BLUE REFLECTION Quartet
GUST
Koei Tecmo
29 Juli 2026
PS5, Switch, Switch 2, PC
JRPG
Remaja
Blu-ray, Cartridge, Game-key Card, Digital
30 GB
$49.99
BLUE REFLECTION adalah sebuah IP RPG milik Koei Tecmo dan dikembangkan oleh developer GUST, yang selama ini kita kenal dari seri Atelier. Game ini pertama kali dirilis tahun 2017 dan saat ini sudah punya tiga judul game yang rilis di berbagai platform.
Untuk menjaga IP ini tetap eksis, Koei Tecmo akhirnya merilis sebuah paket koleksi bernama BLUE REFLECTION Quartet yang berisikan empat judul, di antaranya dua game konsol (BR dan BR: Second Light), satu game porting dari Smartphone (BR: Sun) dan satu game baru yang diadaptasi dari animenya (BR: Ray).
Apakah ada sesuatu yang baru dalam paket kompilasi ini?
Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Story
Blue Reflection
Cerita dalam game ini berlatarkan di Jepang masa modern, di mana media sosial dan smartphone begitu digemari masyarakat. Hinako Shirai, seorang siswi SMU yang harus kehilangan mimpinya menjadi seorang balerina karena cedera lutut yang dideritanya menjelang kompetisi balet internasional.
Usai absen panjangnya, akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke SMU Hoshinomiya untuk kembali mengenyam pendidikan. Di hari pertamanya kembali ke sekolah, Hinako bertemu dengan seorang gadis bernama Sanae Nishida. Saat mereka sedang bercengkrama, tiba-tiba saja muncul aura negatif dari tubuh Sanae yang membawa Hinako berpindah ke sebuah dunia yang tak ia kenal.
Hinako yang sedang kebingungan, tiba-tiba diserang seekor monster asing. Saat Hinako sedang berlindung, tiba-tiba muncul suara perempuan yang memberinya kekuatan supranatural melalui sebuah cincin. Hinako yang terdesak, mau tidak mau akhirnya berubah wujud menjadi seorang Reflector. Saat berubah wujud menjadi Reflector, tiba-tiba saja cedera lututnya sembuh dan ia memiliki kekuatan supranatural dan senjata.

Blue Reflection: Ray
Premis dari Blue Reflection Ray berpusat pada dua gadis dengan kepribadian sangat bertolak belakang yang mendapatkan kekuatan sihir (Reflector) untuk melindungi emosi dan impian orang lain.Kekuatan ini juga membawa mereka menjelajahi dimensi alam bawah sadar manusia yang disebut The Common.
Kedua gadis itu adalah Hiori Hirahara dan Ruka Hanari. Hiori adalah gadis yang sangat ceria, optimis, dan tidak bisa tinggal diam jika melihat orang lain dalam kesulitan, sementara Ruka merupakan gadis yang canggung secara sosial, sangat ingin berteman namun sering kesulitan mengekspresikan dirinya. Bersama-sama, mereka akan mengubah satu sama lain dan dunia.

Blue Reflection: Sun
Kisah ini dimulai ketika “Abu” beracun yang misterius tiba-tiba mulai menghujani dunia. Awalnya dianggap sebagai fenomena alam yang aneh, umat manusia segera menyadari bahwa paparan Abu tersebut menyerang tubuh. Paparan ini mengubah manusia menjadi makhluk mengerikan yang dikenal sebagai Testa. Namun, dalam kasus yang sangat langka, Abu tersebut memberikan kekuatan khusus kepada manusia yang terinfeksi. Gadis-gadis yang memiliki kekuatan ini dikenal oleh segelintir orang sebagai “Eroded”.
Kisah ini terutama mengikuti seorang gadis bernama Shiho Kasuga, yang pindah ke Akademi Hinomori untuk perawatan penyakit yang berhubungan dengan Abu. Alih-alih menemukan fasilitas medis biasa, ia malah terlibat dalam pertempuran tanpa akhir untuk melindungi dunia, mengambil peran sebagai pemimpin regu gadis penyihir yang harus belajar menyeimbangkan kehidupan sekolah menengah mereka sehari-hari dengan tanggung jawab berat menyelamatkan umat manusia.

Blue Reflection: Second Light
Cerita dimulai ketika sang protagonis, Ao Hoshizaki sedang berjalan menuju sekolahnya untuk menjalani remedial selama liburan musim panas karena nilainya yang kurang baik. Saat memasuki sekolahnya, ia pun tiba-tiba menemukan dirinya tiba di dunia lain, di mana gedung sekolahnya dikelilingi oleh air yang tak berujung. Dan sebuah aplikasi bernama FreeSpace pun tiba-tiba muncul pada smartphone-nya.
Di dunia itu, Ao bertemu dengan gadis-gadis sebaya lainnya yang berasal dari sekolah yang berbeda, di antaranya Kokoro, Rena dan Yuki. Semua gadis ini kehilangan ingatannya dan hanya mengingat nama mereka saja. Ao yang masih diselimuti kebingungan itu, mulai menjalani kehidupan barunya sambil mencari petunjuk tentang bagaimana cara kembali ke dunia asal.
Bagaimana kelanjutan kisah para Reflector dari empat seri Blue Reflection tersebut?
Temukan jawabannya dengan memainkan Blue Reflection: Quartet!
![]()
Gameplay
Blue Reflection
Petualangan Hinako dan kawan-kawan akan terbagi dalam dua dunia, yaitu dunia nyata dan dunia fantasi yang disebut sebagai The Common. Saat berada di dunia nyata, sudut pandang kamera sudah fixed dan tidak bisa diputar-putar. Hal ini cukup disayangkan karena beberapa sudut tempat terkadang sulit terlihat dari tempat Hinako berdiri.
Pada fase Free Time, Hinako dapat mengelilingi sekolah untuk menyelesaikan beragam misi atau mengajak teman untuk pulang bersama. Beberapa misi sampingan biasanya meminta Anda untuk mengunjungi tempat tertentu, mencari item atau mengalahkan monster dari The Common.
Selain itu, ada pula yang disebut sebagai Bond’s Episode yang berguna untuk mempererat pertemanan Hinako dengan dua belas gadis pengguna cincin. Untungnya Hinako difasilitasi oleh fast travel untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya secara instan. Saat berada di rumah, Anda dapat memilih untuk langsung tidur atau berendam terlebih dahulu. Saat berendam, Hinako dapat berpikir mengenai hal yang telah terjadi, menyelam atau sekedar mengusap tubuhnya.
Saat berada di dunia nyata, Anda dapat membuka media sosial bernama Free Space melalui smartphone Hinako. Dalam Free Space, Anda dapat melakukan aktivitas chatting dengan teman-teman Hinako, membaca jurnal Ako, mendengarkan musik melalui Jukebox, mengganti tema atau memainkan mini-game sejenis Tamagotchi Saat memasuki dunia fantasi, Hinako dan kawan-kawan akan berubah wujud menjadi Reflector yang ditandai dengan perubahan kostum. Eksplorasi dalam game ini terhitung minim karena tidak banyak aktivitas yang dapat Anda lakukan selain mengumpulkan pecahan emosi yang tersebar dalam dungeon.
Setelah melewati chapter tertentu, Hinako dapat mengakses fitur Item Creation melalui Pillar of Perception yang ada di dalam dungeon, di mana ia dapat menggabungkan item atau memperkuat fragmen yang telah Anda dapatkan sebelumnya. Fitur ini tak sedalam fitur Alchemy yang ada pada serial Atelier. Pun demikian dengan fitur Fragment Enhancement. Anda hanya perlu mengikuti resep yang tersedia dengan memenuhi material yang telah ditentukan tanpa adanya kebebasan untuk meraciknya sendiri.
![]()
Saat memasuki dunia fantasi bernama The Common, Hinako dan kawan-kawan akan berubah wujud menjadi seorang Reflector. Saat berada dalam dungeon, musuh akan tampak pada layar. Anda akan masuk ke Field Battle setelah melakukan kontak fisik dengan musuh. Mekanisme pertarungan menggunakan sistem turn-based, di mana giliran karakter beraksi akan ditentukan melalui garis linimasa yang terbentang di atas layar. Setelah memasuki giliran, Anda dapat memberikan perintah pada karakter yang bersangkutan.
Aksi dasar karakter terbagi menjadi tiga, yaitu Attack, Support dan Ether Charge. Pada perintah Attack, Anda dapat melakukan serangan normal atau melancarkan skill yang mengonsumi sejumlah Magic Power (MP). Beberapa serangan akan memiliki atribut khusus seperti Slash, Impact, Pierce dan Heart, di mana atribut tersebut akan mempengaruhi resistensi atau kelemahan terhadap musuh. Ada pula beberapa serangan khusus yang dapat menyerang musuh dalam jumlah banyak. Namun, musuh yang tidak menjadi target hanya akan menerima kerusakan setengah saja. Atribut lain yang dimiliki sebuah serangan adalah Knockback. Jika serangan ini berhasil masuk, maka akan menimbulkan efek delay pada karakter/musuh yang akan menunda gilirannya.
Anda tidak perlu menghafalkan kelemahan musuh karena ia akan terlihat saat Anda memilih target saat hendak menyerang. Simbol O menandakan bahwa ia lemah terhadap serangan yang Anda pilih, sedangkan simbol segitiga mengisyaratkan bahwa musuh memiliki resistensi terhadap serangan tersebut. Untuk perintah Support, ia meliputi aksi yang menghasilkan beragam efek buff seperti memulihkan kesehatan, meningkatkan serangan atau meningkatkan pertahanan.
Selain Support, ada pula perintah yang disebut sebagai Ether Charge yang berfungsi untuk bertahan dan mengisi Reflect Meter, yang berguna untuk melancarkan perintah Overdrive. Overdrive adalah perintah khusus yang mengonsumsi sejumlah Reflect Meter untuk melancarkan perintah ganda dalam satu giliran. Namun, Anda tidak dapat memberikan dua perintah yang sama dalam satu kali Overdrive.
Ada fitur bernama Supporter, di mana sebelum pertarungan boss, Anda akan diminta mengatur teman-teman yang telah Anda selamatkan sebelumnya sebagai pendukung dalam pertarungan. Nantinya, mereka akan ikut bertempur sebagai karakter pendukung yang bisa Anda panggil saat tombol muncul di layar. Tiap karakter pendukung akan memberikan efek yang berbeda-beda, seperti menyerang atau memulihkan kesehatan.
Lalu, ada fitur bernama Fragment, yang merupakan pecahan emosi yang Anda kumpulkan dari dunia fantasi, The Common. Pecahan yang telah berkumpul menjadi satu inilah yang nantinya akan berfungsi sebagai equip. Ia dapat dipasangkan pada serangan karakter untuk memberikan efek tambahan seperti peningkatan daya rusak, pemulihan kesehatan dan beragam efek lainnya.
Berbeda dari kebanyakan RPG yang menggunakan experience sebagai dasar dari levelling up. Kenaikan level karakter pada game ini dilakukan dengan cara mengalokasikan sejumlah Growth Point pada empat atribut utama, yaitu Attack, Defence, Support dan Technic. Poin yang telah Anda berikan untuk atribut tertentu tidak akan bisa diulang kembali. Attack untuk meningkatkan serangan, Defence untuk meningkatkan pertahanan dan health, Support untuk meningkatkan magic dan MP, sedangkan Technic untuk meningkatkan kecepatan.
Selain meningkatkan status, pencapaian nilai pada atribut tertentu akan membuat karakter mempelajari skill baru. Bahkan, tiap karakter hanya mampu mencapai level maksimum 50. Ini berarti tiap karakter tidak dapat mempelajari seluruh skill yang tersedia. Growth Point hanya bisa diraih setelah menyelesaikan misi sampingan atau menyelesaikan chapter. Berkat sistem ini, mengalahkan monster menjadi sesuatu yang kurang esensial dan bisa Anda lewatkan begitu saja.
![]()
Blue Reflection Ray
Sebelumnya, Blue Reflection Ray hanyalah sebuah anime yang menampilkan dua karakter utama Hiori dan Ruka. Namun, di versi Quartet ini, GUST mengadaptasi anime tersebut menjadi sebuah game. Tapi, sayangnya transisi dari anime ke game ini tampil mengecewakan.
Bagaimana tidak? Game ini hanya berdurasi sekitar satu jam saja dan isinya hanya rangkuman dari animenya yang dikemas dalam sesi eksplorasi dan cutscene saja tanpa adanya satu pun sesi pertarungan. Tidak hanya itu saja, beberapa cutscene bahkan hanya menampilkan potongan gambar statis yang diambil dari animenya. Hal ini menunjukkan bahwa developernya sendiri sebenarnya terlalu malas untuk mengadaptasi anime tersebut menjadi game yang utuh.
![]()
Blue Reflection Sun
Seperti yang kita ketahui bersama, Blue Reflection adalah game yang seluruhnya dibintangi oleh karakter wanita, namun BR: Sun menjadi pengecualian. Di sini, akan ada satu karakter protagonis pria yang Anda kendalikan dalam permainan. Ia ditugaskan untuk memimpin tim yang berisikan gadis-gadis terlemah dalam sejarah untuk meningkatkan potensi mereka.
BR: Sun sebenarnya punya kemiripan dengan BR: Ray, di mana plotnya berjalan terlalu cepat. Alur cerita dan konflik karakter penting terjadi berturut-turut tanpa jeda. Hal ini diperparah oleh banyaknya karakter dalam game ini, serta protagonisnya yang bisu dan bahkan ia juga tidak diberikan kesempatan untuk memilih dialog.
Tapi berbeda dengan BR: Ray, BR: Sun masih memiliki sesi pertarungan yang menggunakan mekanisme yang mirip dengan BR: Second Light. Namun, anehnya game ini tidak memiliki fitur kustomisasi seperti BR original dan Second Light. Jadi, setiap kali karakter naik level, semuanya meningkat secara otomatis sehingga Anda tidak dilibatkan dalam perkembangan karakter-karakternya.
![]()
Blue Reflection Second Light
Alur cerita dalam game ini terbagi menjadi beberapa chapter cerita yang berurutan dan dimulai dari sesi prolog. Siklus permainannya sendiri terbagi atas dua bagian, yaitu sekolah dan dungeon. Sekolah berfungsi sebagai markas, sementara dungeon dalam game ini mendapat sebutan Heartscapes.
Di dalam sekolah, Anda bisa melakukan beragam aktivitas seperti dating dengan karakter lain, menerima request, crafting item dan membangun fasilitas sekolah yang nantinya berfungsi untuk meningkatkan buff selama petualangan dan pertarungan. Sementara, di dalam dungeon nanti, Anda dapat bertemu dengan monster-monster untuk bertarung melawan mereka sambil melakukan eksplorasi untuk mengumpulkan item dan pecahan memori berupa suara, tulisan dan kenangan dari yang bisa mengembalikan ingatan para karakter.
Seperti pada JRPG umumnya, Anda akan meraih sejumlah experience dari pertarungan untuk menaikkan level karakter. Akan tetapi, ada satu sumber daya ekstra yang bisa Anda dapatkan dengan menyelesaikan misi sampingan karakter bernama Talent Points (TP). Sumber daya ini bisa dialokasikan untuk membuka Talent baru dari masing-masing karakter. Khusus untuk Ao, ia tidak memperoleh TP dari misi sampingan. Ao baru akan mendapatkan TP jika berhasil menaikkan Talent Level dari karakter lainnya.
Fitur Crafting juga kembali hadir dalam skeuel ini di mana developer menyuntikkan sedikit improvisasi agar tidak terasa terlalu datar. Saat ingin melakukan Crafting, Anda bisa memilih empat karakter yang terlibat dalam proses Crafting, yang nantinya berimplikasi pada hasil racikan. Hal ini berdampak pada efek yang ditimbulkan pada item yang bersangkutan.
Satu fitur baru yang diimplementasikan dalam game ini adalah School Development. Mirip dengan crafting, Anda bisa menciptakan fasilitas baru di wilayah sekolah menggunakan kombinasi item yang ada. Dengan membangun fasilitas ini, karakter party Anda akan mendapatkan buff permanen setelahnya. Bahkan, jika fasilitas tersebut disimpan kembali di storage, efek buff permanen ini akan tetap ada.
Untuk melakukan eksplorasi dungeon, Anda harus keluar dari gerbang sekolah menuju Heartscapes. Setelah melewati dungeon pertama, nantinya Anda bisa memilih dungeon dan titik di mana akan muncul. Dungeonnya sendiri terhitung cukup linear, di mana titik objektifnya sudah ditentukan oleh tanda bendera.
Selama eksplorasi berlangsung, Anda bisa mengumpulkan beragam jenis item yang nantinya berguna untuk menjadi bahan baku crafting. Tujuan dari eksplorasi dungeon biasanya tidak jauh-jauh dari mengalahkan boss untuk mengembalikan memori karakter. Desain dungeonnya sendiri mengambil tempat dari dunia nyata yang diubah berdasarkan mimpi yang pernah dilihat oleh karakter yang bersangkutan.
Di chapter awal, dungeon yang bisa Anda jelajahi terhitung terbatas. Namun, seiring berjalannya cerita, area yang bisa Anda singgahi akan semakin meluas. Pertemuan dengan musuh masih mirip dengan prekuelnya, di mana para monster akan langsung terlihat di layar. Jika melakukan kontak fisik dengannya, maka Anda akan dibawa menuju ke medan pertempuran.
Yang menarik, selama proses eksplorasi ini, Ao bisa masuk ke Search Mode, yang memungkinkan Anda untuk melakukan aksi stealth. Selama dalam mode ini, Ao tidak bisa berlari dan juga bisa melihat jarak pandang monster sehingga ada ruang untuk menyerang mereka dari belakang. Jika berhasil menyerang dari belakang, Anda akan mendapat keuntungan saat pertarungan dimulai.
Tidak seperti prekuelnya yang masih menggunakan sistem Turn-based murni, sistem pertarungan dalam game ini benar-benar dirombak total dan kini lebih identik dengan Atelier Ryza 2. Pertarungan akan berlangsung secara Semi Turn-based. Di pojok kanan bawah, terdapat garis timeline yang terbagi atas lima bagian, mulai dari 1000 EP – 5000 EP. Ether Point (EP) punya fungsi yang kurang lebih mirip dengan MP pada game JRPG lainnya. Apabila potret karakter telah mencapai jumlah EP tertentu, maka Anda bisa memberikan perintah kepada mereka untuk melakukan satu aksi atau lebih dalam satu giliran, apabila jumlah EP-nya memang masih cukup.
Selama pertarungan berlangsung, terdapat mode kendali yang bisa Anda ubah sesuai selera, yaitu Auto dan Manual. Pada mode Auto, Anda hanya perlu memberikan perintah kepada satu karakter utama yang berada di tengah, sementara dua karakter partner lainnya akan bergerak secara otomatis. Namun, jika Anda memang ingin memberi perintah pada mode Auto, Anda bisa menekan tombol L2 atau R2 saat mereka sudah siap menyerang.
Sementara, pada mode Manual, karakter party yang ada di kiri dan kanan tidak akan beraksi sebelum Anda memberinya perintah. Jika Anda ingin merangkai kombo yang dahsyat dan ingin ketiga karakter menyerang dalam waktu yang bersamaan, mode Manual akan lebih baik dari Auto. Selama Anda memilih perintah, waktu pertarungan akan terhenti sejenak sehingga Anda tidak perlu panik dan terburu-buru untuk menentukan strategi terbaik.
Di samping kiri potret karakter, terdapat angka yang menjadi indikator level Gears. Angka ini akan terus bertambah seiring durasi pertarungan. Gears adalah penentu seberapa banyak karakter Anda bisa menyimpan EP. Jika Gears telah mencapai angka 2, maka karakter yang bersangkutan bisa menyimpan hingga 2000 EP.
Dan apabila Gears ini telah mencapai level 3, karakter yang bersangkutan akan berubah wujud menjadi Reflector yang ditandai dengan perubahan kostum. Dan seiring bertambahnya level Gears ini, maka variasi serangan yang bisa Anda lancarkan pun semakin bertambah. Selain tiga karakter party utama yang terlibat dalam pertarungan, nantinya Anda bisa memanggil karakter Support dengan tombol kotak untuk membantu pertarungan.
![]()
Presentation
Visual
Secara visual, versi Quartet mengalami peningkatan, khususnya untuk Blue Reflection original dan Second Light. Kendati demikian, jika Anda membandingkannya dengan game-game Atelier terbaru seperti Ryza 3, Yumia atau Resleriana, jelas kualitasnya masih jauh di bawah itu. Animasinya pun masih tampak kaku dan tertinggal satu generasi, mengingat basis game ini adalah PS4.
Dari sisi performa, Blue Reflection original dan Second Light juga mengalami peningkatan di versi Quartet ini. Dulu di versi PS4, keduanya dikunci dalam 30 fps walaupun Anda memainkannya menggunakan PS5 dengan fitur Backward Compatibility. Kini, keduanya bisa berjalan di angka 60fps dengan mulus tanpa kendala apapun.
Audio
Salah satu aspek yang bersinar dari game Blue Reflection adalah audionya. Musik yang digarap oleh Hayato Asano benar-benar sangat berkesan karena keempat judul gamenya menyajikan kualitas soundtrack yang fantastis dan enak didengar. Sebagian besar lagu-lagunya sangat bagus dan dapat memberikan efek menenangkan hati saat memainkannya. Hal inilah yang memberikan identitas pada franchise Blue Reflection yang membuatnya terasa berbeda dari serial Atelier.
Untuk sulih suaranya sendiri, game ini hanya menyediakan bahasa Jepang saja tanpa ada opsi bahasa Inggris. Kendati demikian, para seiyuu melaksanakan tugasnya dengan sangat baik dan berperan besar untuk menghidupkan kepribadian para karakternya.
Value
Bagi Anda yang belum pernah memainkan game Blue Reflection sama sekali, Quartet adalah salah satu paket kompilasi yang sangat menarik untuk Anda pinang. Paket ini sudah berisikan empat game yang saling memiliki keterkaitan satu sama lain dan sudah diurutkan secara kronologis, jadi Anda tidak perlu repot-repot membelinya satu per satu.
Namun, jika Anda sudah pernah memainkan game Blue Reflection dan Second Light sebelumnya, satu-satunya game yang layak untuk Anda mainkan dari paket ini hanyalah Blue Reflection: Sun. Mengapa? Pertama, Blue Reflection dan Blue Reflection: Second Light tidak mendukung fitur Transfer Save Data dari versi PS4 sehingga Anda harus memainkannya dari ulang di sini. Kedua, Blue Reflection: Ray sendiri hanya berisikan ringkasan anime yang berisikan eksplorasi dan cutscene saja tanpa ada pertarungannya sama sekali.
Conclusions
Dengan dirilisnya paket kompilasi ini, sejujurnya kami sangat senang bahwa ternyata Koei Tecmo dan GUST masih menaruh perhatian terhadap seri Blue Reflection. Hal ini tentu saja menumbuhkan harapan bahwa kemungkinan besar mereka tengah menyiapkan seri Blue Reflection baru untuk platform modern. Namun, paket kompilasi Blue Reflection Quartet ini secara keseluruhan masih terasa agak mengecewakan, terutama BR: Ray yang seperti dibuat setengah hati. Jika Anda sudah pernah memainkan BR original dan Second Light, tidak ada urgensi untuk membeli game ini dengan harga penuh.
+ Paket kompilasi yang lengkap
+ Peningkatan kualitas visual
+ Pembaharuan Quality of Life
+ BR dan BR: Second Light berjalan di 60 fps
+ Soundtrack yang berkesan
+ Sulih suara yang mantap
- Alur cerita masih terasa membingungkan
- BR: Ray tampil mengecewakan
- Protagonis pria yang tidak perlu dalam BR: Sun
- Masih tanpa sulih suara Bahasa Inggris


![[Review] Echoes of Aincrad](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/07/Echoes-of-Aincrad-Review-Banner-115x115.jpg)
![[News] Sesi Open Beta Marvel TOKON: Fighting Souls Siap Dibuka Hari Ini!](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/07/Marvel-TOKON-Open-Beta-115x115.jpg)
![[News] Pre-Order EA SPORTS FCâ„¢ 27 Resmi Dibuka!](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/07/EA-SPORTS-FC-27-Mbappe-115x115.jpg)
![[Review] BLUE REFLECTION Quartet](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/07/Blue-Reflection-Quartet-Review-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Echoes of Aincrad](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/07/Echoes-of-Aincrad-Review-Banner-200x250.jpg)
![[News] Sesi Open Beta Marvel TOKON: Fighting Souls Siap Dibuka Hari Ini!](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/07/Marvel-TOKON-Open-Beta-200x250.jpg)
![[News] Pre-Order EA SPORTS FCâ„¢ 27 Resmi Dibuka!](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/07/EA-SPORTS-FC-27-Mbappe-200x250.jpg)
![[Review] Denshattack!](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/07/Denshattack-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Disgaea Mayhem](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/07/Disgaea-Mayhem-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Granblue Fantasy Relink – Endless Ragnarok](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/06/Granblue-Fantasy-Relink-Endless-Ragnarok-Demo-Banner-1-200x250.jpg)
![[Info] Fatal Fury: City of the Wolves – Season 3](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/07/Fatal-Fury-CotW-Season-3-Banner-200x250.jpg)
![[News] Ragnarok: The New World Resmi Dibuka dengan Berbagai Event Perayaan Grand Opening Server](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/07/ROW-1-200x250.jpg)
![[Review] Gunvolt Chronicles: Luminous Avenger iX 1+2 Dual Collection](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/07/Gunvolt-Chronicles-Dual-Collection-Banner-200x250.jpg)
![[Review] BLUE REFLECTION Quartet](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/07/Blue-Reflection-Quartet-Review-Banner-360x240.jpg)
![[Info] Fatal Fury: City of the Wolves – Season 3](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/07/Fatal-Fury-CotW-Season-3-Banner-360x240.jpg)
![[Review] Digimon Story: Time Stranger (NS2)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2025/10/Digimon-Story-Time-Stranger-Banner-360x240.jpg)
![[Review] Granblue Fantasy Relink – Endless Ragnarok](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/06/Granblue-Fantasy-Relink-Endless-Ragnarok-Demo-Banner-1-360x240.jpg)