Onimusha: Way of the Sword
Capcom
Capcom
4 September 2026
PS5, Xbox Series, Switch 2, PC
Action-adventure
Dewasa
Blu-ray, Game-key Card, Digital
41.235 GB
Rp 1.010.000 (Standard)
Rp 1.153.000 (Deluxe)
Rp 1.309.000 (Premium Deluxe)
Saat ini mungkin sudah tak terhitung lagi, berapa banyak video game yang mengangkat sosok Samurai sebagai tokoh utamanya. Banyak yang hanya numpang lewat saja, tapi juga tak sedikit yang meninggalkan kesan mendalam di hati para gamer, salah satunya adalah Onimusha.
IP lawas milik CAPCOM ini memang sudah dua dekade terakhir tidak mendapatkan seri terbaru maupun spin-off. Namun, harapan para gamer akan sebuah seri baru Onimusha tak pernah padam. Mereka terus menggaungkan permintaan pada CAPCOM untuk dibuatkan seri terbaru di era modern ini.
Sedang berada dalam puncak kesuksesannya saat ini, CAPCOM untungnya bukanlah tipe publisher yang melupakan warisan leluhurnya. Setelah 20 tahun lamanya bersemayam dalam arsip perusahaan, kini mereka akhirnya Onimusha bangkit kembali lewat seri terbarunya yang berjudul Onimusha: Way of the Sword.
Apakah game ini masih membawa roh dari seri lamanya atau benar-benar sudah berubah total mengikuti tren game modern masa kini?
Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Story
Onimusha: Way of the Sword berlatar di Kyoto pada awal zaman Edo. Di zaman itu, ada seorang pendekar pedang legendaris bernama Miyamoto Musashi, yang sedang melakukan perjalanan untuk menyempurnakan ilmu pedangnya. Dalam keadaan yang relatif aman itu, tiba-tiba kota Kyoto berubah mencekam karena datangnya kekuatan misterius bernama Malice. Hal ini turut mendatangkan makhluk-makhluk iblis bernama Genma yang sangat mengancam stabilitas negeri.
Di tengah pertempurannya dengan rival abadinya, Sasaki Ganryu, Musashi diserang oleh para iblis Genma yang menewaskan keduanya. Saat menuju alam kematian, Musashi bertemu dengan seorang pria misterius berbaju putih yang memasangkan sebuah Oni Gauntlet di lengan kanannya. Alhasil, Musashi pun bangkit dari kematian dan ditugaskan untuk membasmi iblis Genma di Kyoto.
Apakah Musashi sanggup mengemban tugas yang berat ini?
Temukan jawabannya dengan memainkan Onimusha: Way of the Sword!
Gameplay
Onimusha: Way of the Sword adalah game Action-adventure dari Capcom, di mana Anda kali ini Anda akan berperan sebagai pendekar berpedang bernama Miyamoto Musashi yang sedang menjelajahi kota Kyoto. Serupa dengan game-game Resident Evil modern yang menggunakan wajah orang asli dari dunia nyata untuk karakternya, di sini wajah Musashi dibuat sangat mirip dengan aktor legendaris Jepang yang sering memerankan tokoh Samurai dalam film, yaitu mendiang Toshiro Mifune, yang telah wafat pada tahun 1997.
Sebelum memulai permainan, Anda diminta untuk memilih satu dari dua tingkat kesulitan yang tersedia, yaitu Story atau Action. Selain itu, ada juga opsi untuk pemilihan skema kontrol antara agresif atau defensif. Apapun opsi yang Anda pilih di awal, semuanya masih tetap bisa diubah setelah permainan berlangsung nanti.
Berikut kami bahas aspek gameplay selengkapnya:
Adventure
Meskipun sudah absen selama dua dekade sejak seri terakhirnya, Onimusha: Way of the Sword masih membawa DNA seri lamanya dan tidak serta-merta mengubah pola petualangannya menjadi Open-world seperti game-game modern pada umumnya. Anda masih akan berpetualang di dungeon-dungeon dengan peta yang linear dan terpisah satu sama lain, namun kali ini ada satu area penghubung yang berfungsi sebagai Hub bernama Eastern Kyoto.
Di awal permainan, area Eastern Kyoto yang bisa Anda singgahi masih terbatas karena masih terkorupsi oleh kekuatan iblis Genma. Seiring berjalannya progress, nantinya area baru akan terbuka sehingga ruang eksplorasi Anda akan semakin luas. Ukurannya keselurhannya sendiri cukup luas untuk Anda jelajahi dengan berjalan kaki, namun untungnya developer tetap menyediakan opsi Fast Travel via Save Point untuk mempersingkat waktu tempuh Anda. Sayangnya, fitur Fast Travel ini hanya bisa diakses ketika Anda bertemu dengan Save Point. Jadi, Anda tidak bisa mengaksesnya ketika posisi karakter sedang jauh dari Save Point.
Di Eastern Kyoto ini, Anda bisa bertemu dengan NPC, Save Point, misi sampingan, peti harta hingga para iblis yang siap mengganggu perjalanan Anda. Misi-misi sampingannya sendiri sebenarnya tipikal fetch quest, di mana Anda harus membersihkan iblis di area tertentu atau mencari item yang diminta oleh NPC. Namun, karena hadiah dari misi sampingan ini cukup berguna untuk proses upgrade, kami sarankan Anda menyapu bersih setiap misinya agar karakter Anda bisa lebih kuat saat menjalani misi utama nanti.
Selama eksplorasi, Anda bisa mengaktifkan fitur Oni Vision dengan tombol L2 + R2, yang mana akan ada indikator seperti kunang-kunang yang menunjukkan arah jalan menuju titik objektif. Selain itu, apabila Anda sudah membuka upgrade lebih jauh, peti harta karun dan item-item yang bisa Anda pungut di jalan, juga akan terlihat lewat fitur ini.
Serupa dengan game-game buatan CAPCOM lainnya seperti Resident Evil atau PRAGMATA, desain levelnya sendiri masih menuntut Anda untuk mencari jalan, membuka pintu menggunakan kunci, menghancurkan gembok atau dari arah yang sudah ditentukan. Jadi, Anda akan melakukan banyak backtracking hanya untuk membuka pintu yang bisa dijadikan jalan pintas pada perjalanan berikutnya.
![]()
Combat
Di industri video game saat ini, game Action punya beberapa jenis berdasarkan tempo permainan. Ada game aksi bertempo cepat yang menuntut pemain untuk menekan tombol secepat mungkin untuk menghasilkan kombo dahsyat seperti Devil May Cry, Bayonetta atau Ninja Gaiden. Di sisi lain, ada pula game aksi bertempo lambat yang lebih taktis dan menuntut pemain untuk membaca pola serangan lawan sebelum bertindak seperti game-game Soulslike. Uniknya, posisi Onimusha: Way of the Sword berada di tengah-tengah kedua jenis tersebut.
Di awal permainan, Musashi hanya bermodalkan satu pedang katana saja sebagai senjata melee yang bisa ia gunakan. Terdapat dua varian serangan untuk melancarkan tebasan pedang ini, yaitu One-Handed Sword dengan tombol kotak dan Two-Handed Sword dengan tombol segitiga. Dengan serangan One-Handed Sword, Musashi akan mengayunkan pedangnya secara horizontal dan cepat dan bisa menjangkau lebih banyak musuh. Sementara, serangan Two-Handed Sword akan membuat Musashi mengayunkan pedangnya secara vertikal dan lebih lambat, tapi dengan damage yang lebih tinggi.
Seiring berjalannya progress, nantinya Musashi akan mendapatkan busur dan panah sebagai senjata jarak jauh. Untungnya, Anda tidak perlu mencari-cari amunisi karena jumlah anak panah di sini tidak terbatas. Selain busur dan panah, Musashi juga akan memperoleh beberapa jenis senjata spesial bernama Oni Armaments yang punya beragam varian seperti pedang kembar, naginata, palu, seruling dan tombak. Bedanya, jenis senjata ini hanya bisa digunakan pada saat meteran biru di samping kanan terisi penuh dengan menyerap orb biru dari musuh.
Selama pertarungan berlangsung, Anda mungkin akan sering memasuki kondisi Blade Barrage ketika serangan Musashi dan serangan senjata musuh beradu secara bersamaan. Blade Barrage akan memicu momen adu pedang singkat dan hanya bisa Anda menangkan jika menekan tombol serang yang berbeda dari tombol serangan sebelumnya. Jika di awal Anda menekan tombol kotak, maka selanjutnya Anda harus menekan tombol segitiga, begitupun sebaliknya.
Yang paling menarik dari sistem pertarungan game ini bukanlah metode serangannya, melainkan metode pertahanannya. Ya, game ini menyediakan banyak sekali mekanik khusus untuk mengantisipasi serangan-serangan musuh. Mekanik pertama dan yang paling aman adalah Block. Mekanik ini cukup standar seperti game-game aksi pada umumnya, di mana Anda hanya perlu menahan tombol L1. Namun, Anda tidak bisa bertahan selamanya karena ada bar Stamina yang terus berkurang apabila terkena serangan musuh secara terus-menerus.
Mekanik kedua adalah Parry. Berbeda dengan Block yang hanya perlu menahan tombol L1, Parry bisa dilakukan dengan menekan tombol L1 tepat saat serangan musuh mengenai karakter Anda. Pengaturan waktunya lebih presisi dibandingkan sekadar menahan tombol L1, namun efeknya langsung terasa, yaitu serangan musuh berhasil digagalkan dan pertahanan musuh menjadi terbuka untuk diserang balik.
Melakukan Parry juga akan mengisi Blaze Gauge, yang mana jika berhasil dilakukan secara beruntun hingga mencapai jumlah tertentu, Musashi akan memasuki Blazing State, yang membuat pedangnya membara yang berimplikasi pada meningkatnya damage kepada musuh. Mekanik ini wajib Anda kuasai karena akan sangat sering digunakan.
Mekanik pertahanan ketiga adalah Deflect, yang bisa dipicu dengan menekan tombol L1 + X secara bersamaan. Masih mirip dengan Parry, namun Deflect punya peruntukkan yang berbeda. Jika Parry berguna untuk membuka pertahanan musuh untuk diserang balik, Deflect berfungsi menguras stamina musuh jauh lebih banyak dibanding Parry. Mekanik ini biasanya akan sangat berguna dalam pertarungan melawan boss, yang biasanya punya stamina jauh lebih tinggi dari musuh kroco biasa. Selain itu, Deflect juga bisa mengembalikan serangan proyektil kepada pemiliknya.
![]()
Metode pertahanan keempat adalah Blade Lock, sebuah mekanisme adu pedang yang dapat terjadi setelah melakukan Parry/Deflect. Saat Musashi dan musuh saling mengunci senjata, Anda harus menekan tombol serangan dengan cepat untuk memenangkan adu kekuatan tersebut. Kemenangan dalam situasi ini akan membuat musuh kehilangan keseimbangan dan menguras stamina mereka secara signifikan, yang membuka peluang untuk melancarkan serangan balasan.
Metode pertahanan kelima adalah Reflex Dodge. Berbeda dengan dodge biasa yang hanya berguling menghindari serangan, Reflex Dodge bisa dilakukan dengan menekan tombol O sesaat sebelum serangan masuk, mirip dengan Parry. Bedanya, serangan yang bisa dihindari ini adalah jenis serangan tanpa senjata seperti pukulan, tendangan atau bantingan. Dan ketika Anda berhasil mengisi Reflex Gauge, Anda bisa melancarkan serangan balasan Reflex Combo setelah melakukan Reflex Dodge.
Metode pertahanan terakhir dan yang paling “High Risk, High Reward” adalah Issen, sebuah mekanik serangan balik khas Onimusha yang sudah ada sejak era PS2 dulu. Butuh keberanian dan refleks tingkat tinggi untuk melakukannya karena Anda harus menekan tombol serangan tepat sebelum serangan musuh mengenai Musashi. Jika waktunya tepat, Musashi akan melakukan teleport dan melancarkan serangan balik dengan damage yang tinggi. Sebaliknya, jika salah timing, maka ia akan terkena damage secara langsung tanpa pertahanan.
Dengan opsi pertahanan sebanyak ini, pertarungan dalam Onimusha benar-benar terasa dinamis. Bahkan, ketika Anda bertemu dengan musuh atau boss yang sama berulang-ulang, pertarungannya tetap saja terasa menegangkan karena Anda tetap harus siaga mengantisipasi serangan yang akan mereka lancarkan.
Oh iya, game ini juga masih membawa fitur lamanya di mana Anda dapat menyerap orb-orb yang keluar dari para iblis ketika Anda menyerang atau membunuh mereka. Orb kuning bisa memulihkan Health Bar, orb biru untuk mengisi kekuatan Oni Armaments dan orb merah berfungsi sebagai mata uang yang bisa Anda gunakan untuk upgrade. Mungkin hal yang sedikit menyebalkan dari proses ini adalah Anda harus menyerapnya secara manual dengan menahan tombol L2 yang mana sering kali mengganggu alur pertarungan Anda.
Upgrades
Selama permainan berlangsung, Anda bisa memperkuat Musashi lewat beberapa jenis upgrade yang bisa Anda akses di Save Point atau Hub. Upgrade di game ini membutuhkan banyak sumber daya, mulai dari item receh sampai item langka.
Upgrade pertama adalah atribut karakter seperti Health, Attack Power dan Defense yang membutuhkan beragam jenis item untuk membukanya. Anda bisa mendapatkan item-item ini dengan memungutnya di berbagai area, mengalahkan iblis atau menyelesaikan misi sampingan.
Upgrade kedua adalah Basic Skills, yang mana biasanya skill meliputi aksi-aksi dasar seperti Deflect, Issen dan lain-lain. Biasanya Anda membutuhkan item bernama Power Stone untuk membuka skill ini. Untuk versi lebih lanjut, biasanya Anda harus mengalokasikan sejumlah Red Souls yang bisa didapat dengan mengalahkan iblis dan menyerap orb merah.
Upgrade ketiga adalah Special Skills, yang biasanya meliputi kemampuan khusus dan senjata-senjata ekstra untuk Musashi. Upgrade di kategori ini membutuhkan item bernama Oni Stone yang juga bisa Anda dapatkan dengan mengalahkan boss atau peti harta. Sama seperti Basic Skills, versi lebih lanjut dari skill ini juga bisa dibuka menggunakan Red Souls.
Selain Skill, Anda juga meng-upgrade kantong buah Hozuki lewat NPC Okuni dan upgrade Charm lewat Hub di area pusat yang mana juga membutuhkan item-item tertentu. Jika Anda ingin melengkapi semua upgrade, Anda harus rajin eksplorasi atau backtracking ke area-area sebelumnya karena musuh yang Anda kalahkan, biasanya akan respawn setelah Anda kembali lagi ke sana.
![]()
Genma
Game Action selalu punya masalah pada variasi musuh kroco yang Anda hadapi, tak terkecuali game ini. Iblis-iblis Genma kroco yang Anda temui sepanjang permainan tidak banyak variasinya. Biasanya mereka memegang satu jenis senjata tertentu seperti pedang kata, pedang besar atau panah. Jadi, di pertengahan progress permainan nanti, kami yakin Anda sudah hafal dengan pola serangan mereka dan tahu bagaimana cara mengantisipasinya, meskipun mereka muncul dalam jumlah banyak.
Satu hal aneh yang sering kami rasakan adalah meskipun para Genma muncul bergerombol, tapi jarang sekali mereka menyerang secara bersamaan. Jadi, setiap Genma seperti menunggu giliran kapan akan menyerang Musashi. Hal ini mungkin menjadi penyeimbangan gameplay karena jika musuh menyerang secara bersamaan, pemain akan kerepotan untuk melakukan Parry/Deflect/Issen di saat yang bersamaan.
Musuh-musuh kroco mungkin bisa Anda taklukkan dengan mudah ketika karakter Anda sudah membuka upgrade lebih banyak, tapi pertarungan yang sebenarnya justru baru dimulai ketika Anda bertemu dengan boss. Selain desainnya yang memang sangat intimidatif, boss-boss di game ini benar-benar sangat menantang untuk dikalahkan.
Meskipun kadang Anda bertemu dengan boss yang mirip-mirip karena hanya beda varian atau warna, namun setiap pertemuan selalu terasa menegangkan karena pola serangan mereka kerap kali berubah. Selain itu, banyak sekali boss yang memiliki dua fase untuk ditaklukkan. Hal ini sering kali menjadi terapi kejut karena kekalahan pertamanya hanya membuat Anda senang beberapa saat sebelum Health Bar mereka terisi penuh kembali.
![]()
Presentation
Visual
Dibangun di atas pondasi yang sama dengan game-game CAPCOM lainnya menggunakan RE Engine, Onimusha: Way of the Sword tampil sangat memukau, terutama dari raut wajah karakternya yang sangat ekspresif. Palet warna yang digunakan untuk menggambarkan dunianya mungkin tampak kelam dan kusam, namun berkat teknik pencahayaan yang tepat serta animasi yang sangat luwes, membuat tiap adegan pertarungan terasa dramatis, baik selama gameplay maupun cutscene.
Menariknya, performa game ini juga berjalan sangat lancar tanpa kendala, meskipun kami mainkan di PS5 non-Pro. Bahkan, saat pasukan Genma menyerbu dalam jumlah banyak sekaligus, performanya masih terhitung stabil tanpa penurunan berarti. Menurut kami, CAPCOM benar-benar melakukan testing berkali-kali terkait hal ini karena konsistensi framerate selama permainan sangat mempengaruhi pengalaman pemain secara maksimal.
![]()
Audio
Desain audio secara keseluruhan juga tergolong luar biasa. Selain itu, musik latar, efek suara, dan atmosfer keseluruhannya turut memperkaya pengalaman, baik dari segi penyajian maupun aspek permainan. Jika Anda memainkan game ini di PS5, suara-suara dentuman pedang dan efek suara lainnya akan sering muncul lewat kontroler DualSense Anda, sehingga sangat meningkatkan imersivitas saat bermain.
Game buatan developer Jepang memiliki dua opsi bahasa, biasanya kualitas sulih suara Jepangnya akan terasa superior dibanding bahasa Inggrisnya. Namun, khusus untuk game ini, sulih suara Bahasa Inggrisnya benar-benar bagus tanpa kendala berarti. Bahkan, kami sendiri menggunakan sulih suara Bahasa Inggris selama memainkannya dari awal proses review ini berlangsung. Kedua bahasanya mendukung fitur sinkronisasi bibir sehingga tidak ada kecanggungan saat percakapan berlangsung.
![]()
Value
Onimusha: Way of the Sword tidak sesulit game-game Soulslike, tapi juga tidak segampang game Action Musou yang bisa asal tebas tanpa berpikir. Tempo permainannya tidak secepat Devil May Cry, tapi juga tidak selambat Dark Souls, jadi bisa dibilang posisinya berada di tengah-tengah. Taktis, tapi tetap dinamis.
Dibanderol dengan harga sekitar Satu Juta Rupiah, konten dan pengalaman yang Anda dapatkan dari Onimusha: Way of the Sword benar-benar sepadan dengan harganya. Game ini megnhadirkan aksi berkualitas tinggi, khususnya bagi Anda yang suka dengan tema-tema Samurai.
Dari sisi teknis, game ini hadir tanpa cela. Visual memukau khas RE Engine, soundtrack dan audio yang memanjakan telinga, performa yang mulus di semua platform hingga tingkat kesulitan yang masuk akal, membuat game ini bisa dimainkan oleh siapa saja, termasuk para pemula sekalipun.
Conclusions
Penantian fans selama 20 tahun lamanya terbayar dengan manis karena Onimusha: Way of the Sword tidak hanya menghidupkan IP lawas yang sudah lama mati suri, tapi juga berhasil menetapkan standar baru dalam aksi adu pedang ala Samurai. Pemilihan Miyamoto Musashi sebagai karakter utama adalah keputusan yang tepat karena dinamika karakternya yang konyol dan sedikit congkak, membuat setiap momen pertarungannya terasa lebih dramatis.
Banyaknya opsi mekanik ofensif dan defensif, membuat setiap pertarungan terasa dinamis dan tidak repetitif. Meskipun unsur linear dari seri pendahulunya masih tetap ada dan struktur Eastern Kyoto sebagai Hub juga sedikit meniru Kamurocho dari game Yakuza, namun secara keseluruhan game ini terasa sangat memuaskan dari segala aspek. Melihat sepak terjang CAPCOM yang luar biasa di tahun 2026 ini, tidak berlebihan jika Onimusha: Way of the Sword akan mendampingi Resident Evil Requiem sebagai nominasi Game of the Year di akhir tahun nanti.
+ Miyamoto Musashi, protagonis yang keren
+ Jajaran karakter yang berkesan
+ Cerita yang cukup emosional
+ Cutscene sinematik nan epik
+ Mekanisme pertarungan yang mendalam
+ Banyaknya opsi ofensif dan defensif
+ Pertarungan boss yang memuaskan
+ Presentasi visual yang memukau
+ Raut wajah karakter yang ekspresif
+ Desain audio yang luar biasa
+ Dua sulih suara yang sama bagusnya
- Beberapa misi sampingan terkesan malas
- Varian sumber daya terlalu banyak untuk upgrade
- Fast Travel hanya bisa dilakukan di Save Point






![[Review] Port of Jumanah](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Port-of-Jumanah-Banner-115x115.jpg)
![[Review] Marvel’s Wolverine](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Marvels-Wolverine-Banner-115x115.jpg)
![[Review] NBA 2K27](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/NBA-2K27-Banner-115x115.jpg)
![[Review] Onimusha: Way of the Sword](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/Onimusha-Way-of-the-Sword-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Port of Jumanah](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Port-of-Jumanah-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Marvel’s Wolverine](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Marvels-Wolverine-Banner-200x250.jpg)
![[Recap] Nintendo Direct – September 2026](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/06/Nintendo-Direct-Recap-200x250.jpg)
![[Review] NBA 2K27](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/NBA-2K27-Banner-200x250.jpg)
![[Review] NIOH 3: DLC 1 – Hell Rising](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Nioh-3-DLC-1-Banner-200x250.jpg)
![[Review] STAR WARS Zero Companyâ„¢](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/Star-Wars-Zero-Company-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Hot Wheels Infinite Rush](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Hot-Wheels-Infinite-Rush-Banner-200x250.jpg)
![[Review] Elden Ring: Tarnished Edition (NS2)](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Elden-Ring-Tarnished-Edition-Banner-200x250.jpg)
![[Recap] State of Play – September 2026](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/State-of-Play-September-2026-200x250.jpg)
![[Review] Onimusha: Way of the Sword](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/Onimusha-Way-of-the-Sword-Banner-360x240.jpg)
![[Recap] Gamescom 2026 – Opening Night Live](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/08/Gamescom-2026-Opening-Night-Live-360x240.jpg)
![[Recap] Nintendo Direct – September 2026](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/06/Nintendo-Direct-Recap-360x240.jpg)
![[Review] STAR WARS Zero Companyâ„¢](https://www.play-verse.com/wp-content/uploads/2026/09/Star-Wars-Zero-Company-Banner-360x240.jpg)