Port of Jumanah
Agate
Red Dune Games
7 September 2026
PS5, PC
Roguelite-action
Remaja
Digital
Seperti yang kita ketahui bersama, pergerakan industri game lokal kini berkembang sangat pesat. Namun, hal ini tak akan pernah terjadi tanpa andil developer asal Bandung yang bernama Agate. Perusahaan game yang sudah berdiri sejak tahun 2009 ini telah menjadi salah satu pelopor yang menginspirasi banyak developer baru di tanah air.
Untuk mengukuhkan diri sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia, Agate melakukan kolaborasi dengan studio game asal Abu Dhabi, Uni Emirat Arab bernama Red Dunes Games. Mereka telah menyiapkan tiga proyek kolaborasi yang rencananya akan dirilis secara berkala. Setelah melalui proses pengembangan selama 18 bulan, proyek pertama mereka yang berjudul PORT OF JUMANAH, kini telah selesai dan sudah resmi dirilis pada awal September ini untuk berbagai platform.
Apa saja hal baru yang ditawarkan oleh game ini dibanding karya Agate sebelumnya?
Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Story
Game ini menceritakan tentang petualangan seorang pemuda bernama Mansour yang berprofesi sebagai penyelam untuk mencari mutiara. Suatu hari, sebuah insiden terjadi ketika ia tanpa sengaja membuka kerang hitam raksasa di dasar laut. Atas tindakannya tersebut, bangkitlah sebuah kekuatan gelap yang memicu kekacauan besar dan mengancam perairan Teluk Arab. Alhasil, Mansour harus menyelam ke dalam samudera yang tak pernah bisa ditebak untuk mengatasi kutukan tersebut agar dunia terhindar dari bahaya.
Mampukah Mansour melakukannya seorang diri?
Temukan jawabannya dengan memainkan Port of Jumanah!
Gameplay
Port of Jumanah adalah game aksi bergaya Roguelite yang dikembangkan oleh developer Agate, hasil kolaborasi mereka dengan publisher Uni Emirat Arab, Red Dunes Games. Dalam game ini, Anda akan berperan sebagai Mansour, seorang penyelam yang melakukan ekspedisi bawah laut untuk mencari mutiara. Tak hanya menyelam, Mansour juga harus menghadapi berbagai makhluk laut sekaligus memulihkan Pelabuhan Jumanah secara bertahap.
Game ini memadukan berbagai elemen sebagai inti permainannya seperti eksplorasi, pertarungan dan pengelolaan sumber daya. Dengan menggunakan konsep Roguelite, Anda akan menemeukan wilayah laut, musuh dan tantangan yang berbeda di setiap ekspedisi.
Alih-alih menggunakan Health Bar konvensional sebagai indikator kesehatan karakter, di sini Mansour akan sangat tergantung pada Oxygen Meter sebagai indikator nyawa sekaligus timer selama menyelam di bawah laut. Semakin lama Anda menyelam, tentu saja kapasitas oksigen akan berkurang dan ketika Mansour terkena serangan, maka oksigen cadangan Anda juga akan berkurang. Untuk mengisi kapasitas oksigen tersebut, Anda bisa mengisinya lewat tabung oksigen atau cangkang yang ada di lautan.
![]()
Untuk aspek pertarungan, Mansour dibekali sebilah pedang sebagai senjata utamanya. Serangan dasarnya berupa kombo tiga tebasan dan cukup sederhana. Anda juga dibekali gadget tambahan dengan amunisi terbatas untuk melakukan serangan jarak jauh, salah satunya adalah Harpoon.
Saat musuh akan melancarkan serangan, biasanya ada indikator yang menandainya, khususnya musuh-musuh dengan serangan jarak jauh atau musuh berukuran besar. Untuk metode bertahan, Anda bisa menghindari serangan dengan dodge.
Seiring pulihnya pelabuhan Jumanah, Anda akan bertemu dengan karakter, fasilitas, dan pilihan baru yang memengaruhi perjalanan selanjutnya. Hasil dari setiap ekspedisi penyelaman bisa Anda gunakan untuk upgrade perlengkapan, merekrut kru, membuka kemampuan baru dan memulihkan pelabuhan. Dengan adanya perubahan set-up karakter, hal inilah yang membuat setiap ekspedisi terasa berbeda.
![]()
Presentation
Visual
Dari segi visual, Port of Jumanah memberikan impresi yang cukup baik. Dibanding dengan game-game Agate sebelumnya, game ini punya tampilan visual yang enak dipandang. Lingkungan bawah airnya penuh warna dan karakternya punya ciri khas yang kuat, membuat game ini tampil beda dari nuansa kelam yang biasanya digunakan oleh game-game Roguelite lainnya.
Sayangnya, kesan tersebut tidak bertahan lama karena seiring berjalannya permainan, lingkungannya mulai terasa repetitif. Apa yang awalnya tampak penuh warna dan menarik perlahan-lahan terasa berulang dan rasa jenuh pun mulai berdatangan. Hal ini sebenarnya biasa ditemui pada game-game sejenis, hanya saja game ini butuh lebih banyak variasi lingkungan agar tidak monoton.
![]()
Audio
Game ini menghadirkan musik yang menyenangkan dan bernuansa jenaka, selaras dengan estetika visual 2.5 yang penuh warna. Mengingat game ini juga hasil kolaborasi dengan Uni Emirat Arab, tentu saja terdapat alunan musik ala-ala Timur Tengah yang mungkin terasa familiar di telinga Anda dan membuat Anda sedikit bersenandung saat memainkannya.
Sayangnya, aspek audio sedikit dicederai oleh bagaimana percakapan karakter disajikan. Alih-alih menggunakan pengisi suara sungguhan untuk menghidupkan karakternya, Mansour hanya mengeluarkan suara seperti komat-kamit yang kurang nyaman didengar. Daripada menggunakan suara komat-kamit seperti itu, lebih baik karakter Mansour dibuat bisu saja seperti protagonis dalam game JRPG. Padahal seharusnya Agate bisa menggunakan dubber asli, setidaknya untuk sang karakter utama saja, agar karakternya terasa lebih hidup.
Value
Game Roguelite memang sangat erat kaitannya dengan kata “repetitif” karena memang itulah konsep dasarnya. Meskipun begitu, dalam game ini ekspedisi Anda mengikuti struktur yang jelas. Anda memilih tujuan, mengumpulkan sumber daya, memilih senjata, kemudian menugaskan anggota kru untuk mendapatkan bonus pasif. Anda dapat menemukan ruangan pertempuran, harta karun, pertemuan khusus, dan pedagang. Selain itu, Anda juga bisa memilih rute yang bercabang.
Ruangan-ruangannya berukuran ringkas yang biasanya berbentuk persegi sehingga menjaga alur permainan tetap dinamis. Satu sesi penjelajahan biasanya dapat diselesaikan dalam waktu lima menit dan durasi singkat inilah yang menjadi salah satu keunggulan utama game ini. Anda bisa menyelesaikan satu putaran, mengumpulkan apa pun yang bisa didapat, kembali ke permukaan, melakukan pengembangan di kota, lalu langsung terjun kembali bermain tanpa merasa terbebani oleh sesi permainan yang memakan waktu yang lama seperti game-game sejenisnya.
Conclusions
Port of Jumanah menjadi salah satu game lokal yang cukup segar dan menarik karena mengambil latar bawah laut sebagai tema utamanya. Game ini punya mekanisme yang mudah dipahami, visualnya penuh warna dan setiap perjalanannya tidak perlu memakan waktu panjang seperti game Roguelite lainnya. Sayangnya, game ini akan membuat Anda cepat bosan karena area lingkungannya tidak punya banyak variasi. Selain itu, suara karakter yang komat-kamit selama percakapan terkadang sedikit mengganggu pendengaran kami.
+ Latar bawah laut yang menarik
+ Mekanisme permainan mudah dipahami
+ Setiap penjelajahan tidak memakan waktu lama
+ Visualisasi yang penuh warna
+ Musik bernuansa Timur Tengah
+ Dukungan Bahasa Indonesia
- Lingkungan cepat terasa repetitif
- Suara karakter agak mengganggu
- Ekspresi wajah terlalu datar
- Butuh lebih banyak variasi area



![[Review] Marvel’s Wolverine](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Marvels-Wolverine-Banner-115x115.jpg)
![[Review] NBA 2K27](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/NBA-2K27-Banner-115x115.jpg)
![[Review] NIOH 3: DLC 1 – Hell Rising](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Nioh-3-DLC-1-Banner-115x115.jpg)
![[Review] Port of Jumanah](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Port-of-Jumanah-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Marvel’s Wolverine](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Marvels-Wolverine-Banner-200x250.jpg)
![[Recap] Nintendo Direct – September 2026](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/06/Nintendo-Direct-Recap-200x250.jpg)
![[Review] NBA 2K27](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/NBA-2K27-Banner-200x250.jpg)
![[Review] NIOH 3: DLC 1 – Hell Rising](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Nioh-3-DLC-1-Banner-200x250.jpg)
![[Review] STAR WARS Zero Companyâ„¢](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/Star-Wars-Zero-Company-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Hot Wheels Infinite Rush](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Hot-Wheels-Infinite-Rush-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Elden Ring: Tarnished Edition (NS2)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Elden-Ring-Tarnished-Edition-Banner-200x250.jpg)
![[Recap] State of Play – September 2026](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/State-of-Play-September-2026-200x250.jpg)
![[Review] Captain Tsubasa 2: World Fighters](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Captain-Tsubasa-2-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Port of Jumanah](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Port-of-Jumanah-Banner-360x240.jpg)
![[Recap] Gamescom 2026 – Opening Night Live](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Gamescom-2026-Opening-Night-Live-360x240.jpg)
![[Recap] Nintendo Direct – September 2026](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/06/Nintendo-Direct-Recap-360x240.jpg)
![[Review] STAR WARS Zero Companyâ„¢](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/Star-Wars-Zero-Company-Banner-360x240.jpg)