wolverine](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/PS5-Limited-Edition-Marvels-Wolverine-115x115.jpg)
![[News] “1998: The Toll Keeper Story” Rilis di PS5 pada Hari Game Indonesia](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/10/1998-The-Toll-Keeper-Story-Banner-115x115.jpeg)
![[Review] Street Fighter 6 – Year 4](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Street-Fighter-6-Year-4-115x115.jpg)
![[Review] 1998: The Toll Keeper Story (PS5)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/10/1998-The-Toll-Keeper-Story-Banner-200x250.jpeg)
![[News] Sony Umumkan Konsol & Aksesoris PS5 Bertemakan Marvel’s Wolverine](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/PS5-Limited-Edition-Marvels-Wolverine-200x250.jpg)
![[News] Selamat Datang di Indonesia, Nintendo!](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Nintendo-Indonesia-Website-200x250.jpg)
![[Review] Splatoon Raiders](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/07/Splatoon-Raiders-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Street Fighter 6 – Year 4](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Street-Fighter-6-Year-4-200x250.jpg)
![[News] Sword of Justice Season 1.3.1 Hadirkan PVE Raid Baru, Kostum Pantai Musim Panas, dan Beragam Hadiah Eksklusif](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Evernight-Haven-ID-200x250.jpg)
![[Review] BLUE REFLECTION Quartet](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/07/Blue-Reflection-Quartet-Review-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Echoes of Aincrad](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/07/Echoes-of-Aincrad-Review-Banner-200x250.jpg)
![[News] Sesi Open Beta Marvel TOKON: Fighting Souls Siap Dibuka Hari Ini!](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/07/Marvel-TOKON-Open-Beta-200x250.jpg)
![[Review] 1998: The Toll Keeper Story (PS5)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/10/1998-The-Toll-Keeper-Story-Banner-360x240.jpeg)
![[Info] Fatal Fury: City of the Wolves – Season 3](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/07/Fatal-Fury-CotW-Season-3-Banner-360x240.jpg)
![[News] Selamat Datang di Indonesia, Nintendo!](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Nintendo-Indonesia-Website-360x240.jpg)
![[News] Sword of Justice Season 1.3.1 Hadirkan PVE Raid Baru, Kostum Pantai Musim Panas, dan Beragam Hadiah Eksklusif](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Evernight-Haven-ID-360x240.jpg)